Bengkulu,-Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebuah program pendidikan yang mengintegrasikan isu kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam kurikulum sekolah (muatan lokal/kegiatan kesiswaan). Tujuannya meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan karakter remaja berencana agar siap menghadapi tantangan demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Merujuk dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu melalui tenaga Penyuluh KB sebagai "Akarnya Program Bangga Kencana" awal Mei pekan lalu turun ke lapangan dan berkoordinasi ke sejumlah sekolah di daerah itu untuk menjajahkan serta mendorong program SSK guna terintegrasi di sejumlah sekolah berbagai tingkatan, mulai tingkat dasar hingga menengah atas.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (KEMENDUKBANGGA/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu terus mendorong penguatan implementasi SSK agar mampu menjadi wadah pembelajaran isu kependudukan, kesehatan remaja, pencegahan stunting, hingga perencanaan masa depan generasi muda," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Ferry Kusnadi, S.E. kepada pewarta di Bengkulu usai mengikuti pisah sambut pimpinan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin,(11/5/2026).
"SSK di Kabupaten Bengkulu Selatan tidak hanya diterapkan di tingkat SMA, kini kita mulai merambah masuk ke sejumlah tingkatan sekolah mulai dari SD hingga SMA sebagai upaya memperkuat edukasi kependudukan sejak dini. Koordinasi ini dilaksanakan di beberapa sekolah, di antaranya SMAN 02 Bengkulu Selatan, SMPN 01 Bengkulu Selatan, dan SDN 01 Bengkulu Selatan."
Melalui program tersebut, sekolah didorong menghadirkan pojok kependudukan, media informasi edukatif, serta kegiatan kreatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam memahami berbagai tantangan sosial dan kependudukan.
"Kita menilai keberadaan SSK sangat penting dalam membangun karakter dan wawasan pelajar agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi bonus demografi Indonesia. Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) bukan hanya program tambahan di sekolah, tetapi menjadi sarana membentuk generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan, pendidikan, dan perencanaan kehidupan,” ujar Ferry Kusnadi.
"Kami juga mendorong sekolah agar aktif menghadirkan pojok kependudukan, media edukasi, dan kegiatan kreatif berbasis kependudukan sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Diharapkan semakin banyaknya sekolah yang mengimplementasikan SSK, pelajar di Bengkulu Selatan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing serta ikut mendukung terciptanya keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Pasar Manna, Bengkulu Selatan, Hajas Syukri menyampaikan bahwa pentingnya program SSK merambah sekolah-sekolah sebagai salah satu strategi dalam peningkatan pengetahuan dan pemahaman generasi muda terhadap wawasan kependudukan.
"Program SSK menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap isu kependudukan dan perencanaan kehidupan sejak dini. Melalui SSK, para pelajar tidak hanya mendapatkan ilmu akademik, tetapi juga edukasi tentang kesehatan remaja, pencegahan stunting, hingga pentingnya membangun keluarga berkualitas di masa depan,” ujar Hajas.
“Pengembangan SSK di berbagai tingkatan sekolah diharapkan mampu memperluas paparan Program Bangga Kencana kepada remaja. Sekolah menjadi tempat yang efektif untuk membentuk karakter, pola pikir, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan bonus demografi,” lanjutnya. (irs)
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Selasa,(12/5/2026).

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar