Kamis, 12 Februari 2026

Dua Sekolah Lansia di Bengkulu Tengah Lepas Puluhan Wisudawan Tangguh

Foto: Wisuda Sekolah Lansia Kasih Ibu Desa Sidodadi Kecamatan Pondok Kelapa dan Sekolah Lansia Bahagia Desa Padang Ulak Tanjung Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah yang dilepas langsung Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah H. Eliandes Kori, M.Si. dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., yang diwakili oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Nesianto, S.E., M.M. di Aula Pondok Bukit Kandis Bengkulu Tengah, Kamis, (12/2/2026).

KEMENDUKBANGGA/BKKBN - Bengkulu Tengah — Suasana haru bercampur bangga menyelimuti aula sederhana itu. Senyum para lanjut usia merekah di balik wajah-wajah yang telah dipahat waktu. Mengenakan selempang dan toga sederhana, puluhan lansia duduk rapih dibarisan kursi mereka menanti momen yang mungkin tak pernah mereka bayangkan sebelumnya yaitu wisuda.

Dua Sekolah Lansia di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis, 12/2/2026 pagi resmi melepas puluhan peserta didik lanjut usia yang telah menyelesaikan proses pembelajaran nonformal tentang kesehatan, psikologi, spiritualitas, hingga keterampilan hidup mandiri. Bagi mereka, wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol bahwa belajar tidak pernah mengenal batas usia.

Sekolah Lansia Kasih Ibu Desa Sidodadi Kecamatan Pondok Kelapa melepas sebanyak 43 orang lansia yang semuanya para perempuan. "Sekolah Lansia Bahagia" Desa Padang Ulak Tanjung Kecamatan Talang Empat Kabupaten  Bengkulu Tengah, Bengkulu melepas sebanyak 32 orang yang dilepas langsung Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah H. Eliandes Kori, M.Si.

Ditengah puluhan lansia, Eliandes hadir bersama Sekretaris Perwakilan Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Nesianto, S.E., M.M., untuk melepas wisudawan/ti sekolah tersebut.

Dalam sambutannya Ellandes Kori, M. Si menyebutkan, wisuda ini babak baru untuk menyongsong hari menata kesehatan para, lansia.

"Pemerintah daerah kabupaten berkomitmen untuk menggerakkan program sekolah bagi orang tua di daerah itu." Sekolah lansia sebagai gerakan berkelanjutan kedepan, dalam membangun kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kita mendukung sekolah lansia agar dapat dibentuk tiap desa, minimal ada ditiap kecamatan, sehingga nantinya membentuk orangtua menjadi mitovator bagi generasi, keluarga dan masyarakat," kata Eliandes, di Aula Pondok Bukit Kandis Bengkulu Tengah, Kamis, (12/2/2026).

Dia mengajak dinas teknis untuk membuat rencana kerja kedepan dalam program sekolah lansia. Karena kami percara lansia berdaya merupakan aset daerah untuk memberikan dorongan kepada pemerintah, " kata Eliandes.

Sekretaris Perwakilan BKKBN Bengkulu Nesianto dalam sambutannya menyampaikan melalui program Bina Keluarga Lansia (BKL) berkomitmen penuh dalam mendukung peningkatan kualitas hidup lansia. Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) bukan hanya sekadar tempat belajar, melainkan wadah untuk lansia tetap berdaya, berbagi pengalaman, bersosialisasi, dan menjaga kesehatan fisik maupun mental. 

Sekolah lansia menjawab persoalan kependudukan dimana populasi lansia yang kian tinggi yang didukung oleh tingkat kesehatan masyarakat. Saat ini usia harapan hidup masyarakat meningkat dari 69 tahun menjadi 73 tahun. Dengan hal tersebut maka sekolah lansia patur untuk berada di setiap desa.

Melalui kurikulum 7 Dimensi Lansia Tangguh—yakni spiritual, fisik, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, dan lingkungan—kami berharap para lansia tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga produktif dan bermartabat. 

Foto: Wisuda Sekolah Lansia Kasih Ibu Desa Sidodadi Kecamatan Pondok Kelapa dan Sekolah Lansia Bahagia Desa Padang Ulak Tanjung Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah yang dilepas langsung Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah H. Eliandes Kori, M.Si. dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., yang diwakili oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Nesianto, S.E., M.M. di Aula Pondok Bukit Kandis Bengkulu Tengah, Kamis, (12/2/2026).

Belajar Sepanjang Hayat

Program Sekolah Lansia dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup para warga usia lanjut agar tetap aktif, sehat, dan produktif. Selama mengikuti kegiatan, para peserta mendapatkan materi tentang pola hidup sehat, pengelolaan emosi, relasi sosial, hingga penguatan peran lansia dalam keluarga dan masyarakat.

Salah satu wisudawan, Sl (67), mengaku bangga bisa menyelesaikan program tersebut. Ia mengatakan awalnya ragu mengikuti kelas karena merasa sudah terlalu tua untuk belajar. Namun keraguan itu sirna ketika ia merasakan manfaatnya.

“Sekarang saya lebih percaya diri, tahu cara menjaga kesehatan, dan merasa masih berguna bagi keluarga,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Sekolah Lansia tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang kebersamaan. Banyak peserta mengaku menemukan kembali semangat hidup setelah rutin bertemu teman sebaya, berbagi cerita, dan saling memberi dukungan.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos

Rilis : Kamis,(12/2/2026).

Sumber Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu


Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Saluran Whatsapp : Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Rabu, 11 Februari 2026

Zamhari: Pengukuhan Guru Besar di UNIB Perkokoh Komitmen Dunia Pendidikan, Kependudukan dan Pembangunan Keluarga


Bengkulu,- Aula Universitas Bengkulu pagi itu, terasa lebih khidmat dari biasanya. Balutan toga kebesaran dan senyum haru para akademisi menandai sebuah capaian penting pengukuhan Guru Besar Universitas Bengkulu (UNIB). Di balik prosesi akademik tersebut tersimpan harapan besar tentang masa depan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Kepala Perwakilan Badan kependudukand an Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Zamhari, menilai pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak strategis dalam memperkokoh komitmen dunia pendidikan terhadap pembangunan kependudukan dan keluarga.

“Bertambahnya Guru Besar adalah penguatan fondasi keilmuan. Dari sinilah lahir pemikiran, riset, dan kebijakan yang berdampak langsung pada kualitas penduduk dan ketahanan keluarga. Dengan dikukuhkannya guru besar selain bertambahnya kuantitas para guru besar jauh lebih,” ujar Zamhari usai pengukuhan Guru Besar di Gedung Serba Guna (GSG) Unib, Selasa (10/2/2026).


Menurutnya, tantangan pembangunan kependudukan saat ini semakin kompleks. Mulai dari isu bonus demografi, ketahanan keluarga, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan ilmiah dan berbasis riset.

Untuk menjawab tantang tersebut Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu telah menjalin kerjasama berbagai bidang. Baru ini telah berlangsung kerjasama Kuliah Tematik  Bangga Kencana Program Megister Ilmu Kesejahteraan Sosial bersama Universitas Bengkulu. " Dengan  pengukuhan Guru Besar di lingkup UNIB diharapkan dapat memperkokoh komitmen dunia pendidikan dan pembangunan keluarga dan kependudukan," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.

Dia menyebutkan, Universitas Bengkulu selama ini telah menjadi mitra penting BKKBN dalam mendukung Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Kerja sama tersebut terwujud dalam berbagai program akademik, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga pelaksanaan kuliah tematik yang melibatkan mahasiswa dan dosen.


“Dengan semakin banyaknya Guru Besar, kami optimistis sinergi ini akan semakin kuat. Perguruan tinggi adalah laboratorium gagasan untuk pembangunan keluarga berkualitas,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidikan. Guru Besar, sebagai puncak jabatan akademik, akan mampu menjadi penggerak perubahan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Pengukuhan Guru Besar UNIB ini pun menjadi simbol optimisme. Bahwa dari ruang-ruang akademik, akan lahir kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional, khususnya dalam mewujudkan keluarga berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


Universitas Bengkulu Kukuhkan Enam Guru Besar 

Pada Selasa, 10-Februari-2026 Universitas Bengkulu kembali kukuhkan enam Guru Besar. - Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si. (Guru Besar Fakultas Pertanian), Prof. Dr. Ir. Irnad, M.Sc. (Guru Besar Fakultas Pertanian)

 Prof. Dr. Ir. Rustikawati, M.Si. (Guru Besar Fakultas Pertanian), Prof. Dr. Wisma Yunita, S.Pd., M.Pd. (Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu  Pendidikan). Selain itu, menambah kuantitas para guru besar di lingkungan Unib terddapat Prof. Dr. Jose Rizal, S.Si., M.Si.(Guru Besar Fakultas Matematika dan IPA), Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si. (Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).

Universitas Bengkulu Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si dalam sambutan Rektor Unib menyampaikan bahwa, Universitas Bengkulu terus meningkatkan kolaborasi dan sinergitas dalam bidang akademik sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang maju. " Guru Besar tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial. Melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, para guru besar diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan SDM," tegas Indra.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S,Sos., M.Sos
Rilis : Rabu, (10/2/2026).


Senin, 09 Februari 2026

Serah Terima Mahasiswa Baru Magister Kesos Universitas Bengkulu, Perkuat Kompetensi ASN BKKBN

 


Bengkulu,-Pekan ke-dua Februari tahun ini, Gedung Internasional Meeting Room Universitas Bengkulu. Ruang akademik dan birokrasi kembali dipertemukan dalam satu tujuan besar untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Momentum itu tercermin dalam Serah Terima Mahasiswa Baru Program Magister Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Bengkulu (UNIB) yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) BKKBN dalam mendukung Program Bangga Kencana.

Program Pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) menuntut pendekatan yang adaptif dan berbasis data sosial. Kompleksitas persoalan kependudukan—mulai dari bonus demografi, stunting, ketahanan keluarga, hingga perubahan perilaku masyarakat—memerlukan ASN yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga kuat dalam pemahaman sosial dan politik kebijakan publik.

Melalui pendidikan Magister Kesejaahteraan Sosial, para ASN BKKBN dapat menjawab tantangan yang kian menghadang dengan dibekali kemampuan analisis kebijakan, riset sosial, serta pemetaan dinamika masyarakat. Kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam merancang program Bangga Kencana yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan.


Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyebutkan sinergitas ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan. Kampus tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan pemimpin birokrasi yang berpikir kritis, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik," kata Zamhari saat serah terima mahasiswa baru program magister ilmu sosial politik Universitas Bengkulu," Senin,(9/2/2026).

Serah terima mahasiswa baru Magister Kessos UNIB menjadi simbol sinergi nyata antara dunia akademik dan birokrasi. Dengan aparatur yang unggul secara intelektual dan peka terhadap dinamika sosial, Program Bangga Kencana diharapkan semakin efektif dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan.

“ Penyerahan ini bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang harus dijaga dengan baik. Sebanyak 48 orang calon mahasiswa pagi ini kita serahkan kepada pihak kampus yang diterima langsung Dekan Fisip Unib Prof.Dr. Drs. Sugeng Suharto., M.Si," kata Zamhari. 


Kemendukbangga/BKKBN sebagai institusi pemerintah yang memiliki mandat strategis di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga memerlukan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan akademik kuat. 

Berwawasan tantangan kependudukan ke depan semakin 4 kompleks, mulai dari dinamika struktur penduduk, pembangunan keluarga, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia," sebut Zamhari.

Oleh karena itu, ujar Zamhari, pengembangan kompetensi ASN melalui pendidikan formal merupakan sebuah investasi jangka panjang bagi organisasi. Kerja sama dengan fisipol universitas bengkulu ini kami pandang sebagai langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan praktik kebijakan dengan penguatan keilmuan kesejahteraan sosial.

