Selasa, 30 Juni 2026

Urai Stunting di Pulau Terluar, Pemkab Bengkulu Utara Intervensi KRS di Enggano

 

GM PT.Pelindo II Cabang Bengkulu (no 2 kiri) Dr. Dimas Rizky Kusmayadi foto bersama Kadis PPKB Bengkulu Utara Nova Hendriani,S.K.M.,M.M

Bengkulu,-Pemerintah intens memerangi stunting, pada akhir Juni 2026 baru ini Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mengintervensi keluarga berisiko stunting (KRS) di Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu untuk mengurai prevalensi stunting di wilayah pulau tersebut.

Menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Bengkulu pemerintah daerah setempat  intervensi melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Untuk tepat sasarannya pemerintah gaet Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) turun menyasar KRS di wilayah pulau terluar guna menekan angka stunting di Bengkulu Utara yang terbilang tinggi masih bertengger pada angka 20,7 persen (SSGI-2024). 

Intervensi KRS yang ada di lima desa di pulau terpencil dan terluar merupakan langkah strategis percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas SDM," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bengkulu Utara, Nova Hendriani, S.K.M., M.M,(Selasa,30/6/2026).


"Kita turun di pulau tersebut pada 23-Juni 2026 bersama PT.Pelindo II Cabang Bengkulu dan Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) sebuah lembaga amil zakat yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat diyakini mampu mengurai persoalan stunting yang bagian dari aral untuk menuju keluarga sejahtera," kata Nova.

Melalui program TJSLP (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan) juga melaksanakan program Bengkel Gizi sebagai bentuk intervensi gizi bagi baduta di Pulau Enggano. Program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan selama tiga bulan berturut-turut. Para penerima manfaat akan mendapatkan pendampingan, pemantauan perkembangan, serta dukungan pemenuhan gizi guna mendorong peningkatan status kesehatan dan mencegah stunting.

Dikatakan Nova, intervensi sensitif dengan penyaluran nutrisi selama enam bulan sejak Juni 2026 hingga Novembe 2026 menyasar 12 keluarga berisiko stunting yang ada di lima desa di pulau tersebut. KRS di Pulau Enggano tercatat sebanyak 99 keluarga, untuk menekan potensi stunting baru maka diperlukan aksi intervensi secara kolaboratif lintas sektor.

Secara terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada pewarta di Bengkulu, Selasa,30 Juni 2026 menyampaikan, intervensi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang digalakkan pemerintah daerah setempat semata upaya percepatan peningkatan kualitas anak bangsa dengan membebaskan mereka dari ancaman kurang gizi kronis. 

Stunting disebabkan banyak faktor, selain kurangnya asupan gizi, sanitasi yang tidak sehatpun menjadi penyebab stunting. "Selain masalah asupan, penyebab utama stunting meliputi infeksi berulang, sanitasi yang buruk, dan kurangnya stimulasi psikososial. Faktor-faktor non-gizi ini menghalangi tubuh menyerap nutrisi dengan baik atau mengganggu hormon pertumbuhan anak," ujar dr. Zamhir.

Kasus kurang asupan gizi kronis (stunting) di Bengkulu masih berada pada angka 18,8 persen (SSGI-2024) dengan jumlah KRS sebanyak 56.851 keluarga yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota. Kabupaten Bengkulu Selatan 4.216, Bengkulu Tengah 3.394 keluarga, Bengkulu Utara sebanyak 9.025, Kabupaten Kaur terdapat 4.328 keluarga, Kepahiang 3.794 KRS dan Kota Bengkulu mencapai 10.802 keluarga berisiko. Sementara KRS di Kabupaten Lebong sebanyak 4.147 keluarga, Mukomuko sebanyak 5.473, Rejang Lebong terdapat 5.317 dan Kabupaten Seluma mencapai 6.355 keluarga berisiko stunting.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Selasa,(30/6/2026)

Perkuat Penerapan 8 Fungsi Keluarga Penyuluh KB Turun Edukasi KRS

                          Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid

Bengkulu,-Ada yang beda peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun ini. Namun perbedaan itu tidak mengurangi nilai dan maknanya untuk mengapresiasi pentingnya peran keluarga dalam membangun bangsa. Harganas ke-33 ini ikut dirasakan hingga masyarakat perdesaan dengan hadirnya Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Petugas KB untuk mengedukasi masyarakat perdesaan dalam upaya memperkuat delapan fungsi keluarga di tengah masyarakat.

"Rangkaian peringatan Harganas tahun ini ratusan TPK dan PKB secara serentak turun ditiap desa dalam gerakan edukasi dan pendampingan inti keluarga (GEMATI). Gemati menurunkan Penyuluh KB untuk mengedukasi keluarga sasaran yaitu kelompok keluarga berisiko stunting (KRS)," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada pewarta di Bengkulu,(Selasa,30/6/2026).

Pada Gemati 2026 Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu menurunkan 289 PKB/PLKB dan 5.594 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK). Dengan personel sejumlah itu dapat memberikan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting (KRS) yang sebanyak 56.851 keluarga yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu.


"Gemati memperkuat peran Penyuluh KB dan PLKB dalam mendampingi terwujudnya keluarga berkualitas dan berketahanan. Dimana tiap Penyuluh KB mengedukasi satu keluarga secara intensif dan berkelanjutan untuk memperkuat penerapan 8 fungsi keluarga menuju keluarga berkualitas dan berketahanan. Konseling yang menyasar KRS dimana PKB/PLKB dan TPK memberikan edukasi kepada keluarga sasaran terkait penguatan 8 fungsi keluarga melalui pendekatan dialogis dan partisipatif," ujar dr. Zamhir.

Keluarga berfungsi sebagai unit sosial terkecil yang menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter, nilai moral, dan kesejahteraan emosional individu. Dalam konsep kesejahteraan sosial, keluarga memiliki 8 fungsi dasar yang sangat penting untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas.

"Fungsi-fungsi tersebut, terdapat fungsi agama fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi lingkungan," ujar dr. Zamhir Setiawan, Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu

Melalui aksi edukasi serentak yang berlangsung sehari pada puncak Harganas itu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan 8 fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Serta untuk menguatkan kapasitas keluarga dalam pengasuhan, komunikasi, kesehatan reproduksi, ketahanan ekonomi, dan pencegahan stunting," harapnya.(irs)

Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Selasa,(30/6/2026).





Senin, 29 Juni 2026

Harganas Gaung " Ayah Wajib Hadir " Menggemah Seantero Bengkulu

Sekdaprov Bengkulu. Dr.H. Herwan Antoni membacakan sambutan tertulis Menteri Mendukbangga pada upacara bendera Harganas-33 di halaman kantor Gubernur Bengkulu,Senin,(29/6/2026)


Bengkulu,-Senin, 29Juni 2026 semangat Hari Keluarga Nasional (Harganas) penuhi atmosfir langit Bengkulu. Gaungnya dengan "Ayah Wajib Hadir" menggemah seantero Bumi Merah Putih.Gerakan Harganas ke-33 disemarakkan dengan digelarnya upacara bendera yang berlangsung di halaman kantor Gubernur melibatkan 650 peserta dari beberapa unsur yang diantaranya tampak unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu. Peringatan hari bersejarah ini tidak sekadar menjadi slogan seremonial, tetapi telah berkembang menjadi ajakan nyata bagi para ayah untuk terlibat aktif dalam pengasuhan, pendidikan, serta tumbuh kembang anak sebagai fondasi utama membangun keluarga yang berkualitas.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni berlaku sebagai inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Kepala BKKBN dr. Wihaji. Melalui tema "Ayah Wajib Hadir" mengandung pesan moral yang menyoroti pentingnya kehadiran utuh seorang ayah dalam pengasuhan anak untuk membentengi keluarga dari dampak negatif disrupsi digital dan mengoptimalkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini.

"Masuknya peradaban modern yang bergerak cepat, sebuah Era VUCA sebuah lanskap global yang dicirikan oleh gejolak/perubahan cepat (Volatility), ketidakpastian (Uncertainty), kerumitan (Complexity), dan kebingungan arah (Ambiguity). Hari ini, disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di genggaman anak-anak kita. 

Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah menggilas masa depan mereka. Maka, ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional. Ketangguhan keluarga ini berkorelasi linear dengan masa depan Indonesia. Kita sedang berada di jendela peluang historis: Bonus Demografi. Ini merupakan peluang yang bisa melesatkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia. Namun kondisi ini bisa berubah menjadi bencana demografi ledakan pengangguran dan runtuhnya stabilitas sosial jika ledakan usia produktif ini tidak berkualitas.  

Oleh karena itu, sambungnya, transformasi kualitas SDM tidak boleh ditunda, dan itu tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan dari dalam rahim ibu dan pengasuhan keluarga. Untuk mengapitalisasi bonus demografi tersebut, kita harus memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga.

Kesehatan sebagai pilar pertama dimana kita harus menuntaskan stunting. Anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga. 

Pilar keuda, Pendidikan Karakter ini untuk jadikan rumah sebagai madrasah abad 21. Di sinilah integritas, kejujuran, dan kedisiplinan ditanamkan untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif. Dan pilar ke-tiga yaitu ketahanan mentel sebagai pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah. 

Sementara itu Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu mengintegrasikan berbagai program pembangunan keluarga melalui lima program prioritas yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan keluarga. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat peran ayah agar hadir, baik secara fisik maupun emosional, dalam kehidupan anak dan keluarga.

"Kehadiran ayah merupakan investasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan. Pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu. Ayah harus hadir sebagai teladan, pendamping, sekaligus sahabat bagi anak. Sosok ayah akan memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah munculnya fenomena fatherless yang berdampak pada perkembangan anak," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., di Bengkulu,Senin,(29/6/2026).

Sebagai implementasi gerakan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN mendorong pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS). Kedua gerakan ini diharapkan menjadi budaya baru yang mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak.

Gaung "Ayah Wajib Hadir" juga mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah dengan menggelar upacara peringatan Harganas di kabupaten dan kota di Bengkulu. Melalui momentum Harganas 2026, Bengkulu ingin menunjukkan bahwa membangun sumber daya manusia unggul dimulai dari keluarga yang kuat. Ketika ayah hadir dalam setiap fase kehidupan anak, keluarga menjadi lebih harmonis, anak tumbuh lebih percaya diri. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu 
Rilis : Senin,(29/6/2026

Harganas ke-33 Pemerintah Titip Pesan Buat Ayah

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu (tengah) bersama Sekdaprov (kiri) dan Kejasaan Tinggi Bengkulu usai upacara Harganas-33 di Bengkulu

Bengkulu,-Penghujung Juni 2026 pemerintah secara serentak di sejumlah daerah di tanah air peringati hari keluarga nasional (Harganas) ke-33. Puncak hari bersejarah itu digelar upacara bendera dengan penuh pesan moral dengan menitip pesan buat ayah-ayah di bawah langit Bumi Pertiwi. Pasalnya, ayah memiliki peran krusial sebagai teladan, pendidik karakter, dan pendukung emosional yang membentuk tumbuh kembang mental anak.

Pesan pada ayah, sang soko guru untuk memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga yaitu melalui pesan tentang "Kesehatan, Pendidikan Karakter dan Ketahanan Mental" karena di mana seorang ayah memiliki peran krusial sebagai kepala keluarga, teladan, pencari nafkah, dan pelindung yang menanamkan nilai-nilai moral dan agama kepada anak-anaknya," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr.H.Zamhir Setiawan, M.Epid., usai upacara peringatan Harganas-33 di halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Senin,(29/6/2026).

Pesan Harganas kata dr Zamhir, "Kesehatan" dimana pemerintah perlu menuntaskan stunting. Anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga. 

Pendidikan Karakter untuk menempatkan rumah sebagai madrasah abad 21. Di sinilah integritas, kejujuran, dan kedisiplinan ditanamkan untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif. Dan pesan moral "Ketahanan Mental" dimana ayah jadi pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah.

                                            Peserta upacara Harganas-33 di Bengkulu

Keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Dari keluargalah, masa depan generasi penerus kita dibentuk. Pada momentum HARGANAS tahun ini, kita bersama-sama menggaungkan gerakan: "Ayah Wajib Hadir". Sebuah gerakan bersama untuk memperkuat kembali peran penting seorang ayah dalam pengasuhan anak.

Pengasuhan bukanlah tugas ibu semata. Dibutuhkan kolaborasi yang kokoh antara ayah dan ibu demi terwujudnya keluarga yang berkualitas, serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045."

"Kehadiran seorang ayah bukan sekadar pemenuhan materi, melainkan keterlibatan jiwa dan raga melalui lima pilar utama: Ayah Hadir, Ayah Terlibat, Ayah Bersama, Ayah Dekat, dan Ayah Berdampak. Mari kita jadikan setiap keluarga di Bengkulu sebagai tempat yang penuh cinta, di mana figur ayah dan ibu saling mendukung demi masa depan anak-anak kita".

Perbaikan kualitas SDM ini mustahil terwujud jika beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak Ibu. Pada momentum ini pemerintah berpesan khusus kepada para Ayah di seluruh Indonesia. Kehadiran fisik dan kedekatan emosional Anda adalah penentu kestabilan struktur kepribadian anak. Jangan biarkan 

anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country di mana Ayah hadir secara fisik, namun absen secara psikologis. Berdasarkan data UNICEF (badan PBB yang menangani anak), sekitar 20,9 persen anak di Indonesia mengalami fatherless (tumbuh tanpa kehadiran atau peran aktif ayah).(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Bengkulu
Rilis : Senin,(29/6/2026).

Jumat, 26 Juni 2026

KB MKJP dan Pasca Persalinan, Investasi Kesehatan Ibu dan Anak


                Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid meninjau                                         pelayanan bakti KB Harganas di Mukomuko, Bengkulu, (foto BKKBN)

Bengkulu,– Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) menjadi salah satu upaya strategis dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sekaligus mewujudkan keluarga yang berkualitas. Melalui pemilihan kontrasepsi yang tepat, pasangan usia subur dapat merencanakan kehamilan dengan lebih aman dan ideal.

KB MKJP, terdapat IUD (Intrauterine Device) atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), IUD menggunakan tembaga bisa mencegah kehamilan hingga 5–10 tahun dan tidak mengandung hormon. Selain IUD terdapat kontrasepsi jangka panjang lainnya seperti implan atau KB susuk yang lebih dikenal dengan implan yang dipasang di bawah kulit lengan atas. Implan bekerja dengan melepaskan hormon progesteron secara perlahan dan efektif mencegah kehamilan. Kedua jenis ini masuk dalam MKJP non permanen.

Dan, terdapat MKJP permanen seperti Medis Operatif Pria (MOP) tindakan bedah kecil pada saluran sperma pria. Proses ini aman, tidak memengaruhi kejantanan, dan bersifat permanen. Medis Operatif Wanita (MOW) dengan tindakan bedah ringan pada saluran tuba falopi wanita untuk menutup atau memotongnya. Cara ini menghentikan kesuburan secara permanen.

KB Pasca Persalinan, ini bukan jenis kontrasepsi, melainkan rentang waktu yang tepat PUS ber-KB. Pasca Persalinan PUS penting ber-KB untuk memberi waktu pemulihan tubuh, mencegah, mengatur jarak ideal kehamilan (minimal 2 tahun), dan memastikan ibu dapat memberikan ASI eksklusif dengan optimal. PUS pasca melahirkan dapat menggunakan berbagai jenis dan metode kontrasepsi seperti IUD, Implan, suntik. Hamil terlalu cepat setelah melahirkan berisiko mengganggu proses penyembuhan rahim, memicu anemia, hingga meningkatkan risiko depresi pasca melahirkan.

                   Bakti KB Harganas 2026, PUS muda di Mukomuko serbu pelayanan KB MKJP

"Hal itu menjadi dasar utama bulan bakti KB Harganas ke-33 tahun 2026 memprioritaskan pelayanan KB MKJP dan Pasca Persalinan, kendati tidak mengabaikan permintaan kontrasepsi lainnya seperti pil, suntik dan kondom," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., saat meninjau pelayanan bakti KB Harganas di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu,(Rabu,24/6/2026).

Ia mengatakan bahwa KB bukan hanya bertujuan mengatur kelahiran, tetapi juga melindungi kesehatan ibu agar memiliki waktu yang cukup untuk pemulihan pasca melahirkan serta memberikan kesempatan bagi bayi memperoleh pengasuhan dan ASI eksklusif secara optimal.

"KB MKJP dan KB pasca persalinan merupakan investasi kesehatan bagi ibu dan anak. Dengan pengaturan jarak kehamilan yang ideal, risiko kehamilan berisiko tinggi dapat ditekan, sehingga ibu lebih sehat dan anak dapat tumbuh secara optimal," ujarnya di selah pelayanan KB.

Ketua Ikatan Penyuluh KB (IPeKB) Kabupaten Mukomuko, Yetwidiawati, S.K.M., M.K.M., menyampaikan bahwa minat ber-KB di tengah masyarakat akhir ini makin meningkat. Peningkatan kesadaran masyarakat di wilayah Mukomuko terhadap manfaat KB berdampak langsung pada melonjaknya kebutuhan MKJP seperti IUD dan implan.

                          

               PUS muda di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu saat pelayanan KB MKJP (implan)

"Hal itu terlihat dari kunjungan PUS pada pelayanan KB Harganas di Mukomuko pada 24/6/2026 di Puskemas Dusun Baru, Kecamatan Air Dikit dan Desa Bukit Mulya, Kecamatan Penarik terdapat pelayanan kontrasepsi jangka panjang mencapai 67 akseptor, IUD 11 peserta dan implant 56 akseptor" rinci Yet.

Menurutnya, metode MKJP seperti IUD dan implan memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan serta dapat digunakan dalam jangka panjang sesuai kebutuhan pasangan. Sementara itu, KB pasca persalinan dapat diberikan segera setelah melahirkan hingga 42 hari masa nifas, sehingga ibu tidak perlu menunda perlindungan terhadap kehamilan berikutnya.

Yet menambahkan, pada bakti KB Harganas tahun ini pemerintah Kabupaten Mukomuko membuka ruang pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) baik faskes pemerintah maupun klinik PMB swasta. Dibukanya akses kepada masyarakat itu sebagai upaya untuk mencapai sasaran kabupaten sebesar 688 peserta KB Peserta Baru (KBPP),' ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Kerja 2 Bidang- KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., menambahkan, bakti KB harganas masih berlangsung hingga 8 Juli 2026. Menjelang akhir Juni 2026 dari sasaran 8.121 telah meraih capaian sebanyak 1.581 peserta. Diantaranya terdapat akseptor dengan menggunakan MKJP 541 peserta, KB Pasca Persalinan (KBPP) sebanyak 820 akseptor dan KB steril wanita/tubektomi mencapai 42 peserta.

Dikatakan Else, jarak kehamilan yang cukup memberi waktu bagi tubuh ibu untuk pulih, mendukung pemberian ASI eksklusif, serta meningkatkan peluang tumbuh kembang anak secara optimal. Untuk itu Kemendukbangga/BKKBN mengimbau seluruh masyarakat khususnya PUS untuk melakukan konsultasi sejak masa kehamilan dengan dokter, bidan, atau tenaga kesehatan. 

Pada tahun ini terdapat PUS di Bengkulu mencapai 320.947 pasangan, yang memerlukan layanan konseling dan KB untuk menentukan pilihan tepat metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan, rencana memiliki anak, dan pola menyusui.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Jumat,(26/6/2026)

Kamis, 25 Juni 2026

Kepala BKKBN Bengkulu Serap Aspirasi dan Bakar Semangat Penyuluh KB Seluma Jelang Harganas Ke-33

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama jajaran dan DP3AP2KB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., beserta jajaran berfoto bersama dengan seluruh Penyuluh KB Kabupaten Seluma di Balai KB Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma.
SELUMA – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menggelar pertemuan intensif bersama seluruh Penyuluh Keluarga Berencana (KB) se-Kabupaten Seluma di Balai KB Kecamatan Seluma pada Kamis, 25 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan arahan strategis langsung kepada para kader lapangan.

Dalam kunjungan kerja ini, Kepala Perwakilan didampingi oleh Weldi Suisno, S.Pd., M.E. selaku Plt. Sekretaris Perwakilan, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. (Ketua Tim Kerja 2 - KB dan Kesehatan Reproduksi), Endah Puspitasari, S.K.M., M.E. (Ketua Tim Kerja 8 - Pengelolaan Manajemen Kinerja), Helmi Suanda, S.Sos. (Ketua DPD IPeKB Bengkulu) dan juga turut hadir menyambut rombongan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., beserta jajaran.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama jajaran dan DP3AP2KB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., beserta jajaran melaksanakan pertemuan tatap muka dengan seluruh Penyuluh KB Kabupaten Seluma di Balai KB Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma.

Apresiasi untuk "Sahabat Terdekat Keluarga"

Dalam arahannya, dr. Zamhir Setiawan memberikan apresiasi yang tinggi dedikasi para tenaga lapangan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN). Ia menegaskan bahwa Penyuluh KB adalah ujung tombak dan sahabat terdekat keluarga, khususnya di Kabupaten Seluma.

"Terus dampingi dan jaga masyarakat dengan menggerakkan Program Bangga Kencana. Peran nyata kalian sangat dinantikan, mulai dari edukasi kontrasepsi, pendampingan keluarga, pengentasan stunting, hingga pembinaan ketahanan keluarga melalui kelompok kegiatan di tingkat desa dan kelurahan," ujar dr. Zamhir.

Foto: Pertemuan tatap muka bersama Penyuluh KB seluruh Kabupaten Seluma di Balai KB Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma.

Songsong Harganas Ke-33: "Ayah Wajib Hadir"

Selain memberikan motivasi, Kepala Perwakilan juga mematangkan persiapan rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk menyukseskan Pelayanan KB Serentak dan Upacara Harganas yang akan digelar serentak di tingkat provinsi dan kabupaten/kota pada 29 Juni 2026.

Tahun ini, Harganas mengusung tema yang kuat dan menyentuh peran keluarga, yaitu "Ayah Wajib Hadir", sebagai simbol pentingnya keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan dan ketahanan keluarga.

Di akhir pertemuan, dr. Zamhir mendoakan agar seluruh tenaga penyuluh KB di lapangan selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan program Bangga Kencana. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya keluarga yang berkualitas demi menyongsong Indonesia Emas 2045.(humas)


penulis dan editor: Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

rilis : 25 Juni 2026

Perkuat Sinergi Bangga Kencana, Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Audiensi ke Pemkab Seluma dan Gencarkan Program Prioritas 2026

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., beserta jajaran berfoto bersama Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, beserta jajaran di ruang kerja Wakil Bupati Seluma, (25/06/2026).
SELUMA – Dalam rangka memperkuat sinergitas program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan audiensi ke Pemerintah Kabupaten Seluma, Kamis (25/6/2026).

Kedatangan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., didampingi oleh Plt. Sekretaris Perwakilan Weldi Suisno, S.Pd., M.E., Ketua Tim Kerja 2 (KB dan Kesehatan Reproduksi) Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., serta Ketua Tim Kerja 8 (Pengelolaan Manajemen Kinerja) Endah Puspitasari, S.K.M., M.E. dan dan Ketua DPD IPeKB Bengkulu, Helmi Suanda, S.Sos.

Rombongan disambut hangat di ruang kerja Wakil Bupati Seluma oleh Drs. H. Gustianto yang mewakili Bupati Seluma, Teddy Rahman, S.E., M.M. Turut mendampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma, Deddy Ramdhani, S.E., M.SE., M.A., Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.IP, M.T., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., beserta jajaran.

Foto: Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., beserta jajaran kepada Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, beserta jajaran di ruang kerja Wakil Bupati Seluma, (25/06/2026).

Fokus Layanan Hulu ke Hilir dan Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN

Dalam pertemuan tersebut, dr. Zamhir Setiawan menyampaikan sejumlah program prioritas dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN yang tengah digalakkan. Fokus utamanya adalah intervensi layanan dari hulu ke hilir demi mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan bebas stunting di Kabupaten Seluma.

Beberapa program strategis yang dipaparkan antara lain:

  1. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)
  2. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)
  3. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)
  4. SiDaya (Lansia Berdaya)
  5. MBG 3B: Dukungan distribusi pada Makanan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD.

"Disamping program-program inovatif tersebut, kami juga terus menggencarkan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) melalui penguatan layanan Keluarga Berencana (KB) di tingkat akar rumput," ujar dr. Zamhir.

Foto: Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, di ruang kerja Wakil Bupati Seluma, (25/06/2026).

Menyongsong Harganas Ke-33: "Ayah Wajib Hadir"

Selain membahas program stunting, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu juga menyampaikan harapan besar agar Bupati dan Wakil Bupati Seluma beserta jajaran dapat menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat kabupaten pada tanggal 29 Juni 2026 mendatang. Pelaksanaan upacara ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.

Tahun ini, Harganas ke-33 mengusung tema yang sangat kuat, yaitu "Ayah Wajib Hadir". Melalui tema ini, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, mengajak para ayah di Indonesia untuk lebih aktif dan terlibat langsung dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, dinilai memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pembentukan karakter serta kesehatan mental anak.

Foto: Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, di ruang kerja Wakil Bupati Seluma, (25/06/2026).

Menuju Indonesia Emas 2045

Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma menyambut baik program-program yang dibawa oleh Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Melalui momentum Harganas ke-33 ini, diharapkan seluruh keluarga di Kabupaten Seluma semakin menyadari pentingnya peran ketahanan keluarga.

Dengan terwujudnya keluarga yang harmonis, tangguh, dan sejahtera, Kabupaten Seluma siap berkontribusi nyata dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045.(Humas)


Penulis & Editor : Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : 25 Juni 2026

Peringati HARGANAS ke-33, Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Gelar Pelayanan KB Serentak dan Tekankan Pentingnya Peran Ayah

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., dan jajaran yang terlibat dalam Pelayanan KB Serentak dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 di Puskesmas Kota Tais, Kecamata Seluma, Kabupaten Seluma, Kamis, 25 Juni 2026.

SELUMA – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangungn Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menggelar aksi nyata lewat Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak. Gerakan ini dilaksanakan selama satu bulan penuh, mulai dari 8 Juni hingga 8 Juli 2026, di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) baik milik pemerintah maupun swasta di wilayah Provinsi Bengkulu.

Guna memastikan kelancaran program strategis ini, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid., turun langsung meninjau pelaksanaan pelayanan KB di Puskesmas Kota Tais, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma, pada Kamis (25/6/2026).

Dalam kunjungan lapangan tersebut, dr. Zamhir Setiawan didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., bersama jajaran setingkat. Turut hadir pula mendampingi, Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., Ketua Tim Kerja 2 (Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi), Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., serta Ketua Tim Kerja 8 (Pengelolaan Manajemen Kinerja), Endah Puspitasari, S.K.M., M.E dan Ketua DPD IPeKB Bengkulu, Helmi Suanda, S.Sos.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid., melakukan peninjauan Pelayanan KB Puskesmas Kota Tais, Kecamata Seluma, Kabupaten Seluma, Kamis, 25 Juni 2026.

Wujud Nyata Dukungan Pemerintah dan Tema "Ayah Wajib Hadir"

Kegiatan pelayanan KB serentak ini menjadi bentuk komitmen dan dukungan nyata pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya perencanaan keluarga, pengaturan jarak kelahiran (birth spacing), serta demi mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.

Menariknya, momentum HARGANAS ke-33 tahun ini mengusung tema yang sangat kuat, yakni "Ayah Wajib Hadir". Tema ini sengaja diangkat untuk menekankan betapa krusialnya keterlibatan seorang ayah di dalam lingkaran domestik, baik secara fisik maupun emosional. Figur ayah kini tidak lagi dipandang sebatas pencari nafkah utama (breadwinner), melainkan harus terlibat aktif mendampingi tumbuh kembang anak serta memberikan rasa aman di rumah. Kehadiran ayah secara utuh diyakini mampu menguatkan kembali fondasi utama keluarga dan menjadi modal penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing sejak dini.

Gambar: Logo Hari Keluarga Nasional ke-33 tahun 2026 dengan tagline "Ayah Wajib Hadir".

Sekilas Sejarah: Awal Mula Tercetusnya Hari Keluarga Nasional

Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Juni memiliki latar belakang sejarah perjuangan bangsa yang mendalam. Pasca-kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tahun 1945, situasi keamanan negara belum sepenuhnya stabil. Banyak pejuang yang harus bergerilya meninggalkan keluarga demi mempertahankan kedaulatan NKRI.

Baru pada tanggal 29 Juni 1949, setelah Belanda menyerahkan kedaulatan secara utuh, para pejuang tersebut dapat kembali pulang dan berkumpul bersama keluarga mereka kembali. Momen kembalinya para pahlawan ke pelukan keluarga inilah yang melandasi pemilihan tanggal tersebut.

Secara resmi, gagasan Hari Keluarga Nasional dicetuskan oleh Kepala BKKBN pertama, Prof. Dr. Haryono Suyono, sebagai pemantik kesadaran masyarakat akan pentingnya keluarga sebagai sekolah pertama dalam kehidupan. Gagasan ini mendapat legalitas resmi melalui Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor 39 Tahun 2014 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menetapkan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap tahunnya tanpa menjadikannya sebagai hari libur nasional. (humas)

Flyer: Pelayanan KB Serentak dalam rangka HARGANAS ke-33 Tahun 2026 (instagram: @kemendukbangga_bkkbnbengkulu)


Penulis & Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Kamis,(25/6/2026).

Kemendukbangga/BKKBN : Forum Genre Jadilah Benteng Bagi Pemuda Penerus Pembangunan Bangsa


Kepala BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid bersama jajarannya saat bind=cang bersama Ketua Forum GenRe Mukomuko, di ruang kerja Kepala DinasP2KBP3A Selasa,(24/6/2026)

Bengkulu,-Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengajak Forum Generasi Berencana (GenRe) di Provinsi Bengkulu untuk tetap kokoh tegak berdiri menjadi benteng bagi remaja agar tumbuh sebagai penerus estafet pembangunan berkelanjutan.

Remaja merupakan pondasi utama dan aset paling berharga dalam pembangunan bangsa. Menghadapi tantangan global dan mempersiapkan semangat kepemimpinan, remaja GenRe harus membentengi diri dengan moral yang kuat, ilmu pengetahuan, serta literasi digital guna mewujudkan cita-cita bangsa.

Forum GenRe teruslah memperkuat perannya sebagai wadah pengembangan diri remaja dalam upaya menciptakan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan mampu merencanakan masa depan dengan baik.

Melalui berbagai kegiatan edukasi, konseling sebaya, pengembangan kepemimpinan, hingga kampanye kesehatan reproduksi, Forum GenRe dengan edukasi TRIAD KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) menjadi garda terdepan dalam membina remaja agar terhindar dari berbagai perilaku berisiko seperti pernikahan usia anak, penyalahgunaan narkotikan, psikotropika dan zat adiktif lainnya serta terhindar dari pergaulan seks luar nikah yang berpotensi menularkan penyakit HIV/AIDS.

Hal itu disampaikan dr. Zamhir Setiawan ketika tatap muka bersama Forum GenRe Kabupaten Mukomuko di kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Mukomuko, Bengkulu, Selasa,(23/6/2026).

Forum GenRe juga berfungsi sebagai sarana bagi remaja untuk meningkatkan keterampilan hidup (life skills), kemampuan berkomunikasi, serta memperluas jejaring dan pengalaman organisasi. Dengan pendekatan dari remaja untuk remaja, penyampaian informasi dinilai lebih efektif karena dilakukan melalui pendidik dan konselor sebaya.

