Senin, 03 Agustus 2026

Memperkuat Ikatan Batin Ayah dan Anak Melalui Aktivitas Seni Bersama

Foto: Salah satu peserta Lomba Mewarnai dengan tema “Ayah Wajib Hadir” pada rangkaian HUT IPeKB Indonesia ke-19 Tingkat Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu (1/8/2026).

Bengkulu,-Puluhan pasang ayah dan anak di Kota Bengkulu tampak duduk berdampingan penuh hangat dalam kebersamaan. Pemandangan itu menghiasi suasana rangkaian peringatan hari jadi Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia Tingkat Provinsi Bengkulu 2026. Di atas meja, lembar gambar putih perlahan berubah menjadi penuh warna. Tangan mungil anak-anak bergerak lincah memainkan crayon, sementara sang ayah sesekali membimbing, memberi semangat, atau sekadar tersenyum melihat karya buah hatinya mulai terbentuk.

Pemandangan sederhana itu menyimpan makna yang jauh lebih besar daripada sebuah perlombaan. Lomba mewarnai ayah dan anak dipilih sebagai media untuk mengingatkan bahwa pengasuhan terbaik selalu dimulai dari kebersamaan. Untuk memperkuat ikatan batin antara ayah dan anak melalui aktivitas seni bersama. Selain itu, untuk menepis anggapan bahwa tugas ayah hanya mencari nafkah, melainkan juga aktif mengasuh anak. Dan, dapat membentuk karakter anak yang lebih percaya diri lewat kehadiran fisik dan mental seorang ayah.

Di tengah kesibukan bekerja, tidak sedikit ayah yang tanpa sadar kehilangan waktu bersama anak. Padahal, kehadiran seorang ayah bukan hanya diukur dari kemampuannya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga dari kesediaannya hadir, mendengar, bermain, dan membangun kedekatan emosional.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, pada rangkaian HUT IPeKB Indonesia ke-19 Tingkat Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu (1/8/2026).

Melalui aktivitas seni bersama ini, sekat komunikasi yang sering kali terbentuk akibat rutinitas perlahan mencair. Setiap goresan warna menjadi ruang bagi ayah untuk mengenal lebih dekat dunia anaknya. Tidak ada target yang harus dicapai, tidak ada nilai yang diperebutkan. Yang tumbuh justru rasa percaya diri anak, kehangatan keluarga, dan kenangan yang akan terus tersimpan.

Kepala Perwakilan Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan bahwa "Keterlibatan ayah merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang berkualitas," kata dr. Zamhir saat menghadiri lomba mewarnai dengan mengangkat tema "Ayah Wajib Hadir" dalam rangkaian HUT IPeKB ke-19 di Bengkulu, Sabtu, (01/8/2026). 

dr. Zamhir menegaskan pentingnya keterlibatan aktif fisik dan emosional seorang ayah. Fokus utamanya adalah pengasuhan anak, pencegahan stunting, serta pembentukan karakter generasi yang berkualitas.

"Kehadiran ayah tidak dapat digantikan. Anak membutuhkan figur ayah yang tidak hanya menjadi pencari nafkah, tetapi juga menjadi pendamping dalam proses tumbuh kembangnya. Melalui kegiatan sederhana seperti lomba mewarnai ini, kita ingin mengajak para ayah meluangkan waktu, berinteraksi, dan membangun ikatan emosional yang kuat dengan anak," ujarnya.

Menurut Zamhir, pengasuhan yang melibatkan kedua orang tua akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial, emosional, dan karakter anak. Nilai-nilai kasih sayang, komunikasi, perlindungan, hingga pendidikan dalam keluarga dapat tumbuh lebih optimal ketika ayah hadir secara aktif.

Foto: Para ayah yang mendampingi dan mendukung anaknya pada Lomba Mewarnai dengan tema “Ayah Wajib Hadir” pada rangkaian HUT IPeKB Indonesia ke-19 Tingkat Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu (1/8/2026).

Lomba bersama ayah direspon positif salah satu ayah pendamping anak. Andi Saputra (36) warga Kota Bengkulu salah seorang peserta lomba mewarnai ayah dan anak, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga baginya. Di tengah kesibukan bekerja, ia mengaku jarang memiliki waktu khusus untuk beraktivitas bersama putrinya.

"Biasanya saya berangkat pagi dan pulang sore. Momen seperti ini membuat saya sadar bahwa anak bukan hanya membutuhkan nafkah, tetapi juga membutuhkan kehadiran ayah. Duduk bersama, mewarnai, dan mendengarkan cerita mereka ternyata sederhana, tetapi sangat berarti," ujar Andi.

Menurut Andi, tema "Ayah Wajib Hadir" bukan sekadar slogan. Baginya, kehadiran ayah harus diwujudkan melalui perhatian, komunikasi, dan keterlibatan dalam setiap proses tumbuh kembang anak.

Ketua IPeKB Provinsi Bengkulu, Helmi Suanda, S.Sos., menambahkan bahwa peringatan HUT IPeKB ke-19 tidak hanya menjadi momentum mempererat solidaritas para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya peran ayah dalam keluarga.

"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan pesan yang kuat. Seni menjadi bahasa universal yang mampu mendekatkan ayah dan anak. Ketika mereka duduk bersama, berbincang, dan berkarya, sesungguhnya mereka sedang membangun fondasi ketahanan keluarga," katanya.

Lomba mewarnai yang berlangsung di Pagar Dewa pada Sabtu awal Agustus-2026, diikuti sebanyak 50 pasang lebih ayah dan anak. Mengandung banyak manfaat, terutama manfaat pdikologis. Dapat meningkatkan Self-Esteem/ Karakter diri, dimana kehadiran dan dukungan penuh ayah membuat anak merasa dihargai, dicintai, dan dianggap penting. Juga dapat menurunkan risiko Father Hunger. "Kehadiran fisik dan emosional ayah memuaskan kebutuhan psikologis anak akan sosok pelindung, sehingga anak tumbuh lebih percaya diri," kata Helmi Suanda.

Masih Helmi Suanda, HUT IPeKB ke-19, untuk mengimplementasikan tema HUT tahun ini "IPeKB Untuk keluarga Indonesia" dengan menggelar berbagai kegiatan sosial masyarakat, diantaranya selain lomba mewarnai, terdapat pelayanan cek kesehatan dasar, senam lansia serta penyaluran bantuan pencegahan stunting bagi KRS di Bengkulu.

"Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung Program BANGGAKENCANA yang menempatkan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Penyuluh KB tidak hanya berperan dalam pelayanan keluarga berencana, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat tentang pola asuh positif, kesetaraan peran orang tua, serta pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis," tambahnya.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin, (3/8/2026).

Peringati HUT ke-19, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Titip Tiga Peran Kunci untuk PKB/PLKB

Foto: Kegiatan Apel Pagi Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.
Bengkulu,-Sembilan belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB), usia ini menjadi momentum untuk menoleh ke belakang, mensyukuri pengabdian yang telah dilalui, sekaligus menatap masa depan dengan semangat baru. Di balik perayaan Hari Ulang Tahun ke-19, tersimpan sebuah harapan besar agar profesi Penyuluh Keluarga Berencana terus menjadi garda terdepan dalam membangun keluarga Indonesia yang berkualitas.

IPeKB harus selalu menjaga integritas (disiplin, bertanggung jawab, taat aturan), karena pengawasan tidak hanya dilakukan oleh inspektorat atau auditor, tetapi juga oleh masyarakat (kontrol sosial) kapan saja dan di mana saja. Selain itu, dampak kemajuan teknologi informasi setiap hal (termasuk pelanggaran) dapat menjadi viral. ltulah sebait pesan rindu buat IPeKB untuk masa depan keluarga Indonesia, yang disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawa, M.Epid., pada apel rutin awal Agustus 2026 di halaman kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Senin,(3/8/2026).


Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., pada Kegiatan Apel Pagi Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

"Di Bengkulu terdapat PKB/PLKB sebanyak 286 orang yang bertugas melayani program bangga kencana kepada masyarakat di 1.513 desa /kelurahan terdapat di sejumlah daerah Kabupaten dan Kota di Bengkulu. Diantaranya di Kabupaten Seluma terdapat sebanyak 26 orang, Kabupaten Bengkulu Selatan terdapat 35 orang, Kabupaten Mukomuko 41 orang. Kabupaten Bengkulu Utara 46 orang, Kabupaten Rejang Lebong 36 orang, Kabupaten Kaur 30 orang, Kota Bengkulu 25 orang, Kabupaten Bengkulu Tengah 18 orang dan Kabupaten Lebong 19 orang serta terdapat di Kabupaten Kepahiang sebanyak 11 orang" jelas dr. Zamhir.

Di tengah derasnya arus digital, peran Penyuluh KB kini telah bertransformasi. Tidak sekadar menyampaikan edukasi Program Bangga Kencana, penanganan stunting, hingga ketahanan keluarga, penyuluh masa kini dituntut menjadi komunikator, motivator, fasilitator, dan agen perubahan yang mampu melawan hoaks serta menguasai media digital untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Momentum HUT ke-19 IPeKB menegaskan kembali bahwa teknologi adalah alat, tetapi integritas dan ketulusan hati adalah kunci utama. Selama keluarga menjadi fondasi bangsa, Penyuluh KB akan terus hadir sebagai penjaga nilai, penyampai harapan, dan jembatan perubahan bagi masyarakat.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(3/8/2026)


Jumat, 31 Juli 2026

Kualitas SDM Menjadi Acuan, Program KB Terus Diperkuat Meski Angka Kelahiran Pengganti 2,1

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengukulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., Bersama tamu undangan, Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Provinsi Bengkulu pada kegiatan Workshop Edukasi dan Simulasi Pemasangan Implan Susuk KB II Batang Tiga Tahunan serta Konseling bagi Provider untuk Optimalisasi Pencapaian Pelayanan Keluarga Berencana di Bengkulu (30/7/2026).

Bengkulu, – Program Keluarga Berencana (Program KB) tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah meskipun angka kelahiran atau Total Fertility Rate (TFR) jauh menurun. TFR di Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 2,30, yang berarti ada sekitar 2 hingga 3 anak yang dilahirkan oleh perempuan selama masa reproduksinya, potret tersebut menunjukkan KB mampu menekan populasi penduduk. Dan Indonesia telah mendekati angka pengganti (replacement level) sebesar 2,1 anak per perempuan. Penguatan program KB dinilai penting untuk menjaga keseimbangan struktur penduduk sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan keberhasilan menurunkan angka kelahiran bukan berarti program KB telah selesai. Sebaliknya, upaya penguatan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar capaian tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Penguatan program KB tidak dapat lepas dari peran bidan. "Ada Bidan Ada KB, Ada KB Ada Bidan". Mencapai 70 persen keberhasilan KB berkat peran dan campur tangan bidan.

Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, TFR Indonesia berada pada angka 2,13, mendekati tingkat pengganti sebesar 2,1, yang menunjukkan pertumbuhan penduduk semakin seimbang. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengoptimalkan bonus demografi melalui penguatan pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas penduduk.

"Program KB tetap diperkuat, kendati telah mendekati capaian angka penduduk tumbuh seimbang 2,1. Dan Bengkulu masih relevan untuk memperkuat program KB, karena TFR masih terbilang tinggi mencapai 2,30 anak," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr.H. Zamhir Setiawan., M.Epid., dalam sambutannya pada Workshop Edukasi dan Simulasi Pemasangan Implan Susuk KB II Batang Tiga Tahunan serta Konseling bagi Provider untuk Optimalisasi Pencapaian Pelayanan Keluarga Berencana di Bengkulu,Kamis,(30/7/2026).

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengukulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Provinsi Bengkulu, Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI) Bengkulu dan MoU dengan Bank Syariah Indonesia Bengkulu pada kegiatan Workshop Edukasi dan Simulasi Pemasangan Implan Susuk KB II Batang Tiga Tahunan serta Konseling bagi Provider untuk Optimalisasi Pencapaian Pelayanan Keluarga Berencana di Bengkulu (30/7/2026).

Penduduk tumbuh seimbang dimana kondisi kependudukan saat jumlah kelahiran dan kematian berada dalam keadaan seimbang dengan tingkat fertilitas total (Total Fertility Rate atau TFR) rata-rata 2,1 anak per wanita. TFR pada kisaran 2,1 merupakan kondisi ideal atau replacement level fertility, yakni setiap generasi mampu menggantikan jumlah penduduk generasi sebelumnya sehingga pertumbuhan penduduk berlangsung seimbang. Namun, kondisi tersebut tetap memerlukan penguatan kebijakan kependudukan karena tantangan pembangunan kini bergeser pada peningkatan kualitas penduduk, pencegahan stunting, penguatan ketahanan keluarga, serta kesiapan menghadapi bonus demografi dan penuaan penduduk.

Ia mengatakan, dampak apabila TFR turun dibawah 2,1 bisa terjadi Depopulasi atau pertumbuhan penduduk negatif/minus. Beberapa wilayah di Indonesia yang saat ini TFR-nya sudah dibawah 2,1 menurut SUPAS 2025 adalah: DKI Jakarta (1,79), DIY (1,84), Jawa Timur (1,95), Banten (1,96), Bali (2,02), Jawa Barat (2,05), Jawa Tengah (2,05), Sulawesi Utara (2,07), dan Kalimantan Timur (2,09). Namun demikian KB masih diperlukan, sebab KB tidak semata-mata bertujuan menurunkan angka kelahiran, tetapi memastikan setiap kehamilan direncanakan dengan baik melalui pengaturan jarak kelahiran, sehingga setiap anak mendapatkan pengasuhan yang terbaik. Dengan demikian, kualitas keluarga akan semakin meningkat," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengukulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., Bersama Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Provinsi Bengkulu pada kegiatan Workshop Edukasi dan Simulasi Pemasangan Implan Susuk KB II Batang Tiga Tahunan serta Konseling bagi Provider untuk Optimalisasi Pencapaian Pelayanan Keluarga Berencana di Bengkulu (30/7/2026).

