Rabu, 29 April 2026

BKKBN Bengkulu Resmi Tutup Pelaksanaan SJT 2026

Foto: Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (29/4/2026).

Bengkulu – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu resmi menutup pelaksanaan Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 yang telah digelar selama 3 (tiga) hari sejak 27 sd 29 April 2026 dengan melibatkan 35 orang Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sebagai tenaga profesional program bangga kencana. Penilaian kompetensi SJT ini merupakan bagian dari upaya penguatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di seluruh Indonesia.

Kegiatan penutupan berlangsung di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu, 29 April 2026 yang dihadiri jajaran pimpinan serta peserta SJT. Penutupan menandai berakhirnya rangkaian penilaian yang bertujuan memetakan potensi, kapasitas, dan kemampuan pegawai dalam menghadapi berbagai situasi kerja.

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses SJT dengan disiplin dan semangat tinggi. Menurutnya, hasil Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 akan menjadi salah satu dasar penting dalam pengembangan karier pegawai dan penerapan manajemen talenta di lingkungan kerja.

Foto: Peserta Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (29/4/2026).

“SJT ini menjadi instrumen untuk melihat kemampuan pegawai dalam mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta beradaptasi terhadap dinamika organisasi,” ujar Zamhari kepada wartawan di Bengkulu, Rabu, (29/4/2026).

Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026, sebuah wujud komitmen Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi mendukung program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Aminatuzakiyah Alfakhiroh, S.K.M. menambahkan Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 ini mendatangkan para peserta untuk diuji melalui berbagai simulasi situasi kerja nyata yang menuntut kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan tepat, hingga menunjukkan kepemimpinan dalam kondisi dinamis. Metode ini dinilai efektif memotret kapasitas ASN secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi pengetahuan teknis, tetapi juga integritas dan kecakapan menghadapi tantangan lapangan.

Foto: Peserta Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (29/4/2026).

Aminatuzakiyah menegaskan bahwa Penilaian Kompetensi SJT bukan sekadar tes, tetapi instrumen strategis dalam memetakan potensi pegawai untuk mendukung promosi, pengembangan karier, serta penempatan SDM yang tepat sasaran. Dengan demikian, organisasi dapat bergerak lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(irs)

Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu, 29 April 2026.


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@kemendukbangga.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Follow Sosial Media Kami:

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Saluran Whatsapp : Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Selasa, 28 April 2026

Semangat GENTING 2026 : Tak Ada Tumbuh Kembang Anak Yang Tertinggal

Foto: Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP. bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., Kepala Dinas Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Nova Hendriani, S.K.M., M.M. dan Mitra Strategis pada Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Utara (28/4/2026).

Bengkulu,-Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu baru saja menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tingkat Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2026 bersama sejumlah mitra teknis pencegahan stunting di daerah itu. Rapat yang dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP.

Rakor GENTING pada Selasa 28 April 2026 berlangsung di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Utara itu hadir Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., Kepala Dinas Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Nova Hendriani, S.K.M., M.M. dan Mitra Teknis serta peserta undangan lainnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP. dalam pembukaannya menyampaikan, GENTING, merupakan program inovasi dari pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui semangat gotong royong masyarakat dan pemerintah daerah.

Foto: Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP. dalam sambutannya pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Utara (28/4/2026).

"Untuk menekan angka stunting di Provinsi Bengkulu dengan melibatkan pemerintah daerah sebagai "orang tua asuh" bagi keluarga berisiko. Program ini difokuskan pada pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," kata Bari Oktari, Selasa, (28/4/2026).

Dengan gerakan bersama ini membangun komitmen membangun keluarga yang sehat. "Tak ada anak yang boleh tertinggal dalam tumbuh kembangnya. Itulah semangat yang menggerakkan Program GENTING hadir di tengah-tengah kita. Hari ini, Kabupaten Bengkulu Utara berkumpul, berkoordinasi, dan berkomitmen untuk terus menjadi yang terdepan dalam gerakan GENTING melalui intervensi terhadap keluarga berisiko stunting (KRS) yang merupakan keluarga sasaran prioritas. Kabupaten Bengkulu Utara terdapat sebanyak  2.272 keluarga sasaran intervensi," ujarnya.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., dalam pemaparannya tentang Program GENTING Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Utara (28/4/2026).

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H. dalam Rakor GENTING menyampaikan untuk mengentaskan stunting di tengah keluarga masyarakat perlu adanya berkomitmen dalam filosofi GENTING yakni dengan mengedepankan sistem yang transparan. 

"Dimana, setiap bantuan tercatat, terpantau, dan dapat dipertanggungjawabkan bangun sistem yang adil yang mampu membantu yang membutuhkan, tanpa terkecuali dan membangun sistem yang konsisten," sebut Zamhari.

Foto: Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP. bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., Kepala Dinas Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Nova Hendriani, S.K.M., M.M. dan Mitra Strategis pada Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Utara (28/4/2026).

Melalui langkah demikian itu kata Zamhari, maka keluarga berisiko stunting merasakan bahwa sistem ini nyata dan dapat dipercaya. Mereka akan berani berinvestasi untuk masa depan anak-anaknya. Persoalan stunting bukan hanya urusan satu pihak. namun menjadi tanggung jawab bersama.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Selasa, 28 April 2026.


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@kemendukbangga.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Follow Sosial Media Kami

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Saluran Whatsapp : Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).


Mewujudkan Managemen Talenta ASN, BKKBN Gelar Penilaian Kompetensi Pegawai

                                  Pelantihan peningkatan kompetensi ASN BKKBN Bengkulu

Bengkulu,-Dalam upaya mewujudkan sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional dan berdaya saing, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menggelar penilaian kompetensi pegawai melalui sistem situational judgment test (SJT) Batch 2 sebagai langkah strategis dalam pemetaan potensi sumber daya manusia (SDM) di lingkup BKKBN di daerah ini.

" SJT " adalah metode asesmen kompetensi yang mengukur kemampuan pengambilan keputusan dan perilaku kerja dalam skenario spesifik yang realistis. Yang digunakan dalam seleksi atau evaluasi untuk menilai keterampilan manajerial, sosial kultural, interpersonal, serta pemecahan masalah sesuai kebutuhan jabatan". 

Penilaian kompetensi yang berlangsung penghujung April-2026 itu beralngsung selama tiga hari 27-29 dengan melibatkan puluhan tenaga lini lapangan (Penyuluh KB), bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan, potensi, serta kesiapan pegawai dalam mendukung pelaksanaan program prioritas pembangunan keluarga, kependudukan, dan percepatan penurunan stunting. Melalui penilaian kompetensi, setiap pegawai diharapkan dapat ditempatkan sesuai keahlian dan kapasitasnya.

Pelaksanaan kompetensi menjadi bagian penting dalam penerapan merit system, yakni sistem pengelolaan ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan transparan. Dengan demikian, pengembangan karier pegawai dapat dilakukan secara objektif dan terukur. " Penilaian kompetensi BKKBN Bengkulu diikuti sebanyak 36 orang penyuluh KB dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu," kata Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta di ruang kerjannya, Senin,(27/4/2026).

Ia menyampaikan bahwa manajemen talenta bukan sekadar penempatan jabatan, namun upaya membangun organisasi yang adaptif, unggul, dan siap menghadapi tantangan ke depan.

“Pegawai adalah aset utama organisasi. Karena itu, pemetaan kompetensi menjadi langkah penting agar setiap SDM dapat berkembang maksimal dan memberi kontribusi terbaik,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BKKBN berharap tercipta ASN yang kompeten, inovatif, dan berintegritas, sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas kepada masyarakat.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(27/4/2026).

Senin, 27 April 2026

Menuju Organisasi Adaptif, BKKBN Susun Formasi Tim Kerja Baru

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H saat rapat pembahasan tim kerja baru di lingkup BKKBN 

Bengkulu,-Dalam memperkuat kinerja organisasi yang efektif, efisien, dan adaptif terhadap tantangan, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu pada bulan ke-empat 2026 tahun ini menyusun formasi tim kerja baru sebagai langkah strategis mendukung percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Perwakilan BKKBN Bengkulu dengan tim kerja baru meraping dari 12 tim kerja menjadi sembilan kelompok tim kerja baru yang efektif mulai 27 April 2026.

Penyusunan tim kerja baru tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian dinamika organisasi, sekaligus memastikan seluruh program berjalan lebih terarah, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Struktur kerja yang baru diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi lintas bidang serta mempercepat pengambilan keputusan. Perombakan unit kerja tersebut sebagai Implementasi Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 39/KEP/B2/2026 tanggal 6 Februari 2026 tentang Sistem Kerja di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyampaikan bahwa perubahan formasi tim kerja merupakan bagian dari transformasi birokrasi agar organisasi semakin lincah dalam menjawab tantangan pembangunan kependudukan dan keluarga. 

“Organisasi yang adaptif harus mampu bergerak cepat, bekerja cerdas, dan terus berinovasi. Karena itu, penataan tim kerja menjadi langkah penting agar setiap potensi pegawai dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

Melalui susunan tim kerja baru ini, BKKBN optimistis kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, khususnya dalam mendukung program Bangga Kencana, percepatan penurunan stunting, serta pembangunan keluarga berkualitas.


Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen BKKBN untuk terus bertransformasi menjadi lembaga modern, profesional, dan siap menghadapi perubahan di era digital," kata Zamhari saat menggelar rapat bersama sejumlah tim kerja di lingkup BKKBN Bengkulu, Senin,(27/4/2026).

Dikatakannya, langkah awal untuk menggerakkan unit kerja lebih solid dan kuat dengan meningkatkan komunikasi yang efektif maka dinilai perlu adanya rapat singkat internal guna memastikan pelaksanaan tugas akan  berjalan optimal. 

" Penguatan komunikasi efektif dan sinergi menjadi kunci utama dalam pelaksanaan kerja tim. Komunikasi efektif diwujudkan melalui keterbukaan informasi, koordinasi yang terstruktur dan rutin, serta kejelasan dalam penyampaian target, peran, dan capaian di setiap lini kerja. Hal ini penting untuk meminimalisir miskomunikasi dan memastikan setiap anggota tim memiliki pemahaman yang sama," ujar Kepala BKKBN Zamhari.

Sinergi dibangun melalui kolaborasi lintas tim, saling mendukung dalam penyelesaian tugas, serta penyelarasan peran dan fungsi agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan. Dengan sinergi yang kuat, setiap potensi dan sumber daya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai hasil yang maksimal. Dengan komunikasi efektif dan sinergi yang solid, diharapkan seluruh Tim Kerja mampu bergerak selaras, responsif terhadap tantangan, serta mencapai target kerja secara optimal dan berkelanjutan.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli,S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(27/4/2026)

Jumat, 24 April 2026

Sanitasi Sehat dan Hunian Layak Dorong Percepatan Penurunan Stunting


                                 Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H

Bengkulu,- Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menilai ketersediaan hunian layak huni menjadi salah satu faktor penting dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah ini. Rumah yang sehat, memiliki sanitasi baik, akses air bersih, ventilasi cukup, serta lingkungan yang aman dinilai mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Program bedah rumah menjadikan pendamping dalam pencegahan stunting. pada 2025 tahun lalu BKKBN setempat melalui aksi gotong royong bersama mitra dengan program bedah rumah layak huni membangun  sebanyak dua unit rumah. Dengan dukungan dana sebesar Rp.40 juta," kata Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta di Bengkulu, Jumat, (24/4/2026).

Bedah rumah layak huni dilakukan atas berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa kondisi tempat tinggal yang tidak layak menjadi salah satu penyumbang tingginya risiko stunting. Lingkungan yang kumuh, minim sanitasi, serta kurangnya akses air bersih dapat memicu penyakit infeksi berulang pada anak, sehingga menghambat penyerapan gizi dan pertumbuhan.

Pemerintah bersama berbagai pihak kini terus mendorong program pembangunan dan renovasi rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting. Langkah ini dipadukan dengan intervensi gizi, edukasi pola asuh, serta peningkatan layanan kesehatan bagi ibu dan anak.

                  Berbagai upaya dan strategi pemerintah dalam pencegahan dan penurunan stunting

Dengan hunian yang sehat dan nyaman, keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan terbaik bagi anak-anak untuk tumbuh kuat, cerdas, dan sehat. Karena itu, penyediaan rumah layak huni bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi besar bagi lahirnya generasi masa depan bebas stunting," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.

Ia menambahkan, upaya terus dilakukan dalam akselerasi percepatan penurunan stunting di daerah ini. Selain program bedah rumah, BKKBN bersama pemerintah daerah Kabupaten Bengkulu Utara akan menindak lanjuti kerjasama dalam pengoptimalan sampah. Selain mengurai debit yang berlimpah juga dapat menjadikannya limbah bermanfaat. Dengan melibatkan tenaga penyuluh untuk bersama-sama mengedukasi keluarga di masing-masing daerah binaan.

