![]() |
| Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. turut menghadiri sebagai Keynote Speaker pada kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026. |
KEMENDUKBANGGA/BKKBN-Bengkulu,-Di balik angka-angka statistik kemiskinan disana memuat cerita tentang keluarga. Tentang ibu yang berjuang menjaga kesehatan anaknya, ayah yang berupaya memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan remaja yang berharap masa depannya tak berhenti di lingkaran keterbatasan. Di titik inilah pembangunan keluarga berkualitas menemukan relevansinya bukan sekadar program sosial, melainkan strategi pembangunan jangka panjang.
Pembangunan keluarga berkualitas kini dipandang sebagai fondasi utama dalam pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan daerah. Keluarga yang sehat, terencana, berpendidikan, dan berdaya secara ekonomi akan melahirkan sumber daya manusia unggul yang menjadi motor penggerak pembangunan," ujar Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari,S.H., M.H mengawli materinya dalam seminar nasional pada Pelantikan DPD IAPA Bengkulu Periode 2026-2029 yang dihadiri sejumlah para Dekan di Universitas di Bengkulu.
Pembangunan Keluarga Berkualitas Sebagai Strategi Mengurai Kemiskinan
Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin di Bengkulu pada Maret 2025 mencapai 12,08 persen atau 252,97 ribu orang angka ini menurun sebesar 0,44 poin. Tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu lebih tinggi dibanding angka nasional (12,08 persen - 8,47 persen, yang mencerminkan tantangan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial di Bengkulu masih perlu mendapat perhatian lebih.
Dalam teori kebijakan publik dan ekonomi pembangunan menekankan bahwa kualitas keluarga lebih menitik beratkan pada pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, stabilitas ekonomi, dan relasi sosial yang berhubungan langsung dengan keberhasilan program pengentasan kemiskinan," ujar Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari,S.H., M.H di depar ratusan peserta Seminar Nasional yang mengakat Tema "Policy Pro Poor Perspektif dalam Percepatan Pembangunan Daerah, Senin, (2/2/2026).
Kemiskinan tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari berbagai persoalan yang berkelindan dalam keluarga—mulai dari kesehatan ibu dan anak, rendahnya pendidikan, hingga keterbatasan akses ekonomi. Karena itu, pembangunan keluarga menjadi pintu masuk strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan.
“Keluarga adalah titik awal pembangunan manusia. Jika keluarga kuat, sehat, dan terencana, maka risiko kemiskinan dapat ditekan sejak dini,” ujar Zamhari.
Menurut dia, untuk menekan dan memutus ratai kemiskinan tidak cukup dengan pendekatan pembangunan yang hanya berfokus pada bantuan sesaat. Intervensi harus menyentuh hulu kehidupan masyarakat, yakni keluarga sebagai unit terkecil pembangunan.
![]() |
| Foto: Peserta kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026. |
Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Dan Jarak Kelahiran
Menurut Zamhari pengendalian pertumbuhan penduduk dan jarak kelahiran nerupakan investasi jangka panjang sumber daya manusia. Melalui program pembangunan keluarga, pemerintah hadir sejak fase paling awal kehidupan manusia. Mulai dari pendewasaan usia perkawinan, perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi, pengasuhan anak, hingga pendidikan keluarga. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.
Zamhari menegaskan, Program Bangga Kencana bukan semata mengatur kelahiran, tetapi membangun kualitas hidup keluarga secara menyeluruh dengan berbagai strategi. " Ada tiga poin utama dalam membangun kualitas SDM, pertama Kemendukbangga/BKKBN melalui program pengendalian angka kelahiran dengan pemakaian kontrasepsi modern dan jangka panjang. Edukasi keluarga tentang manfaat keluarga kecil berkualitas dan poin yang tak kalah prioritas adalah peningkatan akses KB di wilayah miskin, terpencil dan rentan. " Kemiskinan sering diperparah oleh pertumbuhan penduduk yang tinggi dan tidak seimbang dengan daya dukung ekonomi ".
Praktik dalam mengurai kemiskinan, Kemendukbangga/BKKBN melalui UU Nomor 52/2009 Tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. Mengembangkan prorgam " Penguatan Ketahanan Keluarga Dan Fungsi".
Melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga akan memberikan rasa aman, tenteram, bahagia dalam mewujudkan kesejahteraan kebahagiaan batin. Dengan meningkatkan kualitas anak dengan pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan perkembangan anak.
“Bangga Kencana mendorong keluarga agar memiliki perencanaan hidup yang matang. Keluarga yang mampu merencanakan jumlah dan jarak kelahiran dengan baik cenderung lebih sejahtera dan mampu memenuhi kebutuhan pendidikan serta kesehatan anak,” jelasnya.
Dampaknya, daerah akan menikmati bonus demografi yang berkualitas, bukan sekadar pertambahan jumlah penduduk usia produktif tanpa kesiapan.
Dampak Nyata bagi Pembangunan Daerah
Daerah yang berhasil membangun keluarga berkualitas mulai merasakan manfaatnya. Penurunan stunting, meningkatnya derajat kesehatan, membaiknya partisipasi pendidikan, serta naiknya produktivitas masyarakat menjadi indikator nyata.
“Kualitas keluarga sangat menentukan laju pembangunan daerah. SDM yang sehat dan cerdas akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi beban sosial pemerintah,” tambah Zamhari.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Menurut Kepala BKKBN Bengkulu bahwa keberhasilan pembangunan keluarga berkualitas tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi lintas sektor—pemerintah daerah, sektor kesehatan, pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga kader di tingkat desa.
“Pembangunan keluarga harus dilakukan secara kolaboratif. Ketika semua pihak bergerak bersama, keluarga tidak lagi menjadi objek bantuan, tetapi subjek utama pembangunan,” kata Zamhari.
Pendekatan berbasis keluarga ini dinilai mampu mempercepat pembangunan daerah secara lebih inklusif dan berkeadilan. Dan semua eleman masyarakat tidak satupun tertinggal dalam prosen pembangunan.(irs)
Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(2/2/2026)
Sumber Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com
bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id
Telp./Fax : (0736) 8051144
Whatsapp : 0852-7967-1596
Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824
Facebook : BKKBN Bengkulu
Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu
Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu
Tiktok : kemendukbangga_bengkulu
Twitter/X : bkkbnbengkulu
Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu
Saluran Whatsapp : Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Tentang Kemendukbangga/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)