Menurut Zamhir, BKKBN terus mendorong peningkatan akses pelayanan kontrasepsi berkualitas, memperluas penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), KB Pasca Persalinan meningkatkan peran laki-laki dalam program KB, serta memperkuat edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja melalui Program Generasi Berencana (GenRe) serta memperkuat edukasi program AMAN yaitu "Ayah Idaman."

Program Ayah Idaman (AMAN) Kemendukbangga adalah gerakan edukasi yang mendorong keterlibatan aktif suami dalam pendampingan kehamilan, pengasuhan anak, dan menyukseskan program KB pasca persalinan. KB Pasca Persalinan dapat membantu keluarga meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui langkah empat terlalu (4T). " Terlalu muda usia saat melahirkan, terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak melahirkan dan terlalu tua usia saat melahirkan," sebut dr.H. Zamhir.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Kamis,(30/7/2026).


Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Apresiasi Partisipasi Publik dalam Survei Kepuasan Masyarakat 2026

 

Gambar: flyer Hasil Survey Kepuasan Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu (instagram).

Terima kasih atas kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Tahun 2026. 

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) tersebut diisi oleh seluruh pengguna layanan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Periode April s.d Juni 2026. Hasil survei telah diolah secara profesional oleh Lab Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB). 

Hasil yang kami peroleh akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. 


Bila anda menemukan praktik/pelanggaran oleh pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Anda dapat menghubungi call center kami di 0822 7933 3350 atau melalui surel/e-mail pengawasan90@gmail.com


BKKBN "Berencana Itu Keren" 😊

Mari bersama wujudkan pelayanan publik yang semakin baik. 🙏🏻😊


"Berencana Itu Keren"

MoU UNIB–Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Peningkatan Kualitas SDM dan Percepatan Penurunan Stunting

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (kanan) dan Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., usai penandatanganan MoU pada momentum kegiatan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu di Bengkulu (30/7/2026).

Bengkulu – Universitas Bengkulu (UNIB) bersama Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu memperkuat sinergi melalui Memorandum of Understanding (MoU)/ Nota Kesepahaman sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (BANGGAKENCANA). Melalui kolaborasi ini, kedua institusi akan mengembangkan kajian akademik, riset berbasis data, peningkatan kapasitas SDM, serta berbagai kegiatan pengabdian yang menyentuh langsung masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencetak SDM unggul sekaligus menghadirkan solusi ilmiah terhadap berbagai persoalan pembangunan, termasuk percepatan penurunan stunting melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam sambutannya pada penandatanganan nota kesepahanan dan perjanjian kerja sama mitra kerja strategis progam BANGGAKENCANA, di Bengkulu, Kamis, (30/7/2026).

"Pembangunan keluarga berkualitas membutuhkan dukungan dunia akademik. Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir inovasi, penelitian, dan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat Program BANGGAKENCANA. Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi kekuatan dalam membangun SDM unggul, meningkatkan literasi kependudukan, serta mempercepat penurunan stunting melalui pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat," ujar Zamhir.

Disampaikan dr. H. Zamhir bahwa, stunting di Bengkulu masih terbilang tinggi. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI-2024) merilis angka stunting di Bengkulu masih bertengger pada 18,8 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari sasaran nasional 14 persen pada 2029. Memecahkan persoalan stunting perlu langkah dan aksi konvergensi lintas sektor. "Pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat hingga LSM dan media massa dalam intervensi baik spesifik maupun sensitif dengan menyasar keluarga berisiko stunting (KRS) yang masuk prioritas". 

KRS prioritas di Bengkulu, kata Zamhir mencapai 10.540 keluarga yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Intervensi terhadap keluarga berisiko ini sebagai bentuk nyata dalam mencegah lahirnya stunting baru di Bumi Merah Putih.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., memberikan sambutan pada momentum kegiatan Workshop Edukasi dan Simulasi Pemasangan Implan Susuk KB II Batang Tiga Tahunan serta Konseling bagi Provider untuk Optimalisasi Pencapaian Pelayanan Keluarga Berencana di Bengkulu (30/7/2026).

Selain menjalin kerjasama dengan UNIB, Upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualias SDM di Bengkulu turut menjalin kolaborasi bersama lembaga mitra strategis lainnya seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Bank Syariah Indonesia (BSI) Bengkulu, Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI).

Sementara itu secara terpisah, Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., kepada pewarta menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Tentunya hal dapat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pilar pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penurunan stunting.

Dia menyampaikan, kerja sama ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum, kuliah tematik, riset, hingga pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan isu kependudukan, pembangunan keluarga, bonus demografi, dan percepatan penurunan stunting. Kami ingin hasil-hasil akademik tidak berhenti di kampus, tetapi menjadi solusi nyata bagi masyarakat," kata Indra.

Melalui MoU tersebut, UNIB dan Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu akan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan SDM aparatur, peningkatan kapasitas mahasiswa, pelaksanaan penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga pendampingan masyarakat melalui program-program yang mendukung pembangunan keluarga berkualitas.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Kamis,(30/7/2026).

Rabu, 29 Juli 2026

Hari Kependudukan Sedunia 2026: Aspirasi Orang Muda Menentukan Masa Depan Bangsa

Foto: (kiri ke kanan) Yeyen Nunsi Wijayanti, S.Tr.Keb., M.H., Agus Veriyansah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat., (Ketua Tim Kerja 1 Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu), Dr. Yessy Elita, S.Psi., M.A., Psikolog (Koordinator Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu), dan Yudha Mahardika (Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu) pada Live Talkshow OBSKEN (Obrolan Seru, Keren BKKBN) dengan tema "Semarak Hari Kependudukan Sedunia: Asah, Asih dan Asuh dalam Mewujudkan Aspirasi Orang Muda.(27/7/2026).
Bengkulu, – Peringatan Hari Kependudukan Sedunia (World Population Day) 2026 setiap tahun diperingati pada 11 Juli. Yang dapat menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pembangunan kependudukan tidak hanya berbicara tentang jumlah penduduk, tetapi juga tentang bagaimana memenuhi harapan dan aspirasi generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa. Tahun ini, Hari Kependudukan Dunia mengangkat tema global "Mewujudkan Harapan dan Aspirasi Orang Muda Hari Ini dan untuk Masa Depan" (Realizing the hopes and aspirations of young people: today and for the future).

Tema tersebut menekankan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada generasi muda agar mereka memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan, pekerjaan yang layak, serta kesempatan membangun keluarga sesuai dengan pilihan dan rencana hidup mereka. Hasil survei global menunjukkan mayoritas anak muda tetap memiliki keinginan untuk berkeluarga, namun sering kali menghadapi hambatan ekonomi, perumahan, dan ketidakpastian masa depan. Tuntutan tersebut sebagan hak warga negara yang tuangkan dalam UUD 1945. 

"Pasal 28C, Pasal 28H, dan Pasal 31, yang mewajibkan negara memenuhi kebutuhan dasar, menyediakan pelayanan kesehatan, serta membiayai pendidikan dasar bagi seluruh warga negara."

Sejalan dengan tema tersebut, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat berbagai program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana melalui pendekatan yang berpusat pada manusia. Berbagai program seperti Generasi Berencana (GenRe), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja 1 Bidang Pengelolaan Kependudukan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat., kepada pewarta usai acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Bengkulu, Rabu,(29/7/2026).

Foto: (kiri ke kanan) Yeyen Nunsi Wijayanti, S.Tr.Keb., M.H., Agus Veriyansah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat., (Ketua Tim Kerja 1 Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu), Dr. Yessy Elita, S.Psi., M.A., Psikolog (Koordinator Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu), dan Yudha Mahardika (Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu) pada Live Talkshow OBSKEN (Obrolan Seru, Keren BKKBN) dengan tema "Semarak Hari Kependudukan Sedunia: Asah, Asih dan Asuh dalam Mewujudkan Aspirasi Orang Muda.(27/7/2026).

"Generasi muda yang sehat dan berkualitas adalah kunci utama untuk mengubah Bonus Demografi menjadi keuntungan besar bagi kemajuan ekonomi, bukan malah menjadi beban masa depan bangsa," kata Agus Veriansyah Dalimunthe.

Ia menambahkan, bahwa bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila generasi muda dipersiapkan dengan baik melalui pendidikan, kesehatan, keterampilan, serta kesempatan kerja yang memadai.

"Anak muda bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku utama yang menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus memastikan aspirasi mereka didengar dan diwujudkan melalui kebijakan yang inklusif," ujarnya.

Menurutnya, pembangunan keluarga menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang tangguh. Keluarga yang berkualitas akan melahirkan anak-anak yang sehat, memiliki karakter kuat, serta siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.