                           

Pada kesempatan ini, secara resmi kami menyerahkan asn bkkbn untuk mengikuti proses pendidikan sebagai mahasiswa program magister kesejahteraan sosial Unib. 

Dekan Fisip Unib Prof.Dr. Drs. Sugeng Suharto., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan yang telah mempercayakan pengembangan kompetensi sumber daya manusianya melalui Program Magister Kesejahteraan Sosial FISIP UNIB. Sinergi antara dunia akademik dan dunia praktik merupakan kunci dalam menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

Dia berpesan agar momentum ini dijadikan sebagai komitmen untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas akademik, serta aktif berkontribusi dalam diskursus dan praktik kesejahteraan sosial. " Jadilah agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar pengamat persoalan".(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(9/2/2026).

Jumat, 06 Februari 2026

Menanam Harapan Untuk menjaga Bumi, Gerakan ASRI BKKBN Tanam Ratusan Bibit Pohon

 


Bengkulu,-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Jumat pagi 6/2/2026 sejumlah aparatur sipil negara (ASN)nya kumpul di halaman yang biasanya digunakan untuk keperluan upacara hari besar. Berbeda pada Jumat pekan pertama kali ini, halaman itu dipadati sejumlah pagawai pejuang KB dalam rangka menggalakkan gerakan Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) penanaman ratusan bibit pohon di lingkungan kantor BKKBN Bengkulu dan kebersihan lingkungan perkantoran

Gerakan ASRI BKKBN ini selain melibatkan jajaran ASN, kader Bangga Kencana, serta mitra kerja ikut aksi . Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari upaya nyata BKKBN dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai basis perubahan perilaku ramah lingkungan sebagai upaya penyelamatan bumi.

" Penanaman bibit pohon salah satu metode paling efektif dan dapat diakses secara universal untuk mendukung kesehatan planet kita dan memastikan ketersediaan oksigen yang cukup untuk kebutuhan hidup manusia. Proses ini secara langsung memerangi perubahan iklim dan meningkatkan kualitas udara. Jangan kita membakar limbah tumbuhan/tanaman, limbah itu jadikan sumber penghidupan bagi tumbuhan lainnya untuk dijadikan pupuk kompos," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H diselah penanaman bibit pohon dalam Gerak ASRI di halaman kantornya, Jumat, (6/2/2026).


Zamhari menyampaikan bahwa Gerakan ASRI Presiden RI Prabowo Subianto sejalan dengan visi BKKBN dalam mewujudkan keluarga berkualitas. Lingkungan yang bersih dan lestari dinilai memiliki kontribusi penting terhadap kesehatan ibu dan anak, kualitas hidup keluarga, serta keberlanjutan generasi mendatang, dalam gerak tersebut BKKBN tanam bibit sebanyak 150 batang dengan berbagai jenis. Yang diantaranya pohon Lohansung, jenis kayu yang memiliki nilai keindahan dan kualitas tinggi.

" Gerakan ASRI BKKBN " Satu Karyawan Tanam Satu Bibit Pohon " sebanyak 150 bibit pohon untuk berperan aktif penyelamatan bumi demi masa depan generasi berencana, dalam gerak ASRI terdapat bibit,” ujarnya.

Selain penanaman pohon, Gerakan ASRI juga mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan tidak hanya dilingkungan kerja tapi di ulai dari rumah tangga. Para kader Bangga Kencana diharapkan dapat menjadi agen edukasi yang mengintegrasikan pesan kepedulian lingkungan dalam setiap kegiatan pendampingan keluarga.


Melalui kegiatan ini, BKKBN Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari pembangunan keluarga dan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dengan menanam bibit pohon dan menjaga kebersihan lingkungan kita berinvestasi pada masa depan yang lebih sehat, memastikan udara bersih dan lingkungan yang seimbang untuk generasi sekarang dan yang akan datang. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli,S.Sos., M.Sos
Rilis : Jumat,(6/2/2026).

Kamis, 05 Februari 2026

Memastikan MBG 3B Sehat, Evaluasi Menjadi Langkah Prioritas

 


Bengkulu,-Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbagga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memegang peran strategis dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi (MBG) 3B. Yang menyasar kelompok paling menentukan masa depan generasi, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non paud.

Maka dinilai amat penting untuk memastikan menu MBG 3B yang tersaji benar-benar sehat, aman, dan memberi manfaat nyata bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Rabu, 4-Februari-2-26 di ruang kerja Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bertemu beberapa tokoh penggerak program MBG 3B di Bumi Merah Putih. Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H didampingi Ketua Tim Kerja 5 Bidang Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan Edi Sofyan, S.E., M.M temu koordinasi bersama Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bengkulu Gloria Erysa Meilinda Situmorang.


Pertemuan singkat tokoh MBG 3B itu menyepakati agar adanya evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut yang menginjak tahun ke-dua. Agar program itu benar-benar sehat bermanfaat dan tepat sasaran " Kita segera menggelar evaluasi untuk tingkat provinsi untuk menguatkan komitmen dan juga bekal kader dalam mendistribusikan menu sehat tersebut," kata Zamhari saat menerima kunjungan kerja tim BGN Bengkulu.

Program MBG 3B bukan sekadar urusan distribusi makanan. Ia adalah ikhtiar panjang dalam menjaga masa depan generasi. Karena itulah, evaluasi menjadi langkah yang tak bisa ditawar. Di Bengkulu, evaluasi pelaksanaan MBG 3B kini prioritas utama untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan program," kata Zamhari.

Evaluasi diperlukan untuk meminimalisir kekurangan yang dapat terjadi dikemudian hari." Program yang baru berjalan memerlukan evaluasi (adaptif) untuk perbaikan. BKKBN dengan kadernya akan mengikuti evaluasi, karena kader pendistribusi MBG perlu menjalankan norma dan prosedur. Pendistribusian menu MBG 3B telah melibatkan sebanyak 1.182 orang yang menyasar 18.711 penerima manfaat," sebut Zamhari.


Evaluasi dilakukan menyeluruh sesuai peran dan fungsi. mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, kebersihan dapur, hingga pendistribusian ke kelompok sasaran. Setiap detail diperiksa, sebab satu kekeliruan kecil dapat berdampak besar pada kesehatan penerima manfaat.

Zamhari, memandang evaluasi sebagai cermin untuk terus berbenah. Menurutnya, keberhasilan MBG 3B tidak diukur dari banyaknya porsi yang tersalurkan, tetapi dari seberapa besar dampaknya bagi perbaikan gizi keluarga. " Evaluasi MBG 3B segera kita lakukan bersama BGN dengan melibatkan Koordinator KB tingkat kecamatan, Kader TPK, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Rigional BGN Bengkulu Gloria Erysa sepati akan digelarnya evaluasi secara berkala yang akan melibatkan sejumlah penanggung jawab SPPG di Provinsi Bengkulu. Kita telah mengoperasikan sebanyak 100 dapur SPPG yang tersebar dan 11 dapur tengah persiapan. " Data update penerima manfaat 3B di Provinsi Bengkulu per 03 Februari-2026 sebanyak 22.354 orang dengan pelayanan di 271 posyandu. Terdapat kelompok sasaran Balita 15.434, Ibu Hamil sebanyak 4.393 dan ibu menyusui (Busui ) mencapai 2.527," rinci Gloria.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Kamis,(5/2/2026).


Rabu, 04 Februari 2026

BKKBN Merajut Empati Pentahelix Bersama PMMI Merangkul Kelompok Difabel

                     Foto Bersama : Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu (Tengah) foto bersama                                                                                        pengurus PMMI

Bengkulu,-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembangunan keluarga yang inklusif melalui pendekatan kolaborasi pentahelix. Upaya ini menjadi wujud nyata BKKBN dalam merajut empati lintas sektor guna merangkul penyandang disabilitas agar tidak tertinggal dalam program pembangunan kependudukan dan keluarga.

" Dengan semangat difabel juga keluarga, BKKBN menegaskan bahwa pembangunan keluarga berkualitas hanya akan bermakna jika inklusif, adil, dan tidak meninggalkan siapa pun," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta usai menerima audiensi PMMI Bengkulu, Selasa,(3/2/2026).

Penyuluh dan petugas KB BKKBN di lapangan bersama relawan PMMI akan menjadi penghubung penting di lapangan untuk bersama mengedukasi masyarakat. Dengan pendekatan yang ramah dan setara, mereka mendampingi keluarga memahami pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pengasuhan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Pesan-pesan Program Bangga Kencana disampaikan bukan sebagai instruksi, melainkan sebagai ajakan—bahwa keluarga berencana adalah upaya merawat masa depan, bukan membatasi kehidupan. 


"Kolaborasi menjaga asa kaum difabel, BKKBN dapat melibatkan penyuluh lapangan KB yang mencapai 292 personel  dan sebanyak 7.000 orang lebih kader institusi masyarakat perdesaan (IMP) yang tersebar di 1.513 desa," sebut Kepala BKKBN Bengkulu.

Difabel kerap berada di pinggir arus pembangunan. Bukan karena keterbatasan, melainkan karena kurangnya ruang dan kesempatan yang setara. Melalui kolaborasi pentahelix, berbagai inisiatif inklusif mulai dihadirkan—dari layanan dasar yang ramah disabilitas, penguatan kapasitas keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi yang memberi harapan baru.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 merilis jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta orang atau sekitar 8,5 persen dari total populasi. Prevalensi nasional disabilitas tercatat 6,42 persen. Angka tersebut secara tidak langsung akan menyumbang kemiskinan," ujarnya Selasa, (3/2/2026).


Melalui kolaborasi pentahelix ini, BKKBN berharap tercipta ekosistem pembangunan keluarga yang tidak diskriminatif, sekaligus memperluas ruang partisipasi penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Ke depan, penguatan empati dan kerja bersama lintas sektor diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga difabel serta mewujudkan pembangunan keluarga berkualitas tanpa meninggalkan siapa pun.

Ketua PMMI Bengkulu Irna Riza Yuliastuty, S.Sos akan bekerja sama dengan BKKBN dalam rangka mengurai persoalan keluarga penyadang disabilitas. Melalui gerak PMMI mengedukasi praktik baik terhadap keluarga difabel di Bengkulu.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Rabu,(3/2/2026).


Selasa, 03 Februari 2026

Zamhari Optimis Pendekatan Policy Pro Poor Dalam Program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Akan Percepat Pembangunan Daerah

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H. turut menghadiri sebagai Keynote Speaker pada kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026.

KEMENDUKBANGGA/BKKBN-Bengkulu,-Di balik angka-angka statistik kemiskinan disana memuat cerita tentang keluarga. Tentang ibu yang berjuang menjaga kesehatan anaknya, ayah yang berupaya memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan remaja yang berharap masa depannya tak berhenti di lingkaran keterbatasan. Di titik inilah pembangunan keluarga berkualitas menemukan relevansinya bukan sekadar program sosial, melainkan strategi pembangunan jangka panjang.

Pembangunan keluarga berkualitas kini dipandang sebagai fondasi utama dalam pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan daerah. Keluarga yang sehat, terencana, berpendidikan, dan berdaya secara ekonomi akan melahirkan sumber daya manusia unggul yang menjadi motor penggerak pembangunan," ujar Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari,S.H., M.H mengawli materinya dalam seminar nasional pada Pelantikan DPD IAPA Bengkulu Periode 2026-2029 yang dihadiri sejumlah para Dekan di Universitas di Bengkulu.

Foto: Ketua Umum DPD IAPA Indonesia, Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, S.Sos., M.Si., memaparkan materi tentang Peran IAPA Dalam Mendorong Kebijakan Berbasis Pro-Poor kepada peserta kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026.

Pembangunan Keluarga Berkualitas Sebagai Strategi Mengurai Kemiskinan

Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin di Bengkulu pada Maret 2025 mencapai 12,08 persen atau 252,97 ribu orang angka ini menurun sebesar 0,44 poin. Tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu lebih tinggi dibanding angka nasional  (12,08 persen - 8,47 persen, yang mencerminkan tantangan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial di Bengkulu masih perlu mendapat perhatian lebih.

Dalam teori kebijakan publik dan ekonomi pembangunan menekankan bahwa kualitas keluarga lebih menitik beratkan pada pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, stabilitas ekonomi, dan relasi sosial yang berhubungan langsung dengan keberhasilan program pengentasan kemiskinan," ujar Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari,S.H., M.H di depar ratusan peserta Seminar Nasional yang mengakat Tema "Policy Pro Poor Perspektif dalam Percepatan Pembangunan Daerah, Senin, (2/2/2026).

Kemiskinan tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari berbagai persoalan yang berkelindan dalam keluarga—mulai dari kesehatan ibu dan anak, rendahnya pendidikan, hingga keterbatasan akses ekonomi. Karena itu, pembangunan keluarga menjadi pintu masuk strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Keluarga adalah titik awal pembangunan manusia. Jika keluarga kuat, sehat, dan terencana, maka risiko kemiskinan dapat ditekan sejak dini,” ujar Zamhari.

Menurut dia,  untuk menekan dan memutus ratai kemiskinan tidak cukup dengan pendekatan pembangunan yang hanya berfokus pada bantuan sesaat. Intervensi harus menyentuh hulu kehidupan masyarakat, yakni keluarga sebagai unit terkecil pembangunan.

Foto: Peserta kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026.

Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Dan Jarak Kelahiran

Menurut Zamhari pengendalian pertumbuhan penduduk dan jarak kelahiran nerupakan investasi jangka panjang sumber daya manusia. Melalui program pembangunan keluarga, pemerintah hadir sejak fase paling awal kehidupan manusia. Mulai dari pendewasaan usia perkawinan, perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi, pengasuhan anak, hingga pendidikan keluarga. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.

Zamhari menegaskan, Program Bangga Kencana bukan semata mengatur kelahiran, tetapi membangun kualitas hidup keluarga secara menyeluruh dengan berbagai strategi. " Ada tiga poin utama dalam membangun kualitas SDM, pertama Kemendukbangga/BKKBN melalui program pengendalian angka kelahiran dengan pemakaian kontrasepsi modern dan jangka panjang. Edukasi keluarga tentang manfaat keluarga kecil berkualitas dan poin yang tak kalah prioritas adalah peningkatan akses KB di wilayah miskin, terpencil dan rentan. " Kemiskinan sering diperparah oleh pertumbuhan penduduk yang tinggi dan tidak seimbang dengan daya dukung ekonomi ".

Praktik dalam mengurai kemiskinan, Kemendukbangga/BKKBN melalui UU Nomor 52/2009 Tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. Mengembangkan prorgam " Penguatan Ketahanan Keluarga Dan Fungsi". 

Melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga akan memberikan rasa  aman, tenteram, bahagia dalam mewujudkan kesejahteraan kebahagiaan batin. Dengan meningkatkan kualitas anak dengan pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan  perkembangan anak. 

“Bangga Kencana mendorong keluarga agar memiliki perencanaan hidup yang matang. Keluarga yang mampu merencanakan jumlah dan jarak kelahiran dengan baik cenderung lebih sejahtera dan mampu memenuhi kebutuhan pendidikan serta kesehatan anak,” jelasnya.

Dampaknya, daerah akan menikmati bonus demografi yang berkualitas, bukan sekadar pertambahan jumlah penduduk usia produktif tanpa kesiapan. 

Foto: Dekan FISIP UNIB, Prof. Dr. Hj. Sugeng Suharto, M.Si., memberikan sambutan kepada peserta kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026.

Dampak Nyata bagi Pembangunan Daerah

Daerah yang berhasil membangun keluarga berkualitas mulai merasakan manfaatnya. Penurunan stunting, meningkatnya derajat kesehatan, membaiknya partisipasi pendidikan, serta naiknya produktivitas masyarakat menjadi indikator nyata.

“Kualitas keluarga sangat menentukan laju pembangunan daerah. SDM yang sehat dan cerdas akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi beban sosial pemerintah,” tambah Zamhari.

Foto: Rektor Universitas Bengkulu (UNIB), Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik di Universitas Bengkulu (UNIB), Prof. Dr. Kamaludin, S.E., M.M. memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Seminar Nasional "Policy Pro Poor Perspektif Dalam Percepatan Pembangunan Daerah" DPD IAPA Bengkulu di Gedung Unit Layanan Terpadu, Universitas Bengkulu, 2 Februari 2026.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Menurut Kepala BKKBN Bengkulu bahwa keberhasilan pembangunan keluarga berkualitas tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi lintas sektor—pemerintah daerah, sektor kesehatan, pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga kader di tingkat desa.

“Pembangunan keluarga harus dilakukan secara kolaboratif. Ketika semua pihak bergerak bersama, keluarga tidak lagi menjadi objek bantuan, tetapi subjek utama pembangunan,” kata Zamhari.