Kepala BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid (batik tengah) bersama Kepala DP2KBP3A Bustam Bustomo,SKM

"GenRe Mukomuko pada lomba ADUJAK 2026 hadir di tingkat nasional untuk mewakili Provinsi Bengkulu, diharapkan untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial tetapi teruslah hadir di tengah masyarakat untuk menginspirasi remaja di lingkungan," harap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Untuk diketahui, kasus pernikahan usia anak di Bengkulu masih terbilang tingga mencapai 4,71 persen. "Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka perkawinan perempuan usia anak (di bawah 18 tahun) di Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 4,71 persen. Sehingga yayasan Cahaya Perempuan WCC menyebutkan bahwa posisi tersebut menempatkan Bengkulu sebagai salah satu provinsi dengan kasus perkawinan usia anak tertinggi di Indonesia dan peringkat pertama di Sumatera".

Ketua Umum Forum GenRe Kabupaten Mukomuko, Azriel Alsauqi menyampaikan forum remaja ini berkomitmen terus bernapas pada slogan GenRe "Setahun Mengabdi Seumur Hidup Menginspirasi". 

Dikatakan Azriel, GenRe kini bertransformasi menjadi aktor, amplifikator, dan akselerator pembangunan remaja. Fokus utamanya mencakup pengawalan isu stunting, fatherless, kesehatan reproduksi, serta literasi digital untuk mencegah dampak negatif media sosial di era digitalisasi.

GenRe Kabupaten Mukomuko dengan anggota sebanyak 39 orang tetap hadir menyebarkan virus-virus positif di tengah masyarakat untuk membentengi remaja di daerah ini dari hal-hal negatif yang dapat merusak generasi penerus Kabupaten Mukomuko. Mukomuko dengan populiasi remaja yang mencapai 50 ribu jiwa lebih dapat jalan dan tumbuh bersama forum genre menjadi penerus harapan bangsa," ujar Azriel.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Kamis,(25/6/2026).

TAMASYA dan MBG 3B Perkuat Perlindungan dan Pemenuhan Gizi Ibu dan Anak

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid saat pertemuan bersama PKB/PLKB di Mukomuko,Selasa,(24/6/2026)


Bengkulu,– Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus diperkuat. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) telah meluncurkan program Taman Asuh Saya Anak (TAMASYA) yang dapat diintegrasikan bersama Makan Bergizi Gratis dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (MBG 3B).

Sinergi kedua program ini merupakan upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan gizi ibu dan anak yang diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Program TAMASYA yang digagas Kemendukbangga/BKKBN bertujuan memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang aman, nyaman, dan berkualitas, khususnya bagi keluarga pekerja. Sementara itu, MBG 3B hadir untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok sasaran yang menjadi periode krusial dalam mencegah stunting dan membangun generasi sehat.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr.H. Zamhir Setiawan, M.Epid,, mengatakan Integrasi kedua program tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas generasi masa depan yang disampaikan saat dialog berama sejumlah Petugas KB (PKB)/Penyuluh Lapangan KB (PLKB) di ruang pertemuan  DP2KBP3A Kabupaten Mukomuko, Selasa,(23/6/2026).

Dikatakan dr. Zamhir, penyatuan komponen program tersebut upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan gizi ibu dan anak. “Pemenuhan gizi yang baik harus berjalan beriringan dengan pengasuhan yang berkualitas. Melalui integrasi TAMASYA dan MBG 3B, anak tidak hanya memperoleh asupan gizi yang cukup, tetapi juga mendapatkan lingkungan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal,” ujarnya.

“MBG 3B berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sementara TAMASYA memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang aman, penuh kasih sayang, dan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Kolaborasi ini menjadi investasi penting dalam mencetak generasi yang unggul".

Ia mengajak seluruh PKB untuk menjadi garda terdepan dalam mengintegrasikan Program TAMASYA dengan MBG 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Kedua program ini memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan anak tumbuh sehat, cerdas, dan mendapatkan pengasuhan yang berkualitas sejak dini.

"PKB memiliki peran strategis dalam melakukan edukasi, pendampingan, dan memastikan keluarga sasaran memperoleh manfaat dari kedua program tersebut. Pemenuhan gizi yang baik harus berjalan seiring dengan pola pengasuhan yang tepat agar upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat berjalan optimal."

"Melalui integrasi TAMASYA dan MBG 3B, kita ingin menghadirkan layanan yang lebih komprehensif kepada keluarga. Anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang cukup, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang". 

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Mukomuko Bustam Bustomo, S.K.M., menyampaikan, penggerakan program Bangga Kencana di daerah itu didukung tenaga PKB/PLKB yang mencapai 41 orang yang membina masyarakat yang terdapat di 151 desa kelurahan.

PKB/PLKB memegang peran vital sebagai garda terdepan penggerak, fasilitator, dan pendamping keluarga. Mereka bertugas memastikan kesuksesan program prioritas seperti TAMASYA dan MBG 3B  untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD langsung di tingkat akar rumput.

Bustam berharap seluruh PKB yang mencapai 41 orang  dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah (desa-kecamatan), kader, pengelola satuan pelayanan, serta mitra terkait agar implementasi kedua program ini semakin efektif dan mampu menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Kamis,(25/6/2026).

Rabu, 24 Juni 2026

NIB Fondasi Legalitas Bagi Kelompok UPPKA


Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., didampingi Ketua Tim Kerja 2 (Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Mardhotillah Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos., pada kegiatan tatap muka bersama Kelompok UPPKA di Kabupaten Mukomuko.

Bengkulu,-Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) adalah program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN). Diluncurkan program ini untuk membentuk keluarga mandiri dan sejahtera melalui kelompok usaha mikro. Program ini fokus memperkuat ekonomi keluarga akseptor KB dan Pasangan Usia Subur (PUS) guna mendukung program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting.

"Untuk memperkuat ekonomi keluarga akseptor kelompok usaha mikro itu maka perlu didorong untuk mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bukti registrasi  sebagai identitas pelaku usaha dalam kegiatannya," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., pada orientasi dan pelatihan teknis pelaksanaan bagi kader UPPKA di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Selasa,(23/6/2026). 

Orientasi dan pelatihan teknis pelaksanaan kelompok UPPKA berlangsung di kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mukomuko diikuti sebanyak 30 orang keder UPPKA yang terdapat di 15 kecamatan di daerah itu.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., ketika memberikan sambutan pada kegiatan tatap muka bersama Kelompok UPPKA di Kabupaten Mukomuko.

Izin usaha tersebut sebaiknya dimiliki untuk semua skala usaha. Setiap pelaku usaha perlu memiliki NIB sebagai identitas resmi usaha. Yang diterbitkan oleh Lembaga Online Single Submission (OSS) dan berlaku untuk usaha risiko rendah hingga tinggi.

"NIB bagi pelaku ekonomi mikro (UPPKA) sangat penting sebagai fondasi legalitas bagi kelompok UPPKA. Kepemilikan NIB mengubah status usaha dari informal menjadi formal, membuka akses yang lebih luas ke berbagai program pemerintah dan dukungan perbankan," kata dr Zamhir.

Didepan puluhan kader pelaku ekonomi mikro di Mukomuko, Zamhir Setiawan menyampaikan bahwa, Legalitas dan perlindungan usaha tersebut memiliki banyak manfaat selain berlaku sebagai bukti resmi kepemilikan usaha mikro/kecil yang diakui negara, juga menggantikan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Izin tersebut dapat mendorong akses permodalan lebih mudah dan menjadi syarat untuk mengajukan kredit usaha atau hibah program pemberdayaan ekonomi dari pemerintah.

Menanggapi tantangan kelompok pelaku ekonomi dalam meningkatkan penjualan, dia menyampaikan perlu strategi pemasaran dengan memanfaatkan media sosial. Sarana digital untuk mempromosikan produk secara efektif dan hemat biaya. "Platform ini memungkinkan bisnis menjangkau audiens yang lebih luas, membangun brand awareness, berinteraksi langsung dengan pelanggan, serta mengarahkan penjualan secara langsung melalui konten kreatif," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir.

Foto: Kelompok UPPKA di Kabupaten Mukomuko mengikuti kegiatan tatap muka yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu di Aula DP3AP2KB Kabupaten Mukomuko.

Ketua Tim Kerja 2 (Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting) Mardhotillah Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos., menyebutkan pemanfaatan platform dapat membantu dalam meningkatkan penjualan sejumlah kelompok pelaku ekonomi mikro di daerah itu. Di Kabupaten Mukomuko terdapat sebanyak 133 kelompok pelaku ekonomi UPPKA yang tersebar di 15 kecamatan di daerah ini.

Dan diyakini pengembangan usaha UPPKA melalui kepemilikan NIB dan strategi marketing yang modern diharapkan usaha ekonomi kecil menengah di daerah ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga yang tersebar di 151 desa kelurahan.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu,(24/6/2026)

Kamis, 18 Juni 2026

Harganas "Ayah Wajib Hadir" Mendorong Peran Aktif Orangtua

Foto: Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan.S.E (tengah) foto bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., Bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu di Balai Semarak Bengkulu,Kamis,(18/6/2026).

Bengkulu,- Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 segera digelar serentak disejumlah daerah provinsi di tanah air pada 29 Juni 2026 dengan mengusung slogan "Ayah Wajib Hadir". Slogan itu untuk mendorong peran aktif orangtua agar terlibat penuh suami/ayah/orangtua dalam perencanaan dan kesehatan keluarga.

Peringatan Harganas tahun ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan melaksanakan upacara di halaman kantor gubernur setempat dengan menurunkan sejumlah instansi jajaran pemerintah provinsi di daerah ini. Untuk lebih luasnya gaung peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini pemerintah dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badana Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersinergi untuk menyatukan berbagai kegiatan nasional dan daerah yang secara keseluruhan bertujuan untuk keluarga di Bengkulu yang berketahanan.

"Keluarga berketahanan adalah kemampuan dinamis suatu keluarga untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit dari berbagai tantangan, krisis, atau ancaman, baik yang berasal dari dalam maupun luar. Keluarga ini mampu menjalankan fungsi fisik, psikologis, sosial, dan ekonominya secara optimal untuk mencapai kesejahteraan. Yang ditopang oleh beberapa dimensi, dimensi ketahanan fisik, ekonomi psikologis dan ketahanan sosial".

"Peringatan HARGANAS tahun ini mari kita satukan langkah untuk berkolaborasi bersama lintas sektor menuju sasarannya yaitu keluarga yang berketahanan," kata Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, S.E., saat menerima kunjungan kerja Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkul, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid di Balai Semarak, Kamis,(18/6/2026). 

Foto: Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, S.E., (kiri) menerima Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., di Balai Semarak (18/06/2026).

Pemerintah daerah bersama Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat kolaborasi dalam upaya membangun keluarga berketahanan sebagai fondasi utama lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan lima program prioritas yang menyentuh seluruh siklus kehidupan keluarga, mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, penguatan peran ayah, pemberdayaan lansia, hingga pendampingan program makan bergizi gratis yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUF (MBG 3B).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menyebutkan, dalam rangka mengimplementasikan strategi nasional penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). "Pada peringatan hari keluarga tahun ini pemerintah menggaungkan aksi Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS). Dua gerakan tersebut didasari surat edaran Kemendukbangga No 17/2026 sebagai dukungan pemerintah dalam pelaskanaan GEMAR dan GAMAS," kata Kepala BKKBN Zamhir.

Dikatakan dr Zamhir, pengasuhan anak bukan hanya tugas seorang ibu. Keterlibatan aktif para ayah (atau figur ayah) sangat krusial dalam pembentukan karakter anak yang diyakini dapat menekan fenomena Fatherless, penurunan angka stunting, dan membangun generasi masa depan yang tangguh serta harmonis.

Selain menyampaikan lima program utama Kemendukbangga, Zamhir menyampaikan bahwa masih terdapat program yang beririsan erat untuk mendorong percepatan pembangunan generasi muda yaitu pusat informasi konseling remaja (PIK-R) dan Generasi Berencana (GenRe). PIK-R di Bengkulu terdapat di sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA di Bengkulu. Berdasarkan data keluarga BKKBN terdapat PIK-R 858 kelompok dan 1.254 kepompok kegiatan Bina Keluarga Remaja yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Kamis, (18/6/2026).

Sosialisasi SKB 4 Menteri di Daerah Upaya Pengendalian Mutu Program KB

Foto bersama : Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr. H Zamhir Setiawan., M.Epid (batik kanan) usai menerima kunjungan kerja tim teknis SKB 4 Menteri

Bengkulu,-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama sejumlah lembaga teknis pelaksanaan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Tentang Pengendalian Mutu Pelayanan KB di daerah ini segera mengambil langkah untuk mensosialisasikan keputusan tersebut hingga kabupaten dan kota di daerah ini.

Keputusan bersama 4 menteri tersebut di sepakati oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN serta Badan POM RI dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaraan program KB dan kesehatan reproduksi. Dan untuk memastikan pelayanan KB sesuai dengan standar.

Guna mewujudkan pelayanan yang standar perlu disosialisasikan keputusan tersebut hingga di tingkat daerah dengan terbentuknya forum koordinasi pengendalian mutu pelayanan KB di daerah," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., saat menerima audienasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, DP3APPKB Bengkulu dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu di ruang kerjanya, Kamis, (18/6/2026).

Keputusan tersebut memuat beberapa tujuan yaitu untuk menjamin mutu pelayanan KB agar setiap akseptor memperoleh pelayanan yang aman, efektif, dan sesuai standar medis. Melindungi hak peserta KB, sehingga mereka mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat memilih metode kontrasepsi secara sukarela dan bertanggung jawab, serta Meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam penyelenggaraan program KB antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan. 

Foto : Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., saat menerima Undangan pada Rapat Koordinasi Pengendalian Mutu Pelayanan Keluarga Berencana di ruang rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Selain itu yang tidak kalah penting penekanan untuk mengurangi angka kegagalan dan komplikasi pelayanan KB melalui penerapan standar pelayanan dan pengawasan mutu. Dengan demikian dapat mendukung pencapaian program Bangga Kencana dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang.

Dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, capaian pelayanan KB dalam tiga bulan terakhir terus mengalami peningkatan, terlihat pada Mei 2026 capaian peserta KB baru sebanyak 9.607 akseptor dengan menggunakan berbagai jenis dan metode kotrasepsi. Berdasarkan data terkini dari Instalasi Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, stok alokon berupa suntik tersedia sebanyak 1.500 pcs. Pil Progestin tersedia sebanyak 600 siklus. 

Dari ketersediaan alokon tersebut telah melayani 14.725 akseptor hingga Mei 2026, dengan 4.614 peserta di antaranya menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dalam praktiknya, pengendalian mutu KB mencakup aspek tenaga pelayanan, sarana dan prasarana, alat-obat kontrasepsi, pencatatan dan pelaporan, serta pembinaan dan pengawasan pelayanan KB di lapangan.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Kamis,(18/6/2026)

Rabu, 17 Juni 2026

Ketahanan Keluarga Dalam Seni Budaya Mendorong Kerukunan dan Kesejahteraan

 

Foto: (dari kanan ke kiri) Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, S.E., Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, M.M., Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., dan tamu undangan pada Pembukaan Festival Tabut 2026 di Lapangan Sport Center Pantai Panjang, Kota Bengkulu (16 Juni 2026).
                       

Bengkulu,-Pemaduan program Ketahanan Keluarga dalam Seni Budaya adalah upaya memperkokoh fondasi, keharmonisan, dan kesejahteraan keluarga melalui pelestarian nilai kearifan lokal, tradisi, dan aktivitas kreatif. Pendekatan ini menjadikan seni dan budaya sebagai sarana komunikasi dan edukasi program pemerintah maupun edukasi antargenerasi.

Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, S.E., menghimbau agar kesenian dan kebudayaan dijadikan sebagai bagian dari media edukasi program nasional maupun daerah untuk mewujudkan masyarakat religius dan berketahanan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan ide pengembangan event kebudayaan nasional berskala besar agar dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin luas untuk kesejahteraan keluarga menuju masyarakat yang sejahtera.

"Festival tabut ini dapat membangkitkan denyut nadi kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membangun ekonomi masyarakat sebagai implementasi pembangunan sumber daya manusia (SDM). Untuk melalui seni dan budaya mari kita bangun keluarga menjadi sebuah rumah tangga yang harmonis dan rukun sebagai wujud dan cermin keluarga yang berketahanan dan berkualitas," kata Gubernur Bengkulu pada pembukaan festival tabut 2026, Selasa, (15/6/2026).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dan Walikota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M. menghadiri kegiatan Pembukaan Festival Tabut 2026 di Lapangan Sport Center Pantai Panjang, Kota Bengkulu (16 Juni 2026).
    

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., usai henghadiri pembukaan festival tabut 2026 kepada pewarta di Bengkulu menyebutkan, seni budaya dan pembangunan kependudukan adalah dua elemen yang saling berkaitan. 

"Seni dan budaya menjadi fondasi dalam membentuk karakter dan identitas masyarakat, sementara program pembangunan kependudukan yang memprioritaskan lima program utama Kemedukbangga/BKKBN terus  menggunakan pendekatan seni kreatif sebagai sarana edukasi yang efektif, khususnya bagi generasi muda. Ketahanan keluarga dalam seni budaya dapat mendorong terciptanya kerukunan dan kesejahteraan masyarakat karena penyebaran informasi melalui kesenian dan budaya lebih mudah diterima masyarakat dari berbagai kalangan," ujar dr. Zamhir.

Program prioritas Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang fokus pada upaya kolektif mencegah stunting bagi anak-anak yang berisiko atau terdampak stunting.Taman Asuh Sayang Anak(Tamasya) yang memfasilitasi pengasuhan anak berkualitas yang didukung oleh pengasuh tersertifikasi, GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) dimana untuk mendorong peran aktif dan keteladanan seorang ayah untuk menciptakan ketahanan dan keharmonisan keluarga yang lebih kuat.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menghadiri kegiatan Pembukaan Festival Tabut 2026 di Lapangan Sport Center Pantai Panjang, Kota Bengkulu (16 Juni 2026).
 

Sementara itu masih pada ketahanan keluarga terdapat progam SIDAYA (Lansia Berdaya) untuk memberdayakan para lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan berperan aktif di tengah keluarga maupun masyarakat. Serta pendampingan dan pendistribusian program makan bergizi gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, ibu hamil, ibu menyusui dan balita non PAUD.

Program makan bergizi gratis (MBG) kelompok sasaran 3B. ibu hamil, menyusui dan balita non PAUD mencapai 36.513 penerima manfaat. Dan untuk program GENTING di Bengkulu tercatat sampai dengan 22 Mei 2026 telah disalurkan kepada 622 penerima yang tersebar di lima daerah kabupaten dan kota. 

Dia menyebutkan terhadap program SIDAYA, pemerintah Kota Bengkulu tengah mengembangkan sebanyak 11 sekolah lansia yang tersebar di sejumlah daerah kecamayan di daerah ini. Dari jumlah sekolah sebanyak itu terdapat dua sekolah telah menyelesaikan tahap pemberlajaran standar 1 dan akan segera pada pembelajaran standar 2.

Pendekatan lima program utama BKKBN terus bersinergi dengan lembaga-lembaga seni dan budaya lokal untuk menyampaikan pesan secara persuasif. Pendekatan ini memanfaatkan kearifan lokal agar nilai-nilai keluarga berkualitas lebih mudah diterima, dipahami, dan dipraktikkan langsung oleh masyarakat,"tutup Zamhir.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu
Rilis : Rabu, (16/6/2026)

Baca Lainnya