Bengkulu, kata Agus memiliki peluang besar meraih bonus demografi. Di mana struktur penduduk usia produktif di Bengkulu mendominasi sekitar 69 persen dari total jumlah penduduk, menjadikannya modal utama dalam meraih bonus demografi. Potensi besar ini menuntut kesiapan kualitas sumber daya manusia agar tidak berubah menjadi beban sosial. Populasi penduduk Provinsi Bengkulu mencapai sekitar 2,14 juta jiwa pada tahun 2025, dengan kelompok umur yang didominasi oleh usia muda dan produktif.

Foto: (kiri ke kanan) Yeyen Nunsi Wijayanti, S.Tr.Keb., M.H., Agus Veriyansah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat., (Ketua Tim Kerja 1 Pengelolaan Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu), Dr. Yessy Elita, S.Psi., M.A., Psikolog (Koordinator Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu), dan Yudha Mahardika (Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu) pada Live Talkshow OBSKEN (Obrolan Seru, Keren BKKBN) dengan tema "Semarak Hari Kependudukan Sedunia: Asah, Asih dan Asuh dalam Mewujudkan Aspirasi Orang Muda.(27/7/2026).

"Kelompok usia produktif (15–64 tahun) mencakup hampir 70 persen dari total populasi, dengan bagian besar disokong oleh kelompok usia muda dan usia kerja aktif. Dengan rasio ketergantungan rendah, di mana jumlah kelompok usia non produktif yang lebih kecil dibanding usia kerja. Kondisi tersebut memberikan ruang fiskal bagi keluarga dan pemerintah," ujar Agus.

Dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Sedunia tingkat daerah, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan komitmennya dalam mengawal arah pembangunan manusia berkelanjutan melalui peluncuran Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJ PK) 2025–2029. Dokumen panduan strategis lima tahunan ini hadir sebagai arah kebijakan komprehensif untuk mengelola kuantitas, meningkatkan kualitas, serta menata persebaran penduduk secara terintegrasi di seluruh Indonesia. Khusus bagi Provinsi Bengkulu, implementasi peta jalan ini menjadi momen krusial untuk mengoptimalkan potensi bonus demografi lokal, mempercepat penurunan angka stunting, serta menyelaraskan daya dukung lingkungan dengan persebaran penduduk agar tercipta keluarga yang tangguh, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Flyer: Live Talkshow OBSKEN (Obrolan Seru, Keren BKKBN) dengan tema "Semarak Hari Kependudukan Sedunia: Asah, Asih dan Asuh dalam Mewujudkan Aspirasi Orang Muda.(27/7/2026).

Momentum Hari Kependudukan Sedunia ini juga menjadi pengingat bahwa investasi terbaik bagi bangsa adalah memberikan ruang, kesempatan, dan perlindungan kepada generasi muda agar mampu mewujudkan harapan mereka, baik untuk kehidupan saat ini maupun masa depan yang lebih sejahtera.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan BKKBN Perwakilan BKKBN Bengkulu

Rilis : Rabu,(29/7/2026)

HUT Kampung KB: Jadikan Kampung KB Tonggak Awal Pembangunan Keluarga Nasional

Foto: Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menghadiri kegiatan Peringatan HUT Kampung KB Lempuing ke-9 di Kantor Kelurahan Lempung, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Bengkulu (29/07/2026).

Bengkulu, – Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) terus diperkuat sebagai tonggak awal pembangunan keluarga nasional. Melalui integrasi berbagai program lintas sektor, Kampung KB diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., melalui Ketua Tim Kerja 1 Bidang Pengelolaan Kependudukan  Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat., mengatakan Kampung KB tidak lagi dipandang hanya sebagai lokasi pelayanan keluarga berencana, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembangunan keluarga yang mengintegrasikan berbagai program strategis pemerintah.

"Kampung KB merupakan titik awal pembangunan keluarga nasional. Di sinilah berbagai program dijalankan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas keluarga, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pembentukan karakter keluarga yang tangguh. HUT Kampung KB ke-9 ini agar dijadikan sebagai momentum untuk menjadikannya sebagai tonggak awal pembangunan keluarga nasional," ujar Agus saat dalam sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu pada peringatan Hari jadi Kampung KB Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Rabu,(29/7/2026).

Ia menjelaskan, penguatan Kampung KB menjadi bagian dari implementasi lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), serta pendampingan Program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita Non-Paud (MBG 3B). Langkah tersebut seiring dengan tujuan awal pemerintah mengembangkan program Kampung KB. 

