Jumat, 03 Juli 2026

Momentum HARGANAS ke-33: Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Gaungkan Peran Aktif Ayah Lewat Rangkaian Dialog Media dan Program "AMAN"

Gambar: Logo Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 dengn tema Ayah Wajib Hadir.
BENGKULU – Menyambut Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bergerak masif mengampanyekan pentingnya ketahanan keluarga. Mengusung tema sentral yang kuat, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., hadir dalam serangkaian dialog interaktif di berbagai media lokal untuk menyuarakan esensi kehadiran sosok ayah dalam pengasuhan.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (kanan) dan Host Selamat Pagi Bengkulu RBTV, Ranggi Dwinanda pada Program dengan tema: Ayah Harus Hadir (klik)

Sejarah dan Esensi "Ayah Harus Hadir" di RBTV

Mengawali rangkaian edukasi publik, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., hadir sebagai narasumber dalam program Selamat Pagi Bengkulu di RBTV yang mengangkat tema "HARGANAS: Ayah Harus Hadir".

Dalam dialog tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu mengulas kembali sejarah panjang penetapan Hari Keluarga Nasional serta dasar pelaksanaannya yang terus relevan dari masa ke masa sebagai fondasi pembangunan bangsa. dr. Zamhir menegaskan bahwa dalam momentum HARGANAS ke-33 ini, kehadiran sosok ayah menjadi sorotan utama.

"Ayah tidak hanya diwajibkan memenuhi nafkah secara materi, tetapi juga harus hadir secara emosional bagi anak-anaknya. Kehadiran emosional seorang ayah sangat krusial bagi tumbuh kembang anak yang optimal," ujar dr. Zamhir.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid., (tengah), Psikolog Klinis, Wendri Surya Pratama, M.Psi., Psikolog., (kanan), Host Program Bengkulu Bicara, Rofadhila Azda (kiri) pada Program Bengkulu Bicara di TVRI Bengkulu dengan tema: Momentum Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital (klik)

Pengasuhan Era Digital dan Dampak Psikologis di TVRI Bengkulu

Komitmen Kemendukbangga/BKKBN dalam memperkuat peran inklusif ayah juga digaungkan melalui siaran Bengkulu Bicara di TVRI Bengkulu dengan tema "Momentum Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital".

Hadir bersama psikolog klinis, Wendri Surya Pratama, M.Psi., Psikolog., dialog ini mengupas tuntas pentingnya pola asuh berimbang (co-parenting). Dari perspektif psikologis, Wendri menjelaskan bahwa keterlibatan aktif ayah secara nyata mampu meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Anak-anak yang mendapatkan perhatian seimbang dari kedua orang tua—tidak hanya bertumpu pada ibu—terbukti memiliki ketahanan mental yang lebih baik, terutama dalam menghadapi tantangan di era digital saat ini.

Screenshoot: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M,Epid., (kanan), Ketua PD IBI Provinsi Bengkulu, Puti Hajar, S.IKom., S.ST., M.Kes., (tengah) dan Host Program Bengkulu Bicara RRI Bengkulu, Agnes pada Program Bengkulu Bicara di RRI Bengkulu dengan tema: Ciptakan Keluarga Sejahtera Melalui Program Keluarga Berencana, (klik).

Kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN dan IBI: Luncurkan Program "AMAN" di RRI Bengkulu

Tak hanya berfokus pada pengasuhan, peran ayah juga diintegrasikan dalam keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Melalui dialog interaktif di RRI Bengkulu yang bertajuk "Ciptakan Keluarga Sejahtera Melalui Program Keluarga Berencana", BKKBN Bengkulu mengumumkan langkah strategis baru.

Bersama Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Provinsi Bengkulu, Puti Hajar, S.IKom., S.ST., M.Kes., Kemendukbangga/BKKBN resmi meluncurkan Program Ayah Idaman (AMAN). Program ini lahir sebagai jawaban atas tantangan Pasangan Usia Subur (PUS), di mana penggunaan kontrasepsi sejauh ini masih didominasi oleh pihak ibu.

Melalui Program AMAN, para suami didorong untuk terlibat aktif dalam komitmen dan pengambilan keputusan pemilihan KB. Kemendukbangga/BKKBN bersama bidan di lapangan akan mengintensifkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pasangan suami istri sejak masa kehamilan. Langkah ini bertujuan agar suami lebih aktif mendampingi istri, memahami kesehatan reproduksi, mengawal periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta mengarahkan keputusan yang tepat terkait KB Pasca Persalinan (KBPP).

Foto: Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr. Herwan Antoni, SKM., M.Kes., M.Si. (tengah kiri), Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid., (tengah kanan) dan tamu undangan pada kegiatan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 di Kantor Gubernur Bengkulu.

Agenda Utama Perayaan HARGANAS ke-33 di Bengkulu

Sebagai puncak dari momentum HARGANAS ke-33 Tahun 2026, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu telah menyiapkan serangkaian kegiatan semenarik mungkin yang menyasar langsung masyarakat luas.

Agenda utama perayaan tersebut akan dipusatkan di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu pada Kamis, 9 Juli 2026, dengan menghadirkan berbagai kegiatan bermanfaat, antara lain:

  • Jalan Santai bersama keluarga
  • Bazaar UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor)
  • Gelar Dagang produk lokal
  • Donor Darah
  • Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Melalui seluruh rangkaian agenda ini, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., berharap masyarakat Bengkulu dapat merasakan manfaat langsung sekaligus menangkap pesan kuat tentang betapa pentingnya peran keluarga, khususnya kehadiran seorang ayah, dalam membangun fondasi bangsa yang kuat dan sejahtera.(humas)


Penulis : Humas Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Editor : Humas Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Jum'at, 3 Juli 2026.


Punya cerita atau gagasan seputar keluarga dan program Bangga Kencana? Yuk, bagikan tulisan Anda dan jadilah agen perubahan bersama Redaksi Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu!


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@kemendukbangga.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824 (google maps)


Ikuti Media Sosial Kami:

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Saluran Whatsapp : Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

MBG 3B di Bengkulu Intervensi 40 ribu Penerima Manfaat

Foto: Pendistribusian MBG 3B oleh Kader TPK kepada kelompok sasaran MBG 3B
Bengkulu – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD telah diimplementasikan secara bertahap di Provinsi Bengkulu dengan menyasar lebih dari empat puluh ribu penerima manfaat. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak awal kehidupan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Pelaksanaan MBG 3B dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta berbagai mitra pembangunan agar penyaluran bantuan berlangsung tepat sasaran.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid melalui Ketua Tim kerja 4 Bidang Peran Serta Masyarakat (Permas) dan Lini Lapangan, Edi Sofyan, S.E., M.M., mengatakan bahwa MBG 3B merupakan program strategis yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting dan pencegahan lahirnya kasus stunting baru.

Foto: (kanan depan ke kiri) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bengkulu Utara, Nova Hendriani, S.K.M., M.M., Ketua Tim Kerja 4 Bidang Peran Serta Masyarakat (Permas) dan Lini Lapangan, Edi Sofyan, S.E., M.M.,

Disampaikan Edi Sofyan, penyaluran paket MBG 3B telah mencapai empat puluh ribu lebih penerima manfaat dari beberapa kelompok. "Hingga akhir Juni 2026 Program MBG 3B di Bengkulu telah mendistribusikan sebanyak 40.913 paket makan bergizi. Terdapat kelompok sasaran ibu hamil sebanyak 3.426 penerima, ibu menyusui mencapai 8.217 sasaran dan Balita Non PAUD sebanyak 29.270 penerima manfaat," rinci Edi Sofyan kepada pewarta di Bengkulu, Kamis, (2/7/2026). 

"Pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, MBG 3B harus diiringi dengan edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh, pola makan bergizi, sanitasi, dan perilaku hidup bersih dan sehat oleh Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga," ujarnya.

Foto: (kanan ke kiri) Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., Ketua Tim Kerja 2 (Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi), Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., Ketua Tim kerja 4 Bidang Peran Serta Masyarakat (Permas) dan Lini Lapangan, Edi Sofyan, S.E., M.M., dan Anggota Tim Kerja 2 (Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi), Zil Ardi, S.Farm.

Dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat selain MBG 3B, melalui Program GENTING Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menggandeng sejumlah mitra berbagai unsur pemerintah, swasta dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam intervensi spesifik maupun sensitif. "Bulan lalu (Juni 2026) Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu sebagai orang tua asuh (OTA) pada program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dalam rangka mengintervensi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Pulau Enggano,"ujar Edi.

Foto: Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bengkulu Utara, Nova Hendriani, S.K.M., M.M., bersama General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, Manajer Cabang YAKESMA Bengkulu, Apra, Camat Enggano dan Pabuki Enggano, Milson Kaitora dalam kolaborasi antara Pelindo Regional 2 Bengkulu, Yakesma, dan DPPKB Bengkulu Utara menyerahkan bantuan gizi pada program Ekspedisi Enggano Ceria. 

Program GENTING 2026 menyasar ribuan keluarga berisiko stunting kategori keluarga prioritas. "Juni 2026  keluarga yang telah diintervensi sebanyak 3.484 keluarga tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Yang diantaranya intervensi nutrisi 188 KRS, edukasi 3.298 keluarga," rinci Edi Sofyan.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Jumat,(3/7/2026)

Sinergitas Kemendukbangga/BKKBN - IDX Membangun Ekonomi Keluarga

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersama jajaran dan Unsur DP3AP2KB Kota Bengkulu dan Perwakilan BEI Provinsi Bengkulu pada Kegiatan Literasi Keuangan Keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas Lempuing, Kota Bengkulu, 1 Juli 2026.
Bengkulu,-Sinergitas Sinergitas Kemendterian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersama Indonesia Stock Exchange IDX yang dikenal dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) bertujuan menciptakan ketahanan keluarga melalui literasi dan inklusi keuangan. Kolaborasi ini mengarahkan keluarga Indonesia untuk cerdas mengelola pendapatan, memahami risiko ekonomi, serta berinvestasi secara aman.

Literasi keuangan yang berlangsung pada awal Juli 2026 itu, Kemendukbangga/BKKBN melibatkan puluhan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kota Bengkulu untuk membangun kemampuan dalam pengelolaan keuangan usaha. Kelompok UPPKA memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berproduksi atau berjualan, melainkan juga oleh kemampuan mengelola keuangan. Karena itu, literasi keuangan menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi anggota UPPKA.

"Kemampuan mengelola keuangan kelompok UPPKA merupakan pilar utama dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Pemahaman ini membekali anggota keluarga dengan kemampuan mengelola pendapatan, mengatur modal usaha, serta merencanakan masa depan keuangan agar terhindar dari risiko krisis.

"Yang merupakan kunci utama keberhasilan dan kemampuan memahami dan mengelola keuangan agar usaha kecil keluarga bisa tumbuh kembang dan mandiri," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dalam sambutannya saat membuka literasi keuangan bagi kelompok UPPKA di Bengkulu,Rabu,(1/6/2026).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengisi materi tentang penguatan pembangunan keluarga pada Kegiatan Literasi Keuangan Keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas Lempuing, Kota Bengkulu, 1 Juli 2026.

Menurut dia peran penting dan elemen literasi keuangan bagi kelompok UPPKA itu memilik peran dalam ketahanan keluarga melalui kemandirian ekonomi, managemen risiko yaitu dengan pemahaman literasi yang baik membantu keluarga mengelola keuangan secara bijak dan mengalokasikan pendapatan. literasi keuangan bukan sekadar kemampuan menghitung uang, tetapi menjadi bekal penting bagi anggota UPPKA untuk mengelola usaha secara profesional, meningkatkan pendapatan keluarga, dan membangun ketahanan ekonomi.

Ketua Tim Kerja 2 Bidang Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Bengkulu Mardhotillah Layli R., S.Sos., M.Sos., menyebutkan, kelompok UPPKA merupakan program pemberdayaan ekonomi yang membentuk kelompok usaha mikro bagi keluarga peserta KB (akseptor) untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga.

Foto: Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersama jajaran dan Unsur DP3AP2KB Kota Bengkulu dan Perwakilan BEI Provinsi Bengkulu meninjau stan produk unggulan UPPKA pada Kegiatan Literasi Keuangan Keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas Lempuing, Kota Bengkulu, 1 Juli 2026.

Di Bengkulu terdapat sebanyak 933 kelompok pelaku ekonomi mikro keluarga akseptor, yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Dimulainya literasi ini bagi UPPKA di Kota Bengkulu sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi dan ekonomi bagi pelaku ekonomi kecil menengah di daerah ini.

"Hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 933 kelompok UPPKA di Bengkulu dan di Kota Bengkulu terdapat sebanyak 56 kelompok," kata Mardhotillah Layli.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Bengkulu

Rilis : Kamis,(2/7/2026).

Wabup BS : Keluarga Berketahanan Akan Menjadi Pondasi Bangsa

Foto: Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 di Kantor DPPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan, senin, 29 Juni 2026 (sumber foto: Media Center DPPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan).
Bengkulu Selatan,-Memperkuat pondasi suatu bangsa berawal dari ketahanan keluarga. Keluarga yang memiliki kemampuan fisik, sosial, dan psikologis untuk beradaptasi dengan masalah. Mereka mampu bangkit dari kesulitan dan tetap menjalankan fungsi utamanya dengan baik. Yaitu keluarga yang hadir berfungsi sebagai unit dasar masyarakat, bertanggung jawab memberikan perlindungan, pendidikan moral, dukungan emosional, dan pemenuhan kebutuhan ekonomi. 

