Selasa, 18 Agustus 2026

CKG Dalam Bangga Kencana, Menuju Keluarga Berketahanan

Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menghadiri Launching Kegiatan Gerakan Serentak Cek Kesehatan Gratis (GERTAK CKG) Merah Putih Provinsi Bengkulu dalam rangka HUT ke-81 RI Tahun 2026 di Aula Merah Putih Gedung Daerah Provinsi Bengkulu (18/8/2026).
Bengkulu,- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Dalam perspektif BANGGAKENCANA, pemeriksaan kesehatan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya membangun ketahanan keluarga secara menyeluruh.

Melalui CKG, masyarakat didorong untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarganya secara dini. Deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko kesehatan diharapkan dapat mendorong masyarakat mengambil langkah pencegahan sebelum masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.

"Pada 2026 gerakan CKG di Bengkulu masih terbilang rendah yang mencapai 19 persen, yang berada pada peringkat 20 dari 38 provinsi di tanah air" Ujar Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian. Melihat potret tersebut itu Wagub Ir. Mian menekankan sejumlah ASN di Bengkulu untuk CKG agar tumbuh masyarakat dan keluarga yang sehat sebagai investasi bangsa.

Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bengkulu harus bergerak untuk menjadi contoh, mengajak komponennya periksakan kesehatan gratis baik di provinsi hingga daerah. Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk CKG. "Ada tiga pilar kekuatan dalam meningkatkan capaian CKG, pertama ialah pemerintah, kedua yaitu dunia usaha dan pilar ketiga yaitu masyarakat untuk cek kesehatan gratis," pinta Mian.

Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes RI, Elvida Sariwati, M.Epid., menyebutkan, CKG program prioritas pemerintah sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan ketahanan ekonomi bangsa. "Agar tidak berhenti sekadar pada skrining atau deteksi dini, pemerintah mengintegrasikannya langsung dengan tindak lanjut pengobatan nyata dan edukasi pola hidup sehat. CKG di Bengkulu baru menyasar 445.980 orang, diharap tidak berhenti pada skrining," kata Elvida di Bengkulu,Selasa, (18/8/2026).

Foto: Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian dalam sambutannya pada Launching Kegiatan Gerakan Serentak Cek Kesehatan Gratis (GERTAK CKG) Merah Putih Provinsi Bengkulu dalam rangka HUT ke-81 RI Tahun 2026 di Aula Merah Putih Gedung Daerah Provinsi Bengkulu (18/8/2026).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan kesehatan merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan berketahanan, usai menghadiri Pencanangan Gerakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Merah Putih kantor Gubernur Bengkulu, Selasa,(18/8/2026).

“Keluarga yang sehat menjadi modal utama untuk membangun keluarga yang kuat dan berketahanan. CKG harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.

Sebagaimana diimbau Wakil Gubernur Bengkulu dalam sambutannya mengajak seluruh ASN di daerah itu untuk melakukan cek kesehatan secara rutin. Dalam rangka mendukung gerakan tersebut, dr. Zamhir mendorong sejumlah tenaga penggerak program BANGGAKENCANA di Bengkulu untuk memeriksakan kesehatan gratis secara rutin, "ASN di lingkup Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu untuk memeriksakan kesehatan secara rutin agar menjadi investasi bagi keluarga dan pemerintah" imbuh dr. Zamhir.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., ikut serta dalam Launching Kegiatan Gerakan Serentak Cek Kesehatan Gratis (GERTAK CKG) Merah Putih Provinsi Bengkulu dalam rangka HUT ke-81 RI Tahun 2026 di Aula Merah Putih Gedung Daerah Provinsi Bengkulu (18/8/2026).

Menurutnya, pembangunan keluarga tidak dapat dilepaskan dari berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan, pendidikan, ekonomi, perlindungan dan pengasuhan. Karena itu, keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan setiap anggotanya menjadi bagian penting dalam pembangunan 

Ia menambahkan, keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat. Orang tua menjadi contoh sekaligus penggerak bagi anggota keluarga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memperhatikan asupan gizi, melakukan aktivitas fisik serta memanfaatkan layanan kesehatan. CKG dalam Bangga Kencana pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: menghadirkan keluarga yang sehat, berkualitas dan mampu menghadapi tantangan kehidupan, menuju keluarga Indonesia yang berketahanan. (irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Bengkulu

Rilis : Selasa, 18/8/2026).

Menjaga Senyum Buah Hati saat Ibu Berjuang: Cerita di Balik Program TAMASYA Bengkulu

Foto: Foto bersama pada kegiatan Pendampingan Peningkatan Kualitas Pengasuhan dan Sosialisasi Pencatatan Serta Pelaporan Program TAMASYA di Aplikasi TAMASYA (18/8/2026).

BENGKULU – Di balik derap langkah perempuan masa kini yang makin aktif meniti karier dan menopang perekonomian keluarga, terselip sebuah dilema klasik yang kerap membayangi: bagaimana nasib pengasuhan anak saat orang tua harus bekerja? Dilema ini bukan sekadar keresahan emosional, melainkan potret nyata lapangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan terus merangkak naik hingga mencapai 56,63 persen pada Agustus 2025. Namun, kabar baik peningkatan kesejahteraan ini dibayangi fakta lain dari Profil Anak Usia Dini BPS 2025: sekitar 7,05 persen balita dari ibu bekerja masih mendapat pengasuhan yang kurang layak angka yang jauh lebih tinggi ketimbang 2,56 persen pada balita dengan ibu yang tidak bekerja. 

Menjawab tantangan mendesak tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu melangkah cepat melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).


Menghubungkan Pengasuhan Berkuantitas dengan Ketertiban Data

Kehadiran TAMASYA dirancang bukan hanya sebagai tempat penitipan anak biasa, melainkan menjadi wadah pengasuhan alternatif yang aman, sarat kasih sayang, dan memberikan stimulasi tepat bagi tumbuh kembang anak. Dengan begitu, orang tua—khususnya para ibu—dapat bekerja tenang dan produktif.

Namun, menghadirkan layanan berkualitas tentu tak cukup hanya di lapangan; ketertiban administratif menjadi kunci akuntabilitas. Berdasarkan data BKKBN, dari total 66 TAMASYA yang tersebar di Provinsi Bengkulu, baru sekitar 15,15 persen atau 10 TAMASYA saja yang teregistrasi secara resmi di aplikasi. Kesenjangan inilah yang memantik langkah konkret Kemendukbangga/BKKBN.

Foto: Kepala Petwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., memberikan sambutan pada kegiatan Pendampingan Peningkatan Kualitas Pengasuhan dan Sosialisasi Pencatatan Serta Pelaporan Program TAMASYA di Aplikasi TAMASYA (18/8/2026).

Pada Selasa (18/8/2026), digelar Kegiatan Pendampingan Peningkatan Kualitas Pengasuhan dan Sosialisasi Pencatatan serta Pelaporan Program Tamasya di Aplikasi Tamasya. Agenda ini mempertemukan berbagai pihak—mulai dari jajaran OPD KB Kota Bengkulu, Penyuluh KB (PKB/PLKB), pengelola dan pengasuh TPA/TAMASYA, kader BKB, orang tua, hingga anak-anak dari Forum Genre.  

"Langkah pendampingan ini menjadi krusial agar jaminan pengasuhan yang aman dan berkualitas di Bengkulu tidak hanya sukses di atas kertas, tetapi benar-benar berdampak nyata pada tumbuh kembang anak," tegas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.  

Foto: Ketua Tim Kerja 3 (Pembangunan Keluarga) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Mardhotillah Layli R., S.Sos., M.Sos., pada kegiatan Pendampingan Peningkatan Kualitas Pengasuhan dan Sosialisasi Pencatatan Serta Pelaporan Program TAMASYA di Aplikasi TAMASYA (18/8/2026).


Investasi Generasi Emas

Penguatan TAMASYA dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul demi menyambut bonus demografi. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pengasuh, dan dunia usaha diharapkan dapat mewujudkan lingkungan tumbuh kembang terbaik bagi anak-anak Indonesia.  

Melalui komitmen bersama ini, Bengkulu membuktikan bahwa kesibukan membangun ekonomi tak harus mengorbankan masa depan dan kebahagiaan para generasi penerus.(humas)

Senin, 17 Agustus 2026

Berbeda Dalam Budaya, Bersatu Membangun Keluarga Indonesia

 

Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu melaksanakan Upacara Peringatan HUT ke-81 RI, Senin, 17 Agustus 2026.

Bengkulu,– Semangat persatuan dan keberagaman mewarnai pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Keluarga besar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasinoal (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Senin, 17 Agustus 2026 menggelar upacara dengan mengenakan pakaian adat nusantara yang mengisyaratkan berbeda dalam budaya, bersatu membangun keluarga Indonesia.

Upacara perayaan HUT RI tahun 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu itu diikuti oleh puluhan ASN menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya (SLKS) sebagai tanda kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai penghargaan atas kesetiaan, pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan kedisiplinan yang ditunjukkan secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu dari Kemendukbangga/BKKBN yang diserahkan melalui Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H, Zamhir Setiawan., M.Epid kepada 56 orang penerima SLKS.   

“Busana dengan tema pakaian adat pada upacara HUT RI ke-81 ini bukan sekadar setelan sebuah momentum, tetapi simbol kekayaan budaya dan keberagaman bangsa Indonesia. Dari keberagaman tersebut kita dipersatukan oleh semangat kebersamaan, gotong royong serta semangat kecintaan kepada Indonesia yang erat dengan semangat gotong royong Kemendukbangga/BKKBN yang secara nyata tercermin dalam program kolaborasi lintas sektor untuk kesejahteraan keluarga, terutama melalui salah satu pilar utama yaitu program penanganan stunting melalui Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING)," ujar dr. Zamhir Setiawan.

Mengusung semangat kedaulatan rakyat, konsep identitas visual Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menempatkan keberagaman masyarakat sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Identitas visual ini berakar pada tiga filosofi utama: Kolektif dan Gotong Royong Antar Lapisan, Sinergi dan Koneksi Membangun Negeri, serta Bertumbuh dengan Satu Tujuan yang Sama.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., memberikan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada ASN di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu pada Upacara Peringatan HUT ke-81 RI, Senin, 17 Agustus 2026.

Semangat ini mewujud nyata melalui langkah strategis Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN yang resmi meluncurkan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029 sebagai panduan operasional kebijakan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Filosofi kebersamaan tersebut diintervensi langsung hingga ke tingkat keluarga melalui berbagai program inklusif:


  1. Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING): Bentuk kepedulian bersama dalam menekan angka stunting demi generasi masa depan.
  2. Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI): Menguatkan peran pengasuhan yang setara dan berketahanan dalam keluarga.
  3. Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA): Penyediaan ruang pengasuhan anak yang aman dan berkualitas bagi keluarga pekerja.
  4. Lansia Berdaya (SiDaya): Mendorong populasi senior agar tetap sehat, aktif, dan berkontribusi bagi lingkungan.
  5. Distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG 3B): Penguatan gizi menyasar langsung Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita.

flyer: @kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Peringatan kemerdekaan tahun ini juga menjadi panggilan solidaritas nasional. Di tengah perayaan momentum bersejarah, bangsa Indonesia diajak untuk menundukkan kepala sejenak, memanjatkan doa, dan mengulurkan bantuan nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Mari kita rapatkan barisan, meringankan beban sesama, dan memastikan tidak ada satu pun warga bangsa yang tertinggal dalam perjalanannya menuju masa depan.

Flyer : @kemendukbangga_bkkbnbengkulu


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(17/8/2026)

Minggu, 16 Agustus 2026

Menjaga Warisan, Merekam Jejak, dan Menciptakan Perubahan bagi Remaja Bumi Merah Putih

Screenshot: Peserta Virtual Meeting Zoom Kick Off ADUJAK 2026 Provinsi Bengkulu.


BENGKULU — Suasana malam akhir pekan di pertengahan Agustus 2026 terasa hangat ketika puluhan layar perangkat digital terhubung dalam satu gelombang antusiasme. Tepat pukul 19.30 WIB, Sabtu 15 Agustus 2026, virtual room Kick-Off Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (ADUJAK GenRe) Provinsi Bengkulu resmi dibuka. Penyelenggaraan yang digelar oleh Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersama Forum GenRe ini menandai awal dari maraton perjuangan remaja di seluruh pelosok kabupaten dan kota se-Bengkulu hingga puncak penganugerahan pada awal Oktober mendatang.

ADUJAK GenRe 2026 bukan sekadar panggung kompetisi rutin atau seremoni tahunan pencarian pemuda berbakat. Lebih jauh, ajang ini dirancang sebagai kawah candradimuka pembelajaran, ruang aman, dan penggerak akselerasi kapasitas bagi para pendidik serta konselor sebaya. Di tengah arus modernisasi dan dinamika sosial yang kian pesat, program GenRe kembali menegaskan posisinya sebagai kompas arah bagi transisi kehidupan remaja Bengkulu.

"ADUJAK GenRe merupakan obor penerang langkah para remaja dalam merencanakan kehidupan yang lebih baik, sekaligus menumbuhkan tekad menjadi generasi penerus yang tangguh demi mewujudkan Indonesia Maju." ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.


Warisan Kolonial dan Refleksi Zaman: Tema "Menjaga Warisan, Ciptakan Perubahan"

Mengusung tema utama “Menjaga Warisan, Ciptakan Perubahan”, ADUJAK GenRe 2026 mengajak generasi Z dan Alpha untuk menengok kembali sejarah bangsa, khususnya peninggalan era kolonial di Bumi Merah Putih (Bencoolen), lalu menjadikannya pemantik keberanian dalam menghadapi pertempuran masa kini. Perjuangan anak muda zaman sekarang tidak lagi diangkat lewat senapan di medan perang, melainkan melalui respons kritis, inovasi sosial, dan aksi nyata terhadap ancaman sosial yang mengintai.

Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), sebanyak 62% remaja perempuan dan 51% remaja laki-laki memilih berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi dengan teman sebayanya. Angka ini membuktikan bahwa Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang digerakkan oleh Pendidik dan Konselor Sebaya merupakan benteng utama penyebaran informasi yang valid dan tepercaya.

Para Duta dan pengelola program tidak hanya dituntut menguasai keterampilan berbicara di depan umum, melainkan juga dibekali pemahaman mendalam tentang isu-isu krusial seperti ancaman Triad KRR (Pernikahan Dini, Seksualitas Berisiko, dan NAPZA), pencegahan stunting dari hulu, kesehatan mental, literasi digital, hingga penanganan maraknya fenomena child grooming, kekerasan seksual, dan judi online.  

 

Screenshot: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., membuka kegiatan Virtual Meeting Zoom Kick Off ADUJAK 2026 Provinsi Bengkulu.


Rangkaian Kegiatan: Dari Tantangan Digital Hingga Panggung Seni Budaya

Rangkaian ADUJAK GenRe 2026 membentang panjang mulai Agustus hingga Oktober 2026 dengan perpaduan metode daring (online) dan luring (offline), yang menguji ketahanan substansi, kepemimpinan, dan kecakapan adaptasi digital para peserta.  

1. Kampanye Edukasi Digital (7-Day Challenge & Live TikTok Challenge)

Sebagai pembuka, peserta ditempa melalui tantangan digital 7 hari berturut-turut yang mengeksplorasi isu-isu kritis remaja, mulai dari investasi kesehatan reproduksi, pemahaman sex vs gender, pencegahan penyakit menular seksual, hingga pengenalan modus pedofilia dan child grooming. Tak hanya itu, melalui Live TikTok Challenge yang dijadwalkan sepanjang akhir Agustus hingga pertengahan September 2026, para finalis berkolaborasi dengan alumni Duta GenRe untuk membedah tema-tema hangat seperti "Fatherless Era", fenomena "Insecure karena Sosmed", hingga debat "Kuliah, Karier, atau Menikah Duluan?".

2. Jambore Ajang Kreativitas (JAK): Budaya dan Partisipasi Publik

Pada ranah kreativitas, ajang Apresiasi Budaya (Cultural Immersion) mewajibkan setiap kontingen kabupaten/kota menyajikan pertunjukan real-time yang memadukan nilai sejarah kolonial Bencoolen dengan isu remaja masa kini. Alur cerita yang diusung mengeksplorasi narasi mendalam seperti "Jejak Fatherless Era Bencoolen", "Darurat Gizi dan Pangan Kolonial", hingga "Belenggu Pernikahan Dini Masa Lalu".  Selain itu, dihadirkan pula perlombaan unik Tarik Tambang Online Forum GenRe—sebuah ajang adu voting partisipasi publik di Instagram resmi @genrebengkulu_official yang mempertemukan foto-foto peninggalan sejarah kolonial antar-kabupaten/kota dalam sistem gugur. Lomba ini disempurnakan dengan pembuatan Konten Reels Edukatif Kreatif berdurasi 1 menit berfokus pada daya tekan suara anak muda bagi pembangunan bangsa.

Screenshot: Peserta Virtual Meeting Zoom Kick Off ADUJAK 2026 Provinsi Bengkulu.

Masa Depan Terencana: Menuju Puncak Grand Final dan Pasca-Penganugerahan

Tepat pada Jumat, 2 Oktober 2026, seluruh finalis Duta GenRe dari 10 pasang perwakilan kabupaten/kota akan berkumpul secara luring di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Mereka akan menjalani uji kelayakan mendalam melalui Deep Interview pada empat pos penilaian utama: Advokasi & Wawasan Umum, Program Inovatif, BanggaKencana & Quick Win, serta Pengorganisasian Forum GenRe, yang dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD).

Tak hanya diuji, peserta juga dibekali peningkatan kapasitas diri lewat GenRe Class, yang mencakup kelas OLAHRASA untuk membina kesehatan mental serta peran konselor sebaya, serta kelas GenRe Content Creating untuk memoles kemampuan komunikasi publik digital. Rangkaian ini akan mencapai puncaknya pada Sabtu, 3 Oktober 2026 dalam perhelatan Grand Final ADUJAK GenRe Provinsi Bengkulu 2026.


"Ke Pantai Panjang di kala senja, Jangan lupa membawa kue Tat, Remaja Genre tetaplah berkarya, Untuk mewujudkan generasi yang hebat” Sambut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. “Bunga Raflesia mekar berseri, Jadi kebanggaan warga Bengkulu , Tetaplah berkarya sepenuh hati, Untuk Bengkulu yang semakin maju” tutup dr. Zamhir dalam sambutannya pada kegiatan Virtual Meeting Kick Off ADUJAK 2026 Provinsi Bengkulu, Sabtu, 15 Agustus 2026.


Perjalanan ini tidak berakhir saat mahkota atau selempang penganugerahan disematkan. Para pemenang dan alumni Duta GenRe mengemban amanah selama masa jabatan, termasuk komitmen menjaga integritas (tidak menikah selama menjabat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba), membina minimal 5 kelompok PIK-R di daerahnya, serta berkontribusi aktif dalam menurunkan angka stunting dan membimbing generasi muda Bengkulu agar berani bermimpi, berani merencanakan, dan berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab.(humas)

Jumat, 14 Agustus 2026

Zamhir: HUT RI Momentum Tanamkan Kekompakan dan Gotong Royong

Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu pada kegiatan lomba peringatan HUT RI ke-81 di Halaman Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (Jum'at, 14 Agustus 2026).


Bengkulu,- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk memperkuat kekompakan dan semangat gotong royong di lingkungan kerja Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu. Kekompokan dibangunnya kembali melalui perayaan HUT RI yang melibatkan sejumlah karyawan dan karyawati.

Menyambut HUT ke-81 RI, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Jumat, 14 Agustus 2026 menggelar berbagai perlombaan yang diikuti jajaran pegawai. Kegiatan berlangsung meriah dan menjadi ajang mempererat kebersamaan di tengah rutinitas pelaksanaan program kependudukan dan pembangunan keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan peringatan HUT RI tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong. "Momen ini jadikan media untuk menumbuhkan kekeluargaan, persaudaraan, kerjasama, kompak dan gotong royong. Yang sejalan dengan semangat para pejuang kemerdekaan RI," kata dr. Zamhir saat membuka perlombaan peringatan HUT RI di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu,Jumat,(14/8/2026).

Foto: Lomba  pada peringatan HUT RI untuk membangun kerjasama dan menjaga kekompakan keluarga Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kekompakan dan gotong royong. Nilai-nilai ini penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Zamhir.

Menurutnya, kekompakan menjadi modal penting dalam menjalankan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana nasional (BANGGAKENCANA). Berbagai program Kemendukbangga/BKKBN membutuhkan kerja sama, baik di internal organisasi maupun dengan pemerintah daerah, mitra kerja dan masyarakat. Terutama dalam mengentaskan stunting melalui gotong royong multi pihak.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., memberikan sambutannya pada kegiatan lomba peringatan HUT RI ke-81 di Halaman Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (Jum'at, 14 Agustus 2026). 

"Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) memerlukan aksi gotong royong melalui gerakan dan kepedulian orangtua asuh mencegah lahir generasi stunting baru. Suasana kebersamaan yang dibangun melalui perlombaan diharapkan dapat memperkuat hubungan antaranggota sekaligus meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas. Dengan kebersamaan dan kerja sama yang baik, kita akan lebih kuat dalam menjalankan program dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Foto: Lomba peringatan HUT RI ke-81 di Halaman Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (Jum'at, 14 Agustus 2026).


Zamhir juga mengajak seluruh jajaran Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu menjadikan semangat HUT RI sebagai dorongan untuk terus memberikan kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui penguatan keluarga dan program Bangga Kencana.

Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN  Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu pun diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan. Semangat persatuan, gotong royong dan pengabdian menjadi nilai yang terus dibawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Jumat,(14/8/2026).



Rabu, 12 Agustus 2026

Jamban Sehat Krusial Pencegahan Stunting di Lebong

 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dan jajaran bersama Kepala DP3APPKB Kabupaten Lebong, Eropa, S.K.M., M.M., dan jajaran pada Pertemuan dan Pembinaan Kepegawaian serta sinkronisasi program BANGGAKENCANA bersama Penyuluh KB di Kabupaten Lebong, Senin, (10/8/2026).

Lebong, Bengkulu,-Pencegahan stunting dilakukan melalui dua pendekatan utama, intervensi gizi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik, dengan menangani penyebab langsung di sektor kesehatan melalui pemberian gizi kepada kelompok ibu hami, balita dan remaja putri. Sementara intervensi sensitif dengan menangani penyebab tidak langsung di luar sektor kesehatan yang fokus pada kondisi lingkungan, ekonomi, dan sosial untuk mendukung pencegahan dari akar masalah.

Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu tidak cukup hanya dilakukan melalui pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan perhatian serius terhadap kondisi sanitasi keluarga. Ketersediaan jamban sehat menjadi salah satu intervensi penting untuk mencegah penyakit infeksi yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Penyediaan jamban sehat merupakan intervensi sensitif yang sangat krusial dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Lebong. Hal itu terungkap dalam pertemuan pembinaan tenaga penyuluh dan petugas lapangan KB di Lebong, Senin, awal pekan kedua Agustus 2026. Hadir pada pertemuan itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., yang didampingi Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Lebong, Eropa, S.K.M., M.M. dan sejumlah PKB/PLKB di daerah itu. Kabupaten Lebong dengan 12 kecamatan terdapat masing-masing satu unit balai penyuluh KB yang tersebar di sejumlah kecamatan di Lebong. Dengan kondisi kesehatan lingkungan masih minim persediaan jamban sehat di lingkungan keluarga di 12 daerah kecamatan itu.

Foto: (kiri ke kanan) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., Kepala DP3APPKB Kabupaten Lebong, Eropa, S.K.M., M.M., dan Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E. pada Pertemuan dan Pembinaan Kepegawaian serta sinkronisasi program BANGGAKENCANA bersama Penyuluh KB di Kabupaten Lebong, Senin, (10/8/2026).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menyikapi hal tersebut untuk bergandengan bersama pemerintah daerah setempat dalam mengintervensi lingkungan yang sehat. Sanitasi yang buruk, termasuk kebiasaan buang air besar sembarangan, dapat meningkatkan risiko paparan berbagai sumber penyakit. Infeksi berulang, terutama diare, dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan pada akhirnya berpengaruh terhadap pertumbuhan anak.

Karena itu, pembangunan jamban sehat  perlu ditempatkan sebagai bagian dari intervensi gizi sensitif dalam percepatan penurunan stunting. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan balita serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

"Perlunya intervensi melalui pemnyediaan jamban sehat untuk menyelamatkan 34.829 keluarga di daerah itu serta membentengi 4.147 Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Secara khusus akan mengintervensi 407 KRS dengan risiko tinggi diLebong," ujar dr. Zamhir.

Foto: Pertemuan dan Pembinaan Kepegawaian serta sinkronisasi program BANGGAKENCANA bersama Penyuluh KB di Kabupaten Lebong, Senin, (10/8/2026).

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Kabupaten Lebong, Eropa, S.K.M., M.M., menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Lebong sendiri terus memperkuat strategi penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan pelibatan masyarakat. Pada 2026, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan pihak ketiga melalui Gerakan Orang Tua Asuh sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting.

Dalam konteks pencegahan stunting, keluarga menjadi garda terdepan. Tidak hanya memastikan anak mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga menyediakan lingkungan rumah yang sehat, termasuk air bersih dan jamban yang memenuhi standar kesehatan. Penguatan sanitasi juga membutuhkan dukungan pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan dan masyarakat. Edukasi harus dibarengi dengan penyediaan sarana, sehingga perubahan perilaku dapat berlangsung secara berkelanjutan.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu,(12/8/2026).

Cegah Lahir Stunting Baru, Kokohkan KB dari Lembah Hingga Gunung

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama Bupati Lebong, Azhari, S.H., M.H., pada Rapat Koordinasi Membangun Sinergitas dan Kolaborasi dalam program BANGGAKENCANA Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Lebong, Senin, (10/8/2026).

