Jumat, 27 Maret 2026

TAMASYA BKKBN Fokus Pemenuhan dan Pemantauan Gizi Ibu Hamil

                                    Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari., S.H., M.H

Bengkulu,-Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) program yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana nasional (BKKBN) terus diperkuat sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, khususnya melalui pemenuhan dan pemantauan gizi ibu hamil.

Dalam pelaksanaannya TAMASYA tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga wadah pendampingan intensif bagi ibu hamil. Program ini menyasar peningkatan kesadaran akan pentingnya asupan gizi seimbang selama masa kehamilan, menuju kehamilan sehat. 

Yang lebih penting lagi program tersebut guna tercegahnya risiko stunting sejak dini di tengah masyarakat," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H usai mengikuti zoom meeting pada TAMASYA di KERABAT yang mengangkat tema “Gizi Pada Kehamilan Dan Pemantauan Gizi Menuju Kehamilan Sehat” Kamis,(26/3/2026).

Dalam implementasinya, TAMASYA melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, petugas keluarga berencana (KB), hingga kader di tingkat desa. Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan layanan yang diberikan kepada ibu dan anak berjalan optimal dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan program Tamasya melibatkan sejumlah mitra kerja teknis, seperti diantaranya terdapay POGI Provisni Bengkulu, Dinas Kesehatn dan OPD KB serta pemerintah daerah kabupaten dan kota.

                           Kepala BKKBN Bengkulu saat berada di Taman Asuh Anak di Bengkulu

"Tenaga kesehatan berperan dalam melakukan pemeriksaan rutin, pemantauan status gizi, serta memberikan edukasi terkait kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak. Sementara itu, petugas KB turut memberikan pendampingan, termasuk konseling kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga yang sehat dan berkualitas".

Tidak hanya itu, kader dan pemerintah daerah juga turut ambil bagian dalam mendukung keberhasilan program ini melalui edukasi masyarakat serta fasilitasi layanan di lapangan. Kolaborasi multi pihak ini memungkinkan intervensi dilakukan secara lebih menyeluruh, dari tingkat keluarga hingga komunitas," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.

Melalui keterlibatan berbagai elemen tersebut, TAMASYA diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas generasi masa depan. Program ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor adalah kunci dalam membangun kesehatan ibu dan anak yang lebih baik di Indonesia.

Dengan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan, TAMASYA menjadi salah satu inovasi BKKBN dalam membangun fondasi kesehatan keluarga sejak masa kehamilan, sebagai langkah awal menuju Indonesia Emas 2045 mendatang.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Jumat,(27/3/2026)

Baca Lainnya