Selasa, 30 Desember 2025

Pemkab Bengkulu Utara Rehab Tujuh Gedung Balai Penyuluh KB, Tingkatkan Mutu Pelayanan Masyarakat

Bengkulu Utara,-Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu pada 2025 tahun ini telah merehabilitasi tujuh gedung Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya memperkuat pelayanan program KB dan Pembangunan Keluarga di wilayah setempat. Rehabilitasi ini dilakukan untuk memastikan fasilitas layanan publik tetap layak, nyaman, dan mendukung kinerja para penyuluh dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Balai Penyuluh KB berperan penting sebagai pusat informasi, konsultasi, dan pelayanan keluarga berencana, termasuk penyuluhan kesehatan reproduksi, pengendalian penduduk, serta penguatan ketahanan keluarga. Maka perlu memberikan kenyamanan kerja bagi tenaga lapangan progam pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

" Tujuh gedung balai yang mendapat rehabilitasi, Balai KB Kecamatan Air Napal, Kecamatan Kerkap, Balai KB Kecamata Batik Enau, Blai KB Napal Putih, Balai KB Putri Hijau, Balai Tanjung Agung Palik dan Balai KB Kecamtan Ulok Kupai. Selain rehabilitasi tujuh gedung, juga terdapat pembangunan satu unit gendung Balai KB baru di Kecamatan Ketahun," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bengkulu Utara Nova Hendriani, SKM., M.M saat mendampingi Sekretais Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Nesianto, S.E.,M.M di Balai KB Kecamatan Puti Hijau, Bengkulu Utara, Senin,(29/12/2025).

Langkah ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program nasional kependudukan dan keluarga berencana. Selain meningkatkan sarana prasarana, langkah ini diyakini mampu memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat desa dan kecamatan.


Dengan selesainya rehabilitasi tersebut, Pemkab Bengkulu Utara berharap para penyuluh KB dapat bekerja lebih optimal, masyarakat lebih nyaman menerima layanan, serta dampaknya mampu mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga di Bengkulu Utara," ujar Nova.

Sekretaris BKKBN Bengkulu Nesianto, menyebutkan bahwa rehabilitasi gedung Balai KB dapat didukung melalui alokasi dana pemerintah daerah. Namun dalam pembangunan dan rehab didukukung penggunaan Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) 2025 secara spesifik ditujukan untuk kegiatan operasional fisik.

Rehab ini terdapat dibeberapa daerah kabupaten di Bengkulu, diantaranya sebanyak tujuh gedung di Bengkulu Utara. Dan di Kabupaten Seluma, Bengkulu selatan dan Kaur. Semua itu bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

" Tujuan rehabilitasi Balai Penyuluh KB untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan sarana pelayanan kepada masyarakat, sehingga kegiatan penyuluhan, pendampingan, serta pelayanan program Keluarga Berencana dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, rehabilitasi dilakukan agar bangunan lebih layak, aman, dan representatif sebagai pusat edukasi kesehatan keluarga".(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Selasa, (30/12/2025).


Rabu, 24 Desember 2025

Tekan Stunting 2026, Pemkab Mukomuko Optimalkan MBG 3B dan GENTING


Bengkulu,-Dalam upaya program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada 2026 mendatang pemerintah setempat mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B dan Gerakan Orangtua Cegah Stunting (Genting). Kedua program tersebut dipandang strategis dalam memperkuat intervensi gizi spesifik dan sensitif, khususnya bagi balita, ibu hamil, dan keluarga berisiko stunting.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Mukomuko, Bengkulu Rahmadi AB pada Pertemuan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kantor Bappelitbang Mukomuko, Selasa, 23/12/2025. Hadir pada pertemuan sekaligus meresmikan Genting di Mukomuko Forum Koordinasi Perangkat Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). 

Optimalisasi MBG 3B dan GENTING dilakukan dengan memperluas jangkauan sasaran, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta melibatkan peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan. Pemkab Mukomuko berharap sinergi program nasional dan daerah ini mampu mempercepat upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.


Wabup Rahmadi mengaku Program Genting di Mukomuko telah berjalan namun belum maksimal. Dan akan tetap berkomitmen menekan stunting melalui program pemenuhan gizi serta gerakan konvergensi melibatkan multi pihak.

"Untuk mempercepat peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, selain mengoptimalkan MBG 3B, Genting juga akan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Basnaz) serta kelompok pelaku usaha di Mukomuko. Sehingga pada tahun mendatang dapat menekan prevalensi stunting yang masih berada pada angka 22 perseen (SSGI-2024).”, ujarnya.

Wabup juga menekankan sebelum gerakan bersama itu berjalan awal tahun depan, pemerintah daerah terlebih awal segera memantapkan Tim Pengendali Genting,"kata Rahmadi. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Rabu,(24/12/2025).



Selasa, 23 Desember 2025

Percepatan Pemenuhan Gizi, 1.617 Kader Turun Salurkan 14.201 Paket MBG 3B


Bengkulu,-Pemerintah terus mempercepat upaya pemenuhan gizi masyarakat melalui penyaluran paket Makanan Bergizi Gratis (MBG). Untuk penyaluran terhadap kelompok sasaran kategori 3B, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu libatkan 1.617 kader diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyalurkan paket MBG kepada masyarakat sasaran, terutama balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

"Penyaluran perdana MBG 3B pada 19 dan 22 Desember-2025 berlangsung di 116 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Dengan mensasar 14.201 penerima manfaat ibu hamil, menyusui dan balita non PAUD," kata Ketua Tim Kerja 5 Bidang Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Bengkulu Edi Sofyan, S.E., M.M di Bengkulu, Senin, (22/12/2025).


Pelibatan kader sebanyak itu untuk percepatan terpenuhinya gizi masyarakat secara merata dan tepat sasaran. Para kader berperan penting dalam pendistribusian paket MBG 3B, sekaligus memberikan edukasi mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang.

" MBG 3B adalah program Makan Bergizi Gratis untuk 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD), program prioritas pemerintah untuk mengatasi masalah gizi dan stunting dengan memberikan makanan bergizi lengkap kepada kelompok rentan ini. Tujuannya adalah mencegah stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan menciptakan generasi sehat".

Edi Sofyan mengajak masyarakat untuk mendukung program ini dengan memanfaatkan bantuan secara optimal dan tepat waktu agar tepat manfaat.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Selasa,(23/12/2025)

Dalam Sepekan, 116 SPPG di Bengkulu Operasi Perdana MBG 3B

                                      

Bengkulu,-Dalam pekan ini, sejak 19 hingga 22 Desember 2025 sebanyak 116 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bengkulu memulai operasional perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok 3B ibu hamil, ibu menyusui dan balita non PAUD di sejumlah wilayah di daerah ini.

“Operasi perdana disejumlah dapur pelayanan itu menyasar 14.201 penerima manfaat di berbagai wilayah terpencil, pedesaan maupun perkotaan. Program MBG 3B sebagai langkah awal penguatan layanan gizi masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di daerah dengan keterbatasan akses pelayanan dasar," kata Penanggungjawab MBG 3B Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Penardi, S.Sos kepada awak media di Bengkulu, Selasa, (23/12/2025).

“Running perdana MBG 3B di 116 SPPG ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan gizi yang merata, khususnya bagi masyarakat diberbagai wilayah. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaannya semakin optimal”, tambahnya.


“Pada running sepekan ini kita mengerahkan kader tenaga pendamping dan pendistribusi sebanyak 1.617 orang kader, terdiri Kader KB (Keluarga Berencana) dan Kader PKK Desa (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Desa) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK),” ujarnya.

Saat ini Program MBG 3B telah menyalurkan paket MBG kepada 14.201 penerima dengan kategori 3B sebagai bagian dari kelompok prioritas. Kehadiran kader dari tiga unsur tersebut diharapkan mampu memastikan distribusi layanan gizi berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan terpantau secara berkala.

Dengan berjalannya MBG perdana di 116 SPPG, Provinsi Bengkulu diharapkan dapat menjadi salah satu daerah yang konsisten dalam memperluas akses layanan gizi berkualitas, sekaligus mendukung agenda nasional pembangunan manusia yang berkeadilan.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom.,M.A
Rilis : Selasa, (23/12/2025).





Senin, 22 Desember 2025

Perkuat Kualitas Data, Operator dan Tenaga Faskes Ikuti Pelatihan Modul SIRIKA


Bengkulu,-Dalam upaya meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan data Program Bangga Kencana, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menurunkan puluhan tenaga operator dan tenaga fasilitas kesehatan (Faskes) di daerah itu untuk mengikuti pelatihan teknis pencatatan dan pelaporan program Bangga Kencana.

Sekretaris Perwakilan BKKBN Bengkulu Nesianto, S.E., M.M mengatakan Program bangga kencana merupakan salah satu program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan yang mengupayakan pelaksanaan intervensi program yang efektif dengan data yang akurat, dapat dipercaya dan up to date. 

“Kegiatan pencatatan dan pelaporan memegang peran strategis dalam pengelolaan program bangga kencana. Peran strategis pencatatan dan pelaporan sangat penting dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas program," ujar Nesianto, Senin, (22/12/2025).


Sirika adalah Sistem Informasi Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi, sebuah aplikasi digital dari Kemendukbangga/BKKBN  yang berfungsi untuk mengelola, menyatukan, dan mendistribusikan alat dan obat kontrasepsi (alokon) secara digital, mulai dari gudang pusat hingga fasilitas pelayanan kesehatan (faskes). Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan alokon selalu akurat, mencegah kekurangan (stock out) atau kelebihan (over stock) stok, dan meningkatkan efisiensi program KB. 

Pencatatan dan pelaporan merupakan dua kegiatan yang berbeda. Pencatatan melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber sampai dengan menginput data dalam aplikasi, sedangkan pelaporan melibatkan penyajian data tersebut dalam bentuk yang mudah dipahami dan digunakan untuk pengambilan keputusan, ujar Nesianto. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Senin,(22/12/2025).

Hari Ibu, Upaya Perkuat Lindungi Perempuan dari Kekerasan


Bengkulu,-Peringatan Hari Ibu menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi perempuan Indonesia dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun kekerasan berbasis gender lainnya. Upaya perlindungan ini dinilai perlu terus diperkuat melalui kebijakan, edukasi, serta sinergi lintas sektor.

Mengimplementasikan makna hari ibu tahun ini, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  Provinsi Bengkulu menggelar upacara Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 juga melaksanakan upacara juga melibatkan tenaga penyuluh lapangan KB di Kota Bengkulu, Senin, (22/12/2025).

Ketua Tim Kerja 7 Bidang Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Perwakilan BKKBN Provinsi Novrina Rizky Idnal,S.Psi menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga dan pembangunan bangsa, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan rasa aman, perlindungan hukum, serta ruang untuk berkembang secara optimal. Kekerasan terhadap perempuan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga pada ketahanan keluarga dan kualitas generasi mendatang.


Dalam amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) menyebutkan, Pemerintah terus memperkuat kerangka hukum dan kebijakan melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT), implementasi CEDAW, hingga pengarusutamaan gender dalam seluruh sektor pembangunan.

"Sebagai bangsa yang besar, kita tidak boleh berhenti hanya pada peringatan. Kita membutuhkan langkah nyata, kolaborasi lintas sektor, dukungan publik, serta komitmen berkelanjutan untuk memastikan perempuan Indonesia dapat berpartisipasi penuh dalam pembangunan".

Ia menambahkan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, dengan menanamkan nilai saling menghormati, kesetaraan, dan komunikasi yang sehat. Selain itu, akses layanan pengaduan dan pendampingan bagi korban juga perlu terus disosialisasikan agar mudah dijangkau masyarakat.

Melalui peringatan Hari Ibu, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa melindungi perempuan dari kekerasan merupakan tanggung jawab bersama demi terwujudnya keluarga yang berkualitas dan masyarakat yang berkeadilan.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Senin,(22/12/2025)

Jumat, 19 Desember 2025

Hari Bela Negara ke-77, Kemendukbangga/ BKKBN Bengkulu Perkuat Nasionalisme

B



Bengkulu,-Pekan ketiga penutup tahun ini, tepatnya 19 Desember 2025 pemerintah secara serentak memperingati hari bela negara ke-77.  Sejumlah karyawan/ti Kementerian Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menggelar upacara Hari Bela Negara ke-77 tahun 2025.

Upacara yang berlangsung di halaman kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu itu menggemakan semangat untuk memperkuat nasionalisme. Peringatan hari bela negara menjadi momentum bagi Kemendukbangga/BKKBN untuk memperkuat semangat nasionalisme dan cinta tanah air di lingkungan aparatur maupun masyarakat. Nilai bela negara dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan keluarga berkualitas sebagai fondasi pembangunan bangsa.



Pada upacara yang dimulai sejak pukul 7.30 WIB itu, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Nesianto,SE,MM membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam amanatnya menegaskan bahwa peringatan Hari Bela Negara merupakan momen bersejarah yang mengingatkan bangsa Indonesia akan perjuangan mempertahankan kedaulatan negara.

"Setiap tanggal 19 Desember, kita mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948, ketika Agresi Militer II mengancam keberlangsungan Republik. Peristiwa itu menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri," demikian amanat Presiden.

Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 mengusung tema "Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju". Tema tersebut menegaskan pentingnya peran seluruh warga negara dalam menghadapi tantangan global. "Kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman," ujar Presiden RI dalam amanatnya.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S. Ikom., M.A
Rilis : Jumat, 19/12/2025.

Kamis, 18 Desember 2025

Akademisi - Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Komit Perkuat Bangga Kencana di Kampung KB



Bengkulu,-Akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Bengkulu bekerjasama dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dalam penguatan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di kampung keluarga berkualitas (KB).

“Peran aktif sejumlah akademisi itu sebagai upaya memperkuat basis data, inovasi program, serta pendampingan keluarga secara berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan,” kata Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Nesianto, S.E., M.M saat membuka Penguatan Program Bangga Kencana di Kampung KB tahun 2025, Kamis, (18/12/2025).

Sinergi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas Program Bangga Kencana di Kampung KB. Menurutnya, dukungan akademisi memberikan nilai tambah berupa pendekatan ilmiah dan inovasi yang memperkuat intervensi di lapangan.

“Melalui kolaborasi ini, Kampung KB tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi pusat integrasi program pembangunan keluarga yang berkelanjutan,” ujarnya.


Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia Bengkulu Yusran Fauzi, S.Si., M.Kes menyebutkan, keterlibatan akademisi diwujudkan melalui pendampingan berbasis riset, penguatan kapasitas kader, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. 

"Kita (akademisi) juga mendorong pemanfaatan data keluarga sebagai dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran, terutama bagi keluarga berisiko stunting. Melalui penguatan Program Bangga Kencana di Kampung KB, diharapkan terwujud keluarga kecil berkualitas, sehat, mandiri, dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul".

Ketua Tim Kerja Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bengkulu Weldi Suisno, S.Pd., M.E menyampaikan bahwa perlunya penguatan bangga kencana di kampung KB bersama unsur akademisi. Mengingat Program Bangga Kencana merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas keluarga Indonesia secara menyeluruh.

Pada kegiatan ini melibatkan sebanyak 35 orang peserta dimana 20 orang berasal dari unsur akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu diantaranya Universitas Bengkulu, Universitas Hazairin dan Poltekes Kemenkes.(irs)

Penulis : Idirs Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom.,M.A
Rilis : Kamis,(18/12/2025).

Selasa, 16 Desember 2025

Gubernur Instruksikan Sekolah di Bengkulu Terapkan Program SSK


Bengkulu,- Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melalui Wakil Gubernur Mian menginstruksikan sekolah di Provinsi Bengkulu untuk menerapkan Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter dan peningkatan literasi kependudukan bagi peserta didik.

"Pemerintah Provinsi Bengkulu menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu untuk segera membuat regulasi agar sekolah di lingkup Pemprov menjadi bagian dari sekolah siaga kependudukan," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian saat membuka kegiaan Fasilitasi Pembinaan Teknis Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat Provinsi Bengkulu, Selasa, (16/12/2025).

Wagub menegaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan kependudukan di masa depan. “Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi dinamika kependudukan. Program SSK ini harus diimplementasikan secara serius dan berkelanjutan,” ujar Wagub Mian.

“Setelah beberapa sekolah SMA/SMK menjadi bagian dari pengembangan SSK, maka tinggal lagi kita bersinergi dengan pemerintah daerah kabupaten dan kota untuk mengembangkannya di tingkat SLTP yang menjadi wewenang pemerintah daerah kabupaten dan kota," kata Mian.


Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap implementasi Program SSK di sekolah dapat berjalan optimal melalui sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, Kemendukbangga/BKKBN, serta peran aktif orang tua dan masyarakat.

Sementara itu Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyebutkan SSK di Bengkulu masih sangat rendah. "Untuk sekolah jenjang SMA hanya sebesar 2,32 persen, SMP 0,43 persen dan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) masih nol persen.

Potret tersebut menjadi cermin sekaligus tantangan bersama, dan itu menunjukkan bahwa upaya integrasi materi kependudukan ke dalam satuan pendidikan masih perlu didorong secara masif, merata dan berkelanjutan. 

Dia  menyebutkan bahwa Program SSK merupakan salah satu strategi penting dalam menyiapkan generasi berencana dan mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul. 

“SSK menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang sadar akan isu kependudukan, keluarga berkualitas, dan bonus demografi,” katanya.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Selasa, (16/12/2025).

Jumat, 12 Desember 2025

Desa Lubuk Tapi Kecamatan Ulu Manna Sasaran Bakti KB Perbatasan, Gaet Puluhan MKJP



Bengkulu Selatan,-Desa Lubuk Tapi berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan di bagian utara Kabupaten Bengkulu Selatan, menjadikannya salah satu wilayah perbatasan yang menjadi lokasi digelarnya bakti KB perbatasan pada Jumat, 12 Desember 2025.

"Dari 70 sasaran, bakti KB wilayah perbatasan telah melayani sebanyak 44 akseptor dengan MKJP jenis implant," kata Ketua Tim Kerja I Bidang Peningkatan Kualitas Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Mardhotillah Layli,S.Sos., M.Sos kepada pewarta di Bengkulu, Jumat, (12/12/2025).

Dikatakan Dhodo, bakti KB perbatasan merupakan upaya pemerataan akses pelayanan keluarga berencana di wilayah perbatasan. Program ini menjadi langkah strategis Kemendukbangga/BKKBN bersama pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat di kawasan pinggiran tetap mendapatkan layanan kesehatan reproduksi dan penyuluhan kependudukan secara memadai.


Pelaksanaan Bakti KB di Desa Lubuk Tapi meliputi berbagai layanan, mulai dari konseling keluarga berencana, penyuluhan kesehatan reproduksi, hingga pelayanan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD dan implan. Kegiatan ini melibatkan tim tenaga kesehatan, PLKB, kader, serta perangkat desa yang selama ini aktif melakukan pendampingan kepada keluarga berisiko.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Tapi, Kecamatan Ulu Manna, Junitang menyampaikan bahwa warga sangat terbantu dengan fasilitas yang dibawa langsung ke desa. “Antusiasme masyarakat tinggi. Mereka bisa konsultasi dan mendapat pelayanan KB tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Kami siap mendukung kegiatan serupa di masa mendatang,” ujarnya.

"KB kembali masuk desas” perbatasan dan terpencil sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat perdesaan, kami harap langkah ini dapat berkesinambungan dimasa datang," pinta Kades Junitang.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Jumat,(12/12/2025).



Sekolah Lansia Perkuat Ketahanan Sosial di Tengah Meningkatnya Aging Population



Bengkulu,-Program Sekolah Lansia  dikembangkan untuk menjawab tantangan meningkatnya aging population dan terus diperkuat sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup para orang tua di tengah fenomena  populasi penduduk usia menua yang kian nyata di Indonesia. Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia menuntut pemerintah dan masyarakat untuk memastikan lansia tetap sehat, aktif, dan memiliki dukungan sosial yang memadai.

Di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu pada pekan kedua Desember 2025 berupaya menjawab tantangan tersebut dengan kembali melepas peserta didik sekolah lansia "matahari" di Desa Taba Baru, Kecamatan Lain sebanyak 56 orang wisudawan/wisudawati. Dimana sebelumnya telah mewisuda sebanyak 80 standar I peserta sekolah lansia Sido Lestari, Desa Sido Urip Kecamatan Argamakmur, Bengkulu Utara setahun silam.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bengkulu Utara Nova Hendriani, SKM.,MM kepada pewarta di Bengkulu menyampaikan bahwa sekolah lansia program pendidikan non-formal strategis pemerintah untuk menghadapi aging population (populasi menua) di Indonesia khususnya di Bengkulu Utara.


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara (BU) aktif mendorong program Sekolah Lansia untuk meningkatkan kualitas hidup lansia agar sehat, aktif, dan berdaya melalui pembelajaran non-formal tentang kesehatan, spiritualitas, keterampilan, dan interaksi sosial," ujarnya, Jumat, (12/12/2025).

Hadir melepas puluhan wisudawan/ti di Kecamatan Lais tersebut untuk mewakili Bupati Arie Septia Adinata, Asissten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab BU Bari Oktari, S.STP yang didampingi Kasi BB Kejari BU untuk melepas wisudawan tersebut," kata Nova.

Yang bertujuan menjadikan lansia tetap Sehat, Aktif, Mandiri, Produktif, dan Berdaya (SAMPD) melalui pembelajaran sepanjang hayat tentang kesehatan, keagamaan, sosial budaya, dan kewirausahaan, agar lansia tetap bahagia, tidak kesepian, dan berkontribusi aktif di usia senja.


Pada 2024, Kabupaten Bengkulu Utara mengalami peningkatan jumlah penduduk lansia, dengan sekitar 10,58 persen penduduknya berusia 60 tahun ke atas, setara dengan sekitar 32.863 jiwa lansia dari total penduduk sekitar 307.507 jiwa. Angka tersebut menunjukkan adanya fenomena aging population yang mulai signifikan, mendorong program seperti Sekolah Lansia," ujar Nova.

Nova mengutip sambutan Asisten I, bahwa Bupati menegaskan Sekolah Lansia bukan sekadar tempat belajar, tetapi menjadi ruang interaksi sosial yang membantu lansia tetap mandiri dan percaya diri. “Program ini penting untuk menjaga ketahanan sosial lansia dan meminimalkan risiko masalah kesehatan maupun psikologis,” ujarnya.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Jumat,12/12/2025

Kamis, 11 Desember 2025

Perkuat Koordinasi, SPPG - BKKBN Bengkulu Briefing Kader Distribusi Paket MBG 3B


Bengkulu,- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menggelar briefing kepada kader yang bertugas mendistribusikan Paket Makan Bergizi (MBG) kategori 3B sebagai upaya memperkuat koordinasi dan memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran.

Pertemuan pada Kamis pagi, 11/12/2025 berlangsung di SPPG Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu yang melibatkan kader guna mendapatkan keseragaman pemahaman terkait prosedur penyaluran, alur pelaporan, serta validasi data penerima manfaat. Para kader menjadi unsur penting yang berhadapan langsung dengan keluarga sasaran, sehingga peningkatan kapasitas menjadi fokus utama SPPG.

"Hari ini koordinasi di dua SPPG, Muara Bangkahulu I dan II dan kami ingin memastikan bahwa setiap kader memahami teknis pendistribusian, mulai dari pengecekan data, mekanisme serah terima, hingga dokumentasi dan pelaporannya,” ujar Penanggung Jawab MBG 3B Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Penardi, S.Sos saat koordinasi di Muara Bangkahulu, Kamis, (11/12/2025).


Dia menghimbau, agar kader selain menyalurkan paket menu makan bergizi tersebut juga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat khususnya penerima manfaat MBG 3B agar lebih bermafaat dan berkualitas dan terhindar dari kejadian luar biasa," ujar Penardi.

“Hingga saat ini telah disalurkan paket menu bergizi MBG 3B di Bengkulu mencapai 8.232 penerima manfaat dengan kategori Bumil sebanyak 688 orang, Busui 1.221 orang dan Balita Non PAUD mencapai 6.323 anak. Penyaluran tersebut melibatkan kader mencapai 500 orang disejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu," rinci Penardi.

Kepala SPPG BGN Pematang Gubernur Bengkulu, Dadang S menjelaskan bahwa kualitas pendistribusian MBG sangat bergantung pada kesiapan kader di lapangan. “Melalui briefing ini, kami ingin memastikan bahwa setiap kader memahami teknis pendistribusian, mulai dari pengecekan data, mekanisme serah terima, hingga dokumentasi dan pelaporannya,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, kader juga diberikan penjelasan mengenai upaya antisipasi terhadap potensi kendala, khususnya terkait akses geografis di wilayah pelosok. Selain itu, standar monitoring serta cara memastikan paket diterima keluarga yang benar-benar berisiko stunting turut ditekankan.

SPPG BGN Bengkulu menegaskan bahwa penyaluran MBG merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam percepatan penurunan stunting melalui dukungan paket makanan bergizi kepada keluarga sasaran. Dengan briefing ini, SPPG berharap para kader dapat bekerja lebih terkoordinasi, profesional, dan konsisten mengikuti pedoman yang telah ditetapkan.

Penyaluran perdana akan berlangsung pada 22 Desember 2025 dengan sasaran sebanya 136 penerima manfaat dengan tiga kategori. Pendampingan serta monitoring akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan distribusi paket MBG berjalan lancar dan memberikan dampak maksimal bagi keluarga penerima manfaat, demikian Dadang. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Kamis,11/122/2025.

Rabu, 10 Desember 2025

Bengkulu raih 4 Penghargaan GENTING Nasional!



Bengkulu,- Para tokoh dari Bengkulu pada Genting Collaboration Summit 2025 mendapatkan penghargaan Gold pada beragam kategori dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025. Pemenang kategori perorangan adalah Erni Novita, Anggota DPRD Kota Bengkulu dengan bantuan nutrisi bagi 10 anak asuh KRS sampai dengan 2 tahun dan Arie Septia Adinata, S.E., M.AP, Bupati Bengkulu Utara dengan jenis bantuan nutrisi dan non nutrisi berupa pembangunan jamban sehat bagi puluhan KRS di Kab Bengkulu Utara. 

Untuk pemenang kategori swasta yaitu PT Jambi Resource di Kabupaten Lebong, bantuan yang diberikaN berupa akses air bersih yang dinikmati masyarakat di Kab. Lebong dan DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bengkulu dengan bantuan jaban sehat yang diperintukkan bagi masyarakat umum di Kel. Sumber Jaya. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kepedulian para mitra dalam mendukung Program GENTING melalui berbagai bentuk bantuan dan pendampingan bagi keluarga sasaran sejak diluncurkan pada Desember 2024, ujar Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H via selular di Bengkulu, Rabu, 10/12/2025.


Dikatakannya, GENTING Collaboration Summit 2025 ini menjadi ruang apresiasi sekaligus konsolidasi nasional bagi seluruh mitra pentahelix yang terlibat dalam pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang mana merupakan salah satu dari lima Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN.

Secara nasional Program GENTING terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga tahun 2025, program ini telah membentuk Tim Pengendali GENTING di 38 Provinsi serta 512 Kabupaten/Kota, memastikan implementasi yang merata di seluruh Indonesia.

Melalui GENTING Collaboration Summit 2025, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan kembali pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menyelaraskan kebijakan, memperkuat koordinasi, dan memperluas publikasi pelaksanaan GENTING.


Pertemuan akbar Genting ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan strategi penguatan program GENTING pada tahun 2026.

Dengan apresiasi, komitmen bersama, dan kolaborasi yang semakin solid, diharapkan Program GENTING dapat memberi dampak lebih luas bagi keluarga Indonesia serta mempercepat terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A

Rilis : Rabu, 10/12/2025

Kampung KB dan Desa Cantik: Kolaborasi Perkuat Rumah Data Kependudukan


Foto: (kiri ke kanan) Ketua Tim Kerja 4 (Pengendalian Penduduk), Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Susino, S.Pd., M.E, BPS Provinsi Herlinawaty, S.Si., M.Si, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Rejang Lebong, Hj. Gusti Maria, S.H., M.M., Kepala Desa Teladan, Jemingan, dan Jajaran DP3AP2KB Kabupaten Rejang Lebong pada Kegiatan Kolaborasi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kabupaten Rejang Lebong (9/10/2025). 


Bengkulu-KEMENDUKBANGGA/BKKBN,-Kampung Keluarga Berkualitas dan Desa Cantik adalah dua program dari lembaga pemerintah yang berbeda yaitu Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Badan Pusat Statistik (BPS), dimana keduanya berkolaborasi untuk memperkuat Rumah Data Kependudukan di tingkat mikro. Kolaborasi ini bertujuan menyediakan data kependudukan yang akurat dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan di desa/kelurahan. 

“Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku) adalah bagian integral dari Kampung KB yang berfungsi sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan di tingkat mikro. Kolaborasi antara Kampung KB dan Desa Cantik memperkuat fungsi ini melalui beragam cara untuk mencapai tujuan  yang diantaranya peningkatan kualitas data, integrasi data serta pemanfaatan data," disampaikan Ketua Tim Kerja Bidang Pengendalian Penduduk Weldi Susino, S.Pd., M.E kepada pewarta di Bengkulu, Rabu,10/12/2025.

Dikatakannya, guna mendapatkan data yang akurat, kita (Kemendukbangga/BKKBN) menggelar pertemuan dengan pengelola Desa Cantik di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang. "Kita menggelar pertemuan fasilitasi dan pembinaan kampung keluarga berkualitas dalam rangka kolaborasi antara kampung keluarga berkualitas (kampung kb) dan desa cinta statistik (desa cantik) di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang pada pekan kedua Desember 2025".

Kebijakan Bengkulu satu data, kata Weldi merupakan komitmen pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mewujudkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, mudah diakses, serta memiliki metadata yang jelas. Ini bukan hanya kewajiban administratif, namun merupakan pondasi utama bagi perencanaan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.

Dalam kegiatan kampung KB maupun desa cantik, kebutuhan akan data yang presisi menjadi sangat penting. Kampung KB memiliki sumber data mikro melalui rumah data kependudukan (rdk), sementara desa cantik melalui pendampingan bps memastikan tata kelola data desa berjalan sesuai standar statistik. Melalui bengkulu satu data, seluruh sumber data ini dapat diharmonisasikan, sehingga tidak ada lagi perbedaan angka antarinstansi, tidak ada tumpang tindih dan tidak ada kebijakan yang disusun tanpa rujukan data yang valid. (irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor      : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A

Rilis        : Rabu, (10/12/2025)

Foto        : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Kamis, 04 Desember 2025

Tekan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim, Pemkot Bengkulu Padukan Data PK25 demi Maksimalkan Pencapaian Target

Foto: Walikota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M., bersama Wakil Walikota Bengkulu, Ronny Pebriyanto L Tobing, S.H., dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., pada Rapat Koordinasi percepatan penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di Kota Bengkulu di Ruang Rapat Balai Merah Putih Pemerintah Kota Bengkulu (4/12/2025. sumber foto: Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu).

BENGKULU,KEMENDUKBANGGA/BKKBN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali mempertegas komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim. Hal ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi yang diinisiasi langsung oleh Walikota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M., bersama Wakil Walikota Bengkulu selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Ronny Pebriyanto L Tobing, S.H.

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., bersan jajaran Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Foto: Walikota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M., dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., pada Rapat Koordinasi percepatan penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di Kota Bengkulu di Ruang Rapat Balai Merah Putih Pemerintah Kota Bengkulu (4/12/2025. sumber foto: Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu).

Foto: Rapat Koordinasi percepatan penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di Kota Bengkulu di Ruang Rapat Balai Merah Putih Pemerintah Kota Bengkulu (4/12/2025. sumber foto: Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu).

Fokus utama dalam pertemuan ini adalah pemaduan data lintas sektor guna memastikan intervensi pemerintah berjalan efektif. Pemkot Bengkulu menekankan pentingnya penggunaan Data Pemutakhiran Pendataan Keluarga tahun 2025 (PK25) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN sebagai basis data yang akurat.

Kolaborasi data yang presisi ini dinilai krusial untuk mendukung keberhasilan program-program prioritas. Secara spesifik, pemaduan data ini ditujukan agar penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG 3B) dan pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dapat terlaksana dengan maksimal dan tepat sasaran.

Foto: Rapat Koordinasi percepatan penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di Kota Bengkulu di Ruang Rapat Balai Merah Putih Pemerintah Kota Bengkulu (4/12/2025. sumber foto: Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu).

Foto: Rapat Koordinasi percepatan penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di Kota Bengkulu di Ruang Rapat Balai Merah Putih Pemerintah Kota Bengkulu (4/12/2025. sumber foto: Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu).

Melalui sinergi antara Pemkot Bengkulu, Kemendukbangga/BKKBN, dan seluruh OPD terkait, diharapkan mata rantai stunting dan kemiskinan ekstrim di Kota Bengkulu dapat segera diputus demi mewujudkan generasi emas yang sehat dan sejahtera.


Penulis: Tim Humas Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Editor: Humas/Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Foto: Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis: Kamis, 04 Desember 2025

Waktu: Pk. 17.44 WIB


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824


Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Dedikasi Untuk Bangsa, 20 Pengelola Program Bangga Kencana di Bengkulu Resmi Purna Tugas


Bengkulu,- Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu melepas 20 tenaga pengelola Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang memasuki masa purna tugas, Kamis, 4 Desember 2025.

Acara yang berlangsung secara sederhana namun penuh khidmat tersebut menjadi wujud apresiasi Kemendukbangga/BKKBN terhadap pengabdian dan kontribusi para pegiat lapangan yang selama ini berperan sebagai ujung tombak pembangunan keluarga di wilayah Bengkulu.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan harapan kepada para tenaga senior. "Kita semua berterima kasih dan penghargaan tinggi kepada para senior atas loyalitas dalam melayani masyarakat. Dan kami tetap berharap agar terus menginspirasi bagi tenaga muda di Kemendukbangga/BKKBN.


“Bangga kencana tidak akan berjalan tanpa dukungan para pengelola program yang selama ini bekerja dengan penuh ketulusan. Pengabdian Bapak/Ibu menjadi bagian penting dari sejarah pembangunan keluarga di Bengkulu. Bakti selama bertugas merupakan dedikasi untuk bangsa dalam pengelolaan progarm Bangga Kencana dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM),” ujarnya, Kamis, (4/12/2025).

Menurutnya, segala capaian program, mulai dari penurunan angka kelahiran hingga peningkatan kualitas hidup keluarga, tidak lepas dari kerja keras para tenaga pengelola program di lini lapangan.

Selain itu, ia berharap jalinan komunikasi dan silaturahmi tetap terpelihara, serta nilai-nilai dedikasi para purna tugas bisa menjadi teladan bagi generasi penerus di Kemendukbangga/ BKKBN. “Meskipun telah purna tugas, semangat Bapak/Ibu dalam membangun keluarga Indonesia semoga tetap menyala. Selamat menjalani babak baru kehidupan,” pungkasnya.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Kamis,(4/12/2025

Selasa, 02 Desember 2025

Walikota Bengkulu: Sekolah Lansia Dorong Orang Tua Tetap Aktif dan Berdaya



Bengkulu,- Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong peningkatan kualitas hidup kelompok lanjut usia melalui keberadaan Sekolah Lansia yang kini semakin diminati. Program ini menjadi ruang bagi para orang tua untuk tetap aktif, produktif, dan berdaya guna di tengah lingkungan sosialnya.

"Sekolah lansia telah memberikan berbagai rangkaian pelajaran yang dapat membekali orang tua untuk tetap mandiri serta berdaya guna, tidak menjadi beban bagi lingkungan dan masyarakat. Mereka dibekali materi seputar kesehatan fisik, pemeliharaan mental, penguatan spiritual, hingga peningkatan keterampilan yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari," kata Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi pada pelepasan wisudawan-wisudawati sekolah lansia di Kota Bengkulu,Selasa (2/12/2025).

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H ikut hadir pada wisuda sekolah lansia "Bersatu" di Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kecamatan Ratu Agung. Di tengah puluhan wisudawan tampak mendampingi Kepala Dinas P3APPKB Kota Bengkulu Dra. Rosminiarti.


Dalam sambutannya Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari menyampaikan program Kemendukbangga/BKKBN berupaya memastikan bahwa para lansia tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga bahagia, berdaya, dan aktif dalam lingkungan sosialnya. Sekolah lansia memberikan ruang bagi orang tua dan para lanjut usia untuk belajar tentang kesehatan, pola hidup, penguatan mental, hubungan sosial, serta keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

"Kemendukbangga/BKKBN terus mendorong program bangga kencana agar tidak hanya fokus pada isu remaja dan pasangan usia subur, tetapi juga menyentuh seluruh siklus kehidupan, termasuk kelompok lansia. Dengan terbangunnya lansia yang sehat, aktif, dan bahagia, maka akan semakin kuat pula keluarga dan masyarakat kita”, ujarnya.


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Bengkulu Dra. Rosminiarti menyebutkan wisuda hari ini melepas sebanyak 46 orang. Terdapat sebanyak 36 orang wisudawati dan 10 orang wisudawan.

Program sekolah lansia merupakan bagian dari upaya pemerintah Kota Bengkulu dalam mewujudkan lansia yang tangguh, sejalan dengan agenda pembangunan keluarga berkualitas. Selain belajar, para peserta diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang memperkuat ikatan dengan masyarakat sekitar.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Selasa, 2/122/2025.


Transformasi BKKBN Menjadi Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Tata Kelola Program Menuju Indonesia Emas

Foto: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, pada pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Akhir Tahun Pimpinan (Rakorpim) yang dilaksanankan secara luring di Bogor, Jawa Barat, Senin (01/12/2025) (sumber: BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN INFORMASI PUBLIK Kemendukbangga/BKKBN).

BOGOR, KEMENDUKBANGGA/BKKBN --- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN akan semakin memperkuat tata kelola program di seluruh unit kerja sejalan adanya transformasi dari yang semula dari badan menjadi kementerian.

Langkah ini dilakukan untuk menyatukan arah program, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan pimpinan turun langsung memahami kebutuhan masyarakat. Perubahan ini juga menegaskan peran baru Kemendukbangga/BKKBN yang menuntut tata kelola dan pelaksanaan program yang lebih kuat dan cepat.

“Perubahan dari badan menjadi kementerian harus nampak karena kita ini eksekutif, artinya harus menjadi eksekutor, menjalankan program-program sesuai  visi-misi Presiden,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, pada pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Akhir Tahun Pimpinan (Rakorpim) yang dilaksanankan secara luring di Bogor, Jawa Barat, Senin (01/12/2025).

Foto: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, pada pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Akhir Tahun Pimpinan (Rakorpim) yang dilaksanankan secara luring di Bogor, Jawa Barat, Senin (01/12/2025) (sumber: BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN INFORMASI PUBLIK Kemendukbangga/BKKBN).

Untuk itu Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan sejumlah quick win seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Bedaya (Sidaya), hingga SuperApps Sakina. 

Penguatan program juga terlihat dalam fokus pembangunan tahun 2025. Tahun ini menjadi masa penting untuk menuntaskan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024, sekaligus menyiapkan langkah menuju RPJPN (jangka panjang) 2025–2045. Kemudian target Kemendukbangga/BKKBN di tahun 2025 ini adalah menurunka angka prevalensi stunting menjadi 18,8%. Data prevalensi stunting nasional pada tahun 2024 adalah sebesar 19,8% berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, turun dari 21,5% pada tahun 2023 (SKI 2023).

Foto: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, pada pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Akhir Tahun Pimpinan (Rakorpim) yang dilaksanankan secara luring di Bogor, Jawa Barat, Senin (01/12/2025) (sumber: BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN INFORMASI PUBLIK Kemendukbangga/BKKBN).

Menurut Menteri Wihaji, memasuki 2026 Kemendukbangga/BKKBN  akan menjalankan program dengan lebih efisien, efektif, fokus, adaptif, cepat, terintegrasi, menjawab langsung kebutuhan masyarakat di berbagai daerah, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan Indonesia Emas 2045.*

Siaran Pers

No. 01/M.C/XII/2025

Penulis: Asep

Foto: Humas/Asep

Editor: Humas/Media Center Pusat*

Rilis: Senin, 01 Desember  2025

waktu: Pk. 13.55 WIB

BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN INFORMASI PUBLIK

Media Center Kemendukbangga/BKKBN

mediacenter@bkkbn.go.id

0812-3888-8840

Jl. Permata nomor 1

Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Instagram: kemendukbangga_bkkbn

Facebook: BKKBN

Twitter/X: @kemendukbangga

TikTok: kemendukbangga_bkkbn

Snack Video: kemendukbangga_bkkbn

YouTube: kemendukbangga_bkkbn

www.kemendukbangga.go.id

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Baca Lainnya