Halaman

Jumat, 29 Mei 2026

Idul Adha Berbagi, Kemendukbangga/BKKBN Salurkan Daging Qurban Mengurai Stunting

      Penyembelihan hewan Qurban Idul Adha 1447 H/2026 di Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu

Bengkulu,-Momen Hari Raya Idul Adha 1447 H/ 2026 masehi, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu tahun ini kembali salurkan daging qurban. Pembagian daging kurban ini bukan sekadar ibadah keagamaan, tetapi juga intervensi strategis gizi yang secara langsung mendukung program prioritas Asta Cita pemerintah. 

"Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu turut ambil bagian mengurai mata rantai stunting melalui penyaluran daging hewan kurban. Kita hari ini, Kamis, 28/5/2026 berkurban dengan memotong seekor hewan jenis sapi. Langkah ini untuk turut ambil bagian dalam mengatasi persoalan status gizi masyarakat dengan menyalurkan daging kurban kepada penerima manfaat.

Sebanyak 90 kantong daging kurban siap didistribusikan kepada keluarga sasar prioritas yaitu keluarga berisiko stunting di sekitar lingkungan kantor dan keluarga besar Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu. "Kita prioritaskan penerima manfaatnya keluarga rentan berisiko stunting. Selain itu keluarga yang patut menerima," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid.,  kepada pewarta di Bengkulu, Kamis, (28/5/2026).


Ia mengatakan, dilaksanakannya kurban Idul Adha ini atas kerjasama Kemendukbangga/BKKBN dengan salah satu bank di Bengkulu. "Bank BSI sejak beberapa tahun ini telah bekerjasama dengan Kemendukbangga/BKKBN dalam kegaiatan keagamaan, khususnya dalam kegiatan perayaan hari besar islam seperti idul adha hari ini" ujar Zamhir.

Daging kurban didistribusikan secara terarah kepada keluarga yang masuk dalam kategori rentan dan berisiko tinggi mengalami stunting. Penyalurannya dioptimalkan sebagai salah satu strategi mendukung program pemerintah untuk memenuhi asupan protein hewani dan mempercepat penanganan angka stunting.


Momentum ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membantu penanganan stunting di Bengkulu. Daging kurban yang kaya protein hewani sangat penting untuk mendukung pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan keluarga berisiko stunting agar tumbuh lebih sehat dan berkualitas,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

“Melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kami berharap distribusi daging kurban tepat manfaat bagi keluarga yang membutuhkan serta memperkuat gerakan pencegahan lahir stunting baru di Provinsi Bengkulu. Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk melalui aksi nyata berbagi pangan bergizi kepada masyarakat".

Penulis        : Idris Chalik
Editor          : Andryan Cahya Adiputra,A.Md
Rilis             : Jumat,(29/5/2026).


Selasa, 26 Mei 2026

GATI Menjawab Tantangan Fatherless, Songsong Indonesia Emas 2045

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., didampingi Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., dan Jajaran Ketua Tim Kerja di Lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu melakukan Audiensi ke Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP, di ruang kerja Bupati Kepahiang.


Bengkulu,-Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) salah satu program inisiatif untuk menekan Fatherless alias (ketiadaan figur ayah) di tanah air. Dimana angka ketiadaan figur ayah di tanah air masih terbilang tinggi yang mencapai 25 persen. Gati program yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak.

"Ketiadaan figur ayah di tanah air masih terbilang tinggi mencapai 25 persen, melalui GATI diyakini mampu menjawab tantangan fatherless di Indonesia khususnya di Bengkulu," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dalam kunjungan kerja di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Senin,(25/5/2026).

GATI Program yang mendorong peran ayah untuk aktif dalam pengasuhan anak dan kehidupan  keluarga, agar anak mendapatkan figur ayah yang terlibat dan keluarga menjadi lebih seimbang. 

Kemendukbangga/BKKBN, kata Zamhir Setiawan akan mendorong para ayah untuk terlibat aktif dalam pengasuhan anak melalui pengambilan raport anak serta mengantarkan anak pada hari pertama sekolah di tahun ajaran baru. Selaian itu diharapkan peran ayah pada peringatan  Hari Ayah Nasional  di November 2026 yang akan datang.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., didampingi Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., dan Jajaran Ketua Tim Kerja di Lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu melakukan Audiensi ke Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP, di ruang kerja Bupati Kepahiang. (25/5/2026).

Ia menambahkan tahun ini GATI di Kabupaten Kepahiang  ditargekan 5.632 para ayah/calon terlibat dalam pengasuhan anak. Hingga April 2026 telah tercapai 935  ayah telah aktif dalam program ini," ujarnya.

Bersama Bupati Zurdinata, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, membahas program prioritas lainnya dalam rangka akselerasi pembangunan keluarga di Kepahiang. Selain GATI, bahasan yang tak kalah serius untuk dikupas terdapat adanya program SIDAYA, GENTING, SEKOLAH LANSIA.

"Dalam program GENTING pemerintah daerah setempat lebih awal telah fokus pada stunting dengan menggandeng orang tua asuh cegah stunting sebanyak 45 orang yang telah mensasar 23 penerima manfaat. Yang terdapat di antaranya kelompok baduta sebanyak 15 orang dan ibu hamil delapan penerima manfaat," kata Sekretaris PPKBP3A Kabupaten Kepahiang, Sri Kurniati. 

"Genting dengan orang tua asuh, kita mampu membantu stunting dengan donasi sebesar Rp 51,7 juta. Sementara terhadap program SIDAYA pemerintah daerah telah mengembangkan dua sekolah lansia di Desa Permu Bawah dan Desa Bogor Baru,' sebut Sri. (humas)

Lima Pilar Strategis PJPK Mendorong Pembangunan Kependudukan

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. (kiri) berjabat tangan dengan Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P, pada kegiatan Audiensi Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu ke Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah (25/5/2026).

Bengkulu,-Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (JPK) merupakan pedoman arah kebijakan dalam pembangunan daerah yang memiliki lima pilar strategi mendorong pembangunan penduduk. Yang bertujuan agar jumlah, kualitas, persebaran, serta struktur penduduk dapat mendukung pembangunan nasional dan daerah secara berkelanjutan. 

