![]() |
| Foto: Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T, bersama Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.IP, M.T., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., dan jajaran, Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., Ketua Tim Kerja 3 (Pembangunan Keluarga) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Mardhotillah Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos. saat kunjungan ke TK Pelita Bunda di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Kamis (27/7/2026). |
Bengkulu,– Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas pengasuhan anak melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang terintegrasi dengan Tempat Pengasuhan Anak (TPA). Program ini mengintegrasikan pemantauan tumbuh kembang anak, sertifikasi pengasuh, dan keterlibatan orang tua secara tepat waktu. Dan menjadi salah satu strategi dalam memastikan setiap anak memperoleh pengasuhan yang berkualitas sekaligus pemantauan tumbuh kembang anak secara optimal sejak usia dini.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T, mengatakan bahwa masa usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Karena itu, setiap anak harus mendapatkan perhatian yang optimal, baik dari aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, maupun stimulasi perkembangan yang dapat dimulai dari ruang pengasuhan anak yaitu TAMASYA.
"Salah satu fokus Kemendukbangga/BKKBN melalui Program TAMASYA adalah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan pengasuhan yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, sekaligus memperoleh pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Dengan begitu, setiap potensi gangguan pertumbuhan maupun perkembangan dapat dideteksi lebih dini sehingga intervensi dapat segera dilakukan," ujar Nopian Andusti saat kunjungan di TK Pelita Bunda di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Kamis (23/7/2026).
"TAMASYA bukan ancaman bagi TPA/TK, TAMASYA adalah salah satu program dari pemerintah sebagai pemantik mempercepat terwujudnya pembangunan kependudukan melalui pengasuhan anak.
Keberhasilan pengasuhan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pendidik, kader, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang secara optimal," ujar Deputi KSPK Kemendukbangga/BKKBN.
Nopian menambahkan, Program TAMASYA hadir sebagai bagian dari transformasi pembangunan keluarga yang menempatkan anak sebagai investasi bangsa. Melalui pendampingan kepada keluarga dan pengasuh, orang tua didorong untuk rutin memantau pertumbuhan berat badan, tinggi badan, perkembangan motorik, kemampuan berbahasa, serta perkembangan sosial dan emosional anak.
Selain untuk meningkatkan kualitas tempat penitipan anak, memantau tumbuh kembang anak, TAMASYA dapat mencegah stunting melalui empat pilar utama pengasuhan. Diantaranya yang pertama adalah pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala guna mendeteksi sedini mungkin potensi gangguan perkembangan. Kedua, peningkatan kompetensi pengasuh agar memiliki standar pengasuhan yang sesuai prinsip perlindungan anak dan kesehatan dasar. Ketiga, edukasi kepada orang tua atau wali sebagai bagian dari penguatan peran keluarga. Dan keempat, layanan rujukan apabila ditemukan indikasi gangguan tumbuh kembang agar segera mendapat penanganan lanjutan.
Nopian mengajak seluruh keluarga untuk memanfaatkan layanan Posyandu, fasilitas kesehatan, serta kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai sarana edukasi dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan agar mengintegarsikan dengan progam Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B guna mendorong percepatan penurunan stunting.
"Pemerintah terus bersinergi lintas sektor dalam menekan stunting melalui intervensi spesifik maupun sensitif. " Kali ini pemerintah memberikan bantuan secara simbolis kepada keluarga berisiko stunting (KRS) bentuk bangunan rumah layak huni kepada di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu," kata Nopian usai menyerahkan bantuan bersama Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.IP, M.T., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M.
Melalui Program TAMASYA, Kemendukbangga/BKKBN berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya pengasuhan positif dan pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini sebagai investasi terbaik bagi masa depan keluarga dan bangsa.(irs)
Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Bengkulu
Rilis : Senin,(27/7/2026).

