Bengkulu,-Rumah Data Kependudukan yang lebih populer dengan Rumah DataKu (RDK) salah satu program yang diluncurkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) yang patut diintegrasikan bersama program PETIK BUAHATI sebuah aplikasi yang diluncurkan Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi bersama Dinas PMD Provinsi Bengkulu. RDK dan PETIK BUAHATI memiliki kesamaan dan tujuan menghadirkan data keluarga di tingkat desa untuk penguatan pembangunan kependudukan. Kolaborasi antara BPS Provinsi Bengkulu, Dinas PMD Provinsi Bengkulu dan Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu mengintegrasikan portal PETIK BUAHATI (Desa Cinta Statistik-Bengkulu Merah Putih) dengan RDK di Kampung KB guna menyatukan data mikro kependudukan untuk perencanaan pembangunan desa yang tepat sasaran.
Provinsi Bengkulu memiliki 1.513 desa dan kelurahan yang seluruhnya telah dicanangkan sebagai Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Fasilitas pendukung utama di Kampung KB, terdapat Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku) yang terus dikembangkan dan dioptimalkan di tingkat desa. Berdasarkan data operasional dan pemutakhiran oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, terdapat ratusan Rumah Data Kependudukan yang telah terbentuk dan tersebar di berbagai wilayah.
Pengintegrasian dua program tersebut sebagai upaya akselerasi pembangunan kependudukan, yang menjadi strategi penting dalam menyajikan data keluarga yang akurat, terpadu, dan berbasis wilayah sebagai dasar percepatan pembangunan kependudukan di tanah air," kata Ketua Tim Kerja 5 Bidang Data dan Informasi Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Sahwani, S.Kom kepada pewarta di Bengkulu,Selasa,(19/5/2026).
"Integrasi program di dua institusi ini sebagai upaya untuk pengembangan data yang sistematis, akurat untuk dijadikan sebagai rujukan pembangunan di tengkat desa," kata Sahwani.
Disampaikan Sahwani, Rumah DataKu BKKBN sebagai pusat data dan informasi kependudukan di tingkat kampung keluarga berkualitas memiliki peran vital dalam menyediakan data mikro keluarga yang terintegrasi aplikasi siga Kemendukbangga/BKKBN. Sementara PETIK BUAHATI hadir sebagai pendekatan penguatan pendataan, pemetaan, serta intervensi langsung terhadap berbagai persoalan keluarga di masyarakat. Melalui integrasi kedua program tersebut, pemerintah daerah dan lintas sektor dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam penanganan stunting, keluarga berisiko, pernikahan usia dini, kemiskinan ekstrem, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Rumah DataKu dan PETIK BUAHATI menjadi kekuatan penting dalam memastikan seluruh program pembangunan keluarga berjalan berbasis data yang terintegrasi dengan aplikasi Siga. Dengan data yang akurat, intervensi pemerintah akan lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya.
Integrasi ini juga memperkuat kolaborasi antara penyuluh KB, kader, pemerintah desa, hingga mitra pembangunan lainnya dalam melakukan pemutakhiran data dan pendampingan keluarga secara berkesinambungan. Rumah DataKu, kata Sahwani tidak hanya menjadi pusat informasi, kini diarahkan menjadi ruang analisis dan solusi terhadap berbagai persoalan kependudukan di tingkat desa. Dengan dukungan PETIKBUAHATI, pemanfaatan data diharapkan semakin optimal untuk mendorong percepatan pembangunan kependudukan menuju keluarga berkualitas. (irs)
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Selasa,(19/5/2026)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar