Bengkulu,-Senin, 29Juni 2026 semangat Hari Keluarga Nasional (Harganas) penuhi atmosfir langit Bengkulu. Gaungnya dengan "Ayah Wajib Hadir" menggemah seantero Bumi Merah Putih.Gerakan Harganas ke-33 disemarakkan dengan digelarnya upacara bendera yang berlangsung di halaman kantor Gubernur melibatkan 650 peserta dari beberapa unsur yang diantaranya tampak unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu. Peringatan hari bersejarah ini tidak sekadar menjadi slogan seremonial, tetapi telah berkembang menjadi ajakan nyata bagi para ayah untuk terlibat aktif dalam pengasuhan, pendidikan, serta tumbuh kembang anak sebagai fondasi utama membangun keluarga yang berkualitas.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni berlaku sebagai inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Kepala BKKBN dr. Wihaji. Melalui tema "Ayah Wajib Hadir" mengandung pesan moral yang menyoroti pentingnya kehadiran utuh seorang ayah dalam pengasuhan anak untuk membentengi keluarga dari dampak negatif disrupsi digital dan mengoptimalkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini.
"Masuknya peradaban modern yang bergerak cepat, sebuah Era VUCA sebuah lanskap global yang dicirikan oleh gejolak/perubahan cepat (Volatility), ketidakpastian (Uncertainty), kerumitan (Complexity), dan kebingungan arah (Ambiguity). Hari ini, disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di genggaman anak-anak kita.
Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah menggilas masa depan mereka. Maka, ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional. Ketangguhan keluarga ini berkorelasi linear dengan masa depan Indonesia. Kita sedang berada di jendela peluang historis: Bonus Demografi. Ini merupakan peluang yang bisa melesatkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia. Namun kondisi ini bisa berubah menjadi bencana demografi ledakan pengangguran dan runtuhnya stabilitas sosial jika ledakan usia produktif ini tidak berkualitas.
Oleh karena itu, sambungnya, transformasi kualitas SDM tidak boleh ditunda, dan itu tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan dari dalam rahim ibu dan pengasuhan keluarga. Untuk mengapitalisasi bonus demografi tersebut, kita harus memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga.
Kesehatan sebagai pilar pertama dimana kita harus menuntaskan stunting. Anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga.
Pilar keuda, Pendidikan Karakter ini untuk jadikan rumah sebagai madrasah abad 21. Di sinilah integritas, kejujuran, dan kedisiplinan ditanamkan untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif. Dan pilar ke-tiga yaitu ketahanan mentel sebagai pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah.
Sementara itu Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu mengintegrasikan berbagai program pembangunan keluarga melalui lima program prioritas yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan keluarga. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat peran ayah agar hadir, baik secara fisik maupun emosional, dalam kehidupan anak dan keluarga.
"Kehadiran ayah merupakan investasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan. Pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu. Ayah harus hadir sebagai teladan, pendamping, sekaligus sahabat bagi anak. Sosok ayah akan memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah munculnya fenomena fatherless yang berdampak pada perkembangan anak," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., di Bengkulu,Senin,(29/6/2026).
Sebagai implementasi gerakan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN mendorong pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS). Kedua gerakan ini diharapkan menjadi budaya baru yang mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak.
Gaung "Ayah Wajib Hadir" juga mendapat dukungan luas dari pemerintah daerah dengan menggelar upacara peringatan Harganas di kabupaten dan kota di Bengkulu. Melalui momentum Harganas 2026, Bengkulu ingin menunjukkan bahwa membangun sumber daya manusia unggul dimulai dari keluarga yang kuat. Ketika ayah hadir dalam setiap fase kehidupan anak, keluarga menjadi lebih harmonis, anak tumbuh lebih percaya diri. (irs)
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Senin,(29/6/2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar