Senin, 04 Mei 2026

Bentengi Remaja GenRe, KEMENDUKBANGGA/BKKBN Hadir di Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT

 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. turut menghadiri Gerakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu (OOT) yang berlangsung di Aula Hasan Dien Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (4/5/2026).

Bengkulu, – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT). Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN) Provinsi Bengkulu hadir pada Gerakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT yang dipusatkan di Bengkulu, Senin, 4 Mei 2026. Bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. hadir sejumlah lembaga dan instansi pemerintah dan swasta di Bumi Merah Putih yang diantaranya Deputi Bidang penindakan BPOM RI, dan unsur Forum Komuniasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Bengkulu.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan,S.E. melalui Sekretaris Daerah Dr. Herwan Antoni, S.K.M., M.Kes., M.Si. membuka langsung Gerakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT yang berlangsung di Aula Hasan Dien Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dalam sambutan tertulisnya, Herwan menyampaikan bahwa gerakan nasional ini lahir dari sebuah bentuk keprihatinan pemerintah untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. turut menghadiri Gerakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu (OOT) yang berlangsung di Aula Hasan Dien Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (4/5/2026).

"Gerakan aksi nasional adalah bentuk tekad kuat untuk melindungi generasi bangsa dari peredaran penyalahgunaan obat-obat tertentu yang dapat merusak mental anak bangsa. Penyalahgunaan obat-obat dapat menurunkan produktivitas dan berakibat pada ketergantungan obat," ujar Herwan.

Tingginya penyalahgunaan obat bukan sekadar angka, dibalik angka itu ada masa depan anak-anak kita. Ada generasi muda yang harusnya tumbuh menjadi harapan bangsa, namun terancam oleh penyalahgunaan obat yang tak semestinya," kata Herwan Antoni mewakili Gunernur Bengkulu, Senin, (4/5/2026).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H.  saat menghadiri Gerakan Aksis Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT kepada perwarta di Bengkulu menyampaikan penyalahgunaan dan pencegahan obat-obat ini perlu ditindak lanjuti oleh semua komponen baik masyarakat hingga pemerintah. KEMENDUKBANGGA/BKKBN akan membawa isu ini di tengah kelompok PIK-R binaan KEMENDUKBANGGA/BKKBN melalui program edukasi bersama Forum Generasi Berencana (GenRe) agar remaja-remaja terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan yang tidak semestinya sehingga bisa menjadi benteng diri pribadi untuk kalangan remaja khususnya remaja di Bengkulu.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. turut menghadiri Gerakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu (OOT) yang berlangsung di Aula Hasan Dien Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (4/5/2026).

"Kami akan membawa isu ini di tengah kelompok GenRe agar dapat menghimbau kepada remaja supaya mampu membentengi diri serta terut hadir memberikan edukasi kepada masyarakat di Bengkulu akan risiko penyalahgunaan obat-obat," ujar Zamhari.

Penyalahgunaan OOT merupakan ancaman serius yang harus diantisipasi sejak dini. “Remaja perlu dibekali pemahaman yang kuat agar mampu menolak berbagai pengaruh negatif. Melalui PIK-R dan Forum GenRe, kita dorong mereka menjadi agen perubahan berbagai program pembangunan di lingkungannya,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

"Persoalan tersebut, KEMENDUKBANGGA/BKKBN akan melibatkan para remaja GenRe dalam berbagai aktivitas edukatif, seperti diskusi interaktif, kampanye kreatif, hingga penyebaran informasi melalui media sosial. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan sosialisasi dan meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga kesehatan dan masa depan mereka." tambahnya.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(4/5/2026).

Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provisi Bengkulu

Bulan Bakti IBI, KEMENDUKBANGGA/BKKBN Siapkan Layanan KB Bagi 17 Ribu PUS

Foto: Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) berupa pemasangan Implan oleh Bidan kepada Akseptor KB.

Bengkulu,-Berhembus kabar baik bagi warga masyarakat di Provinsi Bengkulu. Tahun ini Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (KEMENDUKBANGGA/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) setempat kembali bersinergi meningkatkan kualitas kesehatan melalui pelayanan program KB gratis. Semangat kolaborasi itu dalam peringatan hari jadi IBI ke-75 tahun 2026 mengusung tema "One Million More Midwives" yang dilaksanakan secara serentak pada 29 April hingga 22 Mei 2026. Momentum tahunan ini dimanfaatkan KEMENDUKBANGGA/BKKBN untuk menyiapkan layanan Keluarga Berencana (KB) bagi 17 ribu Pasangan Usia Subur (PUS), sebagai upaya memperluas akses pelayanan kesehatan reproduksi sekaligus memperkuat kualitas keluarga Indonesia.

"Bakti IBI tahun ini menyiapkan layanan KB sebanyak 17.825 akseptor dengan berbagai jenis dan metode kontrasepsi untuk menyasar PUS di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. kepada pewarta di Bengkulu,Senin (4/5/2026).

Sasaran layanan pada bulan bakti KB serentak tahun ini di Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 2.367 peserta, Rejang Lebong 2.577 akseptor, Bengkulu Utara sebanyak 2.729, Kabupaten Kaur sebanyak 944 peserta dan Kabupaten Seluma 2.445. 

Gambar: Flyer Pelayanan KB Serentak dalam rangka HUT Ikatan Bidan Indonesia ke-75 Tahun 2026 (klik).

Sementara sasaran di Kabupaten Mukomuko mencapai 1.509 peserta, Kabupaten Lebong  980 peserta, Kepahiang sebanyak 765 akseptor, Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 1.257 akseptor dan Kota Bengkulu mencapai 2.252 peserta KB pasca persalinan dan peserta KB baru. 

Melalui jaringan fasilitas kesehatan, praktik mandiri bidan, puskesmas, hingga rumah sakit, pelayanan KB akan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kehadiran para bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak dinilai sangat strategis dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan layanan kontrasepsi yang aman serta berkualitas.

Program ini tidak hanya menyasar peserta KB baru, tetapi juga pasangan yang ingin melanjutkan penggunaan alat kontrasepsi, mengganti metode, maupun ibu pasca persalinan yang membutuhkan layanan segera. Beragam pilihan kontrasepsi disiapkan, mulai dari pil, suntik, kondom, hingga Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan IUD," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.

Lebih dari sekadar layanan medis, Bulan Bakti IBI menjadi ruang edukasi penting tentang perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, kesiapan kehamilan, hingga pencegahan stunting. Dengan keluarga yang terencana, peluang melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas akan semakin besar.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin, 4 Mei 2026

Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Baca Lainnya