Bengkulu,-Upaya penguatan data kependudukan di Bumi Merah Putih sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu ikuti pelatihan analisis data berbasis Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). SPSS merupakan perangkat lunak yang dikembangkan untuk manajemen data, analisis statistik canggih, dan pemodelan prediktif.
Pelatihan yang berlangsung di kantor BKKBN Bengkulu pada pekan ke-dua April 2026 melibatkan 110 orang peserta dari dengan tujuan dapat dalam rangka penguatan
Kebijakan stra tegis program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga," kata Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H saat membuka pelatihan, Rabu, (15/4/2026).
Dikatakan Zamhari, bahwa penguatan kelembagaan Kemendukbangga/BKKBN tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola dan menganalisis data kependudukan serta pembangunan keluarga. Kompetensi SDM dalam bidang pengelolaan data menjadi krusial karena data bukan hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, melainkan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.
Tanpa kemampuan analisis yang memadai, data berisiko sekadar menjadi angka yang tidak mampu menjawab kebutuhan kebijakan secara nyata. Penguatan kompetensi SDM juga memastikan bahwa sistem informasi kependudukan dan keluarga dapat dioperasikan secara optimal, mulai dari proses pengumpulan, validasi, integrasi, hingga visualisasi data.
Foto bersama usai pembukaan Pelatihan SPSS bagi sejumlah ASN BKKBN BengkuluDengan SDM yang terampil, Kemendukbangga/BKKBN mampu menghasilkan analisis prediktif yang mendukung perencanaan jangka panjang, misalnya dalam memetakan risiko stunting, mengantisipasi dinamika bonus demografi, serta merancang strategi ketahanan keluarga yang adaptif terhadap perubahan sosial dan ekonomi.
Pelatihan sehari itu dengan penjabaran teori dan praktik pengolahan data melalui aplikasi SPSS. Dengan menghadirkan beberapa pembicara sebagai narasumber yang diantaranya Prof. Dr. Drs. Achmad Aminuddin., M.Si dosen Administrasi Publik- FISIP UNIB.
Ditambahkannya, kompetensi ini juga memperkuat akuntabilitas, karena setiap kebijakan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan bukti empiris yang jelas. Dengan demikian, penguatan SDM di bidang data bukan hanya kebutuhan teknis, melainkan investasi strategis untuk memastikan keberhasilan transformasi kependudukan dan pembangunan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.
Oleh karena itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu merasa penting dilaksanakan peningkatan kapasitas melalui pelatihan statistik, demografi, teknologi informasi, dan analisis kebijakan karena hal tersebut menjadi fondasi utama agar data dapat diolah menjadi informasi yang relevan, akurat, dan aplikatif. Melalui gerakan kolaboratif BKKBN bersama Universitas Bengkulu dapat meningkan kompetensi SDM Internal (ASN) BKKBN Bengkulu dalam bidang pengolahan dan analisis data. Meningkatkan kualitas data basis perencanaan serta bertujuan terwujudnya peningkatan kualitas kebijakan strategis program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (Bangga Kencana).(irs)
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Rabu,(15/4/2026).
.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar