Halaman

Selasa, 31 Maret 2026

TAMASYA DI KERABAT SERI 7 Tahun 2026



                                    Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H

Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) memberikan layanan pendampingan kepada para orang tua, calon orang tua dan pengasuh salah satu nya melalui kelas pengasuhan secara daring yaitu Tamasya di Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT). Kegiatan ini kembali digelar di TAMASYA di KERABAT (Kelas Orang Tua Hebat) Seri 7 Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Gizi pada Kehamilan dan Pemantauan Gizi Menuju Kehamilan Sehat”. Sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil melalui pemenuhan dan pemantauan gizi secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan penurunan stunting serta penguatan ketahanan keluarga sejak masa kehamilan.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana (PKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader BKB, hingga lintas sektor terkait. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan setiap ibu hamil mendapatkan edukasi, pendampingan, serta akses layanan kesehatan yang optimal.

Dalam pelaksanaannya, TAMASYA di KERABAT Seri 7 menitikberatkan pada pemantauan status gizi ibu hamil, termasuk pemeriksaan rutin, pemberian makanan tambahan, serta edukasi pola makan sehat berbasis kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Para ahli gizi turut berperan aktif memberikan pemahaman langsung kepada keluarga tentang pentingnya asupan gizi seimbang selama masa kehamilan.


Tak hanya itu, kegiatan ini juga menyasar peningkatan kesadaran keluarga terhadap pentingnya peran ayah dan lingkungan sekitar dalam mendukung kesehatan ibu hamil. Pendekatan berbasis keluarga dinilai efektif dalam menciptakan kehamilan yang sehat dan aman.

Melalui TAMASYA di KERABAT Seri 7 Tahun 2026, diharapkan lahir generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan bebas dari risiko stunting. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak dari dalam kandungan.

Zamhari berharap program ini sebagai momentum penguatan keluarga." Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum penguatan keluarga. Karena kita percaya, keluarga adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anak. Jika keluarga kuat, maka bangsa pun akan kuat," ujarnya.

Dengan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan, TAMASYA menjadi salah satu inovasi BKKBN dalam membangun fondasi kesehatan keluarga sejak masa kehamilan, sebagai langkah awal menuju Indonesia Emas 2045 mendatang.(***)

Arus Mudik Idul Fitri 2026, BKKBN Jaring Ratusan PUS Ber-KB di Posko Bangga Kencana

                                 

                                       Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari,S.H., M.H

Bengkulu,- Momentum arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencanan Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu memanfaatkan pekan posko bangga kencana secara optimal dengan memperluas layanan keluarga berencana. Pekan posko mudik Bangga Kencana yang berlangsung 13-27 Maret-2026 yang tersebar di berbagai titik strategis, ratusan pasangan usia subur (PUS) berhasil dijaring untuk mendapatkan pelayanan KB.

Tidak hanya menjadi tempat istirahat bagi pemudik, posko ini juga bertransformasi menjadi pusat edukasi dan layanan kesehatan keluarga dan pelayanan KB. Petugas KB memberikan konseling langsung terkait pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan kehamilan berisiko.

Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H. M.H menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jemput bola, mendekatkan layanan kepada masyarakat yang sedang dalam mobilitas tinggi. “Momentum mudik adalah waktu yang tepat menjangkau keluarga, terutama PUS yang mungkin selama ini sulit mengakses layanan KB,” ujarnya.

                                     Pelayanan KB dengan metode Jangka Panjang (implant)

Ketua tim kerja I Bidang Akses Kualitas Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Else Triana Putri,S.K.M., M.A.P secara terpisah menyampaikan  bahwa pelayanan arus mudik BKKBN melayani 804 peserta KB dengan berbagai jenis dan metode kontrasepsi modern. Capaian itu menunjukkan program KB masih menjadi prioritas keluarga dalam meningkatkan kesehatan reprouksi. Selain itu untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

" KB bagi keluarga tidak hanyak menjarangkan jarak kehamilan dan kelahiran, akan tetapi lebih dari pada untuk mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan mandiri. Kita melihat peserta sebanyak itu terdapat peserta suntik sebanyak 387 akseptor pil 323 peserta, kondom sebanyak sembilan akseptor. Sementara peserta dengan menggunakan kontrasepsi jangka panjang seperti implant sebanyak 58 akseptor, intera uterine device (IUD) 14 akseptor dan medis operatif wanita atau digenal dengan tubektomi.

Dengan capaian ratusan PUS ber-KB selama arus mudik, sebagai bukti BKKBN selalu hadir ditengah masyarakatdan BKKBN berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya keluarga berkualitas di tanah air.(irs)

Penulsi : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli., S.Sos., M.Sos
Rilis : Selasa, (31/3/2026)


Jumat, 27 Maret 2026

Zamhari " Tamasya" Momentum Penguatan Keluarga

                                             Zamhari, S.H., M.H Kepala BKKBN Bengkulu

Bengkulu,-Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menegaskan program "Tamasya" momentum penguatan keluarga.

Sebab menurut dia bahwa keluarga adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anak untuk medapatkan ilmu. Jika keluarga kuat, maka bangsa pun akan kuat," kata Zamhari saat mengikuti zoommeeting TAMASYA di KERABAT (Kelas Orang Tua Hebat) Seri 7 di Bengkulu," Kamis, (26/3/2026).

Dalam pertemuan virtual yang mengangkat tema “Gizi Pada Kehamilan Dan Pemantauan Gizi Menuju Kehamilan Sehat” Zamhari menyampaikan juga beberapa hal penting dalam penguatan progam Tamasya untuk meyiapkan generasi yang berkualitas melalui pemenuhan dan penguatan gizi mulai dari ibu hamil," ujarnya.

Program yang dibangun BKKBN itu sangat relevan dengan tujuan pemerintah mempersiapkan generasi emas untuk meraih bonus demografi. " Saat ini Indonesia sedang berada pada momentum bonus demografi. Kita memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar, yang jika dikelola dengan baik, akan menjadi kekuatan untuk meningkatkan pembangunan bangsa. Namun, bonus demografi ini tidak akan berarti apabila generasi yang kita siapkan hari ini tumbuh tanpa kualitas.

Kualitas SDM sangat ditentukan sejak usia dini. Para ahli menyebutnya sebagai periode emas perkembangan anak atau golden age. Usia 0 sampai 6 tahun merupakan masa krusial dalam pembentukan kecerdasan, perilaku, bahkan karakter anak. Pada fase ini otak anak berkembang sangat pesat, sehingga stimulasi, asuhan, dan pengasuhan yang tepat sangatlah penting," kata Kepala BKKBN Bengkulu.


Namun, kita juga menghadapi tantangan. Tidak sedikit masih tingginya angka anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Selain itu  pernikahan usia dini dan kehamilan pada usia remaja. Kehamilan di usia terlalu muda berisiko tinggi karena kondisi fisik dan status gizi calon ibu belum sepenuhnya siap. Di sisi lain, tantangan era modern juga muncul dalam bentuk pola konsumsi instan dan rendah gizi," sambungnya.

Urbanisasi dan perubahan gaya hidup menyebabkan sebagian ibu hamil lebih memilih makanan cepat saji yang tinggi kalori tetapi rendah zat gizi mikro. Hal ini berkontribusi pada fenomena “double burden of malnutrition”, yaitu kekurangan zat gizi mikro namun berlebih kalori.

Dikembangkannya program tamasya BKKBN ini menunjukkan sebuah bentuk komitmen untuk mendampingi keluarga dalam memastikan kesehatan ibu hamil dan anak-anak Indonesia yang dilahirkan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia. sebagai salah satu ujung tombak yang dimiliki BKKBN, Tim Pendamping Keluarg (TPK) siap melakukan pendampingan kepada ibu hamil," ujarnya. 

Melalui kunjungan ini, TPK memantau kondisi ibu hamil, memastikan ibu melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) secara rutin di fasilitas kesehatan, serta memantau kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan suplemen lainnya. Selain itu melalui berbagai program seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), hingga kelas pengasuhan KERABAT (Kelas Orang Tua Hebat), kami berupaya memberikan ruang belajar dan pendampingan bagi para orang tua, calon orang tua dan pengasuh.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Jumat,(27/3/2026).

Selasa, 17 Maret 2026

Momentum Hari Raya Ketupat, IPeKB Berbagi Gelar Baksos Sasar Anak Yatim


     Baksos IPeKB Berbagi" salurkan sembako kepada puluhan anak asuh panti asuhan 

Bengkulu,- Momentum Hari Raya Ketupat dimanfaatkan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Bengkulu untuk menggelar bakti sosial (baksos) "IPeKB Berbagi" dengan menyasar anak yatim di Kota Bengkulu, Senin (16/3/2026).

Peduli anak yatim mewarnai aksi sosial " IPeKB Berbagi " diisi dengan penyaluran bantuan berupa paket sembako berupa beras,telur, minyak goreng gula dan susu. Tak hanya itu 38 anak asuh salah satu panti sosial menerima santunan tunai. Aksi sosial ini melibatkan para penyuluh KB yang tergabung dalam IPeKB daerah Bengkulu dan dukungan mitra kerja di lapangan.

Ketua IPeKB Daerah Bengkulu Helmi Suanda,S.Sos kepada pewarta di Bengkulu menyampaikan bahwa Baksos "IPeKB Peduli" merupakan bentuk kepedulian sosial kepada sesama sekaligus upaya mempererat hubungan antara penyuluh KB dan masyarakat," kata Helmi, Selasa, (17/3/2026).

         Pengurus Panti Asuhan Kasih Sayang dan IPeKB Bengkulu bersama puluhan anak asuh

“Momentum Hari Raya Ketupat ini kami jadikan ajang berbagi dan memperkuat rasa kebersamaan, sebuah wujud empati dan simpati sesama makhluk di muka bumi, khususnya bagi warga yang membutuhkan. Dan tidak kalah penting baksos ini untuk menggaungkan kembali program KB di,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain menjalankan tugas dalam program pembangunan keluarga, penyuluh KB juga memiliki peran sosial dalam membantu masyarakat, terutama pada momen-momen penting keagamaan dan budaya.

Melalui kegiatan ini, IPeKB berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, serta memperkuat peran penyuluh KB sebagai garda terdepan dalam pembangunan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.(irs)

Penulis : Idris Chalik 
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Selasa,(17/3/2026)

Senin, 16 Maret 2026

Sigap, Puluhan Posko Mudik Bangga Kencana Turun Sasar Keluarga Remaja

Sigap : Petugas Posko Bangga Kencaan di Bengkulu Sigap memanfaatkan peluang konseling keluarga (Foto BKKBN)

Bengkulu,-Memasuki pertengahan Maret 2026, gelombang awal arus mudik Lebaran 1447 H sudah mulai terlihat di beberapa jalur utama di Bengkulu. Berdasarkan pantauan terbaru ,Senin,16 Maret 2026 di beberapa titik posko mudik  Bangga Kencana terdapat titik-titik kepadatan kendaraan roda dua dan empat.

Di sejumlah titik jalur mudik di Provinsi Bengkulu, puluhan Posko Mudik Program Bangga Kencana tampak sigap menyambut para pemudik yang singgah untuk beristirahat. Kesempatan itu dimanfaatkan sejumlah petugas posko Bangga Kencana    ,penyuluh KB di Bengkulu turun memberikan konseling keluarga dan kesehatan reproduksi.

Ketua Ikatan Penyuluh KB (IPeKB) Daerah Bengkulu Helmi Suanda, S.Sos kepada pewarta menyampaikan moment mudik Idul Fitri 1447 Hijriah ini BKKBN terus menyuarakan progam pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana)," kata Helmi di Bengkulu, Senin, (16/3/2026).

"Kita hadir bersama 292 penyuluh KB dalam posko pengamanan lebaran ini  menyediakan konseling keluarga, kesehatan reproduksi, pelayanan KB, serta edukasi stunting untuk menciptakan mudik aman, nyaman, dan berkualitas. Brosur program kita titipkan sebagai pesan upaya membangun keluarga berkualitas".

Di tengah riuh perjalanan pulang kampung para keluarga pemudik, Posko Mudik Bangga Kencana hadir menitipkan pesan sederhana namun bermakna," keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang siap merencanakan masa depan," kata Helmi.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh sebab itu, pendekatan kepada keluarga yang memiliki remaja menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Posko Mudik Bangga Kencana tahun ini.

Melalui pendekatan yang ramah dan komunikatif, puluhan posko yang tersebar di jalur mudik tersebut menjadi ruang singgah yang bukan hanya memberi kenyamanan bagi pemudik, tetapi juga menghadirkan pesan penting bagi masa depan keluarga Indonesia.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin, (16/3/2026)

Kapolda Bengkulu Tinjau Posko Mudik Bangga Kencana 2026



          Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si turun meninjau posko mudik Bangga                                                                             Kencana,

Bengkulu,-Menjelang arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026, Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si turun meninjau posko mudik Bangga Kencana, pos pengamanan Lebaran 2026 yang tersebar di beberapa titik strategis. Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan personel kolaboratif serta sarana pendukung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda hadir bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Dr. H. Herwan Antoni, S.KM., M.Kes., M.Si yang didampingi unsur Muspida Bengkulu. Kedatangannya disambut langsung sejumlah Petugas Keluarga Berencana (PKB) yang tengah bertugas di Posko Bangga Kencana di Teluk Segara Kota Bengkulu. 

Peninjauan itu dengan mengecek langsung kesiapan anggota yang bertugas di posko, mulai dari kelengkapan peralatan, kondisi kesehatan petugas, hingga sistem koordinasi dengan instansi terkait. Posko pengamanan Lebaran menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di jalur-jalur utama.

Selain aparat kepolisian, posko tersebut juga melibatkan unsur TNI, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, Penyuluh KB BKKBN Bengkulu serta berbagai instansi lainnya. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.


                

Kapolda juga mengingatkan para petugas untuk tetap memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Kehadiran posko pengamanan tidak hanya berfungsi sebagai titik pengawasan lalu lintas, tetapi juga sebagai tempat masyarakat memperoleh bantuan apabila mengalami kendala selama perjalanan. Seta berikan eduksi terhadap program pemerintah. 

Di sejumlah posko, fasilitas layanan kesehatan, peraga konseling bangga kencana, tempat istirahat bagi pemudik, hingga informasi jalur lalu lintas juga disiapkan untuk mendukung kenyamanan perjalanan masyarakat.

Secara terpisah Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta menyampaikan Posko mudik Bangga Kencana ini tidak hanya menjadi tempat beristirahat bagi para pemudik, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan yang berkaitan dengan kesehatan keluarga dan kependudukan. Para pemudik dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan ringan, konsultasi keluarga berencana, hingga edukasi mengenai kesehatan reproduksi. dan KB.

Posko mudik bangga kencana membantu pengamanan mudik yang tersebar di 34 titik strategis di seluruh Provinsi Bengkulu. Dengan melibatkan petugas penyuluh KB sebanyak 292 orang. Posko ini tidak hanya melayani keluarga pemudik, masyarakat sekitar posko pun menjadi agenda layanan. "Kemarin petugas KB memberikan konseling pedagang kuliner sebagai calon peserta KB dengan metode kontrasepsi medis operatif wanita (MOW) yang lebih populer KB steril wanita," ujar Zamhari.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos. M.Sos
Rilis : Senin,(16/3/2026)




Pemkab Seluma Verifikasi Data Keluarga Berisiko Stunting, Pastikan Intervensi Tepat Sasaran

                                  Petugas verifikasi KRS sasar warga desa di Seluma, Bengkulu 

Bengkulu,Seluma, – Pemerintah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, terus mengambil langkah dan strategi memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM). Akhir pekan kedua Maret-2026 kemarin pemerintah daerah setempat mulai turun ke desa-desa untuk memverifikasi data keluarga berisiko stunting (KRS) di daerah itu.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) turun ke sejumlah desa untuk memverifikasi dan validasi data KRS 2026. Verifikasi digelar guna memastikan agar setiap program intervensi benar-benar tepat sasaran menjangkau keluarga yang membutuhkan. Sebagai implmentasi dari program percepatan penurunan stunting.

" Pemerintah Kabupaten Seluma terus memperkuat kualitas SDM melalui penurunan stunting. Langkah verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting (KRS) 2026 salah satu strategi untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat," kata Kepala Dinas P3APPKB Seluma Sumiati,S.E., M.M kepada pewarta di Seluma, baru ini.

                           Tim Verifikator KRS turun di desa-desa  Kabuoaten Seluma, Bengkulu

Dikatakan Sumiati, verifikasi dan validasi KRS, Pemkab Seluma melibatkan lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, petugas lapangan keluarga berencana, hingga kader di tingkat desa. Mereka turun langsung memeriksa kondisi riil keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting, mulai dari kondisi ekonomi, sanitasi, hingga pola pengasuhan anak.

Verifikasi KRS tahun ini dari 14 kecamatan di Kabupaten Seluma, kita turun di 12 kecamatan titik sebagai lokasi fokus (lokus). Pendataan berlangsung hingga awal April 2026 yang telah menyasar beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Sukaraja dan Air Periukan, Lubuk Sandi. Langkah ini untuk memastikan data yang akurat dan valid sehingga mempermudah intervensi program peningkatan kualitas SDM di daerah ini. Sementara untuk wilayah yang tidak diverifikasi yaitu Kecamatan Talo Kecil dan Kecamatan Seluma Kota," ujar Sumiati.

Dia menambahkan, dari hasil pendataan tersebut nantinya akan dipublis jumlah KRS dan segera diajukan kepada pemerintah daerah dan ditindak lanjuti dengan pengajuan proposal kepada donatur yang memilki empatai menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan di Seluma".


Pendataan ini dengan pendekatan humanis, berdialog langsung dengan keluarga, mendengar berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, balita, serta pola hidup sehat dalam keluarga.

Menurut dia, verifikasi data KRS akan ditindak lanjuti dengan berbagai aksi intervensi sesuai dengan kebutuhan keluarga agar terlepas dari risiko stunting. " Kita akan memastikan data yang ada dapat diintervensi seperti program bedah rumah tidak layak huni dan intervensi pemenuhan gizi seimbang". 

Bagi Pemerintah Kabupaten Seluma, data yang akurat menjadi fondasi penting dalam penanganan stunting. Tanpa data yang valid, program bantuan seperti pemenuhan gizi, edukasi kesehatan, hingga peningkatan kualitas sanitasi dikhawatirkan tidak tepat sasaran.

Dengan data yang lebih akurat dan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Seluma optimistis upaya menekan angka stunting dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. (HS)

Penulis : Helmi Suanda, S.Sos
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(16/3/2026)

Jumat, 13 Maret 2026

Posko Mudik Idul Fitri 2026 Mulai Giatkan Layanan Konseling Kespro dan KB

 

                      Petugas jaga Posko Bangga Kencana di Kota Bengkulu kolaborasi lintas sektor

Bengkulu, – Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) secara resmi membuka posko pelayanan khusus selama masa mudik Idul Fitri 2026. Kegiatan difokuskan pada Konseling Keluarga, Kesehatan Reproduksi (Kespro), dan Keluarga Berencana (KB). Di Bengkulu, beberapa posko mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah mulai menggiatkan layanan konseling kesehatan reproduksi (kespro) dan keluarga berencana (KB) bagi para pemudik di beberapa pos pengamanan lebaran.

"Kita apresiasi kesigapan petugas KB di daerah yang mulai menggiatkan pelayanan konseling bagi pemudik di Bengkulu. Layanan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan keluarga sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat yang memanfaatkan posko selama masa arus mudik dan balik lebaran mulai 13 hingga 27 Maret 2026," ujar Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari,S.H., M.H kepada pewarta di kantornya, Jumat,(13/3/2026)

Di posko, para pemudik mendapat pelayanan berupa layanan konsultasi keluarga dan kesehatan reproduksi (Kespro) maupun KB selama arus mudik lebaran. "Pada konseling Kesehatan Reproduksi petugas menyediakan informasi bagi pasangan usia subur dan remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi selama perjalanan jauh," kata Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu.

                Giat Posko mudik Idul Fitri 2026 di Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat,13/3/2026

Dengan adanya layanan ini, diharapkan pemudik tidak hanya mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang bermanfaat bagi kesehatan dan masa depan keluarga. Posko mudik pun diharapkan menjadi ruang pelayanan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga edukatif bagi masyarakat, harap Zamhari.

Di tempat terpisah Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Daerah Bengkulu Helmi Suanda, S.Sos., menyampaikan, Posko Bangga Kencana di Bengkulu menurunkan sebanyak 292 personel penyuluh KB yang tersebar di 34 titik posko di Provinsi Bengkulu.

Petugas Bangga Kencana saat konseling Kespro bagi pemudik di Kabupaten Seluma, Jumat, 13/3/2026

Kabupaten Seluma dengan jumlah posko layanan sebanyak tiga titik terdapat di Desa Sukaraja, Simpang Kota Tais dan terdapat pos pengamanan lebaran di Desa Sendawar Padang Bakung. Petugas di posko mudik memberikan berbagai layanan informasi dan konseling kepada masyarakat, khususnya terkait kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan mudik.

Selain menjadi tempat beristirahat bagi pemudik, posko juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga yang sehat dan berkualitas. Melalui konseling ini, pemudik dapat berkonsultasi langsung dengan petugas mengenai berbagai persoalan kesehatan reproduksi dan penggunaan alat kontrasepsi.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Jumat, (13/3/2026)

Kamis, 12 Maret 2026

Pekan Bangga Kencana BKKBN Bengkulu Semarakkan Posko Mudik Idul Fitri



Bengkulu,- Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu 21-April-2026, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu manfaatkan hari baik tersebut dengan menggelar Pekan Bangga Kencana di titik-titik posko mudik lebaran tahun ini. Moment bakti KB itu memuat edukasi dan pelayanan KB kepada masyarakat di Provinsi Bengkulu. 

Posko Bangga Kencana berlangsung selama  dua pekan mulai 13 hingga 27-Maret-2026 dengan 34 posko mudik lebaran Idul Fitri yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota Se Provinsi Bengkulu. Posko ini intens pada pelayanan dan konseling di pusat-pusat keramaian, wisata secara mobile di titik-titik keramaian libur lebaran. Berlangsungnya pekan bangga kencana itu bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi teknis yaitu dinas kesehatan dan melibatkan Petugas KB di masih-masing daerah binaan yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H, di kantornya/, Kamis,12/3/2026.

Posko-posko Bangga Kencana itu terdapat di Kabupaten Rejang Lebong sebanyak lima titik, Kambupaten Mukomuko dan Bengkulu Selatan masing-masing empat titik. Sementara terdapat Bengkulu Utara, Kaur, Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang dan Kota Bengkulu terdapat masing-masing tiga titik posko

Pekan Bangga Kencana hadir bersama masyarakat dan pemudik dengan berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi program keluarga berencana, pelayanan konseling kesehatan reproduksi, hingga ketahanan keluarga. Konseling difokuskan pada kelompok remaja (melalui program GenRe) dan keluarga muda untuk mencegah pernikahan usia anak serta mempromosikan perencanaan keluarga yang sehat. Kegiatan tersebut agar menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga serta pembangunan keluarga yang berkualitas.

Kegiatan tersebut bertujuan memperluas jangkauan informasi program kepada masyarakat.Sehingga nantinya dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana). " Bangga Kencana merupakan program utama BKKBN yang berfokus pada pembangunan keluarga berkualitas, penurunan stunting, dan pengendalian penduduk. Program ini mendorong keluarga merencanakan kehidupan berkeluarga, memiliki anak yang sehat, serta meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pendekatan siklus hidup.

" Guna mendapatkan hasil kerja yang baik maka akan dilakukan evaluasi dan monitoring di tiap-tiap titik daerah kabupaten dan kota secara langsung oleh kemendugbangga melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu," ujar Kepela BKKBN Bengkulu.

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Melalui program Bangga Kencana—yang mencakup pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana—diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan kehidupan keluarga sejak dini.

Dengan semangat Idul Fitri yang identik dengan kebersamaan dan saling memaafkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga berkualitas sebagai pondasi pembangunan di Bumi Merah Putih.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
RIlis : Kamis, (12/3/2026).

Kamis, 05 Maret 2026

Alfiyero, Membawa GenRe Energi Baru Dengan Arah Baru

 


Bengkulu,- Dari sebuah bilik sederhana ruang studio radio BKKBN yang jauh dari gemerlap panggung besar terdengar suara lantang, suara itu bukan sekadar ajakan, tetapi seruan perubahan. Di sanalah Alfiyero, seorang penggerak muda, menyalakan kembali semangat Generasi Berencana (GenRe) untuk bangkit—beranjak dari ruang diskusi menuju aksi nyata.

Alfiyero Ramadhan Kurniawan lahir 19 November 2004, kini aktif sebagai mahasiswa semester delapan di salah satu perguruan tinggi negeri di Bengkulu. Dia dipercaya sebagai Ketua Umum Forum GenRe Provinsi Bengkulu 2025/2026. Posisi yang cukup bergengsi dikalangan remaja itu kini telah dikuasainya selama dua periode. Ia terpilih menjadi pengurus forum GenRe melalui pemilihan pada awal tahun 2026 belum lama ini. 

Dia menyarankan kembali agar semua pengurus forum tersebut untuk terus memegang teguh motto " Setahun Mengabdi, Seumur Hidup Menginspirasi". Motto yang sangat melekat pada ajang apresiasi Duta Generasi Berencana (GenRe) yang dikembangkan oleh BKKBN. Alfiyero menceritakan perjalanan dan pengalamannya di Forum GenRe hingga akhirnya dipercaya memimpin organisasi tersebut pada periode 2025/2026. Ia menyampaikan bahwa kepemimpinannya akan membawa semangat baru dengan pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan kehidupan remaja masa kini.

Di bawah payung program BKKBN, GenRe telah lama menjadi wadah edukasi remaja tentang pentingnya merencanakan masa depan. Namun bagi anak muda Alfi sapaan akrabnya, menyebutkan arah gerakan ini perlu ditegaskan ulang. “Diskusi itu penting, tapi aksi jauh lebih menentukan,” ujarnya dalam sebuah acara yang OBSKEN (Obrolan Keren BKKBN) di Studio Radio BKKBN Bengkulu, Kamis, (5/3/26).

Dari Ruang Diskusi Menuju Aksi Nyata Generasi Berencana

Tekad itu kembali ditegaskan bahwa GenRe tak lagi sekadar menjadi slogan, melainkan gerakan sadar masa depan. Di bawah komandonya, dia membawa mimpi besar agar GenRe kini melangkah dengan arah baru—lebih adaptif, kolaboratif, dan berani menjawab tantangan zaman. "GenRe harus merubah langkah nyata, memulai dari ruang diskusi menuju aksi nyata untuk mengabdi dan menginspirasi masyarakat khususnya generasi muda. "Penguatan program edukasi, Forum GenRe Bengkulu berencana menghadirkan kegiatan yang lebih kreatif dan menarik bagi remaja. Salah satunya adalah rencana pelaksanaan GenRe Fun Run, yang diharapkan menjadi wadah kampanye positif bagi remaja sekaligus memperkenalkan program GenRe kepada masyarakat secara lebih luas. 

                           

Dari Edukasi ke Inspirasi

Arah baru GenRe menekankan pada perubahan pendekatan dari sekadar penyuluhan menjadi gerakan inspiratif berbasis komunitas. Para duta dan pengurus Forum GenRe kini tak hanya hadir di panggung seremoni, tetapi aktif menembus sekolah, kampus, hingga ruang-ruang digital, sampai mampu hadir di tengah masyarakat untuk menjadi inspirator. Media sosial dimanfaatkan sebagai kanal edukasi kreatif. Konten-konten pendek, diskusi daring, hingga podcast remaja menjadi sarana menyampaikan pesan tentang pentingnya menunda usia perkawinan, menjauhi perilaku berisiko, serta merancang masa depan dengan matang. “Remaja hari ini tidak bisa didekati dengan cara lama. Mereka butuh keteladanan dan ruang dialog,” sebut Alfiyero.

Menurut dia, GenRe dapat menjadi magnit menguatkan akar komunitas. GenRe Baru mengajak untuk penguatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai ujung tombak. PIK-R tidak lagi hanya menjadi papan nama di sekolah, tetapi difungsikan sebagai ruang aman berbagi cerita, konsultasi sebaya, dan pusat literasi kependudukan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, organisasi kepemudaan, hingga komunitas kreatif menjadi strategi penting. Dengan pendekatan pentahelix—melibatkan akademisi, pemerintah, komunitas, media, dan dunia usaha—GenRe diarahkan menjadi gerakan kolektif, bukan sekadar program sektoral.

Menyalakan Harapan

Meskipun masih tergolong usia muda, Alfiyero yang kini masih duduk di bangku kuliah banyak menaruh harapan untuk terwujudnya generasi muda yang berkualitas. Agar sebuah harapan terwujud, GenRe dituntut untuk berani berubah yang menjadi tantangan generasi muda." GenRe Energi Baru, Arah Baru adalah tentang keberanian berubah. GenRe lahir dari kesadaran bahwa remaja bukan sekadar objek program, melainkan subjek perubahan. Mereka bukan hanya penerima pesan, tetapi pembawa pesan," katanya.

Di tangan generasi muda yang sadar rencana, masa depan Indonesia menemukan pijakan. Dari ruang-ruang kecil diskusi hingga panggung besar kebijakan, Bersama 11 forum GenRe yang tersebar disejumlah daerah kabuipaten dan kota di Bengkulu. Untuk bergerak perlahan namun pasti—menyalakan harapan, merawat mimpi, dan memastikan setiap langkah remaja hari ini adalah fondasi keluarga berkualitas esok hari.

Melalui program OBSKEN (Obrolan Keren) di radio BKKBN Bengkulu, GenRe berharap dapat memberikan ruang diskusi yang inspiratif sekaligus memperkuat peran remaja dalam merencanakan masa depan yang lebih baik. Dengan semangat “Energi Baru, Arah Baru”, Forum GenRe Bengkulu diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi remaja yang sehat, berencana, dan berprestasi.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Kamis,(5/3/2026)



 

Rabu, 04 Maret 2026

BPS -BKKBN Padukan Program Menuju Penguatan Satu Data Indonesia


Bengkulu,-Belum genap setahun, Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan memperkuat kerja sama dalam penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data dan informasi statistik di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga. Penandatanganan MoU tersebut berlangsung pada 25 Juli 2025 dalam rangka Kick Off Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 lalu.

Kali ini awal Maret-2026, dua lembaga pemerintah itu BPS Bengkulu bersama BKKBN setempat Koordinasi Pemanfaatan dan Pengembangan Portal PETIK BUAHATI untuk menindak lanjut penandatanganan perjanjian kerja sama. Kerjasama dalam penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data dan informasi statistik pada program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan Portal Desa Cinta Statistik Bengkulu Merah Putih (PETIK BUAHATI) merupakan inovasi kolaboratif antara Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu. 

Koordinasi lintas sektor yang berlangsung di kantor BPS Bengkulu itu Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu turunkan tim teknis ketahanan keluarga diantaranya tampak hadir Ketua Tim Kerja 2 (Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting) Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat, Ketua Tim Kerja 3 (Pengendalian Kependudukan) Weldi Suisno, S.Pd., M.E. hadir besama Ketua Tim Kerja  6 (Pelaporan dan Statistik dan Pengelolaan TIK) Sahwani, S.Kom. Koordinasi yang berlangsung di Kantor BPS tersebut selain BKKBN turut hadir tim Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bengkulu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu.

Portal ini dirancang sebagai bentuk implementasi nyata dari program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam Satu Data Indonesia melalui penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data statistik sektoral dan kewilayahan," kata Statistisi Ahli Madya BPS Bengkulu Herlinawaty  pada Koordinasi Pemanfaatan dan Pengembangan Portal PETIK BUAHATI dikantornya, Rabu, (4/3/2026).


Dia mengatakan, pembangunan suatu daerah akan lebih mudah jika tersedianya data yang dapat menjadi peta petunjuk. " Pembangunan suatu daerah akan lebih cepat jika dimulai dari tingkat desa. Di Bengkulu terdapat sebanyak 1.513 desa di bklu. Yang semuanya sebagai kampung KB, program kampung KB merupakan langkah pasti menuju desa membangun," ujar Herlina.  

Ia menambahkan untuk menyelaraskan sumber dataagar lebih efektif dimanfaatkan dalam kebijakan dan program pembangunan keluarga di Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah yang memiliki Kampung KB. Pihaknya akan memberdayakan kader KB sebagai agen statistik. " Kader KB desa akan diikutkan/ libatkan sebagai agen statistik di desa cantik. Serta perlu peningkatan kompetansi apatur desa".

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu melalui Ketua Tim Kerja 3 Weldi Suisno menyampaikan koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama BPS dan Kemendukbangga/BKKBN. Upaya memperkuat data kependudukan di tingkat desa yaitu "Rumah Dataku" yang ada di kampung keluarga berkualitas (KB). 

Kampung KB, kata Weldi, sebuah program yang dirancang sebagai strategi dalam percepatan pembangunan dari pinggir. " Kampung KB membangun dari pinggir (Desa) dan BPS ada program penguatan pengelolaan data di desa melalui inovasi Petik Buah hati. Yang sarat konsepnya ada perpaduan pembangunan dari pinggir dengan melakukan penguatan pada pengelolaan suatu portal (ekspose data) dan SDM (pengelola data).


Konsep tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mewujudkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, mudah diakses, serta memiliki metadata yang jelas. Ini bukan hanya kewajiban administratif, namun merupakan pondasi utama bagi perencanaan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.

Kampung KB BKKBN dan Desa Cantik BPS adalah dua program dari lembaga pemerintah yang berbeda namun memiliki komitmen yang sama berkolaborasi untuk memperkuat Rumah Data Kependudukan (RDK) di tingkat mikro. Kolaborasi ini bertujuan menyediakan data kependudukan yang akurat dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan di desa/kelurahan," ujar Weldi.

“Rumah Data Kependudukan (RDK) bagian integral dari Kampung KB yang berfungsi sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan di tingkat mikro. Kolaborasi antara Kampung KB dan Portal Petik Buah Hati. Porta Petik Buah Hati dipadukan pada RDK sebagai salah satu strategi memperkuat kampung KB, " kata Weldi. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
RIlis : Rabu, (4/3/2026).

Sekolah Siaga Kependudukan dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Menyiapkan Generasi, Menata Arah Indonesia Emas


Bengkulu,- Awal Maret-2026, Selasa, 3-Maret-2026 Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H hadir di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu dalam rangka audiensi. Membahas Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) topik pembahasan dua tokoh itu. 

Mengawali bincangnya Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari menyampaikan bahwa SSK sebuah program strategis yang diinisiasi oleh BKKBN untuk menanamkan literasi kependudukan sejak bangku sekolah.

" SSK dan PJPK, dua instrumen strategis yang dikelola oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN untuk merencanakan masa depan penduduk Indonesia. SSK fokus pada edukasi generasi muda, sementara PJPK fokus pada perencanaan kebijakan makro," sebut Zamhari.

Program ini, di mana sekolah mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (Bangga Kencana) ke dalam mata pelajaran atau muatan lokal. Melalui program SSK, para pelajar diajak memahami dinamika penduduk, bonus demografi, hingga pentingnya merencanakan kehidupan berkeluarga.

PJPK adalah dokumen panduan operasional dari Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) 2025-2045 yang disusun setiap 5 tahun sekali (seperti PJPK. Ada keterkaitannya PJPK  dalam pendidikan, dari 30 indikator terdapat tujuh indikator yang berhubungan langsung dengan pendidikan kependudukan.