"Kita segera menjalin kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengoptimalkan sampah. Kerjasama itu dengan memberdayakan sejumlah tenaga penyuluh di daerah," tutup Zamhari.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Jumat,(24/4/2026)

Kamis, 23 April 2026

BKKBN - Pemkab BU Optimalisasi Sampah Dorong Kelestarian Lingkungan

                                 
                                
                                        Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H 

Bengkulu,– Komitmen mempercepat penurunan angka stunting terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara sepakat mendorong program kelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan stunting.

Kerjasama dua institusi itu dalam program pengolahan sampah di Kabupaten Bengkulu Utara dengan memberdayakan tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di daerah itu. Karena, permasalahan stunting tidak semata disebabkan kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan yang tidak sehat. Bahkan, faktor lingkungan disebut menjadi salah satu penyumbang terbesar kasus stunting dengan kontribusi mencapai 70 persen," kata Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H saat menerima kunjungan kerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkulu Utara Parpen Siregar di kantornya, Kamis, (23/4/2026).

" BKKBN dengan tenaga penyuluh di Bengkulu Utara mendukung program Pemkab Bengkulu Utara optimalisasi sampah. Terdapat sebanyak 48 tenaga penyuluh KB di daerah itu akan menjadi pendamping edukasi optimalisasi sampah menuju lingkungan yang sehat".

Kondisi lingkungan yang buruk seperti sanitasi tidak layak, keterbatasan akses air bersih, pengelolaan sampah yang kurang baik, serta kebiasaan hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko infeksi berulang pada anak. Dampaknya, penyerapan gizi terganggu sehingga pertumbuhan anak tidak optimal dan berujung pada stunting.

Karena itu, upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terpadu, tidak hanya melalui intervensi gizi, tetapi juga perbaikan kualitas lingkungan. Edukasi masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, penyediaan jamban sehat, akses air minum aman, hingga pengelolaan lingkungan berbasis keluarga menjadi langkah penting yang perlu diperkuat," ujar Zamhari.

Dia minta hal ini segera ditindak lanjuti diperkuat regulasi agar mendapat gerakan bersama dari multi pihak. Dan perlu keterlibatan serius tenaga penyuluh KB di daerah Bengkulu Utara. " Kerjasama perlu segera ditindak lanjuti dengan berupa kesepakatan tertulis antara BKKBN dengan Pemkab BU. Hal itu untuk mempermuda langkah percepatan penurunan stunting dan kesehatan masyarakat," kata Kepala BKKBN Bengkulu.

Kesepakatan tersebut menegaskan pengelolaan sampah untuk kesehatan dan kelestarian lingkungan. Persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga erat kaitannya dengan kualitas lingkungan, sanitasi, ketersediaan air bersih, serta pola hidup sehat masyarakat. Karena itu, upaya menjaga kelestarian lingkungan dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Utara Parpen Siregar meyebutkan pertemuan singkat itu menindaklanjuti kesepatan tingkat nasional yang mana telah dibahas kementerian KLH dan Kemendukbangga untuk memberdayakan tenaga penyuluh KB dalam program optimalisasi pengelolaan sampah mendorong pencegahan stunting," Parpen.

Langkah bersama ini menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan bukan hanya demi alam yang lestari, tetapi juga investasi nyata untuk mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan unggul.

Melalui sinergi ini, Pemkab Bengkulu Utara akan memperkuat edukasi masyarakat terkait pentingnya sanitasi layak, pengelolaan sampah rumah tangga, penghijauan lingkungan, serta pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan bergizi. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan keluarga sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak dan ibu hamil.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : mardhotillah Layli,S.Sos., M.Sos
Rilis : Kamis, (23/4/2026).



BKKBN : Enam Langkah Efektif Cegah Stunting



Bengkulu,-Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak janin hingga usia dua tahun. Ciri utamanya pada anak stunting adalah tinggi badan lebih pendek dari standar usianya, perkembangan kognitif terhambat, dan sistem imun lemah.

Penyebab Utama Stunting pada umumnya akibat kurangan gizi kronis, kurangnya akses air bersih & sanitasi, pola asuh dan dapat juga disebabkan oleh faktor ekonomi.

Kurang gizi kronis, kekurangan asupan gizi pada ibu hamil dan anak saat masa pertumbuhan. Kurangnya Akses Air Bersih dan Sanitasi , yang mana lingkungan yang tidak sehat meningkatkan risiko infeksi berulang, yang menghambat penyerapan gizi.

Pola Asuh Kurang Tepat  yang dapat disebabkan kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan. Faktor Ekonomi yang berdampak pada tingkat kemiskinan dapat menghambat akses terhadap makanan bergizi.

Dari kondisi tersebut dapat berdampak pada perkembangan anak dalam jangka panjang. Yang mana akan memengaruhi perkembangan fisik, postur tubuh pendek permanen dan berat badan tidak konsisten. Anak stunting juga memengaruhi perkembangan kognitif, gangguan kecerdasan, kemampuan belajar rendah, dan memori lemah serta berdampak pada kesehatan. Anak mengalami pertumbuhan yang rendah alias stunting rentan terhadap penyakit infeksi, serta risiko penyakit metabolik (diabetes, obesitas, stroke) saat dewasa.

Pertanyaannya apakah stunting dapat dicegah, tentu saja stunting dapat dicegah sebelum terlambat yang dapat berdampak fatal. Pencegahannya melalui pemenuhan asupan gizi yang berimbang mulai sejak ibu hamil, anak baduta hingga ibu menyusui. Pencegahannya melibatkan perbaikan nutrisi ibu hamil, ASI eksklusif, MPASI bergizi, serta sanitasi yang baik.

Peran keluarga sangat penting untuk mengambil langkah bersama wujudkan generasi sehat dan berkualitas melalui gerakan cegah stunting. Ada enam langkah yang cukup efektif dalam upaya pencegahan stunting. Diantaranya pencegahan paling efektif dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), meliputi nutrisi ibu hamil, ASI eksklusif enam bulan, makanan pendamping ASI (MPASI) yang kaya akan protein hewani, imunisasi, dan sanitasi bersih.


