Rabu, 28 Januari 2026

Perjanjian Kerjasama BKKBN–UNIB Diteken, Perkuat Sinergi Bangga Kencana dan Dunia Kampus

 

Foto Bersama : Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari bersama Rektor UNIB usai penanda tanganan PKS 

Bengkulu,-Setelah menyepakati kiat-kiat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bengkulu pekan lalu. Akhirnya dua institusi pemerintah UNIB bersama BKKBN pada penghujung Desember 2026 teken kesepakatan bersama dalam upaya perkuat sinergitas program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di dunia kampus.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara akademisi Universitas Bengkulu (UNIB) dan BKKBN selain mendekatkan program di dunia kampus juga kesepakatan tersebut membuka ruang kuliah tematik bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup BKKBN untuk menempuh pendidikan pasca sarjana yang selaras dengan isu strategis kependudukan dan pembangunan keluarga.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam sambutannya pada moment penanda tanganan perjanjian kerjasama Program Akademis, di Ruang Internasional Gedung Multi Media Fisip UNIB, Rabu, 28/1/2026.


Perjanjian tersebut menjawab tantangan kualitas SDM yang masih terbilang rendah. " Tingkat pendidikan Pasca Sarjana di tanah air masih sebesar 0,5 persen. Melalui kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas SDM melalui jenjang pendidikan Megister (Strata 2).

Kesepakatan tersebut diteken Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H dan Dekan ‬Fisip UNIB Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si yang disaksikan langsung Rektor UNIB Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si.

Prof. Dr. Indra Cahyadinata, menyampaikan PKS antar dua lembaga pemerintah itu upaya meningkatkan kapasitas ASN BKKBN untuk mengisi peluang bonus demografi dan Indonesia emas 2045. 


UNIB memberikan dukungan akademik berupa pengembangan kurikulum dan kuliah tematik yang relevan dengan Program Bangga Kencana, termasuk isu kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, stunting, serta bonus demografi.

 " Melalui PKS ini, BKKBN dan UNIB akan saling bersinergi dalam pengembangan kajian akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan program Bangga Kencana berbasis data dan riset,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat implementasi program Bangga Kencana di Bengkulu, tetapi juga memperluas dampak positif bagi masyarakat melalui pendekatan akademis yang berkelanjutan dan berbasis keilmuan," harap Indra.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Rabu, (28/1/2026).

Bangga Kencana di Bengkulu Torehkan Prestasi Gemilang


Bengkulu,-Pada 2025 tahun lalu program pembangunan keluarga, kependudukan dan pembangunan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Bengkulu menorehkan prestasi gemilang ditandainya berbagai indikator kinerja yang mengalami peningkatan signifikan. Keberhasilan penguatan program tersebut bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam Program Bangga Kencana di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan tren positif.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menyampaikan bahwa lonjakan partisipasi tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor, penguatan peran kader, serta peningkatan kualitas layanan KB di fasilitas kesehatan. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat," ujarnya kepada pewarta di Bengkulu, Rabu, (28/1/2026).

Ia menyebutkan, prestasi tahun lalu menorehkan proporsi kebutuhan KB terpenuhi (Demand satisfied) menempati peringkat enam besar nasional dengan capaian 88,1 persen dan terhadap Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Bengkulu bertengger pada posisi tiga besar dengan capaian 69,8 persen. Sementara, kebutuhan KB tidak terpenuhi (Unmet Need) mampu ditekan hingga mencapai 9,0 persen yang jauh di bawah angka nasional sebesar 13,4 persen.


Tak berhenti disitu, kata Zamhari, perstasi capaian KB metode kontrasepsi jangka panjang mengalami peningkatan tajam hingga mencapai angka 28,6 persen naik dari sebelumnya 25,2 persen. Terhadap prestasi menekan angka putus pakai Pemerinath Bengkulu mampu berada pada posisi nomor wahid yang berada pada titik rendah 10,2 persen yang menurun tajam dari 19,7 persen," sebut Zamhari.

"Bangga Kencana bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan sumber daya manusia unggul," ujar Zamhari.

Ia menambahkan, capaian tersebut turut mengantarkan Bengkulu menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Ke depan, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga keberlanjutan capaian yang telah diraih.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli,S.Sos., M.Sos
Rilis : Rabu, (28/1/2026).

Selasa, 27 Januari 2026

Bursa Efek Indonesia (BEI) Dalam Program Bangga Kencana


Bengkulu,-Indonesia Stock Exchange atau Bursa Efek Indonesia (BEI) berfungsi meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal melalui edukasi dan pelatihan yang selama ini aktif mengedukasi agar masyarakat berinvestasi secara rasional dan aman. Sejalan dengan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang dikelola oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan sehat.

" Sinergi antara BEI dan BKKBN memiliki relevansi strategis dalam mendukung Program Bangga Kencana yang berfokus pada pembangunan keluarga berkualitas dan berkelanjutan. Kolaborasi ini mempertemukan penguatan perencanaan keluarga dengan peningkatan literasi dan ketahanan ekonomi masyarakat," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H usai menerima audiensi BEI Bengkulu di kantornya, Selasa, 27-Januari-2026.


Program Bangga Kencana tidak hanya menekankan aspek pengendalian penduduk dan kesehatan keluarga, tetapi juga kesejahteraan ekonomi sebagai pilar penting keluarga berkualitas. Dalam konteks ini, BEI berperan melalui edukasi literasi dan inklusi keuangan, sementara BKKBN berfokus pada penguatan perencanaan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia sejak dini.

Melalui berbagai program edukasi pasar modal, BEI mendorong peningkatan pemahaman masyarakat tentang perencanaan keuangan keluarga yang sehat dan berkelanjutan. Literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting bagi keluarga dalam mengelola pendapatan, menyiapkan masa depan anak, serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.


Sinergi BKKBN/Kemendukbangga dengan BEI diwujudkan dalam bentuk kegiatan edukasi, sosialisasi, dan pengenalan investasi yang aman, legal, dan inklusif dengan terbentuknya Galeri Investasi. Upaya ini sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sejak dari lingkup keluarga.

" Kami mengajak BEI agar tidak hanya hadir di tingkat kota, tetapi juga menjangkau hingga ke desa. Keluarga di desa perlu dibekali literasi keuangan yang baik agar perencanaan keluarga, pendidikan anak, dan kesejahteraan ekonomi dapat berjalan seimbang ".

Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Bengkulu Marina Rasyada menyampaikan BEI turut mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat. Dukungan ini sejalan dengan upaya mewujudkan keluarga berkualitas, mandiri, dan sejahtera sebagaimana tujuan utama Bangga Kencana.

Peran BEI melalui literasi keuangan menjadi bagian dari strategi penguatan kesejahteraan keluarga, sehingga pembangunan kependudukan dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdaya saing. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli,S.Sos., M.Sos
Rilis : Selasa,(27/1/2026).

Senin, 26 Januari 2026

BKKBN Gandeng Universitas Bengkulu Dorong Pendidikan Pascasarjana


Bengkulu,–Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menggandeng Universitas Bengkulu (UNIB) untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) -ASN dan segara segerakan membuat kesepakatan melalui perjanjian kerja sama.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H mengatakan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis, mengingat data kependudukan menunjukkan hanya sekitar 0,5 persen penduduk yang berpendidikan Strata-2.," ujarnya saat kunjungan kerjannya di Rektorat UNIB, Senin, (26/1/2026).

Pertemuan singkat itu Kepala BKKBN bersama jajarannya disambut langsung Rektor UNIB Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., yang didampingi Dekan Fisip UNIB di ruang Rektorat.


Angka ini menunjukkan tantangan besar yang harus kita jawab bersama. Peningkatan kualitas SDM tidak cukup hanya pada pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga harus didorong hingga jenjang pendidikan tinggi dan pascasarjana," ujar Zamhari.

Menurutnya, pendidikan pascasarjana memiliki peran penting dalam mencetak tenaga ahli, peneliti, serta perencana pembangunan yang mampu mendukung kebijakan pembangunan keluarga, kependudukan. Melalui kolaborasi dengan Universitas Bengkulu, BKKBN berharap dapat mendorong pemanfaatan data kependudukan dalam riset akademik, pengembangan kebijakan, serta peningkatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi bonus demografi.

Kerja sama ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung Program Bangga Kencana serta pembangunan daerah yang berbasis data dan berorientasi pada kualitas penduduk.


Dr. Indra Cahyadinata, mengatakan bahwa pertemuan tersebut upaya meningkatkan kerja sama yang telah berjalan seperti Konselor Sebaya di kampus. Untuk lebih fokus pada program pembangunan kependudukan, pihaknya menyambut baik  kerja sama pengadaan Mahasiswa Strata-2 (S2)  dari unsur ASN BKKBN. 

Ia minta kerja sama antar lembaga pemerintah itu segera di aksikan melalui penanda tanganan kesepakatan sebagai dasar hukum. Melalui kesepakatan itu nantinya agar tidak berhenti pada serimonial. Akan tetapi perlu tindaklanjut yang nyata sehingga memberikan nilai positif dalam pembangunan kualitas SDM," harap Indra. (irs) 

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin, (26/1/2026).

HUT IBI-74, Bangga Kencana Bengkulu Kantongi Penghargaan Nasional


Bengkulu,-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke 74 dan Hari Bidan Internasional di Bumi Merah Putih. Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu menerima penghargaan tingkat nasional atas capaian terbaik pada pelayanan KB serentak tahun lalu.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyampaikan bahwa pada gerakan pelayanan KB serentak HUT IBI-74 dan Hari Bidang Internasional seluruh daerah, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menorehkan prestasi nasional dengan capaian 123 persen kategori kecil dengan target 7.000-10.000," kata Zamhari kepada pewarta, Senin,(26/1/2026).


"Berdasarkan surat Nomor :  66/KB.09/E3/2026 " Tentang Penyampaian Piagam Penghargaan Pelayanan KB Serentak HUT IBI ke-74" Bengkulu meraih kategori provinsi dengan pelayanan terbaik dengan capaian 123 persen," kata Kepala BKKBN Bengkulu.

Selain itu, Bengkulu menorehkan prestasi pelayanan terbaik kategori kabupaten/kota diraih oleh Kabupaten Lebong dengan capaian 334 persen. Sementara kategori Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) dengan pelayanan terbaik diraih TPMB Itje Andriayani dengan capaian 178,19 persen yang telah berkontribusi dalam beberapa indikator pelayanan yakni pelayanan kontrasepsi Intera Uterine Divice (IUD), KB Pascapersalin dan pelayanan KB MKJP serta pelayanan kontrasepsi modern lainnya.

Penghargaan tersebut menjadi bukti kolaborasi kuat antara organisasi profesi (IBI), pemerintah daerah, dan BKKBN dalam meningkatkan kualitas program kependudukan dan keluarga berencana di Bengkulu," ujarnya.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(26/1/2026).

Sabtu, 24 Januari 2026

Perkuat Bangga Kencana di Bumei Pat Petulai, Kepala BKKBN Advokasi Bupati Rejang Lebong

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. melakukan Kunjungan Advokasi Bangga kencana di rumah dinas Bupati Rejang Lebong dan disambut langsung Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri Thobari, SE, M.AP. yang didampingi beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam pembangunan kependudukan.

Curup-KEMENDUKBANGGA/BKKBN,-Terus memperkuat implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga kencana) di Bumei Pat Petulai, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu Zamhari, S.H., M.H turun mengadvokasi Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu H. Muhammad Fikri ,S.E., M.AP.

Kunjungan Advokasi Bangga kencana di rumah dinas itu disambut langsung Bupati Rejang Lebong yang didampingi beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam pembangunan kependudukan.  Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga, mengendalikan penduduk, dan mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut. 

"Banyak hal yang perlu dibahas dalam pertemuan sigkat itu, dintaranya membicarakan strategi kedepan dalam pelaksanaan progam pembangunan kependudukan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga," kata Bupati M. Fikri Thobari,Sabtu,24/1/2026.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. melakukan Kunjungan Advokasi Bangga kencana di rumah dinas Bupati Rejang Lebong dan disambut langsung Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri Thobari, SE, M.AP. yang didampingi beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam pembangunan kependudukan.

Dikatakan Fikri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong memperkuat implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) melalui sinergi lintas sektoral dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama OPD terkait lainnya, untuk merapatkan barisan dalam pembangunan kualitas penduduk," ujarnya.

Rejang Lebong dengan populasi penduduk yang terus meningkat, maka perlu langkah bersama untuk mengatasi tantangan pembangunan kependudukan. Pada 2024 lalu Rejang Lebong dengan jumlah penduduk yang mencapai 283.079 jiwa. Melalui program pembangunan kependudukan yang terarah makan penduduk yang ada akan jeuh lebih sejahtera," kata Fikri.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. melakukan Kunjungan Advokasi Bangga kencana di rumah dinas Bupati Rejang Lebong dan disambut langsung Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri Thobari, SE, M.AP. yang didampingi beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam pembangunan kependudukan.

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H pemerintah Kabupaten Rejang Lebong sinergi bangga kencana fokus Program: Sinergi ini difokuskan pada penurunan angka stunting, penyuluhan kesehatan bagi calon pengantin, dan optimalisasi kelompok kegiatan seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Program penurunan stunting di daerah itu, pemerintah daerah telah memperkuat dengan gerakan Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan keterlibatan komunitas melalui Generasi Berencana (GenRe) dan pengembangan Pusat Informasi Konseling Remaja di sekolah-sekolah. Serta penggerakan sejumlah mitra dalam pencapaian dan kesertaan masyarakat ber-KB.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Mardhotillah Layli R,S.Sos., M.Sos

Rilis : Sabtu, 24/1/2026.


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Rabu, 21 Januari 2026

Perkuat Peran Sosial Lansia, Pemkab Seluma Lepas Puluhan Wisudawan Sekolah Lansia


Asisten I Setda Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.I.P., M.T saat melepaspeserta Sekolah Lansia

Bengkulu,-Memperkuat peran sosial para lansia, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu sejak beberapa tahun lalu terus mengembangkan program sekolah bagi orang tua/lansia di daerah itu. Awal tahun ini, Pemerintah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu lepas puluhan peserta sekolah lansia.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.I.P., M.T melepas langsung 50 orang peserta Sekolah Lansia Pengayom Senja di Desa Lokasi Baru, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma yang dihadiri Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Nesianto, S.E., M.M, Senin (20/1/2026).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah minta agar wisuda ini tidak sekadar seremonial, tetapi bukti bahwa para lansia kita tetap produktif dan berdaya. Harapannya, mereka menjadi lansia yang SMART: Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif, serta mampu menjadi teladan dan sumber kebahagiaan bagi anak dan cucu,” ujar


Sekretaris Perwakilan BKKBN Bengkulu Nesianto, S.E., M.M kepada pewarta di kantornya Sekolah lansia menjadi ruang interaksi dan bersosialisasi, sehingga lansia tetap aktif berperan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sekolah Lansia merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menyiapkan lansia yang tangguh, sehat, mandiri, dan tetap produktif. Melalui program ini, para lansia dibekali pengetahuan tentang pola hidup sehat, pengelolaan emosi, peran sosial, serta penguatan spiritual.

“Sekolah untuk orang tua ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, bersosialisasi, dan merasa dihargai di tengah masyarakat, melalui sekolah ini dapat meningkatkan ketahanan sosial dan kualitas hidup lansia, sekaligus mendukung terwujudnya lansia yang sehat, aktif, dan berdaya," harap Nesianto. (irs).

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Rabu,(21/1/2026).



Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Bengkulu Buka Forum Konsultasi RKPD 2027, Sinergikan Pembangunan Daerah dengan Program Bangga Kencana

Foto: Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu turut hadir dalam kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan berpedoman pada visi, misi, dan program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD Provinsi Bengkulu Tahun 2025–2029) di Aula Merah Putih Pemerintah Provinsi Bengkulu, Senin, 20 Januari 2025.
BENGKULU-KEMENDUKBANGGA/BKKBN – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Forum Konsultasi Publik sebagai tahapan krusial dalam penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan yang dilaksanakan sesuai amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 ini bertujuan menghimpun aspirasi masyarakat dan stakeholder guna menyempurnakan aspek teknokratis pembangunan daerah.

Forum strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang diwakili oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari. SH., M.H. Kehadiran unsur Kemendukbangga/BKKBN ini menegaskan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan pembangunan daerah dengan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Program ini dinilai vital sebagai fondasi dalam menciptakan keluarga berkualitas yang menjadi basis utama pembangunan daerah.

Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Bengkulu R.A. Denny, S.H., M.M., menyampaikan sambutan dan arahannya pada kegiatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Dalam arahannya, Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Bengkulu R.A. Denny, S.H., M.M., menekankan bahwa RKPD 2027 disusun selaras dengan Visi, Misi, dan Program Prioritas RPJMD 2025-2029. Beliau menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari program Bangga Kencana, untuk memastikan target pembangunan tercapai secara efektif.

Empat Fokus Pembangunan & Dukungan Bangga Kencana

Gubernur memaparkan empat fokus utama pembangunan Provinsi Bengkulu tahun 2027, di mana peran program Bangga Kencana sangat relevan khususnya pada poin ketiga (SDM):

1. Ekonomi Inklusif & Berkelanjutan: Percepatan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor unggulan dan UMKM.

2. Infrastruktur & Konektivitas: Pemerataan infrastruktur dasar untuk mendukung akses pelayanan dan ekonomi.

3. Penguatan SDM & Pemberdayaan Masyarakat: Peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Di sektor ini, sinergi dengan Program Bangga Kencana menjadi kunci untuk penanganan stunting, pengendalian penduduk, serta pembangunan keluarga yang berketahanan.

4. Tata Kelola & Daya Saing: Reformasi birokrasi dan transformasi digital pelayanan publik.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. turut hadir dalam kegiatan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan berpedoman pada visi, misi, dan program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD Provinsi Bengkulu Tahun 2025–2029) di Aula Merah Putih Pemerintah Provinsi Bengkulu, Senin, 20 Januari 2025.

"Besarnya skala pembangunan daerah membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan integrasi antar pemangku kepentingan, baik pusat maupun daerah," tegas Gubernur.

Dengan masuknya indikator Bangga Kencana dalam perencanaan RKPD, diharapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Bengkulu di tahun 2027 akan semakin kompetitif dan sejahtera.


Penulis : Andryan Cahya Adiputra, A.Md.

Editor : Mardhotillah Layli R, S.Sos., M.Sos

Rilis : Selasa, 20 Januari 2021

Sumber Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dan Media Center Pemerintah Provinsi Bengkulu


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Senin, 19 Januari 2026

Satu Tahun MBG 3B Beroperasi, Menu Sehat Kian Optimal Dorong Perbaikan Gizi


Bengkulu,-Setahun beroperasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita Non PAUD) terus menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat. Melalui penyediaan menu sehat yang semakin optimal dan berimbang, MBG 3B menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung perbaikan gizi dan pencegahan stunting.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyampaikan pendistribusian menu bergizi  agar tepat sasaran dan manfaat. Pendistribusian perlu dilakukan evaluasi rutin untuk memastikan menu MBG 3B tetap berkualitas dan sesuai kebutuhan kelompok sasaran.

" Kita terus penyempurnaan, terutama pada aspek ketepatan sasaran, waktu, dan standar gizi. untuk memastikan program strategis nasional ini benar-benar berdampak pada penurunan angka stunting."ujar Kepala BKKBN Zamhari, Senin, (19/1/2026).

                                

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan MBG 3B tidak terlepas dari sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, kader, hingga mitra penyedia bahan pangan lokal. Kolaborasi menjadi kunci. Dukungan kader di lapangan sangat membantu memastikan paket MBG 3B tepat sasaran dan dikonsumsi sesuai anjuran,” tambahnya.

Sementara itu, Ahli Gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gading Cempaka Permai II Kota Bengkulu Annisa Aprilianti,S.Tr. Gz menyebutkan bahwa pelaksanaan MBG 3B selama satu tahun terakhir tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing sasaran. Menu yang disajikan dirancang berbasis protein hewani, sayur, buah, serta karbohidrat yang seimbang, dengan memperhatikan standar keamanan pangan," kata Annisa pada pendistribusian MBG 3B di Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu, Senoin,(19/1/2026).

                              

Menu MBG 3B terdiri dari karbohidrat berupa nasi putih, protein hewani berupa daging sapi malbi, protein nabati berupa tempe mendoan, sayur capcay dan buah semangka merah. Dengan kandungan gizi porsi balita. Energi 547,3 protein 31,75 lemak 20,4 karbohidrat 69,15 dan porsi ibu hamil ibu menyusui energi 727,8 protein 35,15 lemak 20,7 karbohidrat 108,85. 

Dengan menerapkan prinsip diet TETP (tinggi energi tinggi protein) dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi intensif guna mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang, dengan fokus pada asupan kalori dan protein di atas kebutuhan normal," kata Annisa.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli R, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin, (19/1/2026)

Kamis, 15 Januari 2026

Partisipasi PUS Ber-KB Modern di Bengkulu Meningkat Signifikan

 


Bengkulu,-Partisipasi masyarakat pasangan usia subur (PUS) dalam program Keluarga Berencana (KB) modern di Bengkulu terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun lalu hingga pada 2024 mencapai angka 69,0 persen. Capaian tersebut lampaui target nasional 63,41 persen yang dituangkan dalam RPJMN 2019-2024. KB modern yang lebih populer dengan Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) yang menjadi indikator kinerja utama BKKBN mengukur proporsi wanita pasangan usia subur (PUS, 15-49 tahun) yang menggunakan metode kontrasepsi modern untuk menunda, mengatur jarak, atau membatasi kelahiran.

 Peningkatan kontrasepsi modern di Bengkulu ditunjukkan dari hasil pemutakhiran pendataan keluarga (PPK- 2025) telah mencapai 69,0 persen. mCPR tersebut terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun lalu. Pada 2012 berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) mCPR masih pada angka 61,2 persen, SDKI 2017 sebesar 64,4 persen. Minat masyarakat terus meningkat tercermin pada 2021 berada pada angka 65,0 persen, hingga tahun 2024  (PPK-25) dengan mCPR sebesar 69,0 persen.

 "Peningkatan tersebut menjadi indikator positif terhadap capaian modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR), yang menggambarkan persentase perempuan usia subur yang menggunakan kontrasepsi modern. Tren ini juga menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan risiko kehamilan yang tidak direncanakan," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H kepada wartawan di kantornya, Kamis, (15/1/2026).

                        

Dia mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari penguatan layanan KB, perluasan akses pelayanan, serta edukasi berkelanjutan yang dilakukan hingga ke tingkat desa.

 “Meningkatnya partisipasi ber-KB modern menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami manfaat kontrasepsi tidak hanya untuk mengatur kelahiran, tetapi juga untuk menjaga kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan kualitas keluarga,” ujarnya.

 Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu terus mendorong peningkatan mCPR melalui berbagai strategi, diantaranya pelayanan KB gratis, safari KB, integrasi layanan di fasilitas kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan mitra kerja.(irs)

Penulis    : Idris Chalik
Editor     : Mardhotillah Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos
Rilis : Kamis, 15/1/2026

Rabu, 14 Januari 2026

Kota Bengkulu Unggul Raih Capaian Tertinggi KB Jangka Panjang


Bengkulu,-Pemerintah Kota Bengkulu terus meningkatkan kualitas program Keluarga Berencana (KB). Data terbaru menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap program KB, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), terus meningkat signifikan di Kota Bengkulu. Pada tahun 2025, peserta baru memilih metode MKJP seperti implant, IUD, MOW, dan MOP Kota Bengkulu unggul dari kabupaten yang ada di daerah itu.

Berdasarkan data Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu. Hingga November-2025, capaian peserta KB baru dengan menggunakan kontrasepsi jangka panjang mencapai 838 akseptor atau sebesar 171, 3 persen yang memilih metode yang lebih efektif," ujar Ketua Tim Kerja 6 Bidang Pelaporan dan Statistik Perwakilan BKKBN Bengkulu Agus Veriyansah D., S.Kom., M.Stat kepada pewarta di Bengkulu, Rabu, (14/1/2026).


Sementara itu pada posisi ke-dua raih Kabupaten Rejang Lebong dengan capaian 649 akseptor atau sebesar 109,4 persen. Dan Kabupaten Seluma berada pada peringkat tiga dengan capaian 103,1 persen. Namun, ujar Agus, masih ada daerah yang capaiannya masih terbilang rendah, yaitu Kabupaten Lebong 36,1 persen dan Kabupaten Kaur 36,2 persen. 

Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi pelayanan terpadu yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan, yang memperluas akses layanan KB ke masyarakat, termasuk wilayah terpencil, serta memberikan edukasi dan pilihan metode yang lebih beragam. 

Kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga yang efektif juga menjadi faktor kunci dari capaian ini. Program KB jangka panjang dianggap lebih aman dan efisien dalam memberi manfaat jangka panjang terhadap kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan keluarga. (irs)

Penulis : Idirs Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M. Sos
Rilis : Rabu, (14/1/2026).

Selasa, 13 Januari 2026

Cegah Pernikahan Usia Anak, Kemendukbangga dan Cahaya Perempuan Bengkulu Segera Jalin Kerja Sama PUP


Bengkulu,-Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama Cahaya Perempuan Bengkulu segera menjalin kerjasama dalam upaya pencegahan pernikahan usia anak melalui penguatan Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). 

Kerja sama tersebut bertujuan untuk memperkuat edukasi dan pendampingan kepada remaja, keluarga, serta masyarakat agar memiliki pemahaman yang komprehensif tentang risiko pernikahan usia anak, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun sosial ekonomi," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H usai menerima audiensi Cahaya Perempuan Bengkulu di kantornya, Selasa, (13/1/2026).

Pencegahan pernikahan usia anak, BKKBN terus bentengi melalui program El-Simil, GenRe, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) sebagai media meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap median usia kawin pertama (MUKP) 21-25 tahun. 

Program PUP dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, berdaya saing, dan berkualitas. Pencegahan pernikahan usia anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk organisasi masyarakat sipil (Cahaya Perempuan). Melalui sinergi ini, diharapkan jangkauan sosialisasi PUP semakin luas dan tepat sasaran,"pintanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Cahaya Perempuan Bengkulu Leksi Oktavia menyebutkan bahwa kerjasama itu nanti berperan aktif dalam penguatan kapasitas komunitas, khususnya dalam mendampingi remaja perempuan agar mampu merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang dan bertanggung jawab.

"Konkritnya, kunjungan kerja ini untuk mensinergikan antara program BKKBN dan Cahaya Perempuan. BKKBN dengan program Pendewasaan Usia Perkawinan  (PUP) dan kegiatan kerja Cahaya Perempuan yaitu pencegahan pernikahan pada usia anak," kata Leksi.

Melalui kerjasama ini agar dapat menekan angka kekerasan di Bengkulu dan beberapa kasus yang perlu penanganan secara kolaboratif. " Saat ini kasus kekerasan masih bertengger pada posisi 6 (enam) besar nasional. Dan angka pernikahan usia anak berada pada peringkat I (satu) di Sumatera," kata Direktur Eksekutif WCC Bengkulu.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos

Rilis : Selasa,(13/1/2025)

Jumat, 09 Januari 2026

Perkuat Peran Kader MBG, Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Koordinasi Bersama SPPG


Bengkulu,-Pendistribusian paket makan bergizi gratis (MBG) kategori sasaran 3B baru saja kembali disalurkan pada Kamis 8 Januari 2026. Untuk memastikan penyaluran MBG 3B berjalan optimal dan tepat sasaran, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu melalui jajaran lapangan turun berkoordinasi langsung bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinasi lapangan pada Jumat, 9/1/2026 berlangsung di Balai KB Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu dan lebih memokuskan pada penguatan peran kader MBG 3B yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan, khususnya dalam pendistribusian paket makanan bergizi bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu melalui Ketua Tim Kerja 5 Bidang Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan Edi Sofyan, S.E., M.M mengatakan, kader MBG 3B memiliki peran strategis dalam menjembatani program pemerintah dengan masyarakat, sehingga perlu dibekali pemahaman yang sama serta koordinasi yang kuat dengan SPPG.

“Mengingat peran strategisnya itu maka perlu koordinasi operasional terkait pendistribusian MBG 3B. Pertemuan singkat bersama pihak mitra yaitu SPPG ini untuk mengevaluasi program tahun lalu dan menyambut kegiatan kedepannya," kata Edi Sofyan, Jumat, (9/1/2026).


“Kader MBG adalah garda terdepan. Melalui koordinasi ini sejumlah kader dapat memahami peran dan fungsinya. Kader tak hanya bertanggung jawab pada proses pendistribusian paket, tetapi jauh dari itu kader berperan untuk mengedukasi penerima manfaat. Kita ingin memastikan seluruh proses penyaluran MBG berjalan tertib, aman dan sesuai standar sekaligus memperkuat sinergi antarpetugas di lapangan,” tambahnya.

Ia berharap, koordinasi bersama ini dapat dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi kendala teknis, mulai dari distribusi hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.

Sementara itu, Kepala SPPG Kota Bengkulu Kampung Melayu Padang Serai Meldi Setiawan Putra  menyambut baik langkah Kemendukbangga/BKKBN yang turun langsung melakukan koordinasi. Menurutnya, koordinasi menjadi kunci keberhasilan program MBG 3B dalam mendukung upaya percepatan pemenuhan gizi masyarakat.

“Dengan koordinasi yang solid, peran kader semakin jelas dan distribusi menu bergizi bisa berjalan lebih efektif,” tutupnya.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda,S.Ikom., M.A
Rilis : Juamt,(9/1/2026)

PUS Pilih KB Jangka Panjang, Ini Manfaatnya


Bengkulu,-Minat Pasangan Usia Subur (PUS) menggunakan Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) kian tumbuh karena dinilai lebih efektif, aman, dan memberikan manfaat besar bagi kesehatan ibu dan keluarga. Kontrasepsi jangka panjang terdiri dari implan, intra uterine device (IUD), tubektomi atau MOW, dan vasektomi yang lebih dikenal MOP. 

Shintia (37) ibu muda warga Kelurahan Panorama Kota Bengkulu mengaku telah 4 (empat) tahun menggunakan kontrasepsi implant dan merasakan manfaat signifikan bagi kesehatan ibu dan anak melalui pengaturan jarak kelahiran yang efektif dan aman.

"Saya sejak ber-KB menggunakan implant, saya meyakini banyak manfaat selain mengatur kehamilan juga meningkatkan kesehatan ibu maupun bayi,".

Ketua Tim Kerja 6 Bidang Pelaporan dan Statistik Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Agus Veriyansah D., S.Kom., M.Stat kepada pewarta di Bengkulu menyampaikan bahwa minat PUS di Bengkulu terhadap kontrasepsi jangka panjang kian menggembirakan.  


Diketahui, pada 2025 lalu peserta KB baru di Bengkulu mencapai angka 5.071 akseptor atau sebesar 76,3 persen dari sasaran sebanyak 6.642 peserta. "IUD sebanyak 754 akseptor, MOW 750 akseptor, MOW 14 akseptor, dan implant 3.553 akseptor," rinci Agus," Jumat, (9/1/2026).

Agus Veriansyah menyebutkan,  KB jangka panjang membantu mengatur jarak kehamilan sehingga menurunkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan, serta kematian ibu dan bayi. Jarak kelahiran yang ideal juga memberi kesempatan bagi ibu untuk memulihkan kondisi tubuh dan mencegah anemia akibat kehamilan yang terlalu sering.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, ujar Agus lagi, KB MKJP juga membantu keluarga merencanakan masa depan dengan lebih matang, baik dari aspek ekonomi, pendidikan, maupun kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. MKJP pun berkontribusi pada tumbuh kembang yang lebih optimal dan menjadi salah satu upaya penting dalam pencegahan stunting, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Jum'at,(9/1/2026) 

Kamis, 08 Januari 2026

Pria Ber-KB di Bengkulu Tembus Angka 14 Ribu Lebih


                                                      Agus Veriansyah D, S.Kom., M.Stat

Bengkulu,-Akhir tahun 2025, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu mencatat jumlah pria ber-KB di daerah itu tembus mencapai 14 ribu akseptor. Hal tersebut merupakan sebuah bentuk kesadaran laki-laki baik sebagai akseptor KB maupun sebagai pendukung keputusan dalam keluarga. Hal ini penting karena keberhasilan KB tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan.

"Hingga November 2025 peserta KB pria tercatat sebanyak 14.832 akseptor, dengan menggunakan jenis kontrasepsi medis operatif pria (MOP) yang lebih dikenal vasektomi sebanyak 2.464 orang dan sebanyak 12.368 menggunakan kontrasepsi kondom," kata Ketua Tim Kerja 6 Bidang Pelaporan dan Statistik Perwakilan BKKBN Bengkulu Agus Veriyansah D., S.Kom., M.Stat kepada pewarta di Bengkulu, Kamis,(8/1/2026).


Disampaikan Agus, “sejumlah akseptor pria tersebut tercatat sebagai peserta aktif kb sebanyak 12.368 orang dengan rincian kontrasepsi MOP 272 akseptor dan 12.096 menggunakan kondom. Selain itu juga tercatat sebanyak 2.464 akseptor peserta kb baru dengan rincian menggunakan kontrasepsi kondom sebanyak 2.450 peserta dan 14 akseptor dengan metode KB steril pria atau MOP," ujar Agus.

“Peserta baru MOP tahun ini yang ditargetkan sebanyak 16 akseptor, hingga November 2025 BKKBN Bengkulu mampu merealiasasikan sebanyak 14 peserta yang terdapat di Kota Bengkulu sebanyak sembilan peserta, Kabupaten Bengkulu Utara terdapat dua akseptor, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Mukomuko dan Lebong masing-masing terdapat satu akseptor vasektomi," jelas Agus.

Menurut Agus, capaian KB pria khususnya metode MOP masih tergolong rendah dimana peserta baru vasektomi hanya belasan orang. Untuk meningkatkan peran serta pria ber-KB perlu adanya pelibatan tokoh berpengaruh, harapnya. (irs).

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom.,M.A
Rilis : Kamis, (8/1/2026).

Rabu, 07 Januari 2026

Gloria Pastikan SPPG di Bengkulu Kembali Salurkan Menu MBG 3B

  


Bengkulu,-Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Bengkulu Gloria EM Situmorang memastikan penyaluran menu makan bergizi gratis (MBG) kategori 3B pekan ini kembali berjalan di sejumlah daerah di Bengkulu.

Setelah sempat terhenti selama anak libur sekolah, maka pada Kamis, 8/1/2026 penyaluran menu makanan sehat MBG kembali berjalan. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi bagi kelompok sasaran, khususnya ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD (3B) kembali diberjalan sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan serta memperhatikan kualitas dan ketepatan sasaran penerima.

“Dipastikan penyaluran menu MBG 3B di Bengkulu kembali berjalan disalurkan serentak mulai besok (8/1/2026). Hasil koordinasi bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu terdapat sebanyak 68 SPPG di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu dengan sasaran mencapai 18.711 penerima manfaat dari tiga kelompok ketegori. Kategori ibu hamil sebanyak 1.678 penerima, ibu menyusui sebanyak 3.609 dan balita non PAUD 13.424 penerima," sebut Kepala SPPG Bengkulu.


Ia menambahkan bahwa dalam pemenuhan gizi masyarakat, selain penyaluran menu MBG 3B juga serentak penyaluran menu makan bergizi bagi pelajar. Program MBG menjadi bagian penting dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Oleh karena itu, sinergi antara SPPG, mitra pelaksana, kader, dan pemerintah daerah terus diperkuat agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Pelaksanaan program ini di Provinsi Bengkulu melibatkan 1.182 orang kader sebagai ujung tombak pendistribusian di lapangan, guna memastikan bantuan gizi diterima tepat sasaran oleh penerima manfaat. Peran kader sangat membantu dalam memastikan menu diterima langsung oleh kelompok sasaran serta menjaga ketepatan data dan distribusi di lapangan,” ujar Gloria. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Rabu,(7/1/2026).




Selasa, 06 Januari 2026

Peduli Stunting, Seribu Lebih Mitra Turun Tangan Perkuat KRS di Bengkulu


Bengkulu,-Pemerintah melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting diharapkan mampu menurunkan angka stunting melalui gotong royong masyarakat dengan peran "orang tua asuh" (individu, komunitas, BUMN). Konvergensi tersebut untuk membantu keluarga berisiko stunting dengan bantuan nutrisi, sanitasi, edukasi, dan perbaikan rumah layak huni, fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mewujudkan generasi sehat dan cerdas. 

Kemendukbangga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana  Nasional (BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam konvergensi penanganan stunting melibatkan lebih dari seribu mitra lintas sektor untuk memperkuat Keluarga Risiko Stunting (KRS) sebagai upaya percepatan pencegahan stunting. 

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyampaikan aksi peduli stunting pada 2025 di Bengkulu melibatkan seribu lebih mitra turun tangan memperkuat KRS sebanyak 29.325 keluarga.


"Mitra yang bergandeng tangan memperkuat KRS tersebut terdapat diantaranya lembaga BUMN sebanyak dua institusi, Swasta tiga lembaga, perorangan mencapai 263 orang, dan komunitas lainnya sebanyak 1.061 kelompok," kata Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta di Bengkulu, Selasa, (6/1/2026).

Zamhari menyebutkan, “sejumlah mitra tersebut terlibat aktif dalam mengintervensi pemberian nutrisi sebanyak 990 penerima manfaat, rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak tiga bangunan rumah, penyediaan sarana air bersih mencapai 66 sasaran KRS, penyediaan jamban sehat bagi 623 sasaran KRS. Hingga mengedukasi  27.537 penerima manfaat, edukasi tersebut untuk peningkatan pengetahuan keluarga dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas," ujar Zamhari.

Penguatan KRS tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Melalui keterlibatan aktif para mitra, intervensi yang diberikan tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan, mulai dari pemenuhan gizi, pendampingan kesehatan ibu dan anak, hingga peningkatan pengetahuan keluarga dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A
Rilis : Selasa, (6/1/2026).

Senin, 05 Januari 2026

Mengawali 2026, Zamhari Tekankan Komunikasi Efektif ASN Pada Apel Perdana Bangga Kencana


Bengkulu,-Mengawali tahun 2026 pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam mendukung kinerja organisasi. Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel perdana tahun 2026 yang diikuti seluruh jajaran ASN dan pegawai di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin, 5/1/2026.

Zamhari mengatakan, komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan pemahaman tugas, serta memastikan setiap program dan kebijakan dapat diimplementasikan secara optimal hingga ke lini lapangan.

                             

“Komunikasi yang baik akan menciptakan kesamaan persepsi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, dan meminimalkan kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas,” ujar Zamhari dalam arahannya pada apel perdana 2026 yang diikuti sejumlah ASN BKKBN Bengkulu.

Zamhari menambahkan, komunikasi efektif menjadi fondasi utama dalam membangun kerja tim yang solid, memastikan kejelasan tugas, serta mendukung pencapaian target kinerja organisasi secara optimal.

"Pada 2026, keberhasilan Bangga Kencana akan difokuskan dengan memperkuat lini lapangan. Apel perdana ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal guna menyamakan langkah dan komitmen seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat", pesannya. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom.,M.A
Rilis : Senin, 5/1/2026.


Jumat, 02 Januari 2026

GOW Seluma Sambangi Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu, Konsolidasi Program Bangga Kencana

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., diwakili Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Nesianto, S.E., M.M., didampingi jajaran Tim Kerja Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, menerima Audiensi dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Seluma yang dihadiri oleh Ketua GOW Kabupaten Seluma, Ny. Hj. Dwi Halida Ariyani Gustianto, MM, didampingi sejumlah pengurus organisasi di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (2/01/2026).

Bengkulu-Kemendukbangga/BKKBN,-Mengawali tahun 2026 Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Seluma, Jumat, 2/1/2026 menyambangi Kantor Perwakilan  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dalam rangka akselerasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana.

“Kunjungan kerja tersebut membahas langkah-langkah kolaboratif pemerintah daerah bersama Kemendukbangga/BKKBN dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana di daerah ini, " ujar Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Nesianto, SE., MM kepada pewarta selah menerima kunjungan GOW Seluma, Jumat, (2/1/2026). 

"Kita berharap pelaksanaan program bangga kencana terus meningkat dan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat ".

Foto: Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Seluma, Ny. Hj. Dwi Halida Ariyani Gustianto, MM, didampingi sejumlah pengurus organisasi menyampaikan audiensi perdananya dalam rangka koordinasi dan konsolidasi untuk penggerakan Program Bangga Kencana di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (2/01/2026).

Hadir secara langsung Ketua GOW Seluma Ny. Hj. Dwi Halida Ariyani Gustianto, MM, didampingi sejumlah pengurus organisasi wanita tersebut. 

Dwi menyampaikan audiensi perdananya itu dalam rangka koordinasi dan konsolidasi untuk penggerakan program Bangga Kencana. Selain itu GOW Seluma juga berkomitmen untuk mendukung program-program nasional di daerah. 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., diwakili Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Nesianto, S.E., M.M., didampingi jajaran Tim Kerja Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, pada sesi diskusi dan tanya jawab pada Audiensi dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Seluma yang dihadiri oleh Ketua GOW Kabupaten Seluma, Ny. Hj. Dwi Halida Ariyani Gustianto, MM, didampingi sejumlah pengurus organisasi di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (2/01/2026).

"Kita ingin bersama mengambil peran melaksanakan program pembangunan manusia, mulai dari awal siklus kehidupan manusia hingga lansia. Sehingga GOW dapat berkontribusi dalam pencapaian Indonesia Emas 2045," kata Dwi Gustianto. 

Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan implementasi program Bangga Kencana semakin efektif, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Seluma. (irs) 


Penulis     : Idris Chalik

Editor       : Rofadhila Azda, S. Ikom., M. A

Rilis          : Jumat, 2/1/2026.

Sumber Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Baca Lainnya