Kamis, 23 April 2026

BKKBN - Pemkab BU Optimalisasi Sampah Dorong Kelestarian Lingkungan

                                 
                                
                                        Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H 

Bengkulu,– Komitmen mempercepat penurunan angka stunting terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara sepakat mendorong program kelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan stunting.

Kerjasama dua institusi itu dalam program pengolahan sampah di Kabupaten Bengkulu Utara dengan memberdayakan tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di daerah itu. Karena, permasalahan stunting tidak semata disebabkan kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan yang tidak sehat. Bahkan, faktor lingkungan disebut menjadi salah satu penyumbang terbesar kasus stunting dengan kontribusi mencapai 70 persen," kata Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H saat menerima kunjungan kerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkulu Utara Parpen Siregar di kantornya, Kamis, (23/4/2026).

" BKKBN dengan tenaga penyuluh di Bengkulu Utara mendukung program Pemkab Bengkulu Utara optimalisasi sampah. Terdapat sebanyak 48 tenaga penyuluh KB di daerah itu akan menjadi pendamping edukasi optimalisasi sampah menuju lingkungan yang sehat".

Kondisi lingkungan yang buruk seperti sanitasi tidak layak, keterbatasan akses air bersih, pengelolaan sampah yang kurang baik, serta kebiasaan hidup tidak sehat dapat meningkatkan risiko infeksi berulang pada anak. Dampaknya, penyerapan gizi terganggu sehingga pertumbuhan anak tidak optimal dan berujung pada stunting.

Karena itu, upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terpadu, tidak hanya melalui intervensi gizi, tetapi juga perbaikan kualitas lingkungan. Edukasi masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, penyediaan jamban sehat, akses air minum aman, hingga pengelolaan lingkungan berbasis keluarga menjadi langkah penting yang perlu diperkuat," ujar Zamhari.

Dia minta hal ini segera ditindak lanjuti diperkuat regulasi agar mendapat gerakan bersama dari multi pihak. Dan perlu keterlibatan serius tenaga penyuluh KB di daerah Bengkulu Utara. " Kerjasama perlu segera ditindak lanjuti dengan berupa kesepakatan tertulis antara BKKBN dengan Pemkab BU. Hal itu untuk mempermuda langkah percepatan penurunan stunting dan kesehatan masyarakat," kata Kepala BKKBN Bengkulu.

Kesepakatan tersebut menegaskan pengelolaan sampah untuk kesehatan dan kelestarian lingkungan. Persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga erat kaitannya dengan kualitas lingkungan, sanitasi, ketersediaan air bersih, serta pola hidup sehat masyarakat. Karena itu, upaya menjaga kelestarian lingkungan dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Utara Parpen Siregar meyebutkan pertemuan singkat itu menindaklanjuti kesepatan tingkat nasional yang mana telah dibahas kementerian KLH dan Kemendukbangga untuk memberdayakan tenaga penyuluh KB dalam program optimalisasi pengelolaan sampah mendorong pencegahan stunting," Parpen.

Langkah bersama ini menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan bukan hanya demi alam yang lestari, tetapi juga investasi nyata untuk mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan unggul.

Melalui sinergi ini, Pemkab Bengkulu Utara akan memperkuat edukasi masyarakat terkait pentingnya sanitasi layak, pengelolaan sampah rumah tangga, penghijauan lingkungan, serta pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan bergizi. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan keluarga sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak dan ibu hamil.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : mardhotillah Layli,S.Sos., M.Sos
Rilis : Kamis, (23/4/2026).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Lainnya