" Rutin mengkonsumsi tablet tambah darah, pemberian ASI Eksklusif, mengoptimalkan 1000 HPK, Menjaga kebersihan lingkungan (sanitasi), mengkonsumsi makan bergizi seimbang serta hinari paparan asap rokok merupakan langkah prioritas mencegah stunting," kata Ketua IPeKB Daerah Bengkulu Helmi Suanda, S.Sos di Bengkulu, Kamis, (23/4/2026). 

Masih banyak yang perlu diperhatikan keluarga untuk membendung berkembangnya kasus stunting. " Penuhi gizi seimbang perlu menjadi perhatian keluarga. Gerakan minum tablet tambah darah jadikan langkah prioritas minumlah tablet tambah darah (TTD) secara rutin.

Selain rutin konsumsi TTD, pengasuhan pada periode 1000 HPK dan pemberian ASI eksklusif kesehatan lingkunganpun menjadi perhatian serius seperti merubah perilaku hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari keluarga dari terpaparnya asap rokok. Dengan intervensi nutrisi dan pola asuh yang tepat pada 1000 HPK sejak janin hingga usia dua tahun, risiko stunting dapat diminimalisir secara drastis," ujar Helmi Suanda.

" Penyuluh KB sebagai garda terdepan program Bangga Kencana, Helmi menyebutkan pendampingan keluarga sanagt menentukan pengasuhan yang baik dalam keluarga. Pemenuhan gizi berimbang mulai ibu hamil dengan nutrisi saat hamil. Ibu hamil wajib mengonsumsi makanan bergizi seimbang, kaya zat besi, asam folat, dan protein hewani, serta rutin meminum TTD".

Provinsi Bengkulu prevalensi stunting pada 2025 masih terbilang tinggi yang masih diatas angka rata-rata nasional 14 persen yang mana masih bertengger pada angka 18,8 persen. " Berdasarkan hasil Study Status Gizi Indonesia (SSGI-2024) prevalensi stunting di Bengkulu sebesar 18,8 persen".

Melalui langkah nyata dengan mengedukasi masyarakat secara berkesinambungan maka diyakini stunting dapat diatasi dan dicegah, sehingga menghasilkan generasi yang berkualitas dapat mengisi pembangunan berkelanjutan," ujar Helmi. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Kamis, (23/4/2026).

Selasa, 21 April 2026

Semangat Kartini 2026, Perempuan Indonesia Terus Menyalakan Perubahan


Bengkulu,- Peringatan Hari Kartini tahun 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menyalakan semangat perjuangan perempuan Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan. Di tengah derasnya arus perubahan zaman, nilai-nilai yang diwariskan Raden Ajeng Kartini tetap relevan sebagai inspirasi untuk terus maju, berkarya, dan berkontribusi bagi bangsa.

\Kartini dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan yang setara. Kini, semangat itu tercermin dari kiprah perempuan Indonesia yang hadir sebagai pemimpin, pendidik, tenaga kesehatan, pengusaha, hingga penggerak sosial di tengah masyarakat. Perempuan masa kini tidak hanya menjadi pendamping dalam keluarga, tetapi juga motor penggerak pembangunan nasional.

Pada 21-April-1016, halaman kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu di ramaikan sejumlah karyawan di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN setempat untuk menggelar upacara memperingati Hari Kartini. Di BKKBN Bengkulu upacara tersebut yang dikomandoi Endah Puspitasari, SKM.,M.E selaku Inspektur Upacara peringatan hari Kartini yang melahirkan semangat  perempuan-perempiuan untuk memerdekan jiwa yang terbelenggu.


Inspektur Upacara membacakan amanat singkat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia " Hari kelahiran Kartini telah diperingati bangsa Indonesia dari masa ke masa. Esensi semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini melalui pemikiran-pemikirannya terbukti bukan hanya menjadi pendobrak domestifikasi peran perempuan pada masanya, tetapi terus relevan dan memberi inspirasi bagi perempuan Indonesia yang bersifat lintas generasi dari masa ke masa hingga hari ini.

Lebih dari satu abad setelah Raden Ajeng Kartini menyuarakan gagasannya, kini telah merasakan berbagai kemajuan. Perempuan tidak lagi semata-mata menjalankan peran domestik rumah tangga, tetapi juga telah melangkah dalam menunaikan fungsi publiknya. Berbagai profesi publik telah dijalankan oleh perempuan. Negara telah memberikan ruang kepada perempuan secara luas dengan kebijakan afirmasi dengan semangat anti diskriminasi. Sektor swasta pun memiliki spirit yang sama. Meski demikian, berbagai tantangan menuju kesetaraan gender masih terus kita hadapi. 

Capaian dalam Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sebagai dua indikator keberhasilan pengarusutamaan gender di Indonesia mengonfirmasi hal ini. Berdasarkan data BPS pada angka IPG pada tahun 2024 tercatat sebesar 91,85, menunjukkan bahwa capaian pembangunan perempuan terus meningkat setiap tahun. Prempuan Indonesia masih mempunyai persoalan dalam akses terhadap ekonomi, pendidikan dan kesehatan.


Indeks Ketimpangan Gender (IKG) pada 2024 mengalami penurunan yang berada pada 0,421. Meskipun angka ini tetap menunjukkan adanya ketimpangan dalam aspek kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan partisipasi ekonomi perempuan. Perempuan yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan yang mencapai 24,8 persen, serta proporsi perempuan yang melahirkan pertama kali di usia kurang dari 20 tahun yang masih terjadi. Di bidang ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan juga lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu sekitar 56,42 persen, dibandingkan laki-laki sebesar 84,66 persen".

Kartini mewariskan komitmen menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan. Oleh karena itu, upaya pemberdayaan perempuan perlu dilakukan secara sinergis oleh seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, akademisi, media, hingga komunitas.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Selasa, (21/4/2026).

Senin, 20 April 2026

BKKBN - Ombudsman Bangun Sinergitas, Perkuat Pelayanan Publik

Kelapa Perwakilan Ombudsman Bengkulu foto bersama usai menerima audiensi Perwakilan BKKBN Bengkulu

Bengkulu,- Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu pada pekan ke-tiga April 2026 audiensi bersama Perwakilan Ombudsman setempat. Pertemuan itu dalam rangka membangun sinergitas upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Perlunya kerjasama mengingat korelasi antara Ombudsman Republik Indonesia dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terletak pada sinergi untuk penguatan kualitas pelayanan publik dan pencegahan maladministrasi dalam pelaksanaan program-program kependudukan serta keluarga berencana. 