Pendekatan berbasis keluarga ini dinilai mampu mempercepat pembangunan daerah secara lebih inklusif dan berkeadilan. Dan semua eleman masyarakat tidak satupun tertinggal dalam prosen pembangunan.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos

Rilis : Senin,(2/2/2026)

Sumber Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Saluran Whatsapp : Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Minggu, 01 Februari 2026

Zamhari Bicara Isu Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Forum Perempuan Adat Internasional

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, SH., M.H., menghadiri kegiatan Konferensi Internasional Perempuan Adat yang diselenggarakan oleh AKAR Global Inisiatif yang juga turut dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang dan delegasi di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Provinsi Bengkulu.
KEMENDUKBANGGA/BKKBN-KEPAHIANG,Bengkulu,-Kepala Perwkilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari,S.H., M.H pada Konferensi Perempuan Adat Internasional yang dihadiri perwakilan perempuan adat dari berbagai negara yang berlangsung di Kabupaten Kepahing, Provinsi Bengkulu awal Februari 2026 mengakat isu Kependudukan dan Keluarga Berencana.  Perempuan adat dan akar rumput memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan budaya.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melihat adanya titik temu yang kuat antara program pembangunan keluarga dengan perjuangan perempuan adat untuk membangun sumber daya manusia (SDM) melalui sumber daya alam(SDA)" kata Zamhari saat berbicara di forum Perempuan Adat Internasional dari berbagai wilayah di Indonesia serta dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin itu.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, SH., M.H., bersama Direktur Eksekutif AKAR Global Inisiatif, Erwin Basrin berdiskusi dengan salah satu Tamu Undangan pada kegiatan Konferensi Internasional Perempuan Adat yang diselenggarakan oleh AKAR Global Inisiatif yang diselenggarakan di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Provinsi Bengkulu.

Dia menyoroti ada enam poin besar keterkaitan Bangga Kencana dengan perempuan dan adat." Pertama mulai dari program generasi berencana (genre) untuk membina remaja perempuan adat agar lebih siap menghadapi masa depan. Program kampung keluarga berkualitas (kampung kb) yang dapat dikembangkan di desa adat sebagai pusat integrasi pembangunan keluarga.

Alasan ketiga diangkatnya isu kependudukan dan Pembangunan Keluarga di forum dunia itu juga adanya program bina keluarga balita, remaja, dan lansia yang sejalan dengan nilai solidaritas lintas generasi dalam masyarakat adat. Serta pemanfaatan pangan lokal melalui program dashat untuk percepatan penurunan stunting, serta pembangunan keluarga berwawasan lingkungan yang sejalan dengan komitmen perempuan adat menjaga sumber daya alam.

Dan yang lebih relevan lagi kata Zamhari, terdapatnya program pemberdayaan perempuan dan keluarga melalui usaha ekonomi produktif yang dapat mendukung usaha mikro dan berbasis tradisi lokal seperti tenun, kerajinan, dan hasil hutan non kayu yang dapat menjadi 14 bagian dan strategi pengentasan kemiskinan keluarga adat, hingga pada program keluarga berencana (KB) berbasis hak yang menekankan bahwa layanan KB harus menghormati hak perempuan, termasuk perempuan adat, untuk memilih metode kontrasepsi sesuai kebutuhan dan keyakinan," ujar Kepala BKKBN di Kepahiang, Minggu,(1/2/2026).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., memberikan sambutan sekaligus memaparkan materi tentang Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarg berencana (BANGGA KENCANA) pada kegiatan Konferensi Internasional Perempuan Adat yang diselenggarakan di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Provinsi Bengkulu.

Menurut Zamhari, perempuan adat memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penduduk, kesehatan keluarga, dan keberlanjutan komunitas adat. Program KB, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga menyangkut hak kesehatan reproduksi, kesejahteraan ibu dan anak, serta masa depan generasi adat.

Foto: Foto bersama usai Pembukaan kegiatan Konferensi Internasional Perempuan Adat yang diselenggarakan di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Provinsi Bengkulu.

Ia juga menyoroti perlunya kebijakan kependudukan yang inklusif, dengan melibatkan perempuan adat sebagai subjek utama dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Tanpa partisipasi aktif perempuan adat, kebijakan KB berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan dan kearifan lokal masyarakat adat.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos

Rilis : Senin,(2/2/2026).

Sumber Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

GEMPARKAN DUNIA! KEMENDUKBANGGA/BKKBN Bengkulu Serukan Revolusi Perubahan Lewat Perempuan Adat!

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., bersama Tamu Undangan pada pembukaan kegiatan Konferensi Internasional Perempuan Adat yang diselenggarakan oleh AKAR Global Inisiatif yang juga turut dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang dan delegasi lintas benua, mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika Latin di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Provinsi Bengkulu.
KEMENDUKBANGGA/BKKBN-KEPAHIANG, 01 Februari 2026 – Sejarah baru tercipta di tanah Bengkulu! Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, hari ini mendadak menjadi sorotan dunia. Bukan tanpa alasan, desa yang asri ini menjadi tuan rumah perhelatan akbar Konferensi Internasional Perempuan Adat yang dihadiri oleh delegasi lintas benua, mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika Latin.

Di tengah gemuruh semangat peserta konferensi yang mengusung tema besar "Membangun Kembali Ruang Bersama (Rebuilding The Commons)" , Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, SH., M.H., tampil memukau dengan pidato yang membakar semangat kolaborasi,pemberdayaan dan peran perempuan. 

Dan Zamhari juga menyampaikan pemanfaatan media sosial di era 5.0 konsep masyarakat super cerdas yang mengintegrasikan teknologi digital dengan kehidupan nyata untuk menyelesaikan masalah sosial dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Praktek laporan digital yg diperankan dan disampaikan langsung para ibu kader IMP yang semuanya kaum  perempuan untuk menyampaikan inspirasi, inovasi dan komunikasi dari akar rumput sehingga terjalin komunikasi langsung kepada pucuk pimpinan negara sebagai satu siklus yang tak terputus. dalam menjalankan fungsi dan perannya masing-masing.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., bersama Tamu Undangan pada pembukaan kegiatan Konferensi Internasional Perempuan Adat yang diselenggarakan oleh AKAR Global Inisiatif yang juga turut dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang dan delegasi lintas benua, mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika Latin di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Provinsi Bengkulu.

Bengkulu Sukses Hajar Angka Stunting! Dalam sambutannya, Zamhari mengungkap data mengejutkan yang menjadi bukti keberhasilan Bengkulu. Melalui strategi "keroyokan" Pentahelix, Provinsi Bengkulu berhasil menurunkan angka prevalensi stunting secara signifikan! Berdasarkan data SSGI 2024, angka stunting terjun bebas dari 20,2% menjadi 18,8%.