Foto: Mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Ketua Tim Kerja 1 Bidang Pengelolaan Kependudukan  Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat., menghadiri peringatan hari jadi Kampung KB tahun ke-9 Kampung KB Lempuing (29/07/2026).

"Kampung KB (Kampung Keluarga Berkualitas) adalah satuan wilayah setingkat desa atau kelurahan tempat integrasi program pemberdayaan keluarga, penurunan stunting, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dasar dikembangkannya kampung KB yaitu Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan  Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022."

Sejak diluncukannya program Kampung KB, telah dikembangkan sebanyak 1.513 Kampung KB (Kampung Keluarga Berkualitas) yang tercatat di wilayah Provinsi Bengkulu (BPS). Yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota.

Selain itu, Kampung KB juga menjadi wadah pelaksanaan berbagai kelompok kegiatan masyarakat, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat delapan fungsi keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Dia mengatakan bahwa, keberhasilan Kampung KB sangat ditentukan oleh kolaborasi pemerintah daerah, perangkat desa, tenaga lini lapangan, kader, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat. Dan hal itu telah dibuktikan Kampung KB Kelurahan Lemmpuing dengan berbagai langkah dan strateginya berkolaborasi lintas sektor sehingga berhasil meraih puncak tertinggi di Provinsi Bengkulu dengan meraih juara I pada lombah kampung KB tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2026.

Foto: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Dra. Rosminiarty memberikan sambutannya pada peringatan hari jadi Kampung KB tahun ke-9 Kampung KB Lempuing (29/07/2026).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Dra. Rosminiarty menyebutkan, Kampung KB Kelurahan Lempuing ,e,iliki berbagai kegiatan unggulan. Baik kegiatan pengembangan ekonomi, lingkungan hingga sisoal masyarakat.

Yang menjadi unggulan kampung KB tersebut di mana sejak tiga tahun terakhir telah berhasil mengembangkan program bank sampah "Bank Kreatif Berseri " yang beranggotakan sebanyak 170 orang mampu mengola sampah plastik sebagai sampah anorganik, limbah plastik, atau sampah sekali pakai. diolah menjadi bahan hiasan," kata Rosminiarty.

"Keberhasilan pembangunan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Diperlukan sinergi semua pihak agar setiap keluarga memperoleh akses terhadap pelayanan yang berkualitas dan mampu meningkatkan kesejahteraannya," katanya.

Di Kota Bengkulu terdapat sebanyak 67 kampung KB, yang terus didorong menjadi pusat integrasi pelayanan masyarakat melalui edukasi kependudukan, pelayanan keluarga berencana, pendampingan keluarga berisiko stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga pembinaan ketahanan keluarga. Kehadiran Kampung KB diharapkan mampu mempercepat terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, harmonis, dan sejahtera.

Melalui penguatan Kampung KB, pemerintah Kota Bengkulu optimistis pembangunan yang berawal dari keluarga akan melahirkan generasi berkualitas, pungkas Rosminiarty.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu, (29/7/2026).

Deputi KSPK Turun Gunung, Optimalisasi Program Prioritas Kemendukbangga

Foto: Deputi KSPK Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T., (tengah kanan), Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin, S.Sos., (tengah), Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., (kiri), Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi, S.E. (kanan).
Bengkulu,-Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Nopian Andusti, S.E., M.T., menjelang akhir Juli 2026 turun gunung. Kunjungan kerjanya yang berlangsung selama dua hari di Provinsi Bengkulu sambangi dua daerah kabupaten yaitu Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan dalam upaya optimalisasi program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Deputi KSPK, Nopian Andusti diterima langsung pimpinan daerah setempat, di Kabupaten Seluma Wakil Bupati, Drs. Gustianto didampingi Asisten bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.I.P., M.T., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., dan jajaran. Dan Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin, S.Sos., menyambut kunjungan kerja Deputi KSPK di Rumah Dinas Bupati, Jumat, 24/7/2026).

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan implementasi berbagai program prioritas yang berorientasi pada peningkatan kualitas keluarga di tanah air. Deputi Nopian menekankan pentingnmya sinergitas pemerintah lintas daerah, pusat maupun pemerintah daerah kabupaten/kota tak kalah penting sinerginya bersama pemerintah provinsi. Dan bahkan hingga seluruh pemangku kepentingan agar program dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

"Keberhasilan prorgam Kemendukbangga/BKKBN sangat ditentukan oleh kolaborasi bersama semua unsur. Seluruh jajaran Kemendukbangga/BKKBN harus memiliki motivasi yang kuat untuk memastikan setia sasaran menerima layanan yang berkualitas," kata Nopian.

