Bengkulu,- Aula Universitas Bengkulu pagi itu, terasa lebih khidmat dari biasanya. Balutan toga kebesaran dan senyum haru para akademisi menandai sebuah capaian penting pengukuhan Guru Besar Universitas Bengkulu (UNIB). Di balik prosesi akademik tersebut tersimpan harapan besar tentang masa depan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Kepala Perwakilan Badan kependudukand an Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Zamhari, menilai pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak strategis dalam memperkokoh komitmen dunia pendidikan terhadap pembangunan kependudukan dan keluarga.
“Bertambahnya Guru Besar adalah penguatan fondasi keilmuan. Dari sinilah lahir pemikiran, riset, dan kebijakan yang berdampak langsung pada kualitas penduduk dan ketahanan keluarga. Dengan dikukuhkannya guru besar selain bertambahnya kuantitas para guru besar jauh lebih,” ujar Zamhari usai pengukuhan Guru Besar di Gedung Serba Guna (GSG) Unib, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, tantangan pembangunan kependudukan saat ini semakin kompleks. Mulai dari isu bonus demografi, ketahanan keluarga, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan ilmiah dan berbasis riset.
Untuk menjawab tantang tersebut Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu telah menjalin kerjasama berbagai bidang. Baru ini telah berlangsung kerjasama Kuliah Tematik Bangga Kencana Program Megister Ilmu Kesejahteraan Sosial bersama Universitas Bengkulu. " Dengan pengukuhan Guru Besar di lingkup UNIB diharapkan dapat memperkokoh komitmen dunia pendidikan dan pembangunan keluarga dan kependudukan," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.
Dia menyebutkan, Universitas Bengkulu selama ini telah menjadi mitra penting BKKBN dalam mendukung Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Kerja sama tersebut terwujud dalam berbagai program akademik, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga pelaksanaan kuliah tematik yang melibatkan mahasiswa dan dosen.
“Dengan semakin banyaknya Guru Besar, kami optimistis sinergi ini akan semakin kuat. Perguruan tinggi adalah laboratorium gagasan untuk pembangunan keluarga berkualitas,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidikan. Guru Besar, sebagai puncak jabatan akademik, akan mampu menjadi penggerak perubahan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Pengukuhan Guru Besar UNIB ini pun menjadi simbol optimisme. Bahwa dari ruang-ruang akademik, akan lahir kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional, khususnya dalam mewujudkan keluarga berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Universitas Bengkulu Kukuhkan Enam Guru Besar
Pada Selasa, 10-Februari-2026 Universitas Bengkulu kembali kukuhkan enam Guru Besar. - Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si. (Guru Besar Fakultas Pertanian), Prof. Dr. Ir. Irnad, M.Sc. (Guru Besar Fakultas Pertanian)
Prof. Dr. Ir. Rustikawati, M.Si. (Guru Besar Fakultas Pertanian), Prof. Dr. Wisma Yunita, S.Pd., M.Pd. (Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Selain itu, menambah kuantitas para guru besar di lingkungan Unib terddapat Prof. Dr. Jose Rizal, S.Si., M.Si.(Guru Besar Fakultas Matematika dan IPA), Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si. (Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).
Universitas Bengkulu Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si dalam sambutan Rektor Unib menyampaikan bahwa, Universitas Bengkulu terus meningkatkan kolaborasi dan sinergitas dalam bidang akademik sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang maju. " Guru Besar tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial. Melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, para guru besar diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan SDM," tegas Indra.(irs)
Editor : Mardhotillah Layli, S,Sos., M.Sos
Rilis : Rabu, (10/2/2026).


.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar