Rabu, 20 Mei 2026

Dari Boedi Oetomo hingga Makan Bergizi Gratis: Semangat Kebangkitan Nasional Bergema di Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu

Foto: Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026.
Bengkulu,-Pemerintah setiap tahunnya menggaungkan semangat Budi Utomo (Boedi Oetomo) sebagai simbol awal kebangkitan nasional melalui persatuan, pendidikan, dan kesadaran untuk memajukan bangsa. Semangat inilah yang melandasi pergerakan modern, meninggalkan perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi gerakan nasional yang terstruktur. Hingga saat ini pemerintah terus mengobarkan semaangat tersebut hingga merambah pelosok negeri.

Di lingkup Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemedukbangga/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 yang dipimpin oleh dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid. di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. membacakan naskah Pidato Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, Pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu, 20 Mei 2026.

Pada sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital, disampaikan bahwa Harkitnas tahun ini "Kita kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 untuk membangkitkan semangat kebersamaan. Momen ini menjadi titik kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan.

Secara filosofis, Hari Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Tahun ini Harkitnas diperingati mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Ini sejalan dengan  filosofi identitas yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa. Juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar. 

Foto: Pembacaan Pembukaan UUD 1945 pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu, 20 Mei 2026.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Kita melihat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan. 

Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM. Pada sektor kesehatan, Pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan kini sedang kita bangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh.

Flyer Ucapan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (sumber: instagram kemendukbangga_bkkbnbengkulu)

Upaya kesejahteraan rakyat juga diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan memiliki akses yang lebih dekat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, sembako, obat terjangkau, hingga layanan ekonomi dasar, sehingga desa dapat tumbuh lebih mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar.

Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu,(20/5/2026).

GENTING hingga TAMASYA: Jurus Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Maknai Kebangkitan Nasional Lewat Program Keluarga

Foto: Foto Bersama seluruh jajaran Pimpinan, ASN dan karyawan di Lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 dengan nuansa Baju Adat di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026.

Bengkulu,-Semangat kebangkitan nasional kembali digaungkan melalui upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026. Gemah kebangkitan itu hingga di pelosok negeri, di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026 sejumlah ASN ikuti upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional di kantor Kemendukbangga/BKKBN setempat.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid. menyampaikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai media untuk membangkitkan kembali semangat Boedi Oetomo. Di mana semangat perubahan dari perjuangan fisik yang terkotak-kotak menjadi perjuangan intelektual yang terorganisir.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. membacakan naskah Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke-188 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026.

"Dengan semangat kebangkitan nasional marilah kita menyatukan visi dan langkah untuk kemajuan bersama. Karena tidak ada kemajuan atau keberhasilan tanpa kebersamaan," kata Zamhir usai memimpin upacara peringatan Harkitnas di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu,(20/5/2026).

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris BKKBN Bengkulu Weldi Suisno, S.Pd., M.E menyebutkan upacara peringatan Harkitnas ke-118 tahun 2026 hadir sebanyak 80 personel aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Perwakilan Bengkulu. Yang diantaranya terdapat beberapa tenaga Petugas KB di Kota Bengkulu. Hal itu untuk membangun dan meningkatkan rasa kebersamaan antar personel penyelenggara program pembangunan keluarga di Bengkulu.

Pelaksanaan program Bangga Kencana tidak dapat berhasil jika tanpa kebersamaan antar petugas program di lapangan. Tugas pokok Kemendukbangga/BKKBN adalah merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan di bidang pengendalian penduduk serta pembangunan keluarga dengan program prioritasnya.

Foto: Pengibaran Bendera Merah Putih pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-188 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026.

Beberapa program prioritas Kemendukbangga/BKKBN diantaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang fokus pada pencegahan stunting melalui intervensi gizi dan penyediaan orang tua asuh bagi balita berisiko. Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA)  di mana program ini dalam penyediaan fasilitas pengasuhan anak yang aman, edukatif, dan ramah anak. Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebuah program untuk meningkatkan keterlibatan, peran, dan teladan ayah dalam pengasuhan keluarga. 

Selain itu masih terdapat program Lansia Berdaya yang populer dimasyarakat dengan SIDAYA Pemberdayaan lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Serta program Presiden RI yaitu Makan Bergisi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, ibu hamil, menyusui dan balita non PAUD.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu,(20/5/2025).

Selasa, 19 Mei 2026

Sambut Kaper BKKBN Baru, Bupati Arie Septia Adinata Siap Geber Program ‘Genting’ di Bengkulu Utara

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. beserta jajaran foto bersama dengan Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., beserta jajaran pada kegiatan Audiensi ke Bupati Bengkulu Utara di Kantor Bupati Bengkulu Utara, Selasa, 19 Mei 2026. (sumber foto: Media Center Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara)
Argamakmur,- Dalam rangka meningkatkan dukungan mitra program pembangunan keluarga, Kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Bengkulu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. melaksanakan kunjungan kerja perdananya ke Kabupaten Bengkulu Utara untuk melakukan audiensi kepada Bupati Bengkulu Utara (selasa, 19/05/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. didampingi oleh Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.pd., M.E., dan Ketua Tim Kerja 4 Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M. disambut langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkulu Utara, H. Fitriyansyah, S.STP., M.M., Asisten I Sekretariat Daerah (Setdakab) Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP., Kepala Dinas PPKB Kab. Bengkulu Utara Nova Hendriani, S.K.M., M.M. dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara di kantor Bupati Kabupaten Bengkulu Utara. Bupati Bengkulu Utara menyampaikan terimakasih atas Kerjasama yang telah dilakukan oleh Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Bersama pemerintah kabupaten Bengkulu utara dalam rangka implementasi program Bangga Kencana dan  percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Bengkulu utara. "insyaallah sinergisitas seperti ini yang kita inginkan, agar percepatan penurunan stunting di Bengkulu Utara ini bisa kita atasi" ujar Bupati Bengkulu Utara. 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. didampingi oleh Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.pd., M.E., dan Ketua Tim Kerja 4 Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M. dan jajaran Pengurus IPeKB Bengkulu Utara memaparkan tentan Program Bangga Kencana kepada Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., beserta jajaran pada kegiatan Audiensi ke Bupati Bengkulu Utara di Kantor Bupati Bengkulu Utara, Selasa, 19 Mei 2026. (sumber foto: Media Center Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu)

Dalam kunjungan kerja tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu mengatakan bahwa kunjungan dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terhadap Program Pembangunan keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana serta percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara. "Dalam kunjungan ke Bengkulu Utara ini sebagai apresiasi atas prestasi yang luar biasa terkait dengan dukungan Program Bangga Kencana di Provinsi Bengkulu" ucap dr. Zamhir.

Foto: Dalam rangka Audiensi ke Kabupaten Bengkulu Utara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. bersama Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., menandatangani kerjasama tentang Komitmen Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah di Kantor Bupati Bengkulu Utara, Selasa, 19 Mei 2026. (sumber foto: Media Center Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara)

Adapun topik utama pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah penanganan stunting di kabupaten Bengkulu Utara yang berdasarkan data PK 25 (Pendataan Keluarga 2025) kabupaten Bengkulu Utara yang menunjukkan keluarga beresiko stunting pada tahun 2025 adalah 9.025 keluarga dari 88.791 keluarga yang didata, mengalamai sedikit kenaikan dari tahun 2024 dengan 7.787 keluarga beresiko stunting dari 88.548 keluarga yang di data. berdasarkan angka tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu berharap kerjasama antar Lembaga dapat semakin ditingkatkan dengan adanya kolaborasi berupa Gerakan orang tua asuh cegah Stunting (Genting) di Kabupaten Bengkulu Utara. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) adalah program kolaboratif gotong royong dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) yang mengajak masyarakat, komunitas, hingga sektor swasta menjadi "orang tua asuh". Tujuannya adalah memberikan dukungan nutrisi tambahan, edukasi, akses air bersih, perbaikan sanitasi (jamban sehat), hingga perumahan yang layak huni kepada keluarga berisiko stunting (KRS).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. berjabat tangan dengan Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., pada kegiatan Audiensi ke Bupati Bengkulu Utara di Kantor Bupati Bengkulu Utara, Selasa, 19 Mei 2026. (sumber foto: Media Center Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara)

Dalam kesempatan tersebut juga dilaukakan penandatanganan komitmen bersama antara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terkait pengelolaan sampah untuk Kesehatan dan kelestarian lingkungan karena persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi tetapi erat kaitannya dengan kualitas lingkungan yang bersih sehingga dengan lingkungan yang bersih dapat mengurangi potensi stunting. karena itu, upaya menjaga kelestarian lingkungan menjadi Langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.(syt)


Penulis : Sony Taurus

Editor : Tim Kehumasan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Selasa,(19/05/2026)

Sumber Foto : Media Center Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dan Media Center Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara 

Integrasi Rumah DataKu - PETIK BUAHATI Upaya Akselerasi Pembangunan Kependudukan

Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu turut hadir dalam Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pemanfaatan Portal PETIK BUAHATI antara BPS Provinsi Bengkulu, Dinas PMD Provinsi Bengkulu dan Kemndukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu di Ruang Rapat Kepala Dinas PMD Provinsi Bengkulu, Senin, 18 Mei 2026.
                          

Bengkulu,-Rumah Data Kependudukan yang lebih populer dengan Rumah DataKu (RDK) salah satu program yang diluncurkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) yang patut diintegrasikan bersama program PETIK BUAHATI sebuah aplikasi yang diluncurkan Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi bersama Dinas PMD Provinsi Bengkulu. RDK dan PETIK BUAHATI memiliki kesamaan dan tujuan menghadirkan data keluarga di tingkat desa untuk penguatan pembangunan kependudukan. Kolaborasi antara BPS Provinsi Bengkulu, Dinas PMD Provinsi Bengkulu dan Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu mengintegrasikan portal PETIK BUAHATI (Desa Cinta Statistik-Bengkulu Merah Putih) dengan RDK di Kampung KB guna menyatukan data mikro kependudukan untuk perencanaan pembangunan desa yang tepat sasaran.

Provinsi Bengkulu memiliki 1.513 desa dan kelurahan yang seluruhnya telah dicanangkan sebagai Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Fasilitas pendukung utama di Kampung KB, terdapat Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku) yang terus dikembangkan dan dioptimalkan di tingkat desa. Berdasarkan data operasional dan pemutakhiran oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, terdapat ratusan Rumah Data Kependudukan yang telah terbentuk dan tersebar di berbagai wilayah.

Pengintegrasian dua program tersebut sebagai upaya akselerasi pembangunan kependudukan, yang menjadi strategi penting dalam menyajikan data keluarga yang akurat, terpadu, dan berbasis wilayah sebagai dasar percepatan pembangunan kependudukan di tanah air," kata Ketua Tim Kerja 5 Bidang Data dan Informasi Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Sahwani, S.Kom kepada pewarta di Bengkulu,Selasa,(19/5/2026).

"Integrasi program di dua institusi ini sebagai upaya untuk pengembangan data yang sistematis, akurat untuk dijadikan sebagai rujukan pembangunan di tengkat desa," kata Sahwani.

Disampaikan Sahwani, Rumah DataKu BKKBN sebagai pusat data dan informasi kependudukan di tingkat kampung keluarga berkualitas memiliki peran vital dalam menyediakan data mikro keluarga yang terintegrasi aplikasi siga Kemendukbangga/BKKBN. Sementara PETIK BUAHATI hadir sebagai pendekatan penguatan pendataan, pemetaan, serta intervensi langsung terhadap berbagai persoalan keluarga di masyarakat. Melalui integrasi kedua program tersebut, pemerintah daerah dan lintas sektor dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam penanganan stunting, keluarga berisiko, pernikahan usia dini, kemiskinan ekstrem, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Rumah DataKu dan PETIK BUAHATI menjadi kekuatan penting dalam memastikan seluruh program pembangunan keluarga berjalan berbasis data yang terintegrasi dengan aplikasi Siga. Dengan data yang akurat, intervensi pemerintah akan lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Integrasi ini juga memperkuat kolaborasi antara penyuluh KB, kader, pemerintah desa, hingga mitra pembangunan lainnya dalam melakukan pemutakhiran data dan pendampingan keluarga secara berkesinambungan. Rumah DataKu, kata Sahwani tidak hanya menjadi pusat informasi, kini diarahkan menjadi ruang analisis dan solusi terhadap berbagai persoalan kependudukan di tingkat desa. Dengan dukungan PETIKBUAHATI, pemanfaatan data diharapkan semakin optimal untuk mendorong percepatan pembangunan kependudukan menuju keluarga berkualitas. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Selasa,(19/5/2026)

Senin, 18 Mei 2026

GENTING Program Prioritas Cegah Lahirnya Stunting Baru

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. beserta Plt. Sekretaris dan jajaran foto bersama dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M.Si. beserta jajaran  di depan Gedung Utama Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin, 18 Mei 2026.

Bengkulu,- Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini berada di angka 19,8 persen, Penurunan ini menunjukkan hasil positif jika dibandingkan tahun sebelumnya, di mana angka stunting sempat menyentuh 37,2 persen pada tahun 2013 dan 21,6 persen pada tahun 2022. Meskipun trennya terus menurun, pemerintah tetap memantau ketat tantangan ini demi mengejar target jangka menengah sebesar 14,2 persen pada tahun 2029 serta visi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

"Kemendukbangga/BKKBN meluncurkan program GENTING yang menjadikannya program prioritas untuk mencegah lahirnya stunting baru di tanah air".

Diwaktu yang sama SSGI merilis pada 2025 prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu berhasil turun menjadi sebesar 18,8 persen, data tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya (2024) masih bertengger pada angka 20,2 persen. Dan di Kabupaten Kepahiang prevalensi kasus kekurangan gizi kronis 17 persen yang jauh berhasil ditekan dari angka 22,1 persen pada 2024 lalu. 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. (kanan)  Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E. (kiri) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M.Si. (tengah) pada kegiatan Audiensi Bapperida Kabupaten Kepahiang ke Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, di Ruang Rapat Kepala pada Senin, 18 Mei 2026.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. menyebutkan bahwa dalam menekan prevalensi stunting di tanah air Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan program gerakan orang tua asuh cegah stunting (GENTING) yang menjadi program prioritas untuk mencegah lahirnya stunting baru.

"Stunting tidak dapat diobati, namun dapat dicegah melalui aksi intervensi yang dilakukan secara kolaboratif lintas sektor. Baik dilakukan melalui intervensi pemenuhan gizi, edukasi serta penyediaan sarana dan lingkungan yang sehat," kata Zamhir saat menerima audiensi unsur pimpinan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kepahiang di kantornya, Senin,(18/5/2025).

Dikatakan Zamhir, selain intervensi langsung melalui program GENTING, percepatan penurunan stunting perlu adanya komitmen bersama dengan dimilikinya Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) tingkat daerah provinsi dan kabupaten/kota. PJKP berperan strategis sebagai panduan lintas sektor dari Kemendukbangga/BKKBN untuk menyelaraskan program pemerintah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kebijakan ini mengintegrasikan intervensi gizi, pelayanan keluarga berencana (KB), dan pemenuhan sanitasi demi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M.Si., menyampaikan pihaknya, pemerintah (red) segera menyusun PJPK sebagai langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. " Kita bersama BKKBN akan bersinergi dalam pembangunan kependudukan dengan memberikan pendampingan dalam penyusunan PJPK," kata M. Salihin.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. (kanan) dan Kepala Bapperida Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, M.Si. (kiri) pada kegiatan Audiensi Bapperida Kabupaten Kepahiang ke Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, di Ruang Rapat Kepala pada Senin, 18 Mei 2026. 

Penyusunan PJPK dilakukan sebagai upaya memperkuat arah kebijakan pembangunan kependudukan yang terintegrasi, mulai dari pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas keluarga, pembangunan kesehatan, hingga penanganan keluarga berisiko stunting.

Melalui penyusunan PJPK, Pemerintah Kabupaten Kepahiang akan memetakan berbagai tantangan kependudukan seperti angka stunting yang masih sebesar 17 persen, pernikahan usia dini, kualitas sanitasi lingkungan, hingga akses pelayanan kesehatan masyarakat. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan jangka panjang yang lebih terarah dan tepat sasaran.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(18/5/2026)

Kepala BKKBN Bengkulu: Peningkatan SOP Layanan KB Jamin Keamanan 321 Ribu Pasangan Usia Subur

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. dan seluruh ASN dan Karyawan di Lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu usai kegiatan arahan dan sharing terkait Program Bangga Kencana di ruang belajar Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin 18 Mei 2026.

Bengkulu,-Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. Zamhri Setiawan, M.Epid. menyebutkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) pada pelayanan KB perlu perhatian untuk ditingkatkan guna menekan risiko medis. Selain itu, SOP berfungsi untuk menjamin kualitas layanan kontrasepsi yang aman sesuai dengan standar kesehatan nasional.

"SOP pada pelayanan KB reguler maupun momentum perlu ditingkatkan, baik standar dalam penggunaan sarung tangan medis dikenal sebagai handscoon hingga penggunaan masker medis pelindung wajah".

Oleh karena itu, penekanan terhadap kepatuhan SOP dalam penggunaan APD lengkap menjadi poin yang tidak boleh ditawar oleh setiap tenaga medis di lapangan. Mulai dari penutup kepala, kacamata pelindung (goggles)/face shield, gaun medis, hingga celemek khusus harus dikenakan secara disiplin sesuai dengan jenis tindakan kontrasepsi yang diberikan. Penerapan APD lengkap ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah prosedur wajib untuk memutus rantai kontaminasi silang dan memastikan seluruh proses pelayanan KB berjalan steril dan higienis.

Langkah ini krusial untuk menekan risiko medis, mengoptimalkan perlindungan akseptor, dan tenaga medis serta dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang disediakan. "Dengan mengedepankan pelayanan berstandar maka dapat memberikan jaminan terhadap 321.194 pasangan usia subur (PUS) di Provinsi Bengkulu untuk lebih sehat," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhir Setiawan saat pertemuan tatap muka bersama sejumlah pegawai di lingkup Perwakilan BKKBN Bengkulu, Senin, (18/5/2026).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. didampingi Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E. memberikan arahan dan berbagi tentang SOP Pelayanan KB di lapangan serta Program Bangga Kencana kepada seluruh ASN dan Karyawan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin 18 Mei 2026. 

"Kita terus mendorong peningkatan SOP pelayanan KB agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, cepat, dan sesuai standar kesehatan. Petugas harus mengedepankan profesionalitas, kedisiplinan, serta penggunaan sarana pendukung kesehatan demi menjaga kualitas pelayanan kepada akseptor KB." tambahnya.

Penggunaan masker dalam pelayanan KB untuk menjaga kebersihan dan higienitas pelayanan kesehatan. Mencegah penularan penyakit menular melalui droplet. layanan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi petugas maupun akseptor. Serta mendukung standar pelayanan kesehatan yang profesional.


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(18/5/2026)

Zamhir : Apel Pagi Sebagai Wadah Pembinaan Kedisiplinan Pegawai

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. perdana memimpin Apel di Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin 18 Mei 2026.

Bengkulu,- Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid. mengajak segenap aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu agar tetap semangat laksanakan dan ikuti apel pagi setiap awal pekan. Karena pertemuan dan tatap muka tersebut dapat meningkatkan kedisiplinan dan memotivasi kerja ASN. Kedisiplinan adalah salah satu kunci utama dalam menciptakan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas untuk melayani masyarakat khususnya dalam layanan pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana. 

"Jadikan apel pagi sebagai media dalam membangun kebersamaan antar ASN dan keluarga sehingga mampu membangun budaya kerja yang tertib, bertanggung jawab, dan berintegritas di lingkungan pegawai," ujar Zamhir Setiawan saat memimpin apel perdana di kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin,(18/5/2026).

dr. Zamhir Setiawan, M.Epid resmi memimpin Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu setelah dilantik oleh Menteri Kemendukbangga/ Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026. Zamhir Setiawan sebelumnya telah berkecimpung di Program Bangga Kencana menduduki posisi sebagai Direktur  Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah pada tahun 2020, kemudian sebagai Direktur  Bina Akses Pelayanan KB tahun 2020-2025 dan terakhir menjabat sebagai Direktur  Bina Kualitas  Pelayanan Keluarga Berencana sebelum dilantik dan dipercaya menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Povinsi Bengkulu.

Apel pagi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana pembinaan mental, penguatan kedisiplinan, sarana komunikasi dan informasi, serta penyampaian arahan pimpinan kepada seluruh pegawai. Kehadiran tepat waktu, kesiapan mengikuti kegiatan, hingga kepatuhan terhadap aturan kerja menjadi bagian penting yang ditanamkan melalui apel pagi.

Selain memperkuat disiplin, apel pagi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan koordinasi antarpegawai dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan keberlanjutan program. Dengan komunikasi yang terbangun secara langsung, berbagai informasi dan evaluasi kerja dapat disampaikan secara cepat dan efektif.

Budaya disiplin harus dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk konsistensi mengikuti apel pagi. Melalui pembinaan yang dilakukan secara rutin, diharapkan tercipta aparatur yang memiliki etos kerja tinggi, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Apel pagi juga menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk menjaga komitmen dalam mendukung program dan target kerja organisasi. Dengan disiplin yang kuat, kinerja pegawai diharapkan semakin optimal dan mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.(irs) 


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(18/5/2026)

Rabu, 13 Mei 2026

Pemkab BS Dorong SSK Masuk Berbagai Tingkatan Sekolah


Bengkulu,-Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebuah program pendidikan yang mengintegrasikan isu kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam kurikulum sekolah (muatan lokal/kegiatan kesiswaan). Tujuannya meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan karakter remaja berencana agar siap menghadapi tantangan demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Merujuk dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu melalui tenaga Penyuluh KB sebagai "Akarnya Program Bangga Kencana" awal Mei pekan lalu turun ke lapangan dan berkoordinasi ke sejumlah sekolah di daerah itu untuk menjajahkan serta mendorong program SSK guna terintegrasi di sejumlah sekolah berbagai tingkatan, mulai tingkat dasar hingga menengah atas.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (KEMENDUKBANGGA/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu terus mendorong penguatan implementasi SSK agar mampu menjadi wadah pembelajaran isu kependudukan, kesehatan remaja, pencegahan stunting, hingga perencanaan masa depan generasi muda," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Ferry Kusnadi, S.E. kepada pewarta di Bengkulu usai mengikuti pisah sambut pimpinan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin,(11/5/2026).

"SSK di Kabupaten Bengkulu Selatan tidak hanya diterapkan di tingkat SMA, kini kita mulai merambah masuk ke sejumlah tingkatan sekolah mulai dari SD hingga SMA sebagai upaya memperkuat edukasi kependudukan sejak dini.  Koordinasi ini dilaksanakan di beberapa sekolah, di antaranya SMAN 02 Bengkulu Selatan, SMPN 01 Bengkulu Selatan, dan SDN 01 Bengkulu Selatan."

Melalui program tersebut, sekolah didorong menghadirkan pojok kependudukan, media informasi edukatif, serta kegiatan kreatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam memahami berbagai tantangan sosial dan kependudukan.


"Kita menilai keberadaan SSK sangat penting dalam membangun karakter dan wawasan pelajar agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi bonus demografi Indonesia. Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) bukan hanya program tambahan di sekolah, tetapi menjadi sarana membentuk generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan, pendidikan, dan perencanaan kehidupan,” ujar Ferry Kusnadi.

"Kami juga mendorong sekolah agar aktif menghadirkan pojok kependudukan, media edukasi, dan kegiatan kreatif berbasis kependudukan sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Diharapkan semakin banyaknya sekolah yang mengimplementasikan SSK, pelajar di Bengkulu Selatan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing serta ikut mendukung terciptanya keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Pasar Manna, Bengkulu Selatan, Hajas Syukri menyampaikan bahwa pentingnya program SSK merambah sekolah-sekolah sebagai salah satu strategi dalam peningkatan pengetahuan dan pemahaman generasi muda terhadap wawasan kependudukan.

"Program SSK menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman generasi muda terhadap isu kependudukan dan perencanaan kehidupan sejak dini. Melalui SSK, para pelajar tidak hanya mendapatkan ilmu akademik, tetapi juga edukasi tentang kesehatan remaja, pencegahan stunting, hingga pentingnya membangun keluarga berkualitas di masa depan,” ujar Hajas.

“Pengembangan SSK di berbagai tingkatan sekolah diharapkan mampu memperluas paparan Program Bangga Kencana kepada remaja. Sekolah menjadi tempat yang efektif untuk membentuk karakter, pola pikir, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan bonus demografi,” lanjutnya. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Selasa,(12/5/2026).

Kamis, 07 Mei 2026

Baksos KB HUT IBI Digelar Langkah Nyata Menjaga Generasi Bangsa

Foto: Bakti Sosial IBI berupa Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 Tahun 2026 di Kota Bengkulu (7/5/2026).


Bengkulu,-Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) diperingati setiap tanggal 24 Juni yang ditetapkan berdasar berdirinya IBI pada 24 Juni 1951 di Jakarta, waktu yang sama juga dikenal sebagai Hari Bidan Nasional. Peringatan ini bertujuan menghargai peran bidan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Setiap tahun diperingatinya hari jadi bidan ditanah air, banyak peluang telah terjadi dalam bersinergi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (KEMENDUKBANGGA/BKKBN) dengan menggelar pelayan KB untuk semua pasangan usia subur di tanah air. Kolaborasi lintas lembaga itu merupakan sebuah langkah nyata bidan dalam menjaga generasi anak bangsa agar tumbuh sehat dan berkualitas.

Bulan bakti HUT IBI Provinsi Bengkulu tahun ini baru saja dilaunching yang dipusatkan di Kota Bengkulu, Kamis, 7/5/2026 dengan secara resmi menggelar pelayanan KB di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) dan tempat praktik mandiri bidan (TPMB) di sejumlah daerah kabupaten dan kota. 

Foto: Pelayanan KB berupa pemasangan KB MKJP berupa Implan kepada akseptor KB pada kegiatan Bakti Sosial IBI berupa Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 Tahun 2026 di Kota Bengkulu (7/5/2026).

"Pelayan KB serentak berlangsung selama sebulan penuh sejak 29 April hingga 30 Mei 2026 di sejumlah faskes dan TPMB di Bengkulu dengan pelayanan berbagai jenis dan metode kotrasepsi jangka panjang. Dan tak hanya itu, guna meningkatkan kesertaan KB, kegiatan ini juga melayani pelayanan KB non MKJP," kata Ketua PD IBI Bengkulu, Puti Hajar, S.ST., S.Ikom, M.Kes. pada launching Baksos IBI Provinsi Bengkulu, Kamis, (7/5/2026).

Puti Hajar menyampaikan Bakti KB tak hanya dilaksanakan di Bengkulu, akan tetapi secara serentak pelayanan KB yang bersinergi bersama BKKBN berlangsung di sejumlah daerah di tanah air. "Bakti IBI dilaksanakan agar memberikan pelayanan yang prima untuk mendapatkan hasil yang lebih baik untuk masyarakat, baik dari kuantitas maupun kualitas," ujarnya.

Kepada masyarakat, ia mengimbau agar menggunakan alat dan obat kontrasepsi yang cocok dan pantas dari hasil pemeriksanaan tenaga kesehatan supaya bermanfaat terhadap kesehatan reproduksi serta kesehatan keluarga. Dengan pemilihan kontrasepsi yang tepat maka akan mengurangi dari angka drop out (DO) atau putus KB," kata Puti Hajar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelly Hartati, S.K.M., M.M. pada launching Bakti IBI tahun 2026 ini menyampaikan  bahwa bidan telah banyak memberikan langkah baik dalam perkembangan kesehatan masyarakat dan keluarga di Bengkulu. Baik dalam pelayanan KB maupun imunisasi, yang telah mengarah pada prinsip imunisasi yaitu 95 terlayani. 

Foto: Mewakili TP-PKK Kota Bengkulu, Tri Aprida Yeni dan Ketua PD IBI Bengkulu, Puti Hajar, S.ST., S.Ikom, M.Kes. dan peserta pelayanan KB  pada kegiatan Bakti Sosial IBI berupa Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 Tahun 2026 di Kota Bengkulu (7/5/2026).

"Prinsip imunisasi minimal 95 persen masyarakat/anak-anak mendapat pelayanan imunisasi agar kesehatan masyarakat lebih terjamin". Selain imunisasi bidan di Bengkulu telah lebih jauh aktif bekerjasama dalam program KB. Bakti sosial tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting. Perencanaan keluarga yang baik dinilai mampu membantu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sejahtera".

Dikatakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas program KB perlu ditingkatkan lagi melaui promosi, edukasi dan konseling kepada masyarakat agar meningkatkan pengetahuan tentang KB. Karena KB selain menjarangkan jarak kehamilan dan kelahiran juga lebih meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi wanita," ujar Nelly.

Ketua Tim Kerja 2 Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. menyampaikan momentum bakti sosial pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 ini menjadi bentuk nyata sinergi antara BKKBN dan IBI dalam menghadirkan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas bagi masyarakat. Bidan merupakan garda terdepan yang sangat dekat dengan keluarga, sehingga memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan ibu, anak, serta mendukung percepatan penurunan stunting,” ujar Else.

Foto: Mewakili TP-PKK Kota Bengkulu, Tri Aprida Yeni dan Ketua PD IBI Bengkulu, Puti Hajar, S.ST., S.Ikom, M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelly Hartati, S.K.M., M.M., Ketua Tim Kerja 2 Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. dan peserta pelayanan KB  pada kegiatan Bakti Sosial IBI berupa Pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ke-75 Tahun 2026 di Kota Bengkulu (7/5/2026).

“Melalui pelayanan KB serentak ini, kami berharap semakin mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat. Sehingga menumbuhkan kuantitas dan kualitas program yang jauh bermutu, pelayanan kontrasepsi yang aman, nyaman, dan berkualitas. Perencanaan keluarga yang baik akan melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tambahnya.

“Di usia ke-75, IBI terus menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendampingi keluarga Indonesia. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan Indonesia Emas 2045,” tutupnya.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor :Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Kamis,(7/5/2026)

Aksi Pentahelix Cegah Stunting, KEMENDUKBANGGA/BKKBN–Alfamart Salurkan 18 Ribu Butir Telur

Foto: Perwakilan BKKBN Bengkulu bersama Alfamart melalui Ketua Tim Kerja 4 Bidang Penggerakan Masyarakat dan Pengelola Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M. didampingi Ketua Tim Kerja 1 Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Agus Veriansyah Dhalimunthe, S.Kom., M.Stat. dan Ketua Tim Kerja 2 Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Mardhotilla Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos dan Supervisor Alfamart wilayah Kota Bengkulu, Fairuz Abady bersinergi dalam program GENTING guna percepatan penurunan stunting di Bumi Merah Putih.

Bengkulu,-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama usaha ritel minimarket modern "Alfamart" dalam aksi pentahelix cegah stunting bergandeng untuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Pada 2026 tahun ini dua institusi itu bersinergi dalam Program GENTING guna percepatan penurunan stunting di Bumi Merah Putih. Sinergitas itu dengan menyalurkan makanan pokok protein hewani berupa telur ayam kepada keluarga berisiko stunting (KRS) di Bengkulu.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah dan dunia usaha sektor swasta. Alfamart memberikan bantuan berupa telur ayam sebanyak 18.912 butir kepada 100 orang anak dari keluarga berisiko stunting (KRS) yang ada di Kota Bengkulu. Dipilih telur sebagai intervensi gizi karena mengandung protein hewani yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak," kata Ketua Tim Kerja 4 Bidang Penggerakan Masyarakat dan Pengelola Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M. usai serah terima bantuan telur di kantornya, Rabu, (6/5/2026).

Dikatakan Edi Sofyan, intervensi stunting bersama mitra Alfamart tahun ini akan berlangsung selama enam bulan sejak 6 Mei 2026 hingga Oktober 2026 dengan menyasar 100 penerima manfaat anak KRS di Kota Bengkulu. "Mulai hari ini (6/5/2026) akan didistribusikan bantuan telur, dengan teknis pendistribusian setiap minggu sebanyak 788 butir dengan melibatkan tenaga penyuluh KB dan kader terdekat diwilayah sasaran," kata Edi Sofyan.

Foto: Perwakilan BKKBN Bengkulu bersama Alfamart melalui Ketua Tim Kerja 4 Bidang Penggerakan Masyarakat dan Pengelola Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M. didampingi Ketua Tim Kerja 1 Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Agus Veriansyah Dhalimunthe, S.Kom., M.Stat. dan Ketua Tim Kerja 2 Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Mardhotilla Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos dan Supervisor Alfamart wilayah Kota Bengkulu, Fairuz Abady bersinergi dalam program GENTING guna percepatan penurunan stunting di Bumi Merah Putih.

Edi Sofyan menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk intervensi konkret untuk meningkatkan asupan gizi keluarga sasaran. “Pemenuhan gizi, khususnya protein hewani, menjadi faktor penting dalam pencegahan stunting. Kolaborasi dengan sektor swasta seperti Alfamart memperkuat jangkauan program,” ujarnya.

Sementara itu, Supervisor Alfamart wilayah Kota Bengkulu, Fairuz Abady menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui kontribusi nyata di lapangan. Dukungan ini bentuk kepedulian terhadap anak bangsa dalam peningkatan kualitas generasi penerus pembangunan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap akan didistribusikan tepat waktu untuk disalurkan kepada penerima manfaat di Kota Bengkulu. Kerja sama ini akan ditinjau nantinya untuk evaluasi agar menjadi referensi untuk berkesinambungan dalam program yang berbeda tapi dengan tujuan yang sama," kata Fairuz.

Dia optimistis aksi pentahelix ini mampu memberikan dampak signifikan dalam peningkatan gizi khususnya program percepatan penurunan stunting. Sinergi yang terbangun diharapkan terus dan menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bengkulu.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu, 6 Mei 2026

SSK Perkuat Literasi Kependudukan

Gambar: Sekolah Siaga Kependudukan

Bengkulu,– Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (KEMENDUKBANGGA/BKKBN) terus memperkuat implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Melalui pengembangan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai upaya strategis yang mampu membangun kesadaran generasi muda terhadap isu kependudukan dan perencanaan keluarga.

Program SSK hadir sebagai wadah edukasi di lingkungan sekolah yang mengintegrasikan materi kependudukan, keluarga berencana, serta pembangunan keluarga ke dalam kegiatan pembelajaran. Melalui program ini, siswa didorong untuk memahami pentingnya perencanaan kehidupan sejak dini, termasuk menyiapkan masa depan berkeluarga secara matang.

Ketua Tim Kerja 1 Bidang Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Agus Veriyansah Dalimunthe, S.kom., M.Stat. menyampaikan bahwa SSK menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk generasi berencana. “SSK tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter remaja agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan, termasuk menunda usia pernikahan dan menghindari perilaku berisiko pada remaja yang membahayakan Kesehatan fisik dan mental yang merugikan." ujar Agus.

"Implementasi SSK dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan literasi kependudukan di kalangan pelajar dan membentengi kaum muda sejak dini. Remaja diharapkan mampu memahami dampak pertumbuhan penduduk terhadap kualitas hidup, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” harapnya.

Selain itu, SSK juga terintegrasi dengan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang berfungsi sebagai ruang edukasi dan konsultasi bagi remaja. Melalui pendekatan ini, siswa mendapatkan akses informasi terkait kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, serta bahaya penyalahgunaan NAPZA." tambah Agus Veriyansah.

KEMENDUKBANGGA/BKKBN menilai penguatan SSK menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menyongsong bonus demografi. Dengan menyiapkan generasi muda yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing, pemerintah daerah (melalui sekolah-sekolah) diharapkan mampu memaksimalkan peluang tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Melalui sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, SSK diharapkan terus berkembang sebagai garda terdepan dalam membangun generasi yang sadar kependudukan dan siap mewujudkan keluarga berkualitas.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Selasa,(5/5/2026).

Senin, 04 Mei 2026

Bentengi Remaja GenRe, KEMENDUKBANGGA/BKKBN Hadir di Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT

 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. turut menghadiri Gerakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu (OOT) yang berlangsung di Aula Hasan Dien Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (4/5/2026).

Bengkulu, – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT). Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN) Provinsi Bengkulu hadir pada Gerakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT yang dipusatkan di Bengkulu, Senin, 4 Mei 2026. Bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. hadir sejumlah lembaga dan instansi pemerintah dan swasta di Bumi Merah Putih yang diantaranya Deputi Bidang penindakan BPOM RI, dan unsur Forum Komuniasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Bengkulu.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan,S.E. melalui Sekretaris Daerah Dr. Herwan Antoni, S.K.M., M.Kes., M.Si. membuka langsung Gerakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT yang berlangsung di Aula Hasan Dien Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dalam sambutan tertulisnya, Herwan menyampaikan bahwa gerakan nasional ini lahir dari sebuah bentuk keprihatinan pemerintah untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. turut menghadiri Gerakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu (OOT) yang berlangsung di Aula Hasan Dien Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (4/5/2026).

"Gerakan aksi nasional adalah bentuk tekad kuat untuk melindungi generasi bangsa dari peredaran penyalahgunaan obat-obat tertentu yang dapat merusak mental anak bangsa. Penyalahgunaan obat-obat dapat menurunkan produktivitas dan berakibat pada ketergantungan obat," ujar Herwan.

Tingginya penyalahgunaan obat bukan sekadar angka, dibalik angka itu ada masa depan anak-anak kita. Ada generasi muda yang harusnya tumbuh menjadi harapan bangsa, namun terancam oleh penyalahgunaan obat yang tak semestinya," kata Herwan Antoni mewakili Gunernur Bengkulu, Senin, (4/5/2026).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H.  saat menghadiri Gerakan Aksis Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT kepada perwarta di Bengkulu menyampaikan penyalahgunaan dan pencegahan obat-obat ini perlu ditindak lanjuti oleh semua komponen baik masyarakat hingga pemerintah. KEMENDUKBANGGA/BKKBN akan membawa isu ini di tengah kelompok PIK-R binaan KEMENDUKBANGGA/BKKBN melalui program edukasi bersama Forum Generasi Berencana (GenRe) agar remaja-remaja terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan yang tidak semestinya sehingga bisa menjadi benteng diri pribadi untuk kalangan remaja khususnya remaja di Bengkulu.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. turut menghadiri Gerakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu (OOT) yang berlangsung di Aula Hasan Dien Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (4/5/2026).

"Kami akan membawa isu ini di tengah kelompok GenRe agar dapat menghimbau kepada remaja supaya mampu membentengi diri serta terut hadir memberikan edukasi kepada masyarakat di Bengkulu akan risiko penyalahgunaan obat-obat," ujar Zamhari.

Penyalahgunaan OOT merupakan ancaman serius yang harus diantisipasi sejak dini. “Remaja perlu dibekali pemahaman yang kuat agar mampu menolak berbagai pengaruh negatif. Melalui PIK-R dan Forum GenRe, kita dorong mereka menjadi agen perubahan berbagai program pembangunan di lingkungannya,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

"Persoalan tersebut, KEMENDUKBANGGA/BKKBN akan melibatkan para remaja GenRe dalam berbagai aktivitas edukatif, seperti diskusi interaktif, kampanye kreatif, hingga penyebaran informasi melalui media sosial. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan sosialisasi dan meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga kesehatan dan masa depan mereka." tambahnya.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(4/5/2026).

Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provisi Bengkulu

Bulan Bakti IBI, KEMENDUKBANGGA/BKKBN Siapkan Layanan KB Bagi 17 Ribu PUS

Foto: Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) berupa pemasangan Implan oleh Bidan kepada Akseptor KB.

Bengkulu,-Berhembus kabar baik bagi warga masyarakat di Provinsi Bengkulu. Tahun ini Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (KEMENDUKBANGGA/BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) setempat kembali bersinergi meningkatkan kualitas kesehatan melalui pelayanan program KB gratis. Semangat kolaborasi itu dalam peringatan hari jadi IBI ke-75 tahun 2026 mengusung tema "One Million More Midwives" yang dilaksanakan secara serentak pada 29 April hingga 22 Mei 2026. Momentum tahunan ini dimanfaatkan KEMENDUKBANGGA/BKKBN untuk menyiapkan layanan Keluarga Berencana (KB) bagi 17 ribu Pasangan Usia Subur (PUS), sebagai upaya memperluas akses pelayanan kesehatan reproduksi sekaligus memperkuat kualitas keluarga Indonesia.

"Bakti IBI tahun ini menyiapkan layanan KB sebanyak 17.825 akseptor dengan berbagai jenis dan metode kontrasepsi untuk menyasar PUS di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. kepada pewarta di Bengkulu,Senin (4/5/2026).

Sasaran layanan pada bulan bakti KB serentak tahun ini di Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 2.367 peserta, Rejang Lebong 2.577 akseptor, Bengkulu Utara sebanyak 2.729, Kabupaten Kaur sebanyak 944 peserta dan Kabupaten Seluma 2.445. 

Gambar: Flyer Pelayanan KB Serentak dalam rangka HUT Ikatan Bidan Indonesia ke-75 Tahun 2026 (klik).

Sementara sasaran di Kabupaten Mukomuko mencapai 1.509 peserta, Kabupaten Lebong  980 peserta, Kepahiang sebanyak 765 akseptor, Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 1.257 akseptor dan Kota Bengkulu mencapai 2.252 peserta KB pasca persalinan dan peserta KB baru. 

Melalui jaringan fasilitas kesehatan, praktik mandiri bidan, puskesmas, hingga rumah sakit, pelayanan KB akan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kehadiran para bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak dinilai sangat strategis dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan layanan kontrasepsi yang aman serta berkualitas.

