Bengkulu,-Pemaduan program Ketahanan Keluarga dalam Seni Budaya adalah upaya memperkokoh fondasi, keharmonisan, dan kesejahteraan keluarga melalui pelestarian nilai kearifan lokal, tradisi, dan aktivitas kreatif. Pendekatan ini menjadikan seni dan budaya sebagai sarana komunikasi dan edukasi program pemerintah maupun edukasi antargenerasi.
Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, S.E., menghimbau agar kesenian dan kebudayaan dijadikan sebagai bagian dari media edukasi program nasional maupun daerah untuk mewujudkan masyarakat religius dan berketahanan.
Pemerintah Provinsi Bengkulu memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan ide pengembangan event kebudayaan nasional berskala besar agar dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin luas untuk kesejahteraan keluarga menuju masyarakat yang sejahtera.
"Festival tabut ini dapat membangkitkan denyut nadi kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membangun ekonomi masyarakat sebagai implementasi pembangunan sumber daya manusia (SDM). Untuk melalui seni dan budaya mari kita bangun keluarga menjadi sebuah rumah tangga yang harmonis dan rukun sebagai wujud dan cermin keluarga yang berketahanan dan berkualitas," kata Gubernur Bengkulu pada pembukaan festival tabut 2026, Selasa, (15/6/2026).
Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., usai henghadiri pembukaan festival tabut 2026 kepada pewarta di Bengkulu menyebutkan, seni budaya dan pembangunan kependudukan adalah dua elemen yang saling berkaitan.
"Seni dan budaya menjadi fondasi dalam membentuk karakter dan identitas masyarakat, sementara program pembangunan kependudukan yang memprioritaskan lima program utama Kemedukbangga/BKKBN terus menggunakan pendekatan seni kreatif sebagai sarana edukasi yang efektif, khususnya bagi generasi muda. Ketahanan keluarga dalam seni budaya dapat mendorong terciptanya kerukunan dan kesejahteraan masyarakat karena penyebaran informasi melalui kesenian dan budaya lebih mudah diterima masyarakat dari berbagai kalangan," ujar dr. Zamhir.
Program prioritas Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang fokus pada upaya kolektif mencegah stunting bagi anak-anak yang berisiko atau terdampak stunting.Taman Asuh Sayang Anak(Tamasya) yang memfasilitasi pengasuhan anak berkualitas yang didukung oleh pengasuh tersertifikasi, GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) dimana untuk mendorong peran aktif dan keteladanan seorang ayah untuk menciptakan ketahanan dan keharmonisan keluarga yang lebih kuat.
Sementara itu masih pada ketahanan keluarga terdapat progam SIDAYA (Lansia Berdaya) untuk memberdayakan para lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan berperan aktif di tengah keluarga maupun masyarakat. Serta pendampingan dan pendistribusian program makan bergizi gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, ibu hamil, ibu menyusui dan balita non PAUD.
Program makan bergizi gratis (MBG) kelompok sasaran 3B. ibu hamil, menyusui dan balita non PAUD mencapai 36.513 penerima manfaat. Dan untuk program GENTING di Bengkulu tercatat sampai dengan 22 Mei 2026 telah disalurkan kepada 622 penerima yang tersebar di lima daerah kabupaten dan kota.
Dia menyebutkan terhadap program SIDAYA, pemerintah Kota Bengkulu tengah mengembangkan sebanyak 11 sekolah lansia yang tersebar di sejumlah daerah kecamayan di daerah ini. Dari jumlah sekolah sebanyak itu terdapat dua sekolah telah menyelesaikan tahap pemberlajaran standar 1 dan akan segera pada pembelajaran standar 2.
Pendekatan lima program utama BKKBN terus bersinergi dengan lembaga-lembaga seni dan budaya lokal untuk menyampaikan pesan secara persuasif. Pendekatan ini memanfaatkan kearifan lokal agar nilai-nilai keluarga berkualitas lebih mudah diterima, dipahami, dan dipraktikkan langsung oleh masyarakat,"tutup Zamhir.(irs)
Editor : Tim Kehumasan BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu
Rilis : Rabu, (16/6/2026)