"Dengan demikian maka keluarga akan hadir menjadi fondasi bangsa melalui pembentukan karakter individu dan menjaga keberlangsungan generasi," kata Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto di depan ratusan ASN saat peringatan Hari keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana , Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Bengkulu Selatan, di Kota Manna, Senin,29/6/2026) lalu.

Dikatakan Yevri,peringatan hari bersejarah ini untuk kita merefleksikan serta memperkuat fondasi bangsa, yaitu keluarga. Sudahkah keluarga kita menjadi tempat yang aman, harmonis, tangguh, dan mampu melahirkan generasi unggul," kata Wabup Bengkulu Selatan.

Foto : Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto di depan ratusan ASN saat peringatan Hari keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana , Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Bengkulu Selatan, di Kota Manna, Senin, (29/6/2026)  (sumber foto: Media Center DPPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan).

"Di tengah derasnya perubahan zaman, keluarga menjadi benteng pertama dalam menjaga masa depan bangsa. Jika keluarga rapuh, maka anak-anak kita akan lebih rentan terhadap berbagai tantangan sosial, moral, dan perkembangan teknologi yang tidak selalu membawa dampak positif. Oleh karena itu, ketahanan keluarga bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang sangat mendesak," ujarnya.

Dengan keluarga yang berketahanan, maka akan mendorong suatu daerah untuk bisa menikmati bonus demografi. Di mana jumlah penduduk usia kerja (15-64 tahun) jauh lebih banyak daripada jumlah penduduk usia tidak produktif. Agar menjadi berkah bagi ekonomi sebuah daerah, ledakan populasi ini harus didukung oleh keluarga yang berketahanan. Keluarga yang kuat akan mencetak generasi produktif yang sehat, cerdas, dan berakhlak.

Saat ini Indonesia sedang menikmati bonus demografi, sebuah kesempatan yang hanya datang satu kali dalam sejarah bangsa. Peluang ini akan menjadi kekuatan besar apabila kita mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, jika gagal mempersiapkannya, bonus demografi justru dapat menjadi beban di masa depan.

Foto : Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto didampingi Kepala DPPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi, S.E. usai melaksanakana Kegiatan Upacara Peringatan Hari keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana , Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Bengkulu Selatan, di Kota Manna, Senin, (29/6/2026)  (sumber foto: Media Center DPPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan).

Karena itu, pembangunan keluarga harus berfokus pada tiga pilar utama, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Dengan memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan bebas dari stunting melalui pemenuhan gizi yang baik sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Memperkuat pendidikan karakter di lingkungan keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak untuk belajar kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan cinta tanah air. Dan membangun ketahanan mental dan spiritual agar keluarga menjadi tempat yang penuh kasih sayang, saling mendukung, dan mampu membentuk generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman.

Untuk diketahui, proorsi penduduk kelompok umur produktif di Bengkulu Selatan lebih dari separuh populasi. "Jumlah penduduk usia produktif (usia 15–64 tahun) di Kabupaten Bengkulu Selatan mencapai sekitar 115.350 jiwa atau sekitar 65,37 persen dari total populasi. Penduduk usia anak-anak adalah 23,12 persen. Merujuk dari jumlah penduduk produktif di daerah itu dapat menekan angka kemiskinan di Bengkulu Selatan. 

Berdasarkan hasil BPS 2025 merilis tingkat kemiskinan yang masih terbilang tinggi. Angka kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun 2025 tercatat sebesar 15,72 persen dari total jumlah penduduk. Angka ini menempatkannya sebagai wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi ketiga di Provinsi Bengkulu.(dk/irs)


Penulis : Idris Ch-Andika

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Kamis,(2/7/2026)

Kamis, 02 Juli 2026

Zamhir : Dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu, Perlu Penguatan Peran Ayah

 

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr.H.Zamhir Setiawan., M.Epid saat menyampaikan pesan Ayah Idaman di Kota Bengkulu,Rabu,(1/7/2026)

Bengkulu,-Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menyebutkan, dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak perlu adanya strategi penguatan peran ayah. "Ada tiga hal penting yang perlu diinterpretasikan oleh orangtua khususnya ayah-ayah Indonesia dalam penguatan perannya upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak".

"Pertama, ayah perlu memberikan pendampingan, yaitu pendampingan yang lebih pada psykologis. Pendampingan kepada ibu/istri memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kesehatan ibu dan anak. Ayah perlu mendampingi istri selama masa kehamilan, termasuk mengenali tanda bahaya kehamilan dan mencegah komplikasi. Dan memberikan pendampingan dalam mempersiapkan mental ayah untuk menyambut kelahiran buah hati.

Hal kedua, pengasuhan bersama (parenting), peran ayah dalam pengasuhan anak sangat menentukan perkembangan dan tumbuh kembang anak. Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pendidik, pelindung, dan teladan bagi anak pada fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).  Ayah berperan aktif dalam tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan hingga usia 0-6 tahun.

Pesan ketiga, Zamhir menyebutkan bahwa, perlunya peran ayah mendorong istri/ibu untuk ber-KB setelah melahirkan/KB pasca persalinan (KBPP). Ayah dilibatkan dalam pengambilan keputusan untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat setelah ibu melahirkan. Tidak sedikit ibu-ibu belum ber-KB setelah melahirkan  karena tidak didukung suami dan keluarga.  

Hal itu disampaikan dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dalam pesannya saat mengikuti peluncuran "Kelas Ayah Idaman" secara virtual di salah satu Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) di Kota Bengkulu, Rabu,(1/7/2026). Tampak ikut hadir Ketua PD IBI Bengkulu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Kepala Pemerintahan Kecamatan Selebar dan Kelurahan Sumur Dewa, Kota Bengkulu.

Kick Off Kelas Ayah Idaman : Kepala BKKBN bersama unsur mitra ikuti peluncuran program kelas Ayah Idaman 2026 di Bengkulu, Rabu,(1/7/2026)


Konsep kelas ayah idaman ini diharapkan menjadi momentum awal dalam membangun gerakan ayah hadir dan terlibat aktif dalam mendukung kesehatan ibu, keberhasilan pelayanan KBPP, serta terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Dikatakan Zamhir, kelas ayah idaman (AMAN) memiliki konsep edukasi yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan aktif ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan keluarga. Kelas Ayah Idaman ini bertujuan mencegah fatherless (kondisi anak kehilangan figur ayah), meningkatkan kesertaan PUS ber-KB Pasca Persalinan, serta mendukung pencegahan stunting.

Ada beberapa alasan mengapa perlunya peran ayah dalam pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia. Pembangunan kesehatan ibu dan anak merupakan bagian penting dari upaya pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI)/ Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi agenda strategis nasional yang memerlukan intervensi komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan. 

Kepala BKKBN Bengkulu dr. Zamhir Setiawan (Batik tengah) bersama ayah idaman Bengkulu

Salah satu intervensi yang memiliki kontribusi penting dalam mendukung upaya tersebut adalah pelayanan KB Pasca Persalinan (KBPP), yaitu pelayanan kontrasepsi yang diberikan setelah persalinan sampai dengan 42 hari pascapersalinan untuk mengatur jarak kelahiran, merencanakan kehamilan yang aman, dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Pelayanan KBPP juga berperan dalam mencegah kehamilan berisiko, menurunkan unmet need, mendukung pemulihan kesehatan ibu, serta memberikan ruang yang lebih optimal bagi keluarga dalam pengasuhan anak. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Kamis,(2/7/2026).

Rabu, 01 Juli 2026

Transformasi Kelembagaan Momentum Akselerasi Terwujudnya Keluarga Berkualitas

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., membacakan naskah pelantikan kepada ASN Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (1/7/2026).

Bengkulu,-Transformasi kelembagaan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) disahkan sejak akhir tahun 2024. Yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 dan 181 Tahun 2024.

"Perubahan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran lembaga dalam akselerasi terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas. Transformasi ini bukan hanya perubahan nama organisasi, tetapi juga perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani masyarakat," Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H.Zamhir Setiawan, M.Epid., dalam arahannya pada pelantikan dan sumpah jabatan tenaga fungsional Penata KKB di lingkup BKKBN,Rabu,(01-7/2026).

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi insan yang adaptif, profesional, inovatif, kolaboratif, serta mampu menghadirkan pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Jabatan fungsional Penata KKB memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Melalui amanah yang diemban itu diharapkan mampu  meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., membacakan arahan dan pesan-pesan pelantikan kepada ASN Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (1/7/2026).


Guna meraih apa yang diharapkan lembaga terhadap komponennya maka perlu mengamalkan nilai-nilai dasar ASN berakhlak. Dimana ASN dituntut bekerja yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Nilai-nilai tersebut harus menjadi budaya kerja dalam setiap pelaksanaan tugas sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi,"  kata dr. Zamhir.

Dia mengajak segenap jajarannya untuk dapat menjaga integritas, disiplin, loyalitas, serta terus belajar dan mengembangkan kompetensi. Tunjukkan bahwa saudara mampu menjadi pejabat fungsional yang profesional, memberikan kontribusi nyata bagi organisasi, serta mendukung keberhasilan program-program prioritas kemendukbangga/bkkbn dalam mewujudkan keluarga indonesia yang berkualitas menuju indonesia emas 2045 melalui program prioritas lembaga yaitu menuju keluarga berketahanan.

Untuk mewujudkan keluarga berkualitas melalui pelaksanaan lima program prioritas yaitu Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), gerakan orangtua cegah stunting (GENTING), gerakan ayah teladan Indonesia (GATI), Lansia berdaya (SIDAYA), dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B ibu hamil, menyusui dan balita non PAUD,. Kelima pilar ini menyasar setiap anggota keluarga dari sebelum lahir hingga lanjut usia.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Humas Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu,(01/7/2026).

Ayah Wajib Hadir: Siapa yang Menyembuhkan Luka Pengasuhan Ayah?

Oleh: Rosita Mulya Ningsi, S.IKom (Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Pertama Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu)


Sebanyak 25,5% anak di Indonesia mengalami Fatherless, sehingga menempatak Indonesia sebagai negara yang kehilangan sosok ayah “Fatherless Country”, anak-anak yang memiliki ayah secara fisik, akan tetapi hilang secara emosional, ayah hadir sebagai sumber finansial tetapi absen dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara psikologis. Fenomena fatrherless ini bukan hanya isu sosial biasa, melainkan awal dari lahirnya Father wound,  sebuah luka batin yang dalam akibat dinginnya sikap, tindakan kasar dan ketidakhadiran seorang ayah dalam proses tumbuh kembang anak.

Pada momen Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026, ada slogan “Ayah Wajib Hadir!” Adalah upaya negara untuk mengajak sekaligus mengingatkan ayah tentang pentingnya kehadiran mereka tidak hanya sebagai pendukung finansial semata akan tetapi menjadi teman dan juga sumber kekuatan bagi anak. akan tetapi, ketika kita menuntut kehadiran ayah untuk hadir hari ini, kita seringkali melupakan satu pertanyaan Krusial yang Adil: Bagaimana seorang ayah bisa memberikan kehangatan jika sewaktu kecil dia hanya kenyang dengan bentakan?

Tidak dipungkiri banyak ayah saat ini sebagian adalah korban luka pengasuhan masa lalu yang belum sembuh, mereka terjebak dalam lingkaran intergenerational trauma (Trauma antar generasi) yang mungkin saja luka pengasuhan masa lalu diwariskan kepada anaknya karena mereka tidak memahami cara mengasuh yang benar dan berbeda. Lalu bagaimana ayah yang terluka bisa menjadi ayah yang baik sembari juga menyembuhkan dirinya sendiri?

Melalui program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), ayah perlu juga dibantu untuk berdamai dengan lukanya sehingga mampu merencanakan upaya penyembuhan luka sembari terus menerus mengeksplorasi dirinya menjadi sosok ayah yang hadir secara utuh untuk anak-anaknya. Apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang ayah?


1. Belajar berdamai dengan Luka masa lalu, menyadari luka tanpa mencari pembenaran.

Luka, hanya dapat disembuhkan ketika penderitanya mau jujur mengakui keberadaan luka tersebut. Seorang ayah perlu mengenali bagaimana pengasuhan yang diterimanya di masa kecil mempengaruhi emosinya hari ini. Dengan mengenali itu, ayah dapat memahami bahwa bisa saja tindakan yang sama pada hari ini akan menimbulkan luka yang sama pada anaknya di masa yang akan datang. Sehingga ayah dapat secara sadar merefleksikan ekspresi marah atau kecemasannya secara lebih objektif tanpa terpicu oleh luka masa lalu. 


2. Menjadikan anak sebagai ruang terapi bersama.

Ilmu psikologi perkembangan melihat bahwa proses pengasuh anak dapat menjadi ruang penyembuhan (Healing Space) terbaik untuk masa kecil ayah yang hilang.

Ketika ayah memberikan ruang anak laki-laki untuk menangis alih-alih memarahinya seperti yang dulu dia terima dari ayahnya. Ia tidak hanya sedang menenangkan sang anak, tetapi di saat yang sama dia sedang memeluk, mengobati dan memvalidasi inner child di dalam dirinya yang dulu kesepian. Hubungan timbal baik ini dapat menyembuhkan kedua belah pihak secara bersamaan.


3. Seni mengambil jeda (mencegah dan memutus rantai refleks dan dampaknya)

Saat stress, lelah, atau tertekan, otak manusia cenderung mengaktifkan refleks ootomatis. Seorang ayah yang masa kecilnya keras, refleks otomatisnya adalah meniru kekerasan tersebut. Disinilah pentingnya kemampuan untuk mengelola emosi. Salah satu cara yang cukup efektif adalah melalui mengambil jeda, ayah dapat mengambil jeda 2-3 detik dengan menarik nafas untuk kemudian dapat merespon amarah ataupun tekanan yang di alaminya, karena dalam banyak kejadian bukan ulah anak yang menjadi pemicu amarah, akan tetapi beban stress membuat anak secara tidak sengaja menjadi pelampiasan dari kemarahan dan juga respon refleks tersebut. Mengambil jeda menjadi penentu bagaimana ayah akan bersikap selanjutnya, apakah akan mengulang sejarah kelam pengasuhan masa lalunya atau menulis sejarah baru yang penuh kasih bagi masa depan anaknya.



Ayah Hari ini: Pahlawan yang Menyembuhkan Diri

Kita harus adil memandang para ayah hari ini. Mereka adalah generasi yang dipaksa menjadi utuh di atas puing-puing asuhan masa lalu yang runtuh. Siapa yang menyembuhkan luka pengasuhan ayah? Jawabannya adalah diri mereka sendiri, melalui kehadiran anak-anak mereka.

Menjadi ayah yang hadir dan baik bukan berarti menjadi manusia sempurna tanpa cela. Menjadi ayah yang baik adalah tentang seorang pria yang berani berdiri di depan cermin, menatap lukanya sendiri, dan berkata, "Cukup sampai di saya. Luka ini tidak akan saya wariskan kepada anak saya."

Mari jadikan kehadiran ayah hari ini sebagai batas akhir dari trauma masa lalu, agar anak-anak kita kelak tumbuh dengan ayah yang tidak hanya wajib ada di kartu keluarga, tetapi juga utuh menetap di dalam hati mereka.


Referensi 

Bowlby, J. (1982). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment (2nd ed.). Basic Books.

Cowan, P. A., & Cowan, C. P. (2019). Enhancing the father’s role in parenting: An intergenerational approach to

family change. Journal of Family Theory & Review, 11(2), 231-244.

Degnan, K. A., & Fox, N. A. (2007). Behavioral inhibition and anxiety disorders: Multiple levels of processes.

Harvard Review of Psychiatry, 15(3), 126-135.

McConnico, N., Boynton-Jarrett, R., Bailey, C., & Jacobs, F. (2016). Intergenerational trauma, parenting stress,

and the role of paternal involvement in fragile families. Child Abuse & Neglect, 51, 234-245.

Phares, V., Fields, S., & Binitie, I. (2005). Father involvement in clinical training and research. Journal of Clinical

Child and Adolescent Psychology, 34(4), 594-605.

Foto : Rosita Mulya Ningsi, S.IKom (Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Pertama Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu)


Penulis : Rosita Mulya Ningsi, S.IKom

Editor : Humas Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Selasa, 1 Juli 2026.


Punya cerita atau gagasan seputar keluarga dan program Bangga Kencana? Yuk, bagikan tulisan Anda dan jadilah agen perubahan bersama Redaksi Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu!


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@kemendukbangga.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824 (google maps)


Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Saluran Whatsapp : Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu


Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Selasa, 30 Juni 2026

Urai Stunting di Pulau Terluar, Pemkab Bengkulu Utara Intervensi KRS di Enggano

 

GM PT.Pelindo II Cabang Bengkulu (no 2 kiri) Dr. Dimas Rizky Kusmayadi foto bersama Kadis PPKB Bengkulu Utara Nova Hendriani,S.K.M.,M.M

Bengkulu,-Pemerintah intens memerangi stunting, pada akhir Juni 2026 baru ini Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mengintervensi keluarga berisiko stunting (KRS) di Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu untuk mengurai prevalensi stunting di wilayah pulau tersebut.

Menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Bengkulu pemerintah daerah setempat  intervensi melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Untuk tepat sasarannya pemerintah gaet Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) turun menyasar KRS di wilayah pulau terluar guna menekan angka stunting di Bengkulu Utara yang terbilang tinggi masih bertengger pada angka 20,7 persen (SSGI-2024). 

Intervensi KRS yang ada di lima desa di pulau terpencil dan terluar merupakan langkah strategis percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas SDM," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bengkulu Utara, Nova Hendriani, S.K.M., M.M,(Selasa,30/6/2026).


"Kita turun di pulau tersebut pada 23-Juni 2026 bersama PT.Pelindo II Cabang Bengkulu dan Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) sebuah lembaga amil zakat yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat diyakini mampu mengurai persoalan stunting yang bagian dari aral untuk menuju keluarga sejahtera," kata Nova.

Melalui program TJSLP (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan) juga melaksanakan program Bengkel Gizi sebagai bentuk intervensi gizi bagi baduta di Pulau Enggano. Program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan selama tiga bulan berturut-turut. Para penerima manfaat akan mendapatkan pendampingan, pemantauan perkembangan, serta dukungan pemenuhan gizi guna mendorong peningkatan status kesehatan dan mencegah stunting.

Dikatakan Nova, intervensi sensitif dengan penyaluran nutrisi selama enam bulan sejak Juni 2026 hingga Novembe 2026 menyasar 12 keluarga berisiko stunting yang ada di lima desa di pulau tersebut. KRS di Pulau Enggano tercatat sebanyak 99 keluarga, untuk menekan potensi stunting baru maka diperlukan aksi intervensi secara kolaboratif lintas sektor.

Secara terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada pewarta di Bengkulu, Selasa,30 Juni 2026 menyampaikan, intervensi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang digalakkan pemerintah daerah setempat semata upaya percepatan peningkatan kualitas anak bangsa dengan membebaskan mereka dari ancaman kurang gizi kronis. 

Stunting disebabkan banyak faktor, selain kurangnya asupan gizi, sanitasi yang tidak sehatpun menjadi penyebab stunting. "Selain masalah asupan, penyebab utama stunting meliputi infeksi berulang, sanitasi yang buruk, dan kurangnya stimulasi psikososial. Faktor-faktor non-gizi ini menghalangi tubuh menyerap nutrisi dengan baik atau mengganggu hormon pertumbuhan anak," ujar dr. Zamhir.

Kasus kurang asupan gizi kronis (stunting) di Bengkulu masih berada pada angka 18,8 persen (SSGI-2024) dengan jumlah KRS sebanyak 56.851 keluarga yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota. Kabupaten Bengkulu Selatan 4.216, Bengkulu Tengah 3.394 keluarga, Bengkulu Utara sebanyak 9.025, Kabupaten Kaur terdapat 4.328 keluarga, Kepahiang 3.794 KRS dan Kota Bengkulu mencapai 10.802 keluarga berisiko. Sementara KRS di Kabupaten Lebong sebanyak 4.147 keluarga, Mukomuko sebanyak 5.473, Rejang Lebong terdapat 5.317 dan Kabupaten Seluma mencapai 6.355 keluarga berisiko stunting.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Selasa,(30/6/2026)

Perkuat Penerapan 8 Fungsi Keluarga Penyuluh KB Turun Edukasi KRS

                          Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid

Bengkulu,-Ada yang beda peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun ini. Namun perbedaan itu tidak mengurangi nilai dan maknanya untuk mengapresiasi pentingnya peran keluarga dalam membangun bangsa. Harganas ke-33 ini ikut dirasakan hingga masyarakat perdesaan dengan hadirnya Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Petugas KB untuk mengedukasi masyarakat perdesaan dalam upaya memperkuat delapan fungsi keluarga di tengah masyarakat.

"Rangkaian peringatan Harganas tahun ini ratusan TPK dan PKB secara serentak turun ditiap desa dalam gerakan edukasi dan pendampingan inti keluarga (GEMATI). Gemati menurunkan Penyuluh KB untuk mengedukasi keluarga sasaran yaitu kelompok keluarga berisiko stunting (KRS)," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada pewarta di Bengkulu,(Selasa,30/6/2026).

Pada Gemati 2026 Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu menurunkan 289 PKB/PLKB dan 5.594 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK). Dengan personel sejumlah itu dapat memberikan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting (KRS) yang sebanyak 56.851 keluarga yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu.


"Gemati memperkuat peran Penyuluh KB dan PLKB dalam mendampingi terwujudnya keluarga berkualitas dan berketahanan. Dimana tiap Penyuluh KB mengedukasi satu keluarga secara intensif dan berkelanjutan untuk memperkuat penerapan 8 fungsi keluarga menuju keluarga berkualitas dan berketahanan. Konseling yang menyasar KRS dimana PKB/PLKB dan TPK memberikan edukasi kepada keluarga sasaran terkait penguatan 8 fungsi keluarga melalui pendekatan dialogis dan partisipatif," ujar dr. Zamhir.

Keluarga berfungsi sebagai unit sosial terkecil yang menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter, nilai moral, dan kesejahteraan emosional individu. Dalam konsep kesejahteraan sosial, keluarga memiliki 8 fungsi dasar yang sangat penting untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas.

"Fungsi-fungsi tersebut, terdapat fungsi agama fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi lingkungan," ujar dr. Zamhir Setiawan, Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu

Melalui aksi edukasi serentak yang berlangsung sehari pada puncak Harganas itu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan 8 fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Serta untuk menguatkan kapasitas keluarga dalam pengasuhan, komunikasi, kesehatan reproduksi, ketahanan ekonomi, dan pencegahan stunting," harapnya.(irs)

Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Selasa,(30/6/2026).





Senin, 29 Juni 2026

Harganas Gaung " Ayah Wajib Hadir " Menggemah Seantero Bengkulu

Sekdaprov Bengkulu. Dr.H. Herwan Antoni membacakan sambutan tertulis Menteri Mendukbangga pada upacara bendera Harganas-33 di halaman kantor Gubernur Bengkulu,Senin,(29/6/2026)


Bengkulu,-Senin, 29Juni 2026 semangat Hari Keluarga Nasional (Harganas) penuhi atmosfir langit Bengkulu. Gaungnya dengan "Ayah Wajib Hadir" menggemah seantero Bumi Merah Putih.Gerakan Harganas ke-33 disemarakkan dengan digelarnya upacara bendera yang berlangsung di halaman kantor Gubernur melibatkan 650 peserta dari beberapa unsur yang diantaranya tampak unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu. Peringatan hari bersejarah ini tidak sekadar menjadi slogan seremonial, tetapi telah berkembang menjadi ajakan nyata bagi para ayah untuk terlibat aktif dalam pengasuhan, pendidikan, serta tumbuh kembang anak sebagai fondasi utama membangun keluarga yang berkualitas.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni berlaku sebagai inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Kepala BKKBN dr. Wihaji. Melalui tema "Ayah Wajib Hadir" mengandung pesan moral yang menyoroti pentingnya kehadiran utuh seorang ayah dalam pengasuhan anak untuk membentengi keluarga dari dampak negatif disrupsi digital dan mengoptimalkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini.

"Masuknya peradaban modern yang bergerak cepat, sebuah Era VUCA sebuah lanskap global yang dicirikan oleh gejolak/perubahan cepat (Volatility), ketidakpastian (Uncertainty), kerumitan (Complexity), dan kebingungan arah (Ambiguity). Hari ini, disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di genggaman anak-anak kita. 

Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah menggilas masa depan mereka. Maka, ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional. Ketangguhan keluarga ini berkorelasi linear dengan masa depan Indonesia. Kita sedang berada di jendela peluang historis: Bonus Demografi. Ini merupakan peluang yang bisa melesatkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia. Namun kondisi ini bisa berubah menjadi bencana demografi ledakan pengangguran dan runtuhnya stabilitas sosial jika ledakan usia produktif ini tidak berkualitas.  

Oleh karena itu, sambungnya, transformasi kualitas SDM tidak boleh ditunda, dan itu tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan dari dalam rahim ibu dan pengasuhan keluarga. Untuk mengapitalisasi bonus demografi tersebut, kita harus memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga.

Kesehatan sebagai pilar pertama dimana kita harus menuntaskan stunting. Anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga. 

Pilar keuda, Pendidikan Karakter ini untuk jadikan rumah sebagai madrasah abad 21. Di sinilah integritas, kejujuran, dan kedisiplinan ditanamkan untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif. Dan pilar ke-tiga yaitu ketahanan mentel sebagai pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah. 

Sementara itu Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu mengintegrasikan berbagai program pembangunan keluarga melalui lima program prioritas yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan keluarga. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat peran ayah agar hadir, baik secara fisik maupun emosional, dalam kehidupan anak dan keluarga.

"Kehadiran ayah merupakan investasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan. Pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu. Ayah harus hadir sebagai teladan, pendamping, sekaligus sahabat bagi anak. Sosok ayah akan memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah munculnya fenomena fatherless yang berdampak pada perkembangan anak," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., di Bengkulu,Senin,(29/6/2026).

Sebagai implementasi gerakan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN mendorong pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS). Kedua gerakan ini diharapkan menjadi budaya baru yang mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak.

Gaung "Ayah Wajib Hadir" juga mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah dengan menggelar upacara peringatan Harganas di kabupaten dan kota di Bengkulu. Melalui momentum Harganas 2026, Bengkulu ingin menunjukkan bahwa membangun sumber daya manusia unggul dimulai dari keluarga yang kuat. Ketika ayah hadir dalam setiap fase kehidupan anak, keluarga menjadi lebih harmonis, anak tumbuh lebih percaya diri. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu 
Rilis : Senin,(29/6/2026

Harganas ke-33 Pemerintah Titip Pesan Buat Ayah

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu (tengah) bersama Sekdaprov (kiri) dan Kejasaan Tinggi Bengkulu usai upacara Harganas-33 di Bengkulu

Bengkulu,-Penghujung Juni 2026 pemerintah secara serentak di sejumlah daerah di tanah air peringati hari keluarga nasional (Harganas) ke-33. Puncak hari bersejarah itu digelar upacara bendera dengan penuh pesan moral dengan menitip pesan buat ayah-ayah di bawah langit Bumi Pertiwi. Pasalnya, ayah memiliki peran krusial sebagai teladan, pendidik karakter, dan pendukung emosional yang membentuk tumbuh kembang mental anak.

Pesan pada ayah, sang soko guru untuk memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga yaitu melalui pesan tentang "Kesehatan, Pendidikan Karakter dan Ketahanan Mental" karena di mana seorang ayah memiliki peran krusial sebagai kepala keluarga, teladan, pencari nafkah, dan pelindung yang menanamkan nilai-nilai moral dan agama kepada anak-anaknya," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr.H.Zamhir Setiawan, M.Epid., usai upacara peringatan Harganas-33 di halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Senin,(29/6/2026).

Pesan Harganas kata dr Zamhir, "Kesehatan" dimana pemerintah perlu menuntaskan stunting. Anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga. 

Pendidikan Karakter untuk menempatkan rumah sebagai madrasah abad 21. Di sinilah integritas, kejujuran, dan kedisiplinan ditanamkan untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif. Dan pesan moral "Ketahanan Mental" dimana ayah jadi pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah.

                                            Peserta upacara Harganas-33 di Bengkulu

Keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Dari keluargalah, masa depan generasi penerus kita dibentuk. Pada momentum HARGANAS tahun ini, kita bersama-sama menggaungkan gerakan: "Ayah Wajib Hadir". Sebuah gerakan bersama untuk memperkuat kembali peran penting seorang ayah dalam pengasuhan anak.

Pengasuhan bukanlah tugas ibu semata. Dibutuhkan kolaborasi yang kokoh antara ayah dan ibu demi terwujudnya keluarga yang berkualitas, serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045."

"Kehadiran seorang ayah bukan sekadar pemenuhan materi, melainkan keterlibatan jiwa dan raga melalui lima pilar utama: Ayah Hadir, Ayah Terlibat, Ayah Bersama, Ayah Dekat, dan Ayah Berdampak. Mari kita jadikan setiap keluarga di Bengkulu sebagai tempat yang penuh cinta, di mana figur ayah dan ibu saling mendukung demi masa depan anak-anak kita".

Perbaikan kualitas SDM ini mustahil terwujud jika beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak Ibu. Pada momentum ini pemerintah berpesan khusus kepada para Ayah di seluruh Indonesia. Kehadiran fisik dan kedekatan emosional Anda adalah penentu kestabilan struktur kepribadian anak. Jangan biarkan 

anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country di mana Ayah hadir secara fisik, namun absen secara psikologis. Berdasarkan data UNICEF (badan PBB yang menangani anak), sekitar 20,9 persen anak di Indonesia mengalami fatherless (tumbuh tanpa kehadiran atau peran aktif ayah).(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Bengkulu
Rilis : Senin,(29/6/2026).

Jumat, 26 Juni 2026

KB MKJP dan Pasca Persalinan, Investasi Kesehatan Ibu dan Anak


                Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid meninjau                                         pelayanan bakti KB Harganas di Mukomuko, Bengkulu, (foto BKKBN)

Bengkulu,– Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) menjadi salah satu upaya strategis dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sekaligus mewujudkan keluarga yang berkualitas. Melalui pemilihan kontrasepsi yang tepat, pasangan usia subur dapat merencanakan kehamilan dengan lebih aman dan ideal.

KB MKJP, terdapat IUD (Intrauterine Device) atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), IUD menggunakan tembaga bisa mencegah kehamilan hingga 5–10 tahun dan tidak mengandung hormon. Selain IUD terdapat kontrasepsi jangka panjang lainnya seperti implan atau KB susuk yang lebih dikenal dengan implan yang dipasang di bawah kulit lengan atas. Implan bekerja dengan melepaskan hormon progesteron secara perlahan dan efektif mencegah kehamilan. Kedua jenis ini masuk dalam MKJP non permanen.

Dan, terdapat MKJP permanen seperti Medis Operatif Pria (MOP) tindakan bedah kecil pada saluran sperma pria. Proses ini aman, tidak memengaruhi kejantanan, dan bersifat permanen. Medis Operatif Wanita (MOW) dengan tindakan bedah ringan pada saluran tuba falopi wanita untuk menutup atau memotongnya. Cara ini menghentikan kesuburan secara permanen.

KB Pasca Persalinan, ini bukan jenis kontrasepsi, melainkan rentang waktu yang tepat PUS ber-KB. Pasca Persalinan PUS penting ber-KB untuk memberi waktu pemulihan tubuh, mencegah, mengatur jarak ideal kehamilan (minimal 2 tahun), dan memastikan ibu dapat memberikan ASI eksklusif dengan optimal. PUS pasca melahirkan dapat menggunakan berbagai jenis dan metode kontrasepsi seperti IUD, Implan, suntik. Hamil terlalu cepat setelah melahirkan berisiko mengganggu proses penyembuhan rahim, memicu anemia, hingga meningkatkan risiko depresi pasca melahirkan.

                   Bakti KB Harganas 2026, PUS muda di Mukomuko serbu pelayanan KB MKJP

"Hal itu menjadi dasar utama bulan bakti KB Harganas ke-33 tahun 2026 memprioritaskan pelayanan KB MKJP dan Pasca Persalinan, kendati tidak mengabaikan permintaan kontrasepsi lainnya seperti pil, suntik dan kondom," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., saat meninjau pelayanan bakti KB Harganas di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu,(Rabu,24/6/2026).

Ia mengatakan bahwa KB bukan hanya bertujuan mengatur kelahiran, tetapi juga melindungi kesehatan ibu agar memiliki waktu yang cukup untuk pemulihan pasca melahirkan serta memberikan kesempatan bagi bayi memperoleh pengasuhan dan ASI eksklusif secara optimal.

"KB MKJP dan KB pasca persalinan merupakan investasi kesehatan bagi ibu dan anak. Dengan pengaturan jarak kehamilan yang ideal, risiko kehamilan berisiko tinggi dapat ditekan, sehingga ibu lebih sehat dan anak dapat tumbuh secara optimal," ujarnya di selah pelayanan KB.

Ketua Ikatan Penyuluh KB (IPeKB) Kabupaten Mukomuko, Yetwidiawati, S.K.M., M.K.M., menyampaikan bahwa minat ber-KB di tengah masyarakat akhir ini makin meningkat. Peningkatan kesadaran masyarakat di wilayah Mukomuko terhadap manfaat KB berdampak langsung pada melonjaknya kebutuhan MKJP seperti IUD dan implan.

                          

               PUS muda di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu saat pelayanan KB MKJP (implan)

"Hal itu terlihat dari kunjungan PUS pada pelayanan KB Harganas di Mukomuko pada 24/6/2026 di Puskemas Dusun Baru, Kecamatan Air Dikit dan Desa Bukit Mulya, Kecamatan Penarik terdapat pelayanan kontrasepsi jangka panjang mencapai 67 akseptor, IUD 11 peserta dan implant 56 akseptor" rinci Yet.

Menurutnya, metode MKJP seperti IUD dan implan memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan serta dapat digunakan dalam jangka panjang sesuai kebutuhan pasangan. Sementara itu, KB pasca persalinan dapat diberikan segera setelah melahirkan hingga 42 hari masa nifas, sehingga ibu tidak perlu menunda perlindungan terhadap kehamilan berikutnya.

Yet menambahkan, pada bakti KB Harganas tahun ini pemerintah Kabupaten Mukomuko membuka ruang pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) baik faskes pemerintah maupun klinik PMB swasta. Dibukanya akses kepada masyarakat itu sebagai upaya untuk mencapai sasaran kabupaten sebesar 688 peserta KB Peserta Baru (KBPP),' ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Kerja 2 Bidang- KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., menambahkan, bakti KB harganas masih berlangsung hingga 8 Juli 2026. Menjelang akhir Juni 2026 dari sasaran 8.121 telah meraih capaian sebanyak 1.581 peserta. Diantaranya terdapat akseptor dengan menggunakan MKJP 541 peserta, KB Pasca Persalinan (KBPP) sebanyak 820 akseptor dan KB steril wanita/tubektomi mencapai 42 peserta.

Dikatakan Else, jarak kehamilan yang cukup memberi waktu bagi tubuh ibu untuk pulih, mendukung pemberian ASI eksklusif, serta meningkatkan peluang tumbuh kembang anak secara optimal. Untuk itu Kemendukbangga/BKKBN mengimbau seluruh masyarakat khususnya PUS untuk melakukan konsultasi sejak masa kehamilan dengan dokter, bidan, atau tenaga kesehatan. 

Pada tahun ini terdapat PUS di Bengkulu mencapai 320.947 pasangan, yang memerlukan layanan konseling dan KB untuk menentukan pilihan tepat metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan, rencana memiliki anak, dan pola menyusui.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Jumat,(26/6/2026)

Kamis, 25 Juni 2026

Kepala BKKBN Bengkulu Serap Aspirasi dan Bakar Semangat Penyuluh KB Seluma Jelang Harganas Ke-33

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama jajaran dan DP3AP2KB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., beserta jajaran berfoto bersama dengan seluruh Penyuluh KB Kabupaten Seluma di Balai KB Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma.
SELUMA – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menggelar pertemuan intensif bersama seluruh Penyuluh Keluarga Berencana (KB) se-Kabupaten Seluma di Balai KB Kecamatan Seluma pada Kamis, 25 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan arahan strategis langsung kepada para kader lapangan.

Dalam kunjungan kerja ini, Kepala Perwakilan didampingi oleh Weldi Suisno, S.Pd., M.E. selaku Plt. Sekretaris Perwakilan, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. (Ketua Tim Kerja 2 - KB dan Kesehatan Reproduksi), Endah Puspitasari, S.K.M., M.E. (Ketua Tim Kerja 8 - Pengelolaan Manajemen Kinerja), Helmi Suanda, S.Sos. (Ketua DPD IPeKB Bengkulu) dan juga turut hadir menyambut rombongan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., beserta jajaran.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama jajaran dan DP3AP2KB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., beserta jajaran melaksanakan pertemuan tatap muka dengan seluruh Penyuluh KB Kabupaten Seluma di Balai KB Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma.

Apresiasi untuk "Sahabat Terdekat Keluarga"

Dalam arahannya, dr. Zamhir Setiawan memberikan apresiasi yang tinggi dedikasi para tenaga lapangan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN). Ia menegaskan bahwa Penyuluh KB adalah ujung tombak dan sahabat terdekat keluarga, khususnya di Kabupaten Seluma.

"Terus dampingi dan jaga masyarakat dengan menggerakkan Program Bangga Kencana. Peran nyata kalian sangat dinantikan, mulai dari edukasi kontrasepsi, pendampingan keluarga, pengentasan stunting, hingga pembinaan ketahanan keluarga melalui kelompok kegiatan di tingkat desa dan kelurahan," ujar dr. Zamhir.

Foto: Pertemuan tatap muka bersama Penyuluh KB seluruh Kabupaten Seluma di Balai KB Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma.

Songsong Harganas Ke-33: "Ayah Wajib Hadir"

Selain memberikan motivasi, Kepala Perwakilan juga mematangkan persiapan rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk menyukseskan Pelayanan KB Serentak dan Upacara Harganas yang akan digelar serentak di tingkat provinsi dan kabupaten/kota pada 29 Juni 2026.

Tahun ini, Harganas mengusung tema yang kuat dan menyentuh peran keluarga, yaitu "Ayah Wajib Hadir", sebagai simbol pentingnya keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan dan ketahanan keluarga.

Di akhir pertemuan, dr. Zamhir mendoakan agar seluruh tenaga penyuluh KB di lapangan selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan program Bangga Kencana. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya keluarga yang berkualitas demi menyongsong Indonesia Emas 2045.(humas)


penulis dan editor: Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

rilis : 25 Juni 2026

Baca Lainnya