Bengkulu,- Upaya mencegah lahirnya generasi baru yang berisiko stunting, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu terus memperkokoh program pembangunan keluarga, kependudukan dan Keluarga berencana di seluruh wilayah di daerah itu. Dari lembah hingga kawasan pegunungan, penguatan program BANGGAKENCANA menjadi bagian penting dalam mempercepat penurunan stunting di Bumi Merah Putih.

Awal pekan ke-dua Agustus 2026 Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., turun langsung ke Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu dalam advokasi dan penguatan komitmen bersama terhadap pelaksanaan program Bangga Kencana. Pembangunan kependudukan harus berjalan seiring dengan pembangunan keluarga yang berkualitas.

Kabupaten Lebong adalah wilayah otonom pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu, dengan ibu kota di Tubei memiliki luas wilayah sekitar 1.665 km² dengan jumlah penduduk lebih dari 105.088 jiwa, terdapat laki-laki sebanyak 53.457 Jiwa dan perempuan mencapai 51.631 Jiwa. Dengan 10.539 keluarga memiliki anak balita dan sebanyak 4.066 keluarga memiliki anak remaja

Dalam kunjungan pemerintah setempat mengagendakan Rapat Koordinasi Sinergisitas Dan Konsolidasi Program BANGGAKENCANA Dalam Upaya Penurunan Angka Stunting Kabupaten Lebong Tahun 2026. Rakor Percepatan Penurunan Stunting di Tubei tersebut hadir unsur Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Lebong.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., pada Rapat Koordinasi Membangun Sinergitas dan Kolaborasi dalam program BANGGAKENCANA Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Lebong, Senin, (10/8/2026).

Kelompok balita dan remaja menjadikan prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam penyiapan masa depan bangsa yang kuat dan sejahtera, karena keluarga fondasi kekuatan bangsa," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr.H. Zamhir Setiawan., M.Epid saat menyampaikan materi pada Rapat Koordinasi Sinergisitas Dan Konsolidasi Program Bangga Kencana Dalam Upaya Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Lebong, Senin,(10/8/2026).

"Fokus pada balita dan remaja merupakan strategi kunci pembangunan SDM untuk menghadapi bonus demografi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Investasi pada kesehatan, gizi, dan pendidikan di usia dini serta masa muda menentukan daya saing bangsa di masa depan."

Dalam pembangunan remaja dan balita, Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan beberapa program prioritas, yang diantaranya terdapat kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Remaja (BKR), Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R)/GenRe. Di Kabupaten Lebong, Bengkulu terdapat sebanyak 105 kelompok BKB, 80 kelompok BKR dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) sebanyak 64 kelompok.

Melalui penguatan sejumlah kelompok kegiatan serta dukungan secara multi pihak maka dapat diyakini kasus stunting di Bumi Tubei dapat ditekan hingga di bawan nasional yaitu di 14 persen. Potret stunting di Lebong masih berada pada posisi tinggi dengan angka 22,7 persen. Dan terdapat keluarga berisiko stunting mencapai 407 keluarga berisiko tinggi.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu,(12/8/2026)

Raih Hasil Positif, Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Rilis Hasil Survei Kepuasan Masyarakat 2026

Flyer : Hasil Survey Kepuasan Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (instagram: @kemendukbangga_bkkbnbengkulu)

Terima kasih atas kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Tahun 2026. 

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) tersebut diisi oleh seluruh pengguna layanan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Periode April s.d Juni 2026. Hasil survei telah diolah secara profesional oleh Lab Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB). 

Hasil yang kami peroleh akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. 

Bila anda menemukan praktik/pelanggaran oleh pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Anda dapat menghubungi call center kami di 𝟬𝟴𝟮𝟮 𝟳𝟵𝟯𝟯 𝟯𝟯𝟱𝟬 atau melalui surel/e-mail 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻𝟵𝟬@𝗴𝗺𝗮𝗶𝗹.𝗰𝗼𝗺

BKKBN "Berencana Itu Keren" 😊

Mari bersama wujudkan pelayanan publik yang semakin baik. 🙏🏻😊

"Berencana Itu Keren"

Cegah Stunting Lewat GENTING, Bupati Lebong Dorong Dunia Usaha Turut Berkolaborasi

                                               Bupati Lebong, Bengkulu Azhari,S.H., M.H 

Bengkulu,- Upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Lebong terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Lebong mendorong dunia usaha, swasta dan pemerintah turut mengambil peran dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Menjadikan Program GENTING sebagai gerakan bersama untuk memutus mata rantai potensi lahirnya generasi stunting baru melalui intervensi sensitif dan spesifik.

“Penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengajak dunia usaha untuk ikut berkolaborasi melalui program GENTING sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga yang membutuhkan,” ujar Bupati Lebong, Azhari, S.H., M.H,m dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Membangun Sinergitas dan Kolaborasi dalam program BANGGAKENCANA Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Lebong, Senin, (10/8/2026).

Berdasarkan data, prevalensi stunting Kabupaten Lebong masih berada pada angka 22,7 persen di Tahun 2026, Angka ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kita belum selesai dan bukan sekadar menurunkan angka tetapi memastikan tidak ada lagi anak di Kabupaten Lebong yang kehilangan masa depan karena stunting. 

    Bupati Azhari,S.H., M.H bersama unsur Forkopimda saat Rakor Percepatan Penurunan Stunting 

Bupati Lebong menegaskan, persoalan stunting tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur, termasuk dunia usaha, organisasi masyarakat, perguruan tinggi dan masyarakat untuk memastikan keluarga berisiko stunting mendapatkan intervensi yang tepat. "Seluruh elemen masyarakat agar bergandeng tangan untuk mengatasi persoalan kependudukan, baik pemerintah, swasta dunia usaha yang bergerak di Kabupaten Lebong untuk menjadi OTA (Orang Tua Asuh)," pinta Azhari.

Menurutnya, dukungan dunia usaha dapat turut membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita. Selain bantuan pangan bergizi, dukungan juga dapat dilakukan melalui edukasi, pemberdayaan keluarga serta peningkatan kualitas lingkungan.

Ditegaskan Bupati Azhari, untuk mewujudkan pembangunan yang berkualitas tidak ada ego sektoral dengan menyatukan visi dan misi untuk mencapai tujuan Kabupaten Lebong bebas stunting. Anak-anak hari ini adalah pemimpin di masa depan. Merekalah yang kelak akan membangun daerah ini. Maka tugas hari ini adalah memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas. "Satu keluarga yang Kita dampingi hari ini, akan menjadi satu generasi hebat di masa depan. Bersama BANGGAKENCANA, Bersama GENTING, kita wujudkan Lebong bebas stunting," tegasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr.H.Zamhir Setiawan., M.Epid (tengah) saat disambut pada Rakor PPS

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dalam paparannya menyampaikan bahwa pencegahan stunting bermula dari peran keluarga. Mulai dari pembinaan remaja calon pengantin yang sehat dengan pemeriksaan kesehatan dan pengukuran lingkar lengan, pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan (HPK). 

Jumlah Penduduk Kabupaten Lebong 105.088 jiwa dengan presentasi laki-laki 53.457 Jiwa dan 50.87 persen perempuan, dengan jumlah keluarga 34.829 jiwa. Terdapat sebanyak 10.539 keluarga memiliki anak balita, 4.066 keluarga memiliki anak remaja, sebanyak 12.592 keluarga memiliki lansia di atas usia 60 tahun. "Keluarga berperan menyediakan gizi seimbang, pola asuh yang baik, sanitasi bersih, serta rutin memantau tumbuh kembang anak di posyandu agar anak tumbuh optimal," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.

Penanganan stunting perlu mengetahui peta jalan intervensi jumlah keluarga sasaran, yaitu keluarga dengan pasangan usia subur / Ibu hamil, Ibu menyusui dan keluarga memiliki balita sebanyak 18.504 keluarga. Teridentifikasi 4.147 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) diantaranya sebanyak 407 KRS prioritas dengan faktor risiko tinggi terdapat ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK), memiliki anak balita dengan kurang gizi, tidak memiliki akses air bersih dan keluarga yang tinggal di rumah kumuh atau rumah tidak layak huni.

Melalui gerakan gotong royong genting maka wilayah tertentu dapat mencegah potensi lahirnya generasi stunting baru melalui intervensi spesifik dengan pemberian nutrisi kepada penerima manfaat dan intervensi sensitif dengan berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan yang ditujukan untuk mengatasi penyebab tidak langsung masalah gizi dan kekerdasan pada anak (stunting). Upaya ini mencakup penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan akses pangan bergizi, serta program perlindungan sosial.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Rabu,(12/8/2026)

Jumat, 07 Agustus 2026

Budaya Tegur, Sapa, Salam Jadi Komitmen ASN Kemendukbangga/BKKBN Tingkatkan Pelayanan Publik

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama jajaran Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu pada pertemuan tentang penguatan Pelayanan Publik bersama Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bengkulu di ruang rapat Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kamis, 6 Agustus 2026.


Bengkulu,– Tegur sapa salam merupakan budaya ramah tamah yang menjadi pondasi komunikasi sosial masyarakat di tanah air. Yang memiliki nilai erat untuk membangun hubungan, komunikasi menjadi akrab,dan peduli satu sama lain, serta menjadi dasar yang kuat dalam membangun kinerja Aparatus Sipil Negara (ASN).

Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu terus memperkuat budaya Tegur, Sapa, Salam (TSS) sebagai bagian dari pembentukan budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Penerapan budaya tersebut menjadi salah satu upaya mendukung terwujudnya Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., melalui Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., dalam evaluasi dan konsolidasi bersama tim kerja 9 Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Jumat, 7/8/2026.

Weldi mengatakan budaya Tegur, Sapa, Salam (TSS) merupakan implementasi nilai-nilai dasar ASN yang mengedepankan profesionalisme, integritas, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi dan konsolidasi dalam rangka meningkatkan tugas pokok pelayanan internal.

Dikatakan Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, budaya TSS perlu dianut dipegang bagi sejumlah ASN di lingkup Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu yang mencapai 300 orang lebih. "ASN di Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu hingga Agustus 2026 terdata sebanyak 362 orang terdiri dari PNS sebanyak 51 orang, Penyuluh Lapangan KB dan Petugas KB (PLKB/PKB) sebanyak 286 dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 20 orang dan tenaga outsourcing atau alih daya lima orang. Semua komponen tersebut perlu mengedepankan pelayan berbudaya TSS," ujar Weldi.

"ASN Kemendukbangga/BKKBN harus responsif, cepat tanggap, dan solutif dalam melayani kebutuhan masyarakat. Sikap ini merupakan bagian penting dari core values ASN BerAKHLAK, khususnya pada nilai Berorientasi Pelayanan dan Adaptif guna menghadapi perubahan zaman yang dinamis".

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (kiri) bersama Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., dan Ketua Tim Kerja 8 Pengelolaan Manajemen Kinerja Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Endah Puspitasari, S.K.M., M.E.,  pada pertemuan dalam rangka penguatan Pelayanan Publik bersama Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bengkulu di ruang rapat Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kamis, 6 Agustus 2026.

Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu berkomitmen menjadikan budaya Tegur, Sapa, Salam sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari. Dengan demikian, penguatan integritas dan peningkatan kualitas pelayanan publik dapat berjalan seiring dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, akuntabel, berorientasi pada kepuasan masyarakat, serta sukses meraih predikat ZI-WBK dan hasil optimal dalam Evaluasi Pelayanan Publik Kemendukbangga/BKKBN

Untuk itu pihaknya segera membuat program pelatihan pelayanan publik bagi ASN di Perwakilan BKKBN Bengkulu. "Pelatihan pelayanan publik bagi ASN harus responsif agar aparatur mampu mendeteksi, memahami, dan menanggapi kebutuhan serta keluhan masyarakat dengan cepat, tepat, dan solutif. Responsivitas merupakan kunci utama membangun kepercayaan masyarakat serta mewujudkan core values ASN BerAKHLAK," demikian Weldi.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Jumat,(7/8/2026).

19 Tahun IPeKB Indonesia: Menenun Ketahanan Keluarga dari Kaki Bukit Kaba

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., foto bersama dengan Penyuluh Keluarga Berencana yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana pada Puncak Peringatan HUT IPeKB Indonesia ke-19 Tingkat Provinsi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong, Rabu, 5 Agustus 2026.
REJANG LEBONG — Pagi di Rejang Lebong disambut sejuk udara perbukitan dan kabut tipis yang menyelimuti lereng Bukit Kaba. Di tengah nuansa alam yang asri ini, ratusan pahlawan sunyi pembangunan keluarga berkumpul dalam Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia Tingkat Provinsi Bengkulu ke-19 Tahun 2026.

Acara yang dipusatkan di Kabupaten Rejang Lebong tersebut menjadi panggung apresiasi, refleksi, sekaligus peneguhan komitmen bagi para Penyuluh KB di seluruh pelosok Provinsi Bengkulu.


Melangkah Jauh dari Sekadar Kontrasepsi

Mengangkat semangat "Bersatu dalam Pengabdian, Bergerak dalam Kolaborasi, Menguatkan Keluarga untuk Indonesia Maju," Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu, Helmi Suanda, S.Sos., menegaskan kembali esensi perjalanan 19 tahun organisasi profesi ini. Sejak berdirinya pada tahun 2007, IPeKB telah tumbuh menjadi rumah besar yang melatih, melindungi, dan menempa profesionalisme para penyuluh.

"Peran Penyuluh KB hari ini jauh lebih luas dibanding beberapa dekade lalu. Kami tak lagi hanya berbicara soal pelayanan kontrasepsi, tetapi hadir sebagai edukator, fasilitator, motivator, hingga advokator masyarakat," ujar Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu dalam sambutannya.

Kehadiran Penyuluh KB kini menyentuh setiap fase kehidupan manusia:

  1. Remaja: Dampingi lewat Program Generasi Berencana (GenRe).
  2. Calon Pengantin & Keluarga: Disiapkan menuju keluarga berkualitas serta pencegahan stunting.
  3. Peran Ayah: Dikuatkan melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
  4. Lansia & Ekonomi: Diberdayakan melalui Bina Keluarga Lansia hingga kelompok UPPKA.


Foto: (kiri ke kanan) Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu, Helmi Suanda, S.Sos., Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., Ketua Persatuan Kepala Dinas (PERKADIS) OPD KB Kabupaten/Kota seProvinsi Bengkulu sekaligus Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita, S.H., M.H., pada Puncak Peringatan HUT IPeKB Indonesia ke-19 tingkat Provinsi Bengkulu di halaman kantor DP3AP2KB Rejang Lebong, Rabu, 5 Agustus 2026.


Jejak Senyap di Garis Terdepan

Kehadiran dan dedikasi tersebut mendapat apresiasi mendalam dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. Dalam arahannya, dr. Zamhir menggambarkan profesi Penyuluh KB sebagai pengabdian yang sering kali bekerja dalam hening namun berdampak masif.

"Sembilan belas tahun IPeKB adalah catatan tentang ribuan langkah kaki menyusuri jalan desa, menembus medan yang tak selalu mudah. Ini adalah profesi yang bekerja senyap, jarang tersorot, namun dampaknya menjangkau ke sendi paling dasar kehidupan: rumah tangga," ungkap dr. Zamhir.

Dampak kerja keras di garis depan ini terbukti dari tren positif indikator pembangunan keluarga di Provinsi Bengkulu:

  • Angka Kelahiran Total (TFR) terus menurun mendekati target replacement level.
  • Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi Modern (mCPR) menunjukkan peningkatan.
  • Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting berjalan makin masif bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh kabupaten/kota.


Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., memberikan sambutan pada Puncak Peringatan HUT IPeKB Indonesia ke-19 tingkat Provinsi Bengkulu di halaman kantor DP3AP2KB Rejang Lebong, Rabu, 5 Agustus 2026.

Lima Arahan Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Menghadapi era transisi demografi dan derasnya arus informasi digital, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menyampaikan lima poin arahan strategis untuk memandu langkah IPeKB ke depan:

  1. Sentuhan Personal & Teknologi: Tingkatkan kapasitas digital dan metode komunikasi modern, tanpa kehilangan kehadiran fisik serta interaksi yang tulus di tengah warga.
  2. Penguatan Rumah Profesi: Jadikan IPeKB wadah yang solid untuk membina, melindungi, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
  3. Sinergi Lintas Sektor: Memperkuat kolaborasi bersama TP PKK, BAZNAS, IBI, FKK IMP, Juang Kencana, hingga jajaran kecamatan, puskesmas, dan KUA.
  4. Pengawalan Program Prioritas: Mengawal ketat program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Lansia Berdaya (SIDAYA), sejalan dengan percepatan penurunan stunting dan program Bangga Kencana.
  5. Dukungan Kebijakan Daerah: Meminta seluruh Kepala OPD KB kabupaten/kota untuk tidak mengurangi dukungan anggaran, fasilitasi, dan kebijakan bagi para penyuluh di lapangan.

Foto: Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu, Helmi Suanda, S.Sos., memberikan sambutan sekaligus laporan kegiatan pada Puncak Peringatan HUT IPeKB Indonesia ke-19 tingkat Provinsi Bengkulu di halaman kantor DP3AP2KB Rejang Lebong, Rabu, 5 Agustus 2026.

Membangun Bangsa dari Rumah

Puncak peringatan HUT IPeKB ke-19 di Rejang Lebong ini ditutup dengan semangat kolaborasi yang hangat. Apresiasi khusus turut disampaikan kepada Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., beserta jajaran pemerintah daerah yang telah menjadi tuan rumah yang hangat dan berkomitmen penuh mendukung program kependudukan.

Sebab pada akhirnya, membangun bangsa yang besar senantiasa dimulai dari langkah-langkah kecil di dalam rumah. Dan di garis depan langkah itu, para Penyuluh KB akan terus berjalan—bekerja dengan hati, melayani dengan empati, demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.(humas)

Menyusuri Desa Demi Generasi Emas: Kisah Para Pahlawan Sunyi di Puncak HUT ke-19 IPeKB

Foto: Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., (tengah) bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dan Jajaran,  Kepala DP3AP2KB Rejang Lebong, Hj. Gusti Maria, S.H., M.M., beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu, Helmi Suanda, S.Sos., beserta anggota IPeKB Provinsi Bengkulu pada Puncak Peringatan HUT IPeKB Indonesia ke-19 tingkat Provinsi Bengkulu di halaman kantor DP3AP2KB Rejang Lebong, Rabu, 5 Agustus 2026.

REJANG LEBONG — Kabut tipis menyelimuti Bukit Kaba pada Rabu pagi (5/8/2026), membawa kehangatan tersendiri pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia tingkat Provinsi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong. Di balik seremonial acara yang hangat, ada apresiasi mendalam yang ditujukan kepada sosok-sosok yang bekerja di balik layar keberhasilan pembangunan keluarga: para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., secara khusus menyematkan gelar "Pahlawan Pembangunan Masa Kini" kepada para penyuluh. Bagi beliau, dedikasi para PKB yang menyusuri pelosok desa, mendatangi rumah-rumah warga, hingga menyapa calon pengantin dan lansia, merupakan pondasi tak terlihat namun sangat menentukan masa depan bangsa.  

"Pembangunan tidak hanya diukur dari jalan yang dibangun atau gedung yang berdiri, tetapi juga dari senyum anak-anak yang sehat, keluarga yang harmonis, remaja yang berprestasi, dan para lansia yang tetap bahagia. Itulah ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya," ujar Hendri Praja mengutip makna mendalam di balik pengabdian para penyuluh.

Foto: Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., memberikan sambutan kepada peserta yang hadir pada Puncak Peringatan HUT IPeKB Indonesia ke-19 tingkat Provinsi Bengkulu di halaman kantor DP3AP2KB Rejang Lebong, Rabu, 5 Agustus 2026.

Mengusung tema “IPeKB Untuk Keluarga Indonesia”, peringatan HUT ke-19 ini menitikberatkan pada penguatan kualitas keluarga sebagai investasi terbesar menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu isu krusial yang disoroti adalah pentingnya keterlibatan figur ayah dalam pengasuhan anak (fatherhood). Ayah tidak lagi sekadar pencari nafkah, tetapi hadir penuh sebagai pelindung, pendidik, dan sumber kasih sayang bersama ibu guna mencegah terjadinya stunting serta masalah sosial lainnya.

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong pun menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dan mendukung penuh sinergi bersama IPeKB. Melalui puitisasi pantun penutup yang menyentuh hati, momentum HUT ke-19 ini menjadi pengingat bahwa di balik keluarga yang sejahtera sepanjang zaman, ada keringat dan dedikasi para penyuluh KB yang tak pernah berhenti mengabdi.

Foto: Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., (tengah) bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dan Jajaran,  menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta lomba mewarnai anak-anak dengan tema "Ayah Wajib Hadir" pada Puncak Peringatan HUT IPeKB Indonesia ke-19 tingkat Provinsi Bengkulu di halaman kantor DP3AP2KB Rejang Lebong, Rabu, 5 Agustus 2026.

Puncak Peringatan HUT IPeKB Indonesia ke-19 Tingkat Provinsi Bengkulu tahun ini diselenggarakan di Kabupaten Rejang Lebong yang turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dan Jajaran,  Kepala DP3AP2KB Rejang Lebong, Hj. Gusti Maria, S.H., M.M., beserta jajaran, Jajaran Persatuan Kepala Dinas (PERKADIS) OPD KB seProvinsi Bengkulu, Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu, Helmi Suanda, S.Sos., sejumlah Penyuluh Keluarga Berencana se-Provinsi Bengkulu, dan peserta kegiatan Puncak Peringatan HUT IPeKB Indonesia ke-19 tingkat Provinsi Bengkulu yang diselenggarakan di halaman Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Rejang Lebong, Rabu, 5 Agustus 2026.(humas)

Merajut Masa Depan Rejang Lebong: Sinergi Kemendukbangga/BKKBN dan Pemkab Menuju Indonesia Emas 2045

Foto: Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., (tengah), Kepala Perwakilan, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (tengah kiri),  Kepala DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong, Hj. Gusti Maria, S.H., M.H., dan jajaran dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu berfoto bersama usai kegiatan pertemuan dalam rangka Audiensi di ruang Wakil Bupati Rejang Lebong, Selasa, 4 Agustus 2026.


REJANG LEBONG — Suasana hangat dan penuh optimisme menyeruak di ruang Wakil Bupati Rejang Lebong pada Selasa pagi (4/8/2025). Pertemuan penting yang mempertemukan jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong ini menjadi pijakan awal menyusun langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045.

Rombongan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu yang dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., hadir lengkap bersama jajaran pimpinan dan ketua tim kerja. Tampak mendampingi beliau, Weldi Suisno, S.Pd., M.E. (Plt. Sekretaris Perwakilan), Edi Sofyan, S.E., M.M. (Tim Kerja 4 - Penggerakan Masyarakat & Pengelola Lini Lapangan), Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat. (Ketua Tim Kerja 1 - Pengelolaan Kependudukan), Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. (Tim Kerja 2 - KB dan Kesehatan Reproduksi), Endah Puspitasari, S.K.M., M.E. (Tim Kerja 8 - Pengelolaan Manajemen Kinerja) dan Helmi Suanda, S.Sos. (Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu)

Kehadiran rombongan disambut terbuka dan hangat oleh Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., yang didampingi Kepala DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong, Hj. Gusti Maria, S.H., M.H., beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Foto: Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., (tengah), Kepala Perwakilan, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (tengah kiri),  Kepala DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong, Hj. Gusti Maria, S.H., M.H., dan jajaran dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu pada pertemuan dalam rangka Audiensi di ruang Wakil Bupati Rejang Lebong, Selasa, 4 Agustus 2026.


Memperkuat Komitmen Program BANGGAKENCANA

Pertemuan audiensi ini menjadi wadah konsolidasi berbagai program unggulan BANGGAKENCANA (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) agar dapat terintegrasi secara optimal hingga ke tingkat tapak di Rejang Lebong.

Beberapa aksi nyata dan program inovatif yang menjadi fokus pembahasan meliputi:

  • GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Penguatan peran kolaboratif dalam menekan angka stunting.
  • GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Mendorong keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan keluarga.
  • TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Penyediaan ruang dan sarana pengasuhan anak yang ramah dan aman.
  • SiDaya (Lansia Berdaya): Pemberdayaan kelompok lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.
  • MBG 3B (Program Distribusi Makanan Bergizi Gratis): Intervensi gizi terukur dengan sasaran spesifik Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Zamhir Setiawan juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas berbagai raihan prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Pemkab Rejang Lebong dalam menyukseskan program BANGGAKENCANA selama ini.

Foto: Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., (tengah), Kepala Perwakilan, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (tengah kiri),  Kepala DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong, Hj. Gusti Maria, S.H., M.H., dan jajaran dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu pada pertemuan dalam rangka Audiensi di ruang Wakil Bupati Rejang Lebong, Selasa, 4 Agustus 2026.

PJPK 2025–2029: Peta Jalan Menuju Penduduk Tumbuh Seimbang

Salah satu poin krusial yang ditegaskan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu adalah harapan besar terkait penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) tingkat kabupaten.

Dokumen Strategis 5 Tahun

PJPK periode 2025–2029 merupakan dokumen operasional lima tahunan yang diinisiasi oleh Kemendukbangga/BKKBN. Dokumen ini dirancang sebagai turunan teknis dari Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) 2025–2045.

Penyusunan PJPK Rejang Lebong dinilai sangat vital sebagai kompas pembangunan daerah dalam mengendalikan kuantitas, meningkatkan kualitas, serta mengarahkan mobilitas penduduk. Harapannya, Kabupaten Rejang Lebong mampu mewujudkan daya dukung kependudukan yang seimbang demi menopang visi besar Indonesia Emas 2045.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menyampaikan apresiasi karena Kabupaten Rejang Lebong telah menyelesaikan dokumen PJPK dan dalam proses penetapan menjadi Peraturan Bupati & Kabupaten Rejang Lebong adalah kabupaten ke-3 yang telah sampai pada tahapan tersebut.

Sinergi yang terbangun di ruang kerja Wakil Bupati hari itu menegaskan satu hal: masa depan kualitas SDM Rejang Lebong sedang dirajut bersama, dimulai dari penguatan pondasi terkecil, yaitu keluarga.(humas)

Baca Lainnya