Bengkulu,-Dalam memperkuat kinerja organisasi yang efektif, efisien, dan adaptif terhadap tantangan, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu pada bulan ke-empat 2026 tahun ini menyusun formasi tim kerja baru sebagai langkah strategis mendukung percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Perwakilan BKKBN Bengkulu dengan tim kerja baru meraping dari 12 tim kerja menjadi sembilan kelompok tim kerja baru yang efektif mulai 27 April 2026.
Penyusunan tim kerja baru tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian dinamika organisasi, sekaligus memastikan seluruh program berjalan lebih terarah, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Struktur kerja yang baru diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi lintas bidang serta mempercepat pengambilan keputusan. Perombakan unit kerja tersebut sebagai Implementasi Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 39/KEP/B2/2026 tanggal 6 Februari 2026 tentang Sistem Kerja di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.
Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyampaikan bahwa perubahan formasi tim kerja merupakan bagian dari transformasi birokrasi agar organisasi semakin lincah dalam menjawab tantangan pembangunan kependudukan dan keluarga.
“Organisasi yang adaptif harus mampu bergerak cepat, bekerja cerdas, dan terus berinovasi. Karena itu, penataan tim kerja menjadi langkah penting agar setiap potensi pegawai dapat dimaksimalkan,” ujarnya.
Melalui susunan tim kerja baru ini, BKKBN optimistis kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, khususnya dalam mendukung program Bangga Kencana, percepatan penurunan stunting, serta pembangunan keluarga berkualitas.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen BKKBN untuk terus bertransformasi menjadi lembaga modern, profesional, dan siap menghadapi perubahan di era digital," kata Zamhari saat menggelar rapat bersama sejumlah tim kerja di lingkup BKKBN Bengkulu, Senin,(27/4/2026).
Dikatakannya, langkah awal untuk menggerakkan unit kerja lebih solid dan kuat dengan meningkatkan komunikasi yang efektif maka dinilai perlu adanya rapat singkat internal guna memastikan pelaksanaan tugas akan berjalan optimal.
" Penguatan komunikasi efektif dan sinergi menjadi kunci utama dalam pelaksanaan kerja tim. Komunikasi efektif diwujudkan melalui keterbukaan informasi, koordinasi yang terstruktur dan rutin, serta kejelasan dalam penyampaian target, peran, dan capaian di setiap lini kerja. Hal ini penting untuk meminimalisir miskomunikasi dan memastikan setiap anggota tim memiliki pemahaman yang sama," ujar Kepala BKKBN Zamhari.
Sinergi dibangun melalui kolaborasi lintas tim, saling mendukung dalam penyelesaian tugas, serta penyelarasan peran dan fungsi agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan. Dengan sinergi yang kuat, setiap potensi dan sumber daya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai hasil yang maksimal. Dengan komunikasi efektif dan sinergi yang solid, diharapkan seluruh Tim Kerja mampu bergerak selaras, responsif terhadap tantangan, serta mencapai target kerja secara optimal dan berkelanjutan.(irs)
Editor : Mardhotillah Layli,S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(27/4/2026)
.jpeg)