"Kesuksesan ini berkat kerja sama lintas sektor, termasuk kolaborasi dahsyat dengan komunitas seperti Yayasan Akar Global Inisiatif!" tegas Zamhari di hadapan para hadirin dari multi unsur. 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh AKAR Global Inisiatif bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kepahiang dihadiri oleh Bupati Kepahiang yang diwakili oleh Asisten II Pemda Kepahiang Musi Dayan, S.IP. M.M.; Wakil Ketua II DPRD Kepahiang, Anshori M.; Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., Direktur Eksekutif AKAR Global Inisiatif, Erwin Basrin; Ketua Baznas Kepahiang Drs. Rusmadi, M.M.; Camat Kec. Kabawetan Yunanto Budi Nugroho, S.Hut.; Kepala Desa Bandung Jaya, Suwandi; Ketua DWP Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Heni Haryani Zamhari, S.Sos., M.Si.; Ketua FKK IMP Bengkulu, Sri Widiarti, Ketua IPeKB Bengkulu, Helmi Suanda S.Sos; Ketua Kwt Kaba Indah Lestari Suprianti dan Tamu Undangan lainnya.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., memberikan sambutan sekaligus memaparkan materi tentang Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarg berencana (BANGGA KENCANA) pada kegiatan Konferensi Internasional Perempuan Adat yang diselenggarakan di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Provinsi Bengkulu.

Terdapat Enam Pilar Strategis: "Perkawinan" Program BKKBN dan Kearifan Lokal Tidak hanya bicara angka, KEMENDUKBANGGA/BKKBN Bengkulu memaparkan visi revolusioner di mana program modern bersanding harmonis dengan tradisi adat. Zamhari memaparkan 6 Titik Temu Strategis yang siap mengubah wajah pembangunan keluarga di wilayah adat:

1. GenRe Masuk Desa Adat: Menyiapkan remaja perempuan adat yang tangguh menghadapi masa depan.

2. Kampung KB sebagai Pusat Peradaban: Desa adat akan disulap menjadi pusat integrasi pembangunan keluarga yang berkualitas.

3. Solidaritas Lintas Generasi: Menyelaraskan program Bina Keluarga Balita hingga Lansia dengan nilai-nilai luhur masyarakat adat.

4. DASHAT Berbasis Pangan Lokal: Memerangi stunting dengan kekayaan pangan lokal, sejalan dengan komitmen perempuan adat menjaga alam.

5. Ekonomi Berdikari: Mendorong usaha ekonomi produktif berbasis tradisi seperti tenun dan hasil hutan non-kayu untuk mengentaskan kemiskinan.

6. KB Berbasis Hak Asasi: Layanan KB yang menghormati hak perempuan adat sepenuhnya sesuai keyakinan dan kebutuhan mereka.

Forum Komunikai Kader Instutiusi Masyarakat Perdesaan/Perkotaan (FKK IMP) sebgai role model. Sebagai akar rumput dari komunitas perempuan.

Jembatan Emas Pemerintah dan Akar Rumput Menutup pidatonya, Zamhari menegaskan bahwa konferensi ini adalah momentum emas. BKKBN berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan gerakan masyarakat sipil.

Foto: Ketua DWP Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Heni Haryani Zamhari, S.Sos., M.Si., turut hadir mendampingi pada Kegiatan Konferensi Internasional Perempuan Adat yang dihadiri oleh Perwakilan Perempuan Adat dari seluruh Indonesia dan beberapa Perwakilan dari Luar Negeri yang turut memeriahkan acara tersebut.

"KEMENDUKBANGGA/BKKBN berkomitmen untuk terus mendengarkan suara perempuan adat dan akar rumput! Program kami berjalan seiring dengan perjuangan hak atas tanah, sumber daya alam, dan budaya!" serunya yang disambut antusiasme peserta.

Foto: Peserta kegiatan Konferensi Internasional Perempuan Adat yang diselenggarakan di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Provinsi Bengkulu.

Acara yang spektakuler ini membuktikan bahwa dari desa kecil di Kepahiang, suara perempuan adat mampu menggema ke seluruh penjuru dunia, membawa pesan kedamaian, kekuatan, dan masa depan yang berencana!. (and)


Penuis : Andryan Cahya A.

Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos

Rilis : Minggu (1/2/2026).

Sumber Foto : Media Center Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Media Center Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

prov.bengkulu@bkkbn.go.id / kemendukbanggabkkbnbengkulu@gmail.com

bengkulu.kemendukbangga.go.id / keluargabengkulu.id

Telp./Fax : (0736) 8051144

Whatsapp : 0852-7967-1596

Alamat : Jalan Pembangunan no. 10, Jembatan Kecil, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu. 38824

Facebook : BKKBN Bengkulu

Instagram : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Threads : kemendukbangga_bkkbnbengkulu

Tiktok : kemendukbangga_bengkulu

Twitter/X : bkkbnbengkulu

Youtube : Kemendukbangga BKKBN Provinsi Bengkulu

Tentang Kemendukbangga/BKKBN

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009  tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Rabu, 28 Januari 2026

Perjanjian Kerjasama BKKBN–UNIB Diteken, Perkuat Sinergi Bangga Kencana dan Dunia Kampus

 

Foto Bersama : Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari bersama Rektor UNIB usai penanda tanganan PKS 

Bengkulu,-Setelah menyepakati kiat-kiat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bengkulu pekan lalu. Akhirnya dua institusi pemerintah UNIB bersama BKKBN pada penghujung Desember 2026 teken kesepakatan bersama dalam upaya perkuat sinergitas program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di dunia kampus.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara akademisi Universitas Bengkulu (UNIB) dan BKKBN selain mendekatkan program di dunia kampus juga kesepakatan tersebut membuka ruang kuliah tematik bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup BKKBN untuk menempuh pendidikan pasca sarjana yang selaras dengan isu strategis kependudukan dan pembangunan keluarga.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam sambutannya pada moment penanda tanganan perjanjian kerjasama Program Akademis, di Ruang Internasional Gedung Multi Media Fisip UNIB, Rabu, 28/1/2026.


