Senin, 16 Maret 2026

Pemkab Seluma Verifikasi Data Keluarga Berisiko Stunting, Pastikan Intervensi Tepat Sasaran

                                  Petugas verifikasi KRS sasar warga desa di Seluma, Bengkulu 

Bengkulu,Seluma, – Pemerintah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, terus mengambil langkah dan strategi memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM). Akhir pekan kedua Maret-2026 kemarin pemerintah daerah setempat mulai turun ke desa-desa untuk memverifikasi data keluarga berisiko stunting (KRS) di daerah itu.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) turun ke sejumlah desa untuk memverifikasi dan validasi data KRS 2026. Verifikasi digelar guna memastikan agar setiap program intervensi benar-benar tepat sasaran menjangkau keluarga yang membutuhkan. Sebagai implmentasi dari program percepatan penurunan stunting.

" Pemerintah Kabupaten Seluma terus memperkuat kualitas SDM melalui penurunan stunting. Langkah verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting (KRS) 2026 salah satu strategi untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat," kata Kepala Dinas P3APPKB Seluma Sumiati,S.E., M.M kepada pewarta di Seluma, baru ini.

                           Tim Verifikator KRS turun di desa-desa  Kabuoaten Seluma, Bengkulu

Dikatakan Sumiati, verifikasi dan validasi KRS, Pemkab Seluma melibatkan lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, petugas lapangan keluarga berencana, hingga kader di tingkat desa. Mereka turun langsung memeriksa kondisi riil keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting, mulai dari kondisi ekonomi, sanitasi, hingga pola pengasuhan anak.

Verifikasi KRS tahun ini dari 14 kecamatan di Kabupaten Seluma, kita turun di 12 kecamatan titik sebagai lokasi fokus (lokus). Pendataan berlangsung hingga awal April 2026 yang telah menyasar beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Sukaraja dan Air Periukan, Lubuk Sandi. Langkah ini untuk memastikan data yang akurat dan valid sehingga mempermudah intervensi program peningkatan kualitas SDM di daerah ini. Sementara untuk wilayah yang tidak diverifikasi yaitu Kecamatan Talo Kecil dan Kecamatan Seluma Kota," ujar Sumiati.

Dia menambahkan, dari hasil pendataan tersebut nantinya akan dipublis jumlah KRS dan segera diajukan kepada pemerintah daerah dan ditindak lanjuti dengan pengajuan proposal kepada donatur yang memilki empatai menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan di Seluma".


Pendataan ini dengan pendekatan humanis, berdialog langsung dengan keluarga, mendengar berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, balita, serta pola hidup sehat dalam keluarga.

Menurut dia, verifikasi data KRS akan ditindak lanjuti dengan berbagai aksi intervensi sesuai dengan kebutuhan keluarga agar terlepas dari risiko stunting. " Kita akan memastikan data yang ada dapat diintervensi seperti program bedah rumah tidak layak huni dan intervensi pemenuhan gizi seimbang". 

Bagi Pemerintah Kabupaten Seluma, data yang akurat menjadi fondasi penting dalam penanganan stunting. Tanpa data yang valid, program bantuan seperti pemenuhan gizi, edukasi kesehatan, hingga peningkatan kualitas sanitasi dikhawatirkan tidak tepat sasaran.

Dengan data yang lebih akurat dan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Seluma optimistis upaya menekan angka stunting dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. (HS)

Penulis : Helmi Suanda, S.Sos
Editor : Mardhotillah Layli, S.Sos., M.Sos
Rilis : Senin,(16/3/2026)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Lainnya