Kamis, 16 Juli 2026

Intensifikasi Pelayanan KB, Untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid saat menyampaikan sambutannya pada forum Koordinasi Intesifikasi Pelayanan KB di Bengkulu,Kamis, (16/7/2026)

Bengkulu,– Pelayanan Keluarga Berencana (KB) terus diintensifkan melalui sinergi antara tenaga bidan dan jajaran Kemendukbangga/BKKBN yaitu Petugas KB (PKB) dan Penyuluh Lapangan KB (PLKB). Mengusung semangat "Ada KB, Ada Bidan, Ada Bidan, Ada KB" moto pelayanan KB yang menegaskan bahwa bidan adalah ujung tombak pelayanan yang memerlukan sinergitas bersama tenaga lini lapangan Kemendukbangga/BKKBN di tingkat desa kelurahan.

"Moto tersebut mengisyaratkan akses program Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tidak bisa lepas dari peran bidan dalam pelayanan KB dan PLKB, baik memberi edukasi dan pemasangan alat kontrasepsi kepada masyarakat dalam mengintensifikasi pelayanan KB untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu saat membuka Forum Koordinasi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Provinsi Bengkulu, Kamis,(16/7/2026).

Namun potret KB saat ini masih perlu langkah dan strategi dalam percepatan terwujudnya program KB yang berkualitas. "Capaian indikator utama Program KBKR secara nasional masih memerlukan perhatian khusus dan kerja keras kita bersama. Angka prevalensi kontrasepsi modern (mCPR) nasional tercatat sebesar 60,8 persen, di mana target kita sebesar 61,8 persen. Selain itu, kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmet Need) masih berada di angka 13,4 persen, padahal target yang harus kita kejar adalah 10,5 persen. Mengacu demikian itu maka perlu membangun komuniasi dan koordinasi antar dua institusi kesehatan dan Kemendukbangga/BKKBN," ujar dr. Zamhir.

Forum Koordinasi Intensifikasi KB-KR agar menghasilkan komitmen bersama guna meningkatnya akses dan kualitas pelayanan KB, khususnya untuk KB Pasca Persalinan (KBPP) dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dan untuk memperkuat pelayanan kontrasepsi hingga ke fasilitas kesehatan dan desa-desa sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan KB yang berkualitas.

Ketua Tim Kerja 2 Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P saat menyampaikan evaluasi capaian Bangga Kencana 2026

dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, mengatakan bahwa intensifikasi pelayanan KB merupakan bagian penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting. Selain meningkatkan cakupan peserta KB aktif, forum komunikasi dan koordinasi ini agar dapat mengarah untuk memperluas penggunaan MKJP dan pelayanan KB pascapersalinan sebagai program prioritas nasional untuk mewujudkan keluarga sehat, mencegah kehamilan berisiko, serta mendukung lahirnya generasi yang sehat, berkualitas.

Masih Zamhir, persentase Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Kehamilan Risiko Tinggi (4 Terlalu) terlalu muda usia melakirkan, terlalu tua saat melahirkan, terlalu sering/rapat melahirkan dan terlalu dekat jarak melahirkan, yang masih menunjukkan capaian sebesar 31,5 persen dari target nasional 28,0 persen.

Implementasi program-program prioritas Kemendukbangga tentunya memerlukan dukungan yang kuat dari penyelenggaraan Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) yang memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas demografi melalui pengaturan kelahiran, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kontrasepsi, pemenuhan kebutuhan ber-KB, pencegahan kehamilan berisiko tinggi, serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi. Dengan demikian keberhasilan Program KBKR tidak hanya berkontribusi pada pengendalian kuantitas penduduk, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas keluarga, penurunan risiko stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan ketahanan keluarga," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Ketua Tim Kerja 2 Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. menyampaikan, hingga Juni 2026 capaian pelayanan KB Pasca Persalinan di Bengkulu sebanyak 9.522 akseptor dari 12.004 pasangan usia subur (PUS) hamil. Dan 6.147 akseptor KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang (KB-MKJP).(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Kamis,(16/7/2026)

Baca Lainnya