BKKBN bersama Ombudsman membangun sinergitas strategis guna memperkuat pelayanan publik yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh layanan kepada masyarakat, khususnya di bidang kependudukan, keluarga berencana, percepatan penurunan stunting, serta pembangunan keluarga, dapat berjalan optimal dan sesuai kebutuhan warga. 

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari,S.H., M.H pada pertemuan yang berlangsung pada Senin, 20/4/2026 di Kantor Perwakilan Ombudsman Provinsi Bengkulu. Audiensi singkat tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman Bengkulu Mustari Tasti, S.E menyambut langsung Kepala BKKBN Zamhari yang didampingi Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris BKKBN Bengkulu Weldi Suisno, S.Pd., M.E dan beberapa Ketua Tim Kerja di lingkup BKKBN Provinsi Bengkulu.  

Mustari Tasti, S.E (kiri) Kepala Ombudsman bersama Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H (kanan)

Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga berkomitmen mendorong peningkatan standar pelayanan, pengawasan terhadap potensi maladministrasi, serta penguatan budaya melayani di seluruh lini birokrasi. Kehadiran Ombudsman diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam memberi masukan, pengawasan, dan pendampingan terhadap penyelenggaraan layanan publik di lingkungan BKKBN," kata Kepala BKKBN Zamhari, Senin, (20/4/2026).

Sinergi ini juga menjadi pesan kuat bahwa pelayanan publik harus terus bertransformasi. Masyarakat kini menuntut layanan yang cepat, mudah diakses, ramah, dan memberikan kepastian. Karena itu, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci untuk menghadirkan birokrasi modern yang berpihak kepada rakyat.

Dengan terbangunnya sinergitas antara BKKBN dan Ombudsman, diharapkan kepercayaan publik semakin meningkat serta berbagai program prioritas pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat," harap Zamhari.

                   

Sementara itu Kepala Perwakilan Ombudsman Bengkulu Mustari Tasti mengapresiasi kunjungan kerja dua lembaga pemerintah tersebut sebagai upaya peningkatan standart pelayanan publik. “Kami menyambut baik terbangunnya sinergitas bersama BKKBN sebagai langkah konkret memperkuat kualitas pelayanan publik. Pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan melalui tata kelola yang transparan, responsif, dan bebas dari maladministrasi. 

Ombudsman siap menjadi mitra strategis dalam memberikan pengawasan, saran perbaikan, serta mendorong hadirnya layanan yang mudah diakses, cepat, dan memberi kepastian bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mendukung suksesnya program pembangunan keluarga dan kependudukan di Indonesia,” ujar Kepala Ombudsman Mustari.

Ombudsman bertindak sebagai pengawas eksternal yang memastikan BKKBN memberikan layanan yang transparan, adil, dan sesuai standar kepada masyarakat. Sementara BKKBN menyediakan layanan. Sinergi keduanya bertujuan agar masyarakat mendapatkan layanan kependudukan dan KB yang berkualitas, aman, dan tanpa pungli.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(20/4/2026).




Rabu, 15 April 2026

Dari Angka ke Makna : Pelatihan SPSS Tingkatkan Kapasitas Pengelola Data Untuk Kebijakan Publik Tepat Sasaran

            Kepala BKKBN Bengkulu saat membuka pelatihan SPSS bagi ASN Kemendukbangga

Bengkulu,- Di ruang pelatihan dan pengembangan kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu. Pada pekan kedua April 2026 sejumlah personel aparatur sipil negara (ASN) di lingkup BKKBN setempat hadir dengan perlengkapannya yang dipenuhi deretan laptop dan semangat belajar, para pengelola data tampak serius untuk mengikuti pelatihan SPSS(Statistical Package for the Social Sciences).

Ada yang merasa baru dalam pelatihan itu, baris-baris angka yang selama ini dinilai terasa rumit kini perlahan berubah menjadi informasi yang mudah dipahami. Melalui pelatihan SPSS, mereka belajar bahwa data bukan sekadar angka, melainkan dasar penting dalam menentukan arah kebijakan.

Pelatihan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi pengelola data di instansi pemerintah maupun lembaga layanan publik. Di tengah tuntutan era digital, kemampuan mengolah dan menganalisis data secara cepat dan akurat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

                                                         Prof. Dr. Drs Ach. Aminuddin.,M.Si

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H saat membuka pelatihan yang melibatkan sejumlah tenaga pengelola program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Pelatihan ini peserta diajak memahami berbagai teknik analisis, mulai dari statistik dasar hingga pengujian data yang lebih kompleks. Dengan pendekatan praktis, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mengolah data riil yang sering dihadapi dalam pekerjaan sehari-hari.

Dia menyebutkan penggunaan SPSS dalam program Bangga Kencana sangat strategis, karena membantu mengubah data lapangan menjadi dasar kebijakan yang tepat.Yang antara lain manfaatnya dapat menganalisis data keluarga secara akurat.

" Analisis Data Keluarga Secara Akurat, dimana SPSS membantu mengolah data keluarga, seperti jumlah pasangan usia subur (PUS), penggunaan alat kontrasepsi, hingga kondisi keluarga berisiko stunting, sehingga menghasilkan gambaran yang lebih akurat. Dan manfaat lainnya dalam SPSS juga dapat menentukan sasaran program lebih tepat serta dapat mengukur program Bangga Kencana".

Dengan analisis statistik, program KB dapat diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan, misalnya wilayah dengan angka unmet need tinggi atau tingkat kelahiran yang masih besar. SPSS digunakan untuk mengukur keberhasilan program, seperti tingkat partisipasi KB, penurunan angka stunting dan efektivitas intervensi di lapangan yang mana nanti hasilnya bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan program ke depan,"ujar Zamhari.

                          Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Bengkulu Weldi Suisno, S.Pd., M.E

Prof. Dr. Drs. Achmad Aminuddin., M.Si dosen Administrasi  Publik- FISIP UNIB, BKKBN dihadirkan diantara beberapa narasumber lainnya untuk memberikan wejangan pentingnya sebuah data yang selama ini dipandang sebagai angka belaka, mari kita beranjak dari angka menjadi makna.

Prof. Achmad Aminuddin menyampaikan bahwa statistik bukan sekedar angka, tetapi jauh dari itu yang mana dapat dijadikan sebagai instrumen pembangunan. Angka agar tidak hanya dijadikan janji politik tetapi harus diimplementasikan untuk menjadi media kesejahteraan masyarakat," ujar Prof. Amin.

SPSS sangat penting untuk meningkatkan kapasitas kita dalam menganalisa atau mengurai data yang dapat menghasilkan kebijakan publik, jangan hanya menjadi intuisi alias angan-angan membuai masyarakat.

Melalui SPSS juga dapat mendukung perencanaan yang berbasis data, perencanaan program Kependudukan dan KB menjadi lebih terarah karena didukung data yang sudah dianalisis, bukan sekadar asumsi. Dan mampu menyajikan data dalam bentuk grafik dan tabel, sehingga memudahkan penyuluh KB, pengambil kebijakan, hingga dapat dipahami kondisi riil di lapangan.

Pelatihan SPSS bukan sekadar peningkatan keterampilan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun tata kelola data yang lebih baik. Dari ruang pelatihan sederhana itu, lahir harapan besar: menghadirkan kebijakan yang tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berlandaskan data yang akurat dan terpercaya. Ke depan,diharapkan mampu memperkuat kualitas perencanaan program. Dengan data yang valid dan analisis yang tepat, setiap kebijakan yang diambil akan lebih terarah, efektif, dan tepat sasaran.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli. S.Sos., M.Sos
Rilis : Rabu,(15/4/2026).



Sejumlah ASN BKKBN Ikuti Pelatihan Berbasis SPSS Upaya Peningkatan Kompetensi Pengelola Data

                                    Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H 

Bengkulu,-Upaya penguatan data kependudukan di Bumi Merah Putih sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu ikuti pelatihan analisis data berbasis Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). SPSS merupakan perangkat lunak yang dikembangkan untuk manajemen data, analisis statistik canggih, dan pemodelan prediktif.

Pelatihan yang berlangsung di kantor BKKBN  Bengkulu pada pekan ke-dua April 2026 melibatkan 110 orang peserta dari  dengan tujuan dapat dalam rangka penguatan

Kebijakan stra tegis program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan  keluarga," kata Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H saat membuka pelatihan, Rabu, (15/4/2026).

Dikatakan Zamhari, bahwa penguatan kelembagaan Kemendukbangga/BKKBN   tidak  dapat  dilepaskan  dari kualitas  sumber  daya  manusia  (SDM)  yang  mengelola  dan  menganalisis  data kependudukan   serta  pembangunan  keluarga.   Kompetensi   SDM  dalam  bidang pengelolaan data menjadi  krusial  karena data bukan hanya berfungsi  sebagai alat pencatatan,   melainkan  sebagai   dasar  pengambilan  keputusan  strategis.   

Tanpa kemampuan analisis yang memadai, data berisiko sekadar menjadi angka yang tidak mampu menjawab kebutuhan kebijakan secara nyata. Penguatan kompetensi SDM juga memastikan bahwa  sistem   informasi   kependudukan  dan  keluarga  dapat dioperasikan  secara  optimal,  mulai  dari  proses  pengumpulan,  validasi,   integrasi, hingga  visualisasi  data.  

            Foto bersama usai pembukaan Pelatihan SPSS bagi sejumlah ASN BKKBN Bengkulu

Dengan  SDM  yang  terampil,   Kemendukbangga/BKKBN mampu  menghasilkan  analisis   prediktif   yang   mendukung  perencanaan  jangka panjang,  misalnya dalam memetakan risiko stunting,  mengantisipasi dinamika bonus demografi,   serta  merancang  strategi  ketahanan  keluarga  yang  adaptif  terhadap perubahan   sosial   dan  ekonomi.   

Pelatihan sehari itu dengan penjabaran teori dan praktik pengolahan data melalui aplikasi SPSS. Dengan menghadirkan beberapa pembicara sebagai narasumber yang diantaranya Prof. Dr. Drs. Achmad Aminuddin., M.Si dosen Administrasi  Publik- FISIP UNIB.

Ditambahkannya, kompetensi   ini  juga   memperkuat  akuntabilitas, karena  setiap  kebijakan  dapat  dipertanggungjawabkan  berdasarkan  bukti  empiris yang  jelas.   Dengan   demikian,   penguatan   SDM  di  bidang   data   bukan   hanya kebutuhan  teknis,   melainkan  investasi  strategis  untuk  memastikan   keberhasilan transformasi  kependudukan  dan  pembangunan  keluarga  menuju  Indonesia  Emas 2045.

Oleh karena itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu merasa penting dilaksanakan  peningkatan  kapasitas melalui pelatihan statistik, demografi, teknologi informasi,  dan  analisis  kebijakan  karena  hal tersebut  menjadi  fondasi  utama agar data dapat diolah menjadi  informasi yang relevan,  akurat,  dan aplikatif. Melalui gerakan kolaboratif BKKBN bersama Universitas Bengkulu dapat meningkan kompetensi SDM   Internal (ASN) BKKBN Bengkulu dalam bidang pengolahan dan analisis data. Meningkatkan kualitas data basis perencanaan serta bertujuan terwujudnya peningkatan kualitas kebijakan strategis program Kependudukan, Keluarga Berencana,  dan Pembangunan  Keluarga (Bangga Kencana).(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Rabu,(15/4/2026).




Selasa, 14 April 2026

Kolaborasi Untuk Masa Depan Bumi Serasan Seijoan Pemkab Seluma Koordinasi Penguatan Program KB

Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Bengkulu (tengah) foto bersama usai menerima audiensi Pimpinan DP3APPKB) Seluma

Bengkulu,-Pemerintah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu tengah merancang langkah besar melalui gerak Koordinasi lintas sektor dengan menggelar audiensi  bersama perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu. Pertemuan yang berlangsung Selasa, 14/4/2026 di kantor BKKBN itu sebagai upaya memperkuat Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Seluma yang dipopulerkan dengan sebutan Bumi Serasan Seijoan. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Sumiati, S.E., M.M bersama jajarannya itu menggelar audiensi dalam rangka membangun semangat kebersamaan untuk merancang sebuah ikhtiar nyata dalam percepatan program keluarga berkualitas di Bumi Serasan Seijoan," kata Sumiati, Selasa, (14/4/26).

Dia mengatakan koordinasi program bangga kencana ini melibatkan berbagai komponen strategis yang ada di lingkup lembaga yang dipimpimnya. Perlunya pelibatan itu mengingat pelaksanaan program Bangga Kencana memerlukan gerak secara konvergensi multi pihak. " Mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, hingga kader di tingkat desa perlu menyatukan gerak bersama dalam mendorong lajunya prorgam KB untuk peningkatan kualitas masyarakat didaerah ini," ujarnya.

Perwakilan BKKBN Bengkulu menyambut audiensi DP3APPKB Seluma, Selasa, (14/4/2026)

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Weldi Suisno, S.Pd., M.E menyambut kunjungan kerja institusi penyelenggara program di daerah itu yang didampingi sejumlah ketua tim kerja di lingkup BKKBN Bengkulu. 

Weldi menyebutkan bahwa, koordinasi menjadi fondasi utama keberhasilan program. Tanpa sinergi, berbagai intervensi yang dilakukan berisiko berjalan sendiri-sendiri dan kurang optimal. “Program KB hari ini bukan hanya soal pengendalian kelahiran, tetapi bagaimana kita memastikan keluarga Indonesia khususnya di Bengkulu hidup sehat, sejahtera, dan berkualitas. Untuk itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci,” ungkapnya.

Pada audiensi itu disebutkan jumlah keluarga berisiko stunting di Seluma mencapai 6.000 lebih." Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PPK-2025) jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) di Bumi Serasan Seijoan itu mencapai 6.355. Dari angka tersebut yang menjadi prioritas intervensi stunting tahun ini sebanyak 2.616 keluarga.

Dalam forum singkat tersebut tak hanya membahas satu isu. Berbagai isu kependudukan yang dinilai strategis dibahas, mulai dari peningkatan akses layanan kontrasepsi, penguatan edukasi kesehatan reproduksi, hingga integrasi program KB dengan upaya percepatan penurunan stunting dan program ketahanan keluarga.

Ketua tim kerja 5 Bidang Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Bengkulu Edi Sofyan, S.E.,M.M mengajak untuk terus berkoordinasi dalam banyak hal mulai dari pendayagunaan penyuluh KB di daerah.

" Peran penyuluh KB menjadi sorotan penting. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga agen perubahan yang mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga. Di sisi lain, tenaga kesehatan didorong untuk memastikan pelayanan tetap berkualitas dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat".

Koordinasi ini juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis keluarga. Program KB diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun pendidikan. Dengan demikian, dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Selasa,(14/4/2026).


Senin, 13 April 2026

Kader Poktan Berperan Krusial Dalam Program Bangga Kencana


                    Kelompok Bina Ketahanan Remaja (BKR) di Bengkulu tergabung dalam GenRe 

Bengkulu,-Peran kader Kelompok Kegiatan (Poktan) dinilai sangat krusial dalam mendukung keberhasilan Program yang diperankan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui gerakan Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Kader menjadi ujung tombak dalam menjangkau langsung keluarga di tingkat akar rumput.

Kader Poktan yang terdiri dari berbagai kelompok seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta pemantauan terhadap keluarga sasaran. Mereka hadir tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan perilaku menuju keluarga berkualitas.

Kader dari berbagai kelompok kegiatan yang ada di BKKBN memiliki peran yang krusial dalam pembangunan kependudukan secara nasional. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta di Bengkulu di kantornya Senin, 13-April-2026

                                            Kelompok Ketahanan BKB Bengkulu

" Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Remaja (BKR) berperan krusial sebagai ujung tombak penggerak program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) di tingkat lapangan. Mereka bertugas mengedukasi, mendampingi, dan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kualitas pengasuhan, mencegah stunting, dan membangun generasi sehat berkarakter". 

Sementara terdapat kelompok kegiatan UPPKA dimana kelompok ini berperan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga akseptor, sementara BKL fokus pada peningkatan kualitas hidup dan ketahanan lansia. Keduanya aktif dalam penyuluhan, pencatatan, dan pendampingan keluarga di masyarakat. 

Di lapangan, kader Poktan aktif mengedukasi masyarakat di wilayah binaannya dalam multi program. Edukasi terkait kesehatan reproduksi, pola asuh anak, pencegahan stunting, hingga penguatan ketahanan keluarga. Dengan pendekatan yang humanis, kader mampu membangun kepercayaan masyarakat sehingga pesan-pesan program lebih mudah diterima," kata Zamhari.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(13/4/2026).


Jumat, 10 April 2026

MBG 3B Intervensi Pengunjung Posyandu Dorong Kualitas "Generasi Beta"

 

            Kader MBG 3B saat menggeralr penyuluhan pola asuh terhadap pengunjung Posyandu

Bengkulu,-Salah satu program nasional yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditetapkan secara spesifik untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Selain sasaran utamanya siswa, pelajar disejumlah jenjang pendidikan. MBG pun menyasar kelompok rentan lainnya yaitu keluarga pengunjung Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di tanah air melalui MBG 3B.

Pada Jumat, 10/4/2026 MBG kali ini mensasar pengunjung posyandu di Kota Bengkulu. Posyandu " Rukun " titik distribusi beberapa paket MBG untuk beberapa posyandu di Kota Bengkulu. MBG 3B di posyandu mengintervensi penerima manfaat kelompok baduta, ibu hamil dan ibu menyusui pengunjung posyandu. Perlunya intervensi terhadap kelompok tersebut untuk mendorong percepatan kualitas " Generasi Beta ," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H di Bengkulu, Jumat,(10/4/2026).

" Generasi Beta adalah kelompok demografi yang lahir antara tahun 2025 hingga 2039, menggantikan Generasi Alpha. Mereka adalah anak-anak dari Milenial dan Gen Z yang tumbuh di era kecerdasan dan teknologi".

Dikatakan Zamhari, program MBG masuk posyandu sebagai bukti nyata bahwa pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Generasi Beta melalui intervensi langsung kepada pengunjung posyandu. Upaya ini dinilai strategis karena posyandu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat. Selain memberikan layanan gizi, melalui program ini agar meningkatkan kunjungan keluarga di sejumlah posyandu.

Koordinatot Petugas Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Gading Cempaka Dra. Herlianti meyampaikan pendistribusian paket makan bergizi bagi keluarga rentan kali ini mensasar ratusan penerima manfaat dengan kategori ibu hamil, ibu menyusui dan balita sebagai pengunjung posyandu di Kelurahan Lingkar Barat, Kota Bengkulu.


Pendistribusian MBG 3B yang berlangsung di Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu menyasar sebanyak 330 orang penerima manfaat yang terdapat di lima posyandu. Kategori balita sebanyak 212 orang, Busui 78 penerima dan ibu hamil(bumil) mencapai 40 orang penerima.  