Pentingnya PJPK bertujuan untuk mengendalikan kuantitas penduduk, meningkatkan kualitas penduduk dan mengoptimalkan bonus demografi, menjadi acuan lintas sektor dan lintas daerah serta meningkatkan kulaitas perencanaan pembangunan daerah," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid., saat menggelar audiensi ke Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin, 25/5/2026.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. (tengah) didampingi Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E. (kanan) melakukan Audiensi kepada Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P, di Ruang Kerja Bupati Bengkulu Tengah (25/5/2026).

Dengan cukup mendesaknya peta jalan pembangunan tersebut maka diperlukan progres penyusunan PJPK di beberapa kabupaten di Provinsi Bengkulu dan Masih terdapat empat kabupaten yang belum tersusunnya PJPK di Bengkulu. "Masih ada empat kabupaten yang masih berupa draf yaitu Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Seluma dan Lebong. Dan enam daerah lainnya telah menyelesaikan dokumen PJPK dan posisinya tinggal menunggu proses pengesahan regulasi menjadi peraturan bupati," ujar Zamhir.

Dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, PJPK berfungsi mengintegrasikan sasaran dan indikator kependudukan nasional ke dalam dokumen perencanaan daerah sperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah/ Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RPJMD/RKPD). Yang dapat dijadikan sebagai rujukan dalam pelaksanaan pembangunan kependudukan dan pembangunan bidang lainnya yang searah dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. melakukan Audiensi kepada Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P, bersama jajaran di Ruang Kerja Bupati Bengkulu Tengah (25/5/2026).

Dalam audiensi di Kabupaten Bengkulu Tengah Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu disambut langsung Bupati, Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P dan Asisiten I Bidang Pemerintahan serta Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Setdakab setempat. 

Bupati Rachmat Riyanto dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya itu menyampaikan bahwa pihaknya tengah membuat rancangan draf PJPK, dan segera ditindak lanjuti dengan mengeshkannya dalam peraturan bupati (Perbup)," ujarnya.

Ia mengaku dalam percepatan pembangunan kependudukan melalui lima program utama kemendukbangga yang fokus pencegahan stunting dengan menekan peristiwa nikah usia anak yang menjadi momok di masyarakat. 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. (tengah kiri) didampingi Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E. (tengah kanan) dan Ketua Tim Kerja KBKR Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., melakukan Audiensi kepada Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P, (kiri) di Ruang Kerja Bupati Bengkulu Tengah (25/5/2026).

"Nikah usia anak bagian dari faktor penyebab stunting, untuk menekan itu pihaknya berkolaborasi dengan mitra strategis seperti Kementerian Agama (Kemenag) dalam program edukasi Calon Pengantin (catin) yang sejalan dengan program Elsimil BKKBN," kata Bupati Rachmat. (humas)

Tamasya Tempat Pengasuhan Anak Yang Lebih Tepat Menjaga Generasi Alpha

Foto: Foto Bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dan jajaran bersama Kepala Dinas P3APPKB Bengkulu Tengah, Gunawan Suryadi, S.Sos., M.AP., bersama jajaran serta IPeKB Kabupaten Bengkulu Tengah pada pertemuan Pembinaan SDM di Bengkulu Tengah (25/5/2026).

Bengkulu,- Program Taman Asuh Sayang Anak yang lebih populer dengan TAMASYA merupakan media pengasuhan anak yang lebih tepat dan aman. Tamasya dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua dalam bekerja sehingga tidak menimbulkan rasa khawatir terhadap pengasuhan anak. 

"Melihat dari perlunya wadah pengasuhan anak, maka pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) mengembangkan program taman asuh sayang anak. Di tiap daerah kita targetkan terdapat taman asuh sayang anak tersebut," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid., saat tatap muka bersama sejumlah tenaga penyuluh KB di kantor DP3APPKB Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin, (25/5/2026).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dan jajaran bersama Kepala Dinas P3APPKB Bengkulu Tengah, Gunawan Suryadi, S.Sos., M.AP., bersama jajaran serta IPeKB Kabupaten Bengkulu Tengahpada pertemuan Pembinaan SDM di Bengkulu Tengah(25/5/2026).

"TAMASYA Program daycare, taman asuh anak unggulan yang menyediakan pengasuhan anak berkualitas agar orang tua, khususnya perempuan usia produktif, dapat bekerja atau beraktivitas dengan tenang. TAMASYA tempat pengasuhan anak yang lebih tepat untuk menjaga Generasi Alpha. Dan diharapkan TAMASYA hadir di lingkungan instansi pemerintahan sebagai upaya pemenuhan pengasuhan anak tanpa harus meninggalkan pekerja," kata Zamhir di depan puluhan tenaga PKB/PLKB.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dan jajaran bersama Kepala Dinas P3APPKB Bengkulu Tengah, Gunawan Suryadi, S.Sos., M.AP., bersama jajaran serta IPeKB Kabupaten Bengkulu Tengahpada pertemuan Pembinaan SDM di Bengkulu Tengah(25/5/2026).

Di depan 17 personel tenaga penyuluh KB di daerah itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menyampaikan sejumlah program prioritas lainnya yang menjadi tugas pokok dalam mendorong percepatan pembangunan keluarga, diantaranya progam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA) dan turut menyukseskan Program MBG 3B.

Sementara itu Kepala Dinas P3APPKB Bengkulu Tengah, Gunawan Suryadi S.Sos., M.AP., menyampaikan bahwa, dalam program pengasuhan anak pemerintah daerah setempat telah mengembangkan program TAMASYA di tiga kecamatan di daerah itu. "Terdapat di Kecamatan Pondok Kelapa, Talang Empat dan Kecamatan Karang Tinggi. Dengan asuhan anak sebanyak 36 anak asuh dan melibatkan tenaga pengasuh sebanyak 10 orang ," kata Gunawan.

Jumat, 22 Mei 2026

Perkuat Program Bangga Kencana dan Tekan Stunting, Kepala BKKBN Bengkulu Audiensi dengan Bupati Kaur

Foto: Foto Bersama Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu ke Bupati Kaur di Rumah Dinas Bupati (21/05/2026).
KAUR – Dalam rangka memperkuat sinergitas program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid., melakukan kunjungan audiensi ke Pemerintah Kabupaten Kaur pada Kamis, 21 Mei 2026.

Kedatangan Kepala BKKBN Bengkulu didampingi oleh Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., dan Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kependudukan, Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat. Rombongan disambut hangat oleh Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., bersama Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kaur, Evana Tursyahdia, S.IP., di Rumah Dinas Bupati.

Foto: Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (kiri) kepada Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., (kanan) dalam penguatan Program Bangga Kencana di Kabupaten Kaur (21/05/2026).

Apresiasi PJPK dan Penguatan Program Bangga Kencana

Selain untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru, dr. Zamhir Setiawan memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan pesan strategis terkait penguatan program Bangga Kencana di Kabupaten Kaur.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kaur yang telah sukses menyusun dan merampungkan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) hingga resmi disahkan menjadi Peraturan Bupati (Perbup).

"Dokumen PJPK ini sangat krusial karena akan menjadi pedoman strategis bagi Pemerintah Kabupaten Kaur. Dengan adanya Perbup ini, indikator-indikator kependudukan dapat terakomodasi secara langsung dan terintegrasi ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)," ujar dr. Zamhir.

Foto: Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (tengah) kepada Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., (kanan) didampingi oleh Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., dan Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kependudukan, Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat. dalam penguatan Program Bangga Kencana di Kabupaten Kaur (21/05/2026).

Komitmen Penurunan Stunting Melalui Gerakan GENTING

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting. Bupati Kaur, Gusril Pausi, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kaur, Ny. Poppy Tatriansi Gusril, telah resmi dikukuhkan sebagai Orang Tua Asuh dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Melalui gerakan GENTING ini, Pemkab Kaur berkomitmen untuk memberikan:

Pendampingan khusus bagi keluarga berisiko.

Pemenuhan kebutuhan gizi optimal bagi balita stunting.

Pemantauan kesehatan secara berkala guna memastikan balita keluar dari kategori stunting.

Foto: Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (kiri) kepada Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., (kanan) dalam penguatan Program Bangga Kencana di Kabupaten Kaur (21/05/2026).

Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045 dan Selamat HUT Kaur ke-23

Di sela-sela audiensi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu juga turut menyampaikan ucapan selamat hari jadi yang ke-23 untuk Kabupaten Kaur. Pada tahun 2026 ini, hari jadi Kabupaten Kaur dimeriahkan melalui gelaran Festival Gurita yang mengusung tema "Sambal Langat Gurita Kaur untuk Nusantara", sebuah simbol kemajuan dan potensi daerah yang semakin dikenal di kancah nasional.

Menutup audiensi, dr. Zamhir menaruh harapan besar agar seluruh program Bangga Kencana di Kabupaten Kaur dapat berjalan dengan lancar dan maksimal.

"Sinergi yang kuat antara Kemendukbangga/BKKBN dan Pemkab Kaur ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (Humas)

Rabu, 20 Mei 2026

Dari Boedi Oetomo hingga Makan Bergizi Gratis: Semangat Kebangkitan Nasional Bergema di Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu

Foto: Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026.
Bengkulu,-Pemerintah setiap tahunnya menggaungkan semangat Budi Utomo (Boedi Oetomo) sebagai simbol awal kebangkitan nasional melalui persatuan, pendidikan, dan kesadaran untuk memajukan bangsa. Semangat inilah yang melandasi pergerakan modern, meninggalkan perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi gerakan nasional yang terstruktur. Hingga saat ini pemerintah terus mengobarkan semaangat tersebut hingga merambah pelosok negeri.

Di lingkup Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemedukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 yang dipimpin oleh dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid. di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. membacakan naskah Pidato Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, Pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu, 20 Mei 2026.

Pada sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital, disampaikan bahwa Harkitnas tahun ini "Kita kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 untuk membangkitkan semangat kebersamaan. Momen ini menjadi titik kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan.

Secara filosofis, Hari Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Tahun ini Harkitnas diperingati mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Ini sejalan dengan  filosofi identitas yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa. Juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar. 

Foto: Pembacaan Pembukaan UUD 1945 pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu, 20 Mei 2026.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Kita melihat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan. 

Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM. Pada sektor kesehatan, Pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan kini sedang kita bangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh.

Flyer Ucapan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (sumber: instagram kemendukbangga_bkkbnbengkulu)

Upaya kesejahteraan rakyat juga diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan memiliki akses yang lebih dekat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, obat terjangkau, hingga layanan ekonomi dasar, sehingga desa dapat tumbuh lebih mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar.

Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu,(20/5/2026).

GENTING hingga TAMASYA: Jurus Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Maknai Kebangkitan Nasional Lewat Program Keluarga

Foto: Foto Bersama seluruh jajaran Pimpinan, ASN dan karyawan di Lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 dengan nuansa Baju Adat di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026.

Bengkulu,-Semangat kebangkitan nasional kembali digaungkan melalui upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026. Gemah kebangkitan itu hingga di pelosok negeri, di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026 sejumlah ASN ikuti upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional di kantor Kemendukbangga/BKKBN setempat.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid. menyampaikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai media untuk membangkitkan kembali semangat Boedi Oetomo. Di mana semangat perubahan dari perjuangan fisik yang terkotak-kotak menjadi perjuangan intelektual yang terorganisir.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. membacakan naskah Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke-188 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026.

"Dengan semangat kebangkitan nasional marilah kita menyatukan visi dan langkah untuk kemajuan bersama. Karena tidak ada kemajuan atau keberhasilan tanpa kebersamaan," kata Zamhir usai memimpin upacara peringatan Harkitnas di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu,(20/5/2026).

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris BKKBN Bengkulu Weldi Suisno, S.Pd., M.E menyebutkan upacara peringatan Harkitnas ke-118 tahun 2026 hadir sebanyak 80 personel aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Perwakilan Bengkulu. Yang diantaranya terdapat beberapa tenaga Petugas KB di Kota Bengkulu. Hal itu untuk membangun dan meningkatkan rasa kebersamaan antar personel penyelenggara program pembangunan keluarga di Bengkulu.

Pelaksanaan program Bangga Kencana tidak dapat berhasil jika tanpa kebersamaan antar petugas program di lapangan. Tugas pokok Kemendukbangga/BKKBN adalah merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan di bidang pengendalian penduduk serta pembangunan keluarga dengan program prioritasnya.

Foto: Pengibaran Bendera Merah Putih pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-188 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026.

Beberapa program prioritas Kemendukbangga/BKKBN diantaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang fokus pada pencegahan stunting melalui intervensi gizi dan penyediaan orang tua asuh bagi balita berisiko. Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA)  di mana program ini dalam penyediaan fasilitas pengasuhan anak yang aman, edukatif, dan ramah anak. Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebuah program untuk meningkatkan keterlibatan, peran, dan teladan ayah dalam pengasuhan keluarga. 

Selain itu masih terdapat program Lansia Berdaya yang populer dimasyarakat dengan SIDAYA Pemberdayaan lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Serta program Presiden RI yaitu Makan Bergisi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, ibu hamil, menyusui dan balita non PAUD.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu,(20/5/2025).

Selasa, 19 Mei 2026

Sambut Kaper BKKBN Baru, Bupati Arie Septia Adinata Siap Geber Program ‘Genting’ di Bengkulu Utara

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. beserta jajaran foto bersama dengan Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., beserta jajaran pada kegiatan Audiensi ke Bupati Bengkulu Utara di Kantor Bupati Bengkulu Utara, Selasa, 19 Mei 2026. (sumber foto: Media Center Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara)
Argamakmur,- Dalam rangka meningkatkan dukungan mitra program pembangunan keluarga, Kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Bengkulu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. melaksanakan kunjungan kerja perdananya ke Kabupaten Bengkulu Utara untuk melakukan audiensi kepada Bupati Bengkulu Utara (selasa, 19/05/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. didampingi oleh Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.pd., M.E., dan Ketua Tim Kerja 4 Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M. disambut langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkulu Utara, H. Fitriyansyah, S.STP., M.M., Asisten I Sekretariat Daerah (Setdakab) Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP., Kepala Dinas PPKB Kab. Bengkulu Utara Nova Hendriani, S.K.M., M.M. dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara di kantor Bupati Kabupaten Bengkulu Utara. Bupati Bengkulu Utara menyampaikan terimakasih atas Kerjasama yang telah dilakukan oleh Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Bersama pemerintah kabupaten Bengkulu utara dalam rangka implementasi program Bangga Kencana dan  percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Bengkulu utara. "insyaallah sinergisitas seperti ini yang kita inginkan, agar percepatan penurunan stunting di Bengkulu Utara ini bisa kita atasi" ujar Bupati Bengkulu Utara. 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. didampingi oleh Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.pd., M.E., dan Ketua Tim Kerja 4 Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M. dan jajaran Pengurus IPeKB Bengkulu Utara memaparkan tentan Program Bangga Kencana kepada Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., beserta jajaran pada kegiatan Audiensi ke Bupati Bengkulu Utara di Kantor Bupati Bengkulu Utara, Selasa, 19 Mei 2026. (sumber foto: Media Center Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu)

Dalam kunjungan kerja tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu mengatakan bahwa kunjungan dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terhadap Program Pembangunan keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana serta percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara. "Dalam kunjungan ke Bengkulu Utara ini sebagai apresiasi atas prestasi yang luar biasa terkait dengan dukungan Program Bangga Kencana di Provinsi Bengkulu" ucap dr. Zamhir.

Foto: Dalam rangka Audiensi ke Kabupaten Bengkulu Utara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. bersama Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., menandatangani kerjasama tentang Komitmen Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah di Kantor Bupati Bengkulu Utara, Selasa, 19 Mei 2026. (sumber foto: Media Center Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara)

Adapun topik utama pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah penanganan stunting di kabupaten Bengkulu Utara yang berdasarkan data PK 25 (Pendataan Keluarga 2025) kabupaten Bengkulu Utara yang menunjukkan keluarga beresiko stunting pada tahun 2025 adalah 9.025 keluarga dari 88.791 keluarga yang didata, mengalamai sedikit kenaikan dari tahun 2024 dengan 7.787 keluarga beresiko stunting dari 88.548 keluarga yang di data. berdasarkan angka tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu berharap kerjasama antar Lembaga dapat semakin ditingkatkan dengan adanya kolaborasi berupa Gerakan orang tua asuh cegah Stunting (Genting) di Kabupaten Bengkulu Utara. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) adalah program kolaboratif gotong royong dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) yang mengajak masyarakat, komunitas, hingga sektor swasta menjadi "orang tua asuh". Tujuannya adalah memberikan dukungan nutrisi tambahan, edukasi, akses air bersih, perbaikan sanitasi (jamban sehat), hingga perumahan yang layak huni kepada keluarga berisiko stunting (KRS).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. berjabat tangan dengan Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., pada kegiatan Audiensi ke Bupati Bengkulu Utara di Kantor Bupati Bengkulu Utara, Selasa, 19 Mei 2026. (sumber foto: Media Center Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara)

Dalam kesempatan tersebut juga dilaukakan penandatanganan komitmen bersama antara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terkait pengelolaan sampah untuk Kesehatan dan kelestarian lingkungan karena persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi tetapi erat kaitannya dengan kualitas lingkungan yang bersih sehingga dengan lingkungan yang bersih dapat mengurangi potensi stunting. karena itu, upaya menjaga kelestarian lingkungan menjadi Langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.(syt)


Penulis : Sony Taurus

Editor : Tim Kehumasan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Selasa,(19/05/2026)

Sumber Foto : Media Center Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dan Media Center Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara 

Integrasi Rumah DataKu - PETIK BUAHATI Upaya Akselerasi Pembangunan Kependudukan

Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu turut hadir dalam Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pemanfaatan Portal PETIK BUAHATI antara BPS Provinsi Bengkulu, Dinas PMD Provinsi Bengkulu dan Kemndukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu di Ruang Rapat Kepala Dinas PMD Provinsi Bengkulu, Senin, 18 Mei 2026.
                          

Bengkulu,-Rumah Data Kependudukan yang lebih populer dengan Rumah DataKu (RDK) salah satu program yang diluncurkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) yang patut diintegrasikan bersama program PETIK BUAHATI sebuah aplikasi yang diluncurkan Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi bersama Dinas PMD Provinsi Bengkulu. RDK dan PETIK BUAHATI memiliki kesamaan dan tujuan menghadirkan data keluarga di tingkat desa untuk penguatan pembangunan kependudukan. Kolaborasi antara BPS Provinsi Bengkulu, Dinas PMD Provinsi Bengkulu dan Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu mengintegrasikan portal PETIK BUAHATI (Desa Cinta Statistik-Bengkulu Merah Putih) dengan RDK di Kampung KB guna menyatukan data mikro kependudukan untuk perencanaan pembangunan desa yang tepat sasaran.

Provinsi Bengkulu memiliki 1.513 desa dan kelurahan yang seluruhnya telah dicanangkan sebagai Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Fasilitas pendukung utama di Kampung KB, terdapat Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku) yang terus dikembangkan dan dioptimalkan di tingkat desa. Berdasarkan data operasional dan pemutakhiran oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, terdapat ratusan Rumah Data Kependudukan yang telah terbentuk dan tersebar di berbagai wilayah.

Pengintegrasian dua program tersebut sebagai upaya akselerasi pembangunan kependudukan, yang menjadi strategi penting dalam menyajikan data keluarga yang akurat, terpadu, dan berbasis wilayah sebagai dasar percepatan pembangunan kependudukan di tanah air," kata Ketua Tim Kerja 5 Bidang Data dan Informasi Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Sahwani, S.Kom kepada pewarta di Bengkulu,Selasa,(19/5/2026).

"Integrasi program di dua institusi ini sebagai upaya untuk pengembangan data yang sistematis, akurat untuk dijadikan sebagai rujukan pembangunan di tengkat desa," kata Sahwani.

Disampaikan Sahwani, Rumah DataKu BKKBN sebagai pusat data dan informasi kependudukan di tingkat kampung keluarga berkualitas memiliki peran vital dalam menyediakan data mikro keluarga yang terintegrasi aplikasi siga Kemendukbangga/BKKBN. Sementara PETIK BUAHATI hadir sebagai pendekatan penguatan pendataan, pemetaan, serta intervensi langsung terhadap berbagai persoalan keluarga di masyarakat. Melalui integrasi kedua program tersebut, pemerintah daerah dan lintas sektor dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam penanganan stunting, keluarga berisiko, pernikahan usia dini, kemiskinan ekstrem, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Rumah DataKu dan PETIK BUAHATI menjadi kekuatan penting dalam memastikan seluruh program pembangunan keluarga berjalan berbasis data yang terintegrasi dengan aplikasi Siga. Dengan data yang akurat, intervensi pemerintah akan lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Integrasi ini juga memperkuat kolaborasi antara penyuluh KB, kader, pemerintah desa, hingga mitra pembangunan lainnya dalam melakukan pemutakhiran data dan pendampingan keluarga secara berkesinambungan. Rumah DataKu, kata Sahwani tidak hanya menjadi pusat informasi, kini diarahkan menjadi ruang analisis dan solusi terhadap berbagai persoalan kependudukan di tingkat desa. Dengan dukungan PETIKBUAHATI, pemanfaatan data diharapkan semakin optimal untuk mendorong percepatan pembangunan kependudukan menuju keluarga berkualitas. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Selasa,(19/5/2026)

Senin, 18 Mei 2026

GENTING Program Prioritas Cegah Lahirnya Stunting Baru

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. beserta Plt. Sekretaris dan jajaran foto bersama dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M.Si. beserta jajaran  di depan Gedung Utama Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin, 18 Mei 2026.

Bengkulu,- Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini berada di angka 19,8 persen, Penurunan ini menunjukkan hasil positif jika dibandingkan tahun sebelumnya, di mana angka stunting sempat menyentuh 37,2 persen pada tahun 2013 dan 21,6 persen pada tahun 2022. Meskipun trennya terus menurun, pemerintah tetap memantau ketat tantangan ini demi mengejar target jangka menengah sebesar 14,2 persen pada tahun 2029 serta visi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

"Kemendukbangga/BKKBN meluncurkan program GENTING yang menjadikannya program prioritas untuk mencegah lahirnya stunting baru di tanah air".

Diwaktu yang sama SSGI merilis pada 2025 prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu berhasil turun menjadi sebesar 18,8 persen, data tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya (2024) masih bertengger pada angka 20,2 persen. Dan di Kabupaten Kepahiang prevalensi kasus kekurangan gizi kronis 17 persen yang jauh berhasil ditekan dari angka 22,1 persen pada 2024 lalu. 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. (kanan)  Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E. (kiri) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M.Si. (tengah) pada kegiatan Audiensi Bapperida Kabupaten Kepahiang ke Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, di Ruang Rapat Kepala pada Senin, 18 Mei 2026.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. menyebutkan bahwa dalam menekan prevalensi stunting di tanah air Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan program gerakan orang tua asuh cegah stunting (GENTING) yang menjadi program prioritas untuk mencegah lahirnya stunting baru.

"Stunting tidak dapat diobati, namun dapat dicegah melalui aksi intervensi yang dilakukan secara kolaboratif lintas sektor. Baik dilakukan melalui intervensi pemenuhan gizi, edukasi serta penyediaan sarana dan lingkungan yang sehat," kata Zamhir saat menerima audiensi unsur pimpinan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kepahiang di kantornya, Senin,(18/5/2025).

Dikatakan Zamhir, selain intervensi langsung melalui program GENTING, percepatan penurunan stunting perlu adanya komitmen bersama dengan dimilikinya Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) tingkat daerah provinsi dan kabupaten/kota. PJKP berperan strategis sebagai panduan lintas sektor dari Kemendukbangga/BKKBN untuk menyelaraskan program pemerintah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kebijakan ini mengintegrasikan intervensi gizi, pelayanan keluarga berencana (KB), dan pemenuhan sanitasi demi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M.Si., menyampaikan pihaknya, pemerintah (red) segera menyusun PJPK sebagai langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. " Kita bersama BKKBN akan bersinergi dalam pembangunan kependudukan dengan memberikan pendampingan dalam penyusunan PJPK," kata M. Salihin.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. (kanan) dan Kepala Bapperida Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M.Si. (kiri) pada kegiatan Audiensi Bapperida Kabupaten Kepahiang ke Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, di Ruang Rapat Kepala pada Senin, 18 Mei 2026. 

Penyusunan PJPK dilakukan sebagai upaya memperkuat arah kebijakan pembangunan kependudukan yang terintegrasi, mulai dari pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas keluarga, pembangunan kesehatan, hingga penanganan keluarga berisiko stunting.

Melalui penyusunan PJPK, Pemerintah Kabupaten Kepahiang akan memetakan berbagai tantangan kependudukan seperti angka stunting yang masih sebesar 17 persen, pernikahan usia dini, kualitas sanitasi lingkungan, hingga akses pelayanan kesehatan masyarakat. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan jangka panjang yang lebih terarah dan tepat sasaran.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(18/5/2026)

Kepala BKKBN Bengkulu: Peningkatan SOP Layanan KB Jamin Keamanan 321 Ribu Pasangan Usia Subur

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. dan seluruh ASN dan Karyawan di Lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu usai kegiatan arahan dan sharing terkait Program Bangga Kencana di ruang belajar Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin 18 Mei 2026.

Bengkulu,-Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. Zamhri Setiawan, M.Epid. menyebutkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) pada pelayanan KB perlu perhatian untuk ditingkatkan guna menekan risiko medis. Selain itu, SOP berfungsi untuk menjamin kualitas layanan kontrasepsi yang aman sesuai dengan standar kesehatan nasional.

"SOP pada pelayanan KB reguler maupun momentum perlu ditingkatkan, baik standar dalam penggunaan sarung tangan medis dikenal sebagai handscoon hingga penggunaan masker medis pelindung wajah".

Oleh karena itu, penekanan terhadap kepatuhan SOP dalam penggunaan APD lengkap menjadi poin yang tidak boleh ditawar oleh setiap tenaga medis di lapangan. Mulai dari penutup kepala, kacamata pelindung (goggles)/face shield, gaun medis, hingga celemek khusus harus dikenakan secara disiplin sesuai dengan jenis tindakan kontrasepsi yang diberikan. Penerapan APD lengkap ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah prosedur wajib untuk memutus rantai kontaminasi silang dan memastikan seluruh proses pelayanan KB berjalan steril dan higienis.

Langkah ini krusial untuk menekan risiko medis, mengoptimalkan perlindungan akseptor, dan tenaga medis serta dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang disediakan. "Dengan mengedepankan pelayanan berstandar maka dapat memberikan jaminan terhadap 321.194 pasangan usia subur (PUS) di Provinsi Bengkulu untuk lebih sehat," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhir Setiawan saat pertemuan tatap muka bersama sejumlah pegawai di lingkup Perwakilan BKKBN Bengkulu, Senin, (18/5/2026).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. didampingi Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E. memberikan arahan dan berbagi tentang SOP Pelayanan KB di lapangan serta Program Bangga Kencana kepada seluruh ASN dan Karyawan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin 18 Mei 2026. 

"Kita terus mendorong peningkatan SOP pelayanan KB agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, cepat, dan sesuai standar kesehatan. Petugas harus mengedepankan profesionalitas, kedisiplinan, serta penggunaan sarana pendukung kesehatan demi menjaga kualitas pelayanan kepada akseptor KB." tambahnya.

Penggunaan masker dalam pelayanan KB untuk menjaga kebersihan dan higienitas pelayanan kesehatan. Mencegah penularan penyakit menular melalui droplet. layanan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi petugas maupun akseptor. Serta mendukung standar pelayanan kesehatan yang profesional.


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(18/5/2026)

Zamhir : Apel Pagi Sebagai Wadah Pembinaan Kedisiplinan Pegawai

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. perdana memimpin Apel di Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin 18 Mei 2026.

Bengkulu,- Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. mengajak segenap aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu agar tetap semangat laksanakan dan ikuti apel pagi setiap awal pekan. Karena pertemuan dan tatap muka tersebut dapat meningkatkan kedisiplinan dan memotivasi kerja ASN. Kedisiplinan adalah salah satu kunci utama dalam menciptakan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas untuk melayani masyarakat khususnya dalam layanan pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana. 

"Jadikan apel pagi sebagai media dalam membangun kebersamaan antar ASN dan keluarga sehingga mampu membangun budaya kerja yang tertib, bertanggung jawab, dan berintegritas di lingkungan pegawai," ujar Zamhir Setiawan saat memimpin apel perdana di kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin,(18/5/2026).

dr. Zamhir Setiawan, M.Epid resmi memimpin Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu setelah dilantik oleh Menteri Kemendukbangga/ Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026. Zamhir Setiawan sebelumnya telah berkecimpung di Program Bangga Kencana menduduki posisi sebagai Direktur  Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah pada tahun 2020, kemudian sebagai Direktur  Bina Akses Pelayanan KB tahun 2020-2025 dan terakhir menjabat sebagai Direktur  Bina Kualitas  Pelayanan Keluarga Berencana sebelum dilantik dan dipercaya menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Povinsi Bengkulu.

Apel pagi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana pembinaan mental, penguatan kedisiplinan, sarana komunikasi dan informasi, serta penyampaian arahan pimpinan kepada seluruh pegawai. Kehadiran tepat waktu, kesiapan mengikuti kegiatan, hingga kepatuhan terhadap aturan kerja menjadi bagian penting yang ditanamkan melalui apel pagi.

Selain memperkuat disiplin, apel pagi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan koordinasi antarpegawai dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan keberlanjutan program. Dengan komunikasi yang terbangun secara langsung, berbagai informasi dan evaluasi kerja dapat disampaikan secara cepat dan efektif.

Budaya disiplin harus dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk konsistensi mengikuti apel pagi. Melalui pembinaan yang dilakukan secara rutin, diharapkan tercipta aparatur yang memiliki etos kerja tinggi, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Apel pagi juga menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk menjaga komitmen dalam mendukung program dan target kerja organisasi. Dengan disiplin yang kuat, kinerja pegawai diharapkan semakin optimal dan mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.(irs) 


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(18/5/2026)

Rabu, 13 Mei 2026

Pemkab BS Dorong SSK Masuk Berbagai Tingkatan Sekolah


Bengkulu,-Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebuah program pendidikan yang mengintegrasikan isu kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam kurikulum sekolah (muatan lokal/kegiatan kesiswaan). Tujuannya meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan karakter remaja berencana agar siap menghadapi tantangan demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Merujuk dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu melalui tenaga Penyuluh KB sebagai "Akarnya Program Bangga Kencana" awal Mei pekan lalu turun ke lapangan dan berkoordinasi ke sejumlah sekolah di daerah itu untuk menjajahkan serta mendorong program SSK guna terintegrasi di sejumlah sekolah berbagai tingkatan, mulai tingkat dasar hingga menengah atas.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (KEMENDUKBANGGA/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu terus mendorong penguatan implementasi SSK agar mampu menjadi wadah pembelajaran isu kependudukan, kesehatan remaja, pencegahan stunting, hingga perencanaan masa depan generasi muda," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Ferry Kusnadi, S.E. kepada pewarta di Bengkulu usai mengikuti pisah sambut pimpinan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin,(11/5/2026).

"SSK di Kabupaten Bengkulu Selatan tidak hanya diterapkan di tingkat SMA, kini kita mulai merambah masuk ke sejumlah tingkatan sekolah mulai dari SD hingga SMA sebagai upaya memperkuat edukasi kependudukan sejak dini.  Koordinasi ini dilaksanakan di beberapa sekolah, di antaranya SMAN 02 Bengkulu Selatan, SMPN 01 Bengkulu Selatan, dan SDN 01 Bengkulu Selatan."

Melalui program tersebut, sekolah didorong menghadirkan pojok kependudukan, media informasi edukatif, serta kegiatan kreatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam memahami berbagai tantangan sosial dan kependudukan.


"Kita menilai keberadaan SSK sangat penting dalam membangun karakter dan wawasan pelajar agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi bonus demografi Indonesia. Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) bukan hanya program tambahan di sekolah, tetapi menjadi sarana membentuk generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan, pendidikan, dan perencanaan kehidupan,” ujar Ferry Kusnadi.

"Kami juga mendorong sekolah agar aktif menghadirkan pojok kependudukan, media edukasi, dan kegiatan kreatif berbasis kependudukan sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Diharapkan semakin banyaknya sekolah yang mengimplementasikan SSK, pelajar di Bengkulu Selatan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing serta ikut mendukung terciptanya keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Pasar Manna, Bengkulu Selatan, Hajas Syukri menyampaikan bahwa pentingnya program SSK merambah sekolah-sekolah sebagai salah satu strategi dalam peningkatan pengetahuan dan pemahaman generasi muda terhadap wawasan kependudukan.

"Program SSK menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap isu kependudukan dan perencanaan kehidupan sejak dini. Melalui SSK, para pelajar tidak hanya mendapatkan ilmu akademik, tetapi juga edukasi tentang kesehatan remaja, pencegahan stunting, hingga pentingnya membangun keluarga berkualitas di masa depan,” ujar Hajas.

“Pengembangan SSK di berbagai tingkatan sekolah diharapkan mampu memperluas paparan Program Bangga Kencana kepada remaja. Sekolah menjadi tempat yang efektif untuk membentuk karakter, pola pikir, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan bonus demografi,” lanjutnya. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Selasa,(12/5/2026).

Kamis, 07 Mei 2026

Baksos KB HUT IBI Digelar Langkah Nyata Menjaga Generasi Bangsa

Foto: Bakti Sosial IBI berupa Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 Tahun 2026 di Kota Bengkulu (7/5/2026).


Bengkulu,-Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) diperingati setiap tanggal 24 Juni yang ditetapkan berdasar berdirinya IBI pada 24 Juni 1951 di Jakarta, waktu yang sama juga dikenal sebagai Hari Bidan Nasional. Peringatan ini bertujuan menghargai peran bidan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Setiap tahun diperingatinya hari jadi bidan ditanah air, banyak peluang telah terjadi dalam bersinergi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (KEMENDUKBANGGA/BKKBN) dengan menggelar pelayan KB untuk semua pasangan usia subur di tanah air. Kolaborasi lintas lembaga itu merupakan sebuah langkah nyata bidan dalam menjaga generasi anak bangsa agar tumbuh sehat dan berkualitas.

Bulan bakti HUT IBI Provinsi Bengkulu tahun ini baru saja dilaunching yang dipusatkan di Kota Bengkulu, Kamis, 7/5/2026 dengan secara resmi menggelar pelayanan KB di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) dan tempat praktik mandiri bidan (TPMB) di sejumlah daerah kabupaten dan kota. 

Foto: Pelayanan KB berupa pemasangan KB MKJP berupa Implan kepada akseptor KB pada kegiatan Bakti Sosial IBI berupa Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 Tahun 2026 di Kota Bengkulu (7/5/2026).

"Pelayan KB serentak berlangsung selama sebulan penuh sejak 29 April hingga 30 Mei 2026 di sejumlah faskes dan TPMB di Bengkulu dengan pelayanan berbagai jenis dan metode kotrasepsi jangka panjang. Dan tak hanya itu, guna meningkatkan kesertaan KB, kegiatan ini juga melayani pelayanan KB non MKJP," kata Ketua PD IBI Bengkulu, Puti Hajar, S.ST., S.Ikom, M.Kes. pada launching Baksos IBI Provinsi Bengkulu, Kamis, (7/5/2026).

Puti Hajar menyampaikan Bakti KB tak hanya dilaksanakan di Bengkulu, akan tetapi secara serentak pelayanan KB yang bersinergi bersama BKKBN berlangsung di sejumlah daerah di tanah air. "Bakti IBI dilaksanakan agar memberikan pelayanan yang prima untuk mendapatkan hasil yang lebih baik untuk masyarakat, baik dari kuantitas maupun kualitas," ujarnya.

Kepada masyarakat, ia mengimbau agar menggunakan alat dan obat kontrasepsi yang cocok dan pantas dari hasil pemeriksanaan tenaga kesehatan supaya bermanfaat terhadap kesehatan reproduksi serta kesehatan keluarga. Dengan pemilihan kontrasepsi yang tepat maka akan mengurangi dari angka drop out (DO) atau putus KB," kata Puti Hajar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelly Hartati, S.K.M., M.M. pada launching Bakti IBI tahun 2026 ini menyampaikan  bahwa bidan telah banyak memberikan langkah baik dalam perkembangan kesehatan masyarakat dan keluarga di Bengkulu. Baik dalam pelayanan KB maupun imunisasi, yang telah mengarah pada prinsip imunisasi yaitu 95 terlayani. 

Foto: Mewakili TP-PKK Kota Bengkulu, Tri Aprida Yeni dan Ketua PD IBI Bengkulu, Puti Hajar, S.ST., S.Ikom, M.Kes. dan peserta pelayanan KB  pada kegiatan Bakti Sosial IBI berupa Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 Tahun 2026 di Kota Bengkulu (7/5/2026).

"Prinsip imunisasi minimal 95 persen masyarakat/anak-anak mendapat pelayanan imunisasi agar kesehatan masyarakat lebih terjamin". Selain imunisasi bidan di Bengkulu telah lebih jauh aktif bekerjasama dalam program KB. Bakti sosial tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting. Perencanaan keluarga yang baik dinilai mampu membantu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sejahtera".

Dikatakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas program KB perlu ditingkatkan lagi melaui promosi, edukasi dan konseling kepada masyarakat agar meningkatkan pengetahuan tentang KB. Karena KB selain menjarangkan jarak kehamilan dan kelahiran juga lebih meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi wanita," ujar Nelly.

Ketua Tim Kerja 2 Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. menyampaikan momentum bakti sosial pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 ini menjadi bentuk nyata sinergi antara BKKBN dan IBI dalam menghadirkan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas bagi masyarakat. Bidan merupakan garda terdepan yang sangat dekat dengan keluarga, sehingga memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan ibu, anak, serta mendukung percepatan penurunan stunting,” ujar Else.

Foto: Mewakili TP-PKK Kota Bengkulu, Tri Aprida Yeni dan Ketua PD IBI Bengkulu, Puti Hajar, S.ST., S.Ikom, M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelly Hartati, S.K.M., M.M., Ketua Tim Kerja 2 Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. dan peserta pelayanan KB  pada kegiatan Bakti Sosial IBI berupa Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 Tahun 2026 di Kota Bengkulu (7/5/2026).

“Melalui pelayanan KB serentak ini, kami berharap semakin mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat. Sehingga menumbuhkan kuantitas dan kualitas program yang jauh bermutu, pelayanan kontrasepsi yang aman, nyaman, dan berkualitas. Perencanaan keluarga yang baik akan melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tambahnya.

“Di usia ke-75, IBI terus menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendampingi keluarga Indonesia. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan Indonesia Emas 2045,” tutupnya.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor :Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Kamis,(7/5/2026)

Aksi Pentahelix Cegah Stunting, KEMENDUKBANGGA/BKKBN–Alfamart Salurkan 18 Ribu Butir Telur

Foto: Perwakilan BKKBN Bengkulu bersama Alfamart melalui Ketua Tim Kerja 4 Bidang Penggerakan Masyarakat dan Pengelola Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M. didampingi Ketua Tim Kerja 1 Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Agus Veriansyah Dhalimunthe, S.Kom., M.Stat. dan Ketua Tim Kerja 2 Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Mardhotilla Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos dan Supervisor Alfamart wilayah Kota Bengkulu, Fairuz Abady bersinergi dalam program GENTING guna percepatan penurunan stunting di Bumi Merah Putih.

Bengkulu,-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama usaha ritel minimarket modern "Alfamart" dalam aksi pentahelix cegah stunting bergandeng untuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Pada 2026 tahun ini dua institusi itu bersinergi dalam Program GENTING guna percepatan penurunan stunting di Bumi Merah Putih. Sinergitas itu dengan menyalurkan makanan pokok protein hewani berupa telur ayam kepada keluarga berisiko stunting (KRS) di Bengkulu.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah dan dunia usaha sektor swasta. Alfamart memberikan bantuan berupa telur ayam sebanyak 18.912 butir kepada 100 orang anak dari keluarga berisiko stunting (KRS) yang ada di Kota Bengkulu. Dipilih telur sebagai intervensi gizi karena mengandung protein hewani yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak," kata Ketua Tim Kerja 4 Bidang Penggerakan Masyarakat dan Pengelola Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M. usai serah terima bantuan telur di kantornya, Rabu, (6/5/2026).

Dikatakan Edi Sofyan, intervensi stunting bersama mitra Alfamart tahun ini akan berlangsung selama enam bulan sejak 6 Mei 2026 hingga Oktober 2026 dengan menyasar 100 penerima manfaat anak KRS di Kota Bengkulu. "Mulai hari ini (6/5/2026) akan didistribusikan bantuan telur, dengan teknis pendistribusian setiap minggu sebanyak 788 butir dengan melibatkan tenaga penyuluh KB dan kader terdekat diwilayah sasaran," kata Edi Sofyan.

Foto: Perwakilan BKKBN Bengkulu bersama Alfamart melalui Ketua Tim Kerja 4 Bidang Penggerakan Masyarakat dan Pengelola Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M. didampingi Ketua Tim Kerja 1 Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Agus Veriansyah Dhalimunthe, S.Kom., M.Stat. dan Ketua Tim Kerja 2 Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Mardhotilla Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos dan Supervisor Alfamart wilayah Kota Bengkulu, Fairuz Abady bersinergi dalam program GENTING guna percepatan penurunan stunting di Bumi Merah Putih.

Edi Sofyan menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk intervensi konkret untuk meningkatkan asupan gizi keluarga sasaran. “Pemenuhan gizi, khususnya protein hewani, menjadi faktor penting dalam pencegahan stunting. Kolaborasi dengan sektor swasta seperti Alfamart memperkuat jangkauan program,” ujarnya.

Sementara itu, Supervisor Alfamart wilayah Kota Bengkulu, Fairuz Abady menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui kontribusi nyata di lapangan. Dukungan ini bentuk kepedulian terhadap anak bangsa dalam peningkatan kualitas generasi penerus pembangunan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap akan didistribusikan tepat waktu untuk disalurkan kepada penerima manfaat di Kota Bengkulu. Kerja sama ini akan ditinjau nantinya untuk evaluasi agar menjadi referensi untuk berkesinambungan dalam program yang berbeda tapi dengan tujuan yang sama," kata Fairuz.

Dia optimistis aksi pentahelix ini mampu memberikan dampak signifikan dalam peningkatan gizi khususnya program percepatan penurunan stunting. Sinergi yang terbangun diharapkan terus dan menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bengkulu.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu, 6 Mei 2026