Minggu, 16 Agustus 2026

Menjaga Warisan, Merekam Jejak, dan Menciptakan Perubahan bagi Remaja Bumi Merah Putih

Screenshot: Peserta Virtual Meeting Zoom Kick Off ADUJAK 2026 Provinsi Bengkulu.


BENGKULU — Suasana malam akhir pekan di pertengahan Agustus 2026 terasa hangat ketika puluhan layar perangkat digital terhubung dalam satu gelombang antusiasme. Tepat pukul 19.30 WIB, Sabtu 15 Agustus 2026, virtual room Kick-Off Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (ADUJAK GenRe) Provinsi Bengkulu resmi dibuka. Penyelenggaraan yang digelar oleh Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersama Forum GenRe ini menandai awal dari maraton perjuangan remaja di seluruh pelosok kabupaten dan kota se-Bengkulu hingga puncak penganugerahan pada awal Oktober mendatang.

ADUJAK GenRe 2026 bukan sekadar panggung kompetisi rutin atau seremoni tahunan pencarian pemuda berbakat. Lebih jauh, ajang ini dirancang sebagai kawah candradimuka pembelajaran, ruang aman, dan penggerak akselerasi kapasitas bagi para pendidik serta konselor sebaya. Di tengah arus modernisasi dan dinamika sosial yang kian pesat, program GenRe kembali menegaskan posisinya sebagai kompas arah bagi transisi kehidupan remaja Bengkulu.

"ADUJAK GenRe merupakan obor penerang langkah para remaja dalam merencanakan kehidupan yang lebih baik, sekaligus menumbuhkan tekad menjadi generasi penerus yang tangguh demi mewujudkan Indonesia Maju." ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.


Warisan Kolonial dan Refleksi Zaman: Tema "Menjaga Warisan, Ciptakan Perubahan"

Mengusung tema utama “Menjaga Warisan, Ciptakan Perubahan”, ADUJAK GenRe 2026 mengajak generasi Z dan Alpha untuk menengok kembali sejarah bangsa, khususnya peninggalan era kolonial di Bumi Merah Putih (Bencoolen), lalu menjadikannya pemantik keberanian dalam menghadapi pertempuran masa kini. Perjuangan anak muda zaman sekarang tidak lagi diangkat lewat senapan di medan perang, melainkan melalui respons kritis, inovasi sosial, dan aksi nyata terhadap ancaman sosial yang mengintai.

Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), sebanyak 62% remaja perempuan dan 51% remaja laki-laki memilih berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi dengan teman sebayanya. Angka ini membuktikan bahwa Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang digerakkan oleh Pendidik dan Konselor Sebaya merupakan benteng utama penyebaran informasi yang valid dan tepercaya.

Para Duta dan pengelola program tidak hanya dituntut menguasai keterampilan berbicara di depan umum, melainkan juga dibekali pemahaman mendalam tentang isu-isu krusial seperti ancaman Triad KRR (Pernikahan Dini, Seksualitas Berisiko, dan NAPZA), pencegahan stunting dari hulu, kesehatan mental, literasi digital, hingga penanganan maraknya fenomena child grooming, kekerasan seksual, dan judi online.  

 

Screenshot: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., membuka kegiatan Virtual Meeting Zoom Kick Off ADUJAK 2026 Provinsi Bengkulu.


Rangkaian Kegiatan: Dari Tantangan Digital Hingga Panggung Seni Budaya

Rangkaian ADUJAK GenRe 2026 membentang panjang mulai Agustus hingga Oktober 2026 dengan perpaduan metode daring (online) dan luring (offline), yang menguji ketahanan substansi, kepemimpinan, dan kecakapan adaptasi digital para peserta.  

1. Kampanye Edukasi Digital (7-Day Challenge & Live TikTok Challenge)

Sebagai pembuka, peserta ditempa melalui tantangan digital 7 hari berturut-turut yang mengeksplorasi isu-isu kritis remaja, mulai dari investasi kesehatan reproduksi, pemahaman sex vs gender, pencegahan penyakit menular seksual, hingga pengenalan modus pedofilia dan child grooming. Tak hanya itu, melalui Live TikTok Challenge yang dijadwalkan sepanjang akhir Agustus hingga pertengahan September 2026, para finalis berkolaborasi dengan alumni Duta GenRe untuk membedah tema-tema hangat seperti "Fatherless Era", fenomena "Insecure karena Sosmed", hingga debat "Kuliah, Karier, atau Menikah Duluan?".

2. Jambore Ajang Kreativitas (JAK): Budaya dan Partisipasi Publik

Pada ranah kreativitas, ajang Apresiasi Budaya (Cultural Immersion) mewajibkan setiap kontingen kabupaten/kota menyajikan pertunjukan real-time yang memadukan nilai sejarah kolonial Bencoolen dengan isu remaja masa kini. Alur cerita yang diusung mengeksplorasi narasi mendalam seperti "Jejak Fatherless Era Bencoolen", "Darurat Gizi dan Pangan Kolonial", hingga "Belenggu Pernikahan Dini Masa Lalu".  Selain itu, dihadirkan pula perlombaan unik Tarik Tambang Online Forum GenRe—sebuah ajang adu voting partisipasi publik di Instagram resmi @genrebengkulu_official yang mempertemukan foto-foto peninggalan sejarah kolonial antar-kabupaten/kota dalam sistem gugur. Lomba ini disempurnakan dengan pembuatan Konten Reels Edukatif Kreatif berdurasi 1 menit berfokus pada daya tekan suara anak muda bagi pembangunan bangsa.

Screenshot: Peserta Virtual Meeting Zoom Kick Off ADUJAK 2026 Provinsi Bengkulu.

Masa Depan Terencana: Menuju Puncak Grand Final dan Pasca-Penganugerahan

Tepat pada Jumat, 2 Oktober 2026, seluruh finalis Duta GenRe dari 10 pasang perwakilan kabupaten/kota akan berkumpul secara luring di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Mereka akan menjalani uji kelayakan mendalam melalui Deep Interview pada empat pos penilaian utama: Advokasi & Wawasan Umum, Program Inovatif, BanggaKencana & Quick Win, serta Pengorganisasian Forum GenRe, yang dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD).

Tak hanya diuji, peserta juga dibekali peningkatan kapasitas diri lewat GenRe Class, yang mencakup kelas OLAHRASA untuk membina kesehatan mental serta peran konselor sebaya, serta kelas GenRe Content Creating untuk memoles kemampuan komunikasi publik digital. Rangkaian ini akan mencapai puncaknya pada Sabtu, 3 Oktober 2026 dalam perhelatan Grand Final ADUJAK GenRe Provinsi Bengkulu 2026.


"Ke Pantai Panjang di kala senja, Jangan lupa membawa kue Tat, Remaja Genre tetaplah berkarya, Untuk mewujudkan generasi yang hebat” Sambut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. “Bunga Raflesia mekar berseri, Jadi kebanggaan warga Bengkulu , Tetaplah berkarya sepenuh hati, Untuk Bengkulu yang semakin maju” tutup dr. Zamhir dalam sambutannya pada kegiatan Virtual Meeting Kick Off ADUJAK 2026 Provinsi Bengkulu, Sabtu, 15 Agustus 2026.


Perjalanan ini tidak berakhir saat mahkota atau selempang penganugerahan disematkan. Para pemenang dan alumni Duta GenRe mengemban amanah selama masa jabatan, termasuk komitmen menjaga integritas (tidak menikah selama menjabat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba), membina minimal 5 kelompok PIK-R di daerahnya, serta berkontribusi aktif dalam menurunkan angka stunting dan membimbing generasi muda Bengkulu agar berani bermimpi, berani merencanakan, dan berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab.(humas)

Baca Lainnya