MBG di posyandu dengan rangkaian aksi makan bergizi bersama di posyandu. Yang diawali dengan edukasi gizi yang melibatkan tenaga dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta edukasi pola asuh anak yang melibatkan kader MBG,"kata Herlianti. 

Pengelola Posyandu Rukun Kota Bengkulu  yang merangkap dipercaya sebagai Ketua Forum Komunikasi Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) Provinsi Bengkulu Sri Widiarti, S.E., M.Pd. menyebutkan, MBG 3B melayani ratusan penerima manfaat keluarga di wilayah Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini, sekaligus memperkuat peran keluarga dalam membentuk Generasi Beta dan Alpha yang sehat dan unggul.

Dengan penguatan kualitas pada kelompok generasi tersebut dapat membentuk mereka sebagai generasi yang siap untuk menyambut tongkat estafet pembangunan berkelanjutan," kata Lilik.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S,Sos., M.Sos
Rilis : Jumat, (10/4/2026).


Rabu, 08 April 2026

UPPKA Pilar Penguatan Ekonomi Keluarga Dalam Pembangunan Nasional

                                        Pengarajin batik tengah mengembangkan produksi 

Bengkulu,-Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) kian menampakkan perannya sebagai ujung tombak dalam memperkuat ekonomi keluarga di tanah air. Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, UPPKA dengan bantuan alat teknologi tepat guna (ATTG) kian menegaskan kehadiran sebagai wadah pemberdayaan yang mendorong keluarga, khususnya akseptor KB, untuk lebih mandiri dan produktif sebagai pembangunan nasional.

Di Provinsi Bengkulu terdapat ratusan kelompok pelaku ekonomi kecil menengah yang disebut kelompok UPPKA yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Kelompok ini berfungsi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi mikro akar rumput yang bertujuan meningkatkan pendapatan dan kemandirian finansial keluarga akseptor KB. 

UPPKA berperan sebagai pelaku ekonomi produktif, fasilitator wirausaha, dan penggerak ekonomi desa. Yang relevan dengan program pembangunan dari pinggiran, strategi pembangunan yang berfokus pada pemerataan infrastruktur dan ekonomi, dimulai dari daerah terluar, perbatasan, pedesaan, hingga wilayah tertinggal," kata Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H melalui Ketua Tim Kerja II Bidang Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Bengkulu Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom.,M.Stat.

" Kurun tiga tahun terkahir beberapa kelompok UPPKA di sejumlah kabupaten yang telah menerima alat bantu peningkatan produksi untuk mendorong kemandirian kelompok usaha tersebut, selain memberikan alat peningkatan produksi, BKKBN tetap membuka ruang bagi binaan untuk merambah pasar luar dengan mengikutsertakan dalam berbagai moment gelar dagang," ujarnya kepada pewarta di Bengkulu, Rabu,(8/4/2026).

Dia mengatakan bahwa program yang digagas oleh BKKBN ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun ketahanan keluarga melalui kegiatan usaha mikro berbasis rumah tangga. Melalui pelatihan, pendampingan, serta akses permodalan, anggota UPPKA didorong untuk mengembangkan berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, kerajinan.

Menurut Agus, keberadaan UPPKA juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dengan penghasilan tambahan yang diperoleh dari usaha, keluarga dapat memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan akses pendidikan anak, serta menjaga kesehatan keluarga.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Rabu,(8/4/2026).


Selasa, 07 April 2026

Intervensi KRS di Bengkulu, BKKBN Perkuat Fondasi Keluarga Bebas Stunting

                                   Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H

Bengkulu,-Pada 2026 tahun ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) setempat. Dalam percepatan penurunan stunting (PPS) diawali dengan merilis jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) yang segera diintervensi secara kolaboratif lintas sektor.

Berdasarkan hasil pemutakhiran pendataan keluarga (PPK) 2025. BKKBN mencatat keluarga berisiko stunting tahun ini sebanyak 56.851 keluarga dengan kategori ibu hamil, ibu menyusui, baduta dan remaja calon pengantin. Yang diantaranya terdapat 13.567 keluarga sebagai sasaran prioritas intervensi program gerakan orangtua asuh cegah stunting (Genting).

 "Intervensi prioritas melalui Genting sebagai upaya strategis memperkuat fondasi keluarga bebas stunting," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta di Bengkulu Selasa, (7/4/2026).

KRS adalah keluarga yang memiliki potensi melahirkan atau memiliki anak stunting yang umumnya ditandai dengan tiga kondisi dasar. Faktor ekonomi yang tergolong rendah, sarana sanitasi dan akses air bersih yang terbatas serta ditandai oleh pola asuh dan gizi belum optimal. Dan kelompok berpotensi KRS, ibu hamil, menyusui, baduta dan remaja calon pengantin

                           

" Tahun ini intervensi Genting targetkan sasaran prioritas sebanyak 13.567 keluarga yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota. Di Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 1.002, Rejang Lebong mencapai 1.652 keluarga, Kabupaten Bengkulu Utara terdapat sebanyak  2.272 keluarga sasaran intervensi dan di Kabupaten Kaur sebanyak 1.121 keluarga.

Sementara itu, KRS lainnya tersebar di Kabupaten Seluma sebanyak 2.616, Kabupaten Mukomuko 1.244 keluarga, Kabupaten Lebong 848 keluarga, Kabupaten Kepahiang sebanyak 985, Bengkulu Tengah 884 keluarga dan di Kota Bengkulu sebanyak 943," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta di Bengkulu, Senin,(6/4/2026).

“Penanganan stunting harus dimulai dari hulu, menyasar siklus kehidupan keluarga secara menyeluruh. Mulai dari sebelum menikah remaja calon pengantin, hamil, menyusui, baduta keluarga berisiko. Pendekatan ini memastikan pencegahan stunting dilakukan dari hulu ke hilir secara berkelanjutan. 

" Melalui intervensi yang tepat pada KRS, kita optimis dapat menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan dengan memerlukan aksi konvergensi melalui program gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting)".

Program GENTING sendiri mengedepankan peran serta masyarakat melalui konsep orang tua asuh yang memberikan dukungan kepada keluarga berisiko stunting, baik dalam bentuk bantuan nutrisi maupun pendampingan. Intervensi KRS di Bengkulu menjadi bukti bahwa upaya besar selalu dimulai dari langkah kecil—dari rumah ke rumah, dari keluarga ke keluarga. Di sanalah fondasi generasi bebas stunting dibangun, perlahan namun pasti.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Selasa,(7/4/2026).

Baca Lainnya