" Indikator yang berhubungan langsung dengan pendidikan kependudukan, rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas yang menggambarkan tingkat pendidikan formal masyarakat. Angka partisipasi kasar pendidikan tinggi yang mengukur akses dan partisipasi dalam pendidikan tinggi.

Indikator lainnya, persentase penduduk bersertifikat keahlian , indikator ini berkaitan dengan pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas SDM. Indeks pengasuhan keluarga yang memiliki remaja, ini berkaitan dengan pendidikan keluarga dan pembentukan karakter remaja. Indeks Pembangunan Keluarga (i-Bangga) mencakup dimensi pendidikan dalam ketahanan dan kualitas keluarga. 

Dan indikator indeks perlindungan anak, yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak, termasuk hak atas pendidikan. Serta adanya indikator cakupan kepemilikan akta kelahiran balita, indikator ini berhubungan administrasi kependudukan yang mendukung akses pendidikan formal".


Terhadap pertemuan itu dia berharap penuh agar dinaspendidikan dapat mengkampanyekan sekolah siaga kependudukan secara masif dan mengaktivasikannya di setiap daerah. Dan mengevaluasi secara berjenjang terhadap penyelenggaraan SSK di tiap daerah.

Berdasarkan data yang ada, jumlah SSK di Provinsi Bengkulu (2026) terdapat sebanyak 1.166 sekolah. Ditingkat SD/MI sebanyak 652 sekolah atau sebesar 46 persen dari 1.419 sekolah. TIngkat SMP/MTs sebanyak 257 sekolah atau sebesar 55 persen dan untuk SMA/SMK/MA terdapat 257 sekolah".

Menurut dia, program yang dikembangkan pemerintah melalui Kemendukbangga/BKKBN itu terdapat banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat. " Ada berbagai tujuan penting program SSK, pertama,dapat  membentuk generasi muda yang sadar kependudukan, peduli perencanaan masa depan (menghindari pernikahan dini), dan paham kesehatan reproduksi. Adanya "Pojok Kependudukan" (Population Corner) sebagai pusat sumber belajar. 

Serta bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang dampak kependudukan, membentuk karakter Generasi Berencana, serta membekali siswa dalam menyajikan data kependudukan secara sederhana. Dan, dalam penerapan SSK di sekolah tidak menambah jam pelajaran, melainkan menyelipkan isu kependudukan ke dalam mata pelajaran seperti IPS, IPA, PPKn, dan Agama," ujar Zamhari.

Selain SSK, kedua tokoh juga menyoroti pentingnya peta jalan pembangunan kependudukan (PJPK) sebagai panduan kebijakan jangka panjang. Peta jalan ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang strategi pengendalian kuantitas penduduk sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Melalui pendekatan pembangunan keluarga dan penguatan generasi muda, kebijakan kependudukan diharapkan mampu menjawab momentum bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia. Jika dikelola dengan baik, periode ini dapat menjadi kekuatan besar untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial," kata Zamhari,(Selasa,3/3/2026).

Kepala Dinas Dikbud, Zulhendri, S.Sos., M.Pd menyambut  pertemuan yang mengangkat dua topik penting tentang pembangunan kependudukan itu. Untuk menguatkan keterpaduan program Bangga Kencana dengan program di lembaga yang dipimpinya itu ia hadirkan sejumlah pejabat teknis.

Zulhendri menyambut pembahasan dua topik kependudukan, yang dianggapnya amat penting untuk ditindaklanjuti secara kolaboratif. Menurut dia, pendidikan kependudukan tidak bisa lagi dipandang sebagai isu tambahan dalam sistem pendidikan. Justru di sanalah fondasi masa depan bangsa dibangun. Ketika siswa memahami hubungan antara pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan keluarga, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih siap menghadapi perubahan zaman.

"Kami pemerintah provinsi (Dikbud) segera menindaklanjuti program sekolah siaga kependudukan di Bengkulu dengan segera bersurat kepada seluruh institusi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta sejumlah kepala sekolah di Provinsi Bengkulu," ujar Zulhendri.


Menurut dia, sekolah siaga kependudukan dan peta jalan pembangunan kependudukan yang merupakan strategi dalam penyiapkan generasi, menata arah Indonesia Emas 2045. " SSK dan PJPK salah satu stratehgi pemerintah dalam mesonsong peluang Indonesai Emas 2045 mendatang," kata Zul.

Melalui SSK siswa dapat menjadikannya sebagai ruang belajar yang menghubungkan teori dengan realitas sosial. Di dalamnya, siswa mengenal konsep piramida penduduk, tantangan urbanisasi, hingga isu pernikahan usia dini dan stunting. Pengetahuan itu membentuk kesadaran bahwa setiap keputusan hidup memiliki dampak bagi kualitas keluarga dan pembangunan negara.

Pertemuan itu menegaskan bahwa pembangunan kependudukan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dunia pendidikan, akademisi, masyarakat, hingga media memiliki peran dalam menyebarkan kesadaran tentang pentingnya perencanaan kehidupan.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M. Sos
Rilis : Selasa,(3/3/2026)