Perjanjian tersebut menjawab tantangan kualitas SDM yang masih terbilang rendah. " Tingkat pendidikan Pasca Sarjana di tanah air masih sebesar 0,5 persen. Melalui kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas SDM melalui jenjang pendidikan Megister (Strata 2).

Kesepakatan tersebut diteken Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H dan Dekan ‬Fisip UNIB Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si yang disaksikan langsung Rektor UNIB Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si.

Prof. Dr. Indra Cahyadinata, menyampaikan PKS antar dua lembaga pemerintah itu upaya meningkatkan kapasitas ASN BKKBN untuk mengisi peluang bonus demografi dan Indonesia emas 2045. 


UNIB memberikan dukungan akademik berupa pengembangan kurikulum dan kuliah tematik yang relevan dengan Program Bangga Kencana, termasuk isu kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, stunting, serta bonus demografi.

 " Melalui PKS ini, BKKBN dan UNIB akan saling bersinergi dalam pengembangan kajian akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan program Bangga Kencana berbasis data dan riset,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat implementasi program Bangga Kencana di Bengkulu, tetapi juga memperluas dampak positif bagi masyarakat melalui pendekatan akademis yang berkelanjutan dan berbasis keilmuan," harap Indra.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Rabu, (28/1/2026).

Bangga Kencana di Bengkulu Torehkan Prestasi Gemilang


Bengkulu,-Pada 2025 tahun lalu program pembangunan keluarga, kependudukan dan pembangunan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Bengkulu menorehkan prestasi gemilang ditandainya berbagai indikator kinerja yang mengalami peningkatan signifikan. Keberhasilan penguatan program tersebut bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam Program Bangga Kencana di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan tren positif.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menyampaikan bahwa lonjakan partisipasi tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor, penguatan peran kader, serta peningkatan kualitas layanan KB di fasilitas kesehatan. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat," ujarnya kepada pewarta di Bengkulu, Rabu, (28/1/2026).

Ia menyebutkan, prestasi tahun lalu menorehkan proporsi kebutuhan KB terpenuhi (Demand satisfied) menempati peringkat enam besar nasional dengan capaian 88,1 persen dan terhadap Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Bengkulu bertengger pada posisi tiga besar dengan capaian 69,8 persen. Sementara, kebutuhan KB tidak terpenuhi (Unmet Need) mampu ditekan hingga mencapai 9,0 persen yang jauh di bawah angka nasional sebesar 13,4 persen.


Tak berhenti disitu, kata Zamhari, perstasi capaian KB metode kontrasepsi jangka panjang mengalami peningkatan tajam hingga mencapai angka 28,6 persen naik dari sebelumnya 25,2 persen. Terhadap prestasi menekan angka putus pakai Pemerinath Bengkulu mampu berada pada posisi nomor wahid yang berada pada titik rendah 10,2 persen yang menurun tajam dari 19,7 persen," sebut Zamhari.

"Bangga Kencana bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan sumber daya manusia unggul," ujar Zamhari.

Ia menambahkan, capaian tersebut turut mengantarkan Bengkulu menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Ke depan, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga keberlanjutan capaian yang telah diraih.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli,S.Sos., M.Sos
Rilis : Rabu, (28/1/2026).

Selasa, 27 Januari 2026

Bursa Efek Indonesia (BEI) Dalam Program Bangga Kencana


Bengkulu,-Indonesia Stock Exchange atau Bursa Efek Indonesia (BEI) berfungsi meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal melalui edukasi dan pelatihan yang selama ini aktif mengedukasi agar masyarakat berinvestasi secara rasional dan aman. Sejalan dengan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang dikelola oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan sehat.

" Sinergi antara BEI dan BKKBN memiliki relevansi strategis dalam mendukung Program Bangga Kencana yang berfokus pada pembangunan keluarga berkualitas dan berkelanjutan. Kolaborasi ini mempertemukan penguatan perencanaan keluarga dengan peningkatan literasi dan ketahanan ekonomi masyarakat," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H usai menerima audiensi BEI Bengkulu di kantornya, Selasa, 27-Januari-2026.


Program Bangga Kencana tidak hanya menekankan aspek pengendalian penduduk dan kesehatan keluarga, tetapi juga kesejahteraan ekonomi sebagai pilar penting keluarga berkualitas. Dalam konteks ini, BEI berperan melalui edukasi literasi dan inklusi keuangan, sementara BKKBN berfokus pada penguatan perencanaan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia sejak dini.

Melalui berbagai program edukasi pasar modal, BEI mendorong peningkatan pemahaman masyarakat tentang perencanaan keuangan keluarga yang sehat dan berkelanjutan. Literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting bagi keluarga dalam mengelola pendapatan, menyiapkan masa depan anak, serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.


Sinergi BKKBN/Kemendukbangga dengan BEI diwujudkan dalam bentuk kegiatan edukasi, sosialisasi, dan pengenalan investasi yang aman, legal, dan inklusif dengan terbentuknya Galeri Investasi. Upaya ini sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sejak dari lingkup keluarga.

" Kami mengajak BEI agar tidak hanya hadir di tingkat kota, tetapi juga menjangkau hingga ke desa. Keluarga di desa perlu dibekali literasi keuangan yang baik agar perencanaan keluarga, pendidikan anak, dan kesejahteraan ekonomi dapat berjalan seimbang ".

Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Bengkulu Marina Rasyada menyampaikan BEI turut mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat. Dukungan ini sejalan dengan upaya mewujudkan keluarga berkualitas, mandiri, dan sejahtera sebagaimana tujuan utama Bangga Kencana.

Peran BEI melalui literasi keuangan menjadi bagian dari strategi penguatan kesejahteraan keluarga, sehingga pembangunan kependudukan dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdaya saing. (irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Mardhotillah Layli,S.Sos., M.Sos
Rilis : Selasa,(27/1/2026).

Baca Lainnya