Program ini tidak hanya menyasar peserta KB baru, tetapi juga pasangan yang ingin melanjutkan penggunaan alat kontrasepsi, mengganti metode, maupun ibu pasca persalinan yang membutuhkan layanan segera. Beragam pilihan kontrasepsi disiapkan, mulai dari pil, suntik, kondom, hingga Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan IUD," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.

Lebih dari sekadar layanan medis, Bulan Bakti IBI menjadi ruang edukasi penting tentang perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, kesiapan kehamilan, hingga pencegahan stunting. Dengan keluarga yang terencana, peluang melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas akan semakin besar.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin, 4 Mei 2026

Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rabu, 29 April 2026

BKKBN Bengkulu Resmi Tutup Pelaksanaan SJT 2026

Foto: Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (29/4/2026).

Bengkulu – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu resmi menutup pelaksanaan Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 yang telah digelar selama 3 (tiga) hari sejak 27 sd 29 April 2026 dengan melibatkan 35 orang Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sebagai tenaga profesional program bangga kencana. Penilaian kompetensi SJT ini merupakan bagian dari upaya penguatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di seluruh Indonesia.

Kegiatan penutupan berlangsung di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rabu, 29 April 2026 yang dihadiri jajaran pimpinan serta peserta SJT. Penutupan menandai berakhirnya rangkaian penilaian yang bertujuan memetakan potensi, kapasitas, dan kemampuan pegawai dalam menghadapi berbagai situasi kerja.

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses SJT dengan disiplin dan semangat tinggi. Menurutnya, hasil Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 akan menjadi salah satu dasar penting dalam pengembangan karier pegawai dan penerapan manajemen talenta di lingkungan kerja.

Foto: Peserta Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (29/4/2026).

“SJT ini menjadi instrumen untuk melihat kemampuan pegawai dalam mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta beradaptasi terhadap dinamika organisasi,” ujar Zamhari kepada wartawan di Bengkulu, Rabu, (29/4/2026).

Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026, sebuah wujud komitmen Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi mendukung program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Aminatuzakiyah Alfakhiroh, S.K.M. menambahkan Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 ini mendatangkan para peserta untuk diuji melalui berbagai simulasi situasi kerja nyata yang menuntut kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan tepat, hingga menunjukkan kepemimpinan dalam kondisi dinamis. Metode ini dinilai efektif memotret kapasitas ASN secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi pengetahuan teknis, tetapi juga integritas dan kecakapan menghadapi tantangan lapangan.

Foto: Peserta Penilaian Kompetensi Melalui Situational Judgement Test (SJT) Batch 2 Tahun 2026 di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (29/4/2026).

Aminatuzakiyah menegaskan bahwa Penilaian Kompetensi SJT bukan sekadar tes, tetapi instrumen strategis dalam memetakan potensi pegawai untuk mendukung promosi, pengembangan karier, serta penempatan SDM yang tepat sasaran. Dengan demikian, organisasi dapat bergerak lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(irs)

Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu, 29 April 2026.


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@kemendukbangga.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Follow Sosial Media Kami:

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Saluran Whatsapp : Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Selasa, 28 April 2026

Semangat GENTING 2026 : Tak Ada Tumbuh Kembang Anak Yang Tertinggal

Foto: Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP. bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., Kepala Dinas Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Nova Hendriani, S.K.M., M.M. dan Mitra Strategis pada Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Utara (28/4/2026).

Bengkulu,-Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu baru saja menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tingkat Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2026 bersama sejumlah mitra teknis pencegahan stunting di daerah itu. Rapat yang dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP.

Rakor GENTING pada Selasa 28 April 2026 berlangsung di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Utara itu hadir Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., Kepala Dinas Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Nova Hendriani, S.K.M., M.M. dan Mitra Teknis serta peserta undangan lainnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP. dalam pembukaannya menyampaikan, GENTING, merupakan program inovasi dari pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui semangat gotong royong masyarakat dan pemerintah daerah.

Foto: Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP. dalam sambutannya pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Utara (28/4/2026).

"Untuk menekan angka stunting di Provinsi Bengkulu dengan melibatkan pemerintah daerah sebagai "orang tua asuh" bagi keluarga berisiko. Program ini difokuskan pada pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," kata Bari Oktari, Selasa, (28/4/2026).

Dengan gerakan bersama ini membangun komitmen membangun keluarga yang sehat. "Tak ada anak yang boleh tertinggal dalam tumbuh kembangnya. Itulah semangat yang menggerakkan Program GENTING hadir di tengah-tengah kita. Hari ini, Kabupaten Bengkulu Utara berkumpul, berkoordinasi, dan berkomitmen untuk terus menjadi yang terdepan dalam gerakan GENTING melalui intervensi terhadap keluarga berisiko stunting (KRS) yang merupakan keluarga sasaran prioritas. Kabupaten Bengkulu Utara terdapat sebanyak  2.272 keluarga sasaran intervensi," ujarnya.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., dalam pemaparannya tentang Program GENTING Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Utara (28/4/2026).

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H. dalam Rakor GENTING menyampaikan untuk mengentaskan stunting di tengah keluarga masyarakat perlu adanya berkomitmen dalam filosofi GENTING yakni dengan mengedepankan sistem yang transparan. 

"Dimana, setiap bantuan tercatat, terpantau, dan dapat dipertanggungjawabkan bangun sistem yang adil yang mampu membantu yang membutuhkan, tanpa terkecuali dan membangun sistem yang konsisten," sebut Zamhari.

Foto: Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP. bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., Kepala Dinas Pengedalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Nova Hendriani, S.K.M., M.M. dan Mitra Strategis pada Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu Utara (28/4/2026).

Melalui langkah demikian itu kata Zamhari, maka keluarga berisiko stunting merasakan bahwa sistem ini nyata dan dapat dipercaya. Mereka akan berani berinvestasi untuk masa depan anak-anaknya. Persoalan stunting bukan hanya urusan satu pihak. namun menjadi tanggung jawab bersama.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Selasa, 28 April 2026.


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@kemendukbangga.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Follow Sosial Media Kami

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Saluran Whatsapp : Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).


Baca Lainnya