Senin, 13 April 2026

Kader Poktan Berperan Krusial Dalam Program Bangga Kencana


                    Kelompok Bina Ketahanan Remaja (BKR) di Bengkulu tergabung dalam GenRe 

Bengkulu,-Peran kader Kelompok Kegiatan (Poktan) dinilai sangat krusial dalam mendukung keberhasilan Program yang diperankan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui gerakan Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Kader menjadi ujung tombak dalam menjangkau langsung keluarga di tingkat akar rumput.

Kader Poktan yang terdiri dari berbagai kelompok seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta pemantauan terhadap keluarga sasaran. Mereka hadir tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan perilaku menuju keluarga berkualitas.

Kader dari berbagai kelompok kegiatan yang ada di BKKBN memiliki peran yang krusial dalam pembangunan kependudukan secara nasional. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta di Bengkulu di kantornya Senin, 13-April-2026

                                            Kelompok Ketahanan BKB Bengkulu

" Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Remaja (BKR) berperan krusial sebagai ujung tombak penggerak program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) di tingkat lapangan. Mereka bertugas mengedukasi, mendampingi, dan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kualitas pengasuhan, mencegah stunting, dan membangun generasi sehat berkarakter". 

Sementara terdapat kelompok kegiatan UPPKA dimana kelompok ini berperan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga akseptor, sementara BKL fokus pada peningkatan kualitas hidup dan ketahanan lansia. Keduanya aktif dalam penyuluhan, pencatatan, dan pendampingan keluarga di masyarakat. 

Di lapangan, kader Poktan aktif mengedukasi masyarakat di wilayah binaannya dalam multi program. Edukasi terkait kesehatan reproduksi, pola asuh anak, pencegahan stunting, hingga penguatan ketahanan keluarga. Dengan pendekatan yang humanis, kader mampu membangun kepercayaan masyarakat sehingga pesan-pesan program lebih mudah diterima," kata Zamhari.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(13/4/2026).


Baca Lainnya