Selasa, 03 Februari 2026

Zamhari Optimis Pendekatan Policy Pro Poor Dalam Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Akan Percepat Pembangunan Daerah

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. turut menghadiri sebagai Keynote Speaker pada kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026.

KEMENDUKBANGGA/BKKBN-Bengkulu,-Di balik angka-angka statistik kemiskinan disana memuat cerita tentang keluarga. Tentang ibu yang berjuang menjaga kesehatan anaknya, ayah yang berupaya memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan remaja yang berharap masa depannya tak berhenti di lingkaran keterbatasan. Di titik inilah pembangunan keluarga berkualitas menemukan relevansinya bukan sekadar program sosial, melainkan strategi pembangunan jangka panjang.

Pembangunan keluarga berkualitas kini dipandang sebagai fondasi utama dalam pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan daerah. Keluarga yang sehat, terencana, berpendidikan, dan berdaya secara ekonomi akan melahirkan sumber daya manusia unggul yang menjadi motor penggerak pembangunan," ujar Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari,S.H., M.H mengawli materinya dalam seminar nasional pada Pelantikan DPD IAPA Bengkulu Periode 2026-2029 yang dihadiri sejumlah para Dekan di Universitas di Bengkulu.

Foto: Ketua Umum DPD IAPA Indonesia, Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, S.Sos., M.Si., memaparkan materi tentang Peran IAPA Dalam Mendorong Kebijakan Berbasis Pro-Poor kepada peserta kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026.

Pembangunan Keluarga Berkualitas Sebagai Strategi Mengurai Kemiskinan

Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin di Bengkulu pada Maret 2025 mencapai 12,08 persen atau 252,97 ribu orang angka ini menurun sebesar 0,44 poin. Tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu lebih tinggi dibanding angka nasional  (12,08 persen - 8,47 persen, yang mencerminkan tantangan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial di Bengkulu masih perlu mendapat perhatian lebih.

Dalam teori kebijakan publik dan ekonomi pembangunan menekankan bahwa kualitas keluarga lebih menitik beratkan pada pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, stabilitas ekonomi, dan relasi sosial yang berhubungan langsung dengan keberhasilan program pengentasan kemiskinan," ujar Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari,S.H., M.H di depar ratusan peserta Seminar Nasional yang mengakat Tema "Policy Pro Poor Perspektif dalam Percepatan Pembangunan Daerah, Senin, (2/2/2026).

Kemiskinan tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari berbagai persoalan yang berkelindan dalam keluarga—mulai dari kesehatan ibu dan anak, rendahnya pendidikan, hingga keterbatasan akses ekonomi. Karena itu, pembangunan keluarga menjadi pintu masuk strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Keluarga adalah titik awal pembangunan manusia. Jika keluarga kuat, sehat, dan terencana, maka risiko kemiskinan dapat ditekan sejak dini,” ujar Zamhari.

Menurut dia,  untuk menekan dan memutus ratai kemiskinan tidak cukup dengan pendekatan pembangunan yang hanya berfokus pada bantuan sesaat. Intervensi harus menyentuh hulu kehidupan masyarakat, yakni keluarga sebagai unit terkecil pembangunan.

Foto: Peserta kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026.

Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Dan Jarak Kelahiran

Menurut Zamhari pengendalian pertumbuhan penduduk dan jarak kelahiran nerupakan investasi jangka panjang sumber daya manusia. Melalui program pembangunan keluarga, pemerintah hadir sejak fase paling awal kehidupan manusia. Mulai dari pendewasaan usia perkawinan, perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi, pengasuhan anak, hingga pendidikan keluarga. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.

Zamhari menegaskan, Program Bangga Kencana bukan semata mengatur kelahiran, tetapi membangun kualitas hidup keluarga secara menyeluruh dengan berbagai strategi. " Ada tiga poin utama dalam membangun kualitas SDM, pertama Kemendukbangga/BKKBN melalui program pengendalian angka kelahiran dengan pemakaian kontrasepsi modern dan jangka panjang. Edukasi keluarga tentang manfaat keluarga kecil berkualitas dan poin yang tak kalah prioritas adalah peningkatan akses KB di wilayah miskin, terpencil dan rentan. " Kemiskinan sering diperparah oleh pertumbuhan penduduk yang tinggi dan tidak seimbang dengan daya dukung ekonomi ".

Praktik dalam mengurai kemiskinan, Kemendukbangga/BKKBN melalui UU Nomor 52/2009 Tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. Mengembangkan prorgam " Penguatan Ketahanan Keluarga Dan Fungsi". 

Melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga akan memberikan rasa  aman, tenteram, bahagia dalam mewujudkan kesejahteraan kebahagiaan batin. Dengan meningkatkan kualitas anak dengan pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan  perkembangan anak. 

“Bangga Kencana mendorong keluarga agar memiliki perencanaan hidup yang matang. Keluarga yang mampu merencanakan jumlah dan jarak kelahiran dengan baik cenderung lebih sejahtera dan mampu memenuhi kebutuhan pendidikan serta kesehatan anak,” jelasnya.

Dampaknya, daerah akan menikmati bonus demografi yang berkualitas, bukan sekadar pertambahan jumlah penduduk usia produktif tanpa kesiapan. 

Foto: Dekan FISIP UNIB, Prof. Dr. Hj. Sugeng Suharto, M.Si., memberikan sambutan kepada peserta kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026.

Dampak Nyata bagi Pembangunan Daerah

Daerah yang berhasil membangun keluarga berkualitas mulai merasakan manfaatnya. Penurunan stunting, meningkatnya derajat kesehatan, membaiknya partisipasi pendidikan, serta naiknya produktivitas masyarakat menjadi indikator nyata.

“Kualitas keluarga sangat menentukan laju pembangunan daerah. SDM yang sehat dan cerdas akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi beban sosial pemerintah,” tambah Zamhari.

Foto: Rektor Universitas Bengkulu (UNIB), Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik di Universitas Bengkulu (UNIB), Prof. Dr. Kamaludin, S.E., M.M. memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Menurut Kepala BKKBN Bengkulu bahwa keberhasilan pembangunan keluarga berkualitas tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi lintas sektor—pemerintah daerah, sektor kesehatan, pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga kader di tingkat desa.

“Pembangunan keluarga harus dilakukan secara kolaboratif. Ketika semua pihak bergerak bersama, keluarga tidak lagi menjadi objek bantuan, tetapi subjek utama pembangunan,” kata Zamhari.

Pendekatan berbasis keluarga ini dinilai mampu mempercepat pembangunan daerah secara lebih inklusif dan berkeadilan. Dan semua eleman masyarakat tidak satupun tertinggal dalam prosen pembangunan.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos

Rilis : Senin,(2/2/2026)

Sumber Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Saluran Whatsapp : Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Baca Lainnya