Ia menjelaskan, lima program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang terdiri dari GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA dan Distribusi MBG 3B. Program-program ini dirancang untuk memperkuat kualitas keluarga dan sumber daya manusia di Indonesia," kata Deputi KSPK.

"Genting (Geraka orang tua asuh cegah stunting) merupakan wadah untuk menggalang partisipasi aktif masyarakat dan pihak penolong sebagai orang tua asuh untuk memberikan intervensi gizi bagi anak-anak risiko stunting. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) memfasilitas pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan ramah tumbuh kembang anak bagi keluarga yang bekerja. 

GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) mendorong keterlibatan aktif figur ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan keluarga secara utuh. SIDAYA (Lansia Berdaya) untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan kemandirian lanjut usia agar tetap produktif di tengah keluarga dan masyarakat. Serta pendampingan dan dukungan program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita Non-Paud (MBG 3B). 

Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin, S.Sos., menyebutkan pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengakselerasi pelaksanaan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN. Pemerintah kabupaten berkomitmen memberikan dukungan penuh, mulai dari penguatan data, sumber daya manusia, hingga kolaborasi lintas sektor agar seluruh program dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Pembangunan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, kami akan terus mendorong keterlibatan seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, kader, serta mitra kerja untuk menyukseskan program percepatan penurunan stunting, penguatan kualitas keluarga, pelayanan keluarga berencana, pembangunan kependudukan, dan pembinaan generasi muda yang berkualitas," kata Rifai.

Foto: Deputi KSPK Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T., (kanan), Wakil Bupati Seluma, Drs. Gustianto (kanan).

Sementara itu secara terpisah Wakil Bupati Seluma, Drs. Gustianto, mengatakan “Lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN sangat relevan dengan kebutuhan daerah dan perlu mengintegrasikannya ke dalam perencanaan pembangunan daerah sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran."

"Kolaborasi adalah kunci keberhasilan. Kedepan makin semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh KB, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, perguruan tinggi, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun keluarga yang berkualitas, mandiri, dan sejahtera."(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehmasan Perwakiulan BKKBN Bengkulu

Rilis : Selasa,(28/7/2026).

Senin, 27 Juli 2026

TAMASYA Perkuat Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Secara Optimal

Foto: Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T, bersama Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.IP, M.T., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., dan jajaran, Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., Ketua Tim Kerja 3 (Pembangunan Keluarga) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Mardhotillah Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos. saat kunjungan ke TK Pelita Bunda di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Kamis (27/7/2026).

Bengkulu,– Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas pengasuhan anak melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang terintegrasi dengan Tempat Pengasuhan Anak (TPA). Program ini mengintegrasikan pemantauan tumbuh kembang anak, sertifikasi pengasuh, dan keterlibatan orang tua secara tepat waktu. Dan menjadi salah satu strategi dalam memastikan setiap anak memperoleh pengasuhan yang berkualitas sekaligus pemantauan tumbuh kembang anak secara optimal sejak usia dini.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T, mengatakan bahwa masa usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Karena itu, setiap anak harus mendapatkan perhatian yang optimal, baik dari aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, maupun stimulasi perkembangan yang dapat dimulai dari ruang pengasuhan anak yaitu TAMASYA.

"Salah satu fokus Kemendukbangga/BKKBN melalui Program TAMASYA adalah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan pengasuhan yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, sekaligus memperoleh pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Dengan begitu, setiap potensi gangguan pertumbuhan maupun perkembangan dapat dideteksi lebih dini sehingga intervensi dapat segera dilakukan," ujar Nopian Andusti saat kunjungan di TK Pelita Bunda di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Kamis (23/7/2026).

"TAMASYA bukan ancaman bagi TPA/TK, TAMASYA adalah salah satu program dari pemerintah sebagai pemantik mempercepat terwujudnya pembangunan kependudukan melalui pengasuhan anak.

Keberhasilan pengasuhan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pendidik, kader, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang secara optimal," ujar Deputi KSPK Kemendukbangga/BKKBN.

Foto: Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T, bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., dan jajaran saat kunjungan di TK Pelita Bunda di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Kamis (23/7/2026).

Nopian menambahkan, Program TAMASYA hadir sebagai bagian dari transformasi pembangunan keluarga yang menempatkan anak sebagai investasi bangsa. Melalui pendampingan kepada keluarga dan pengasuh, orang tua didorong untuk rutin memantau pertumbuhan berat badan, tinggi badan, perkembangan motorik, kemampuan berbahasa, serta perkembangan sosial dan emosional anak.

Selain untuk meningkatkan kualitas tempat penitipan anak, memantau tumbuh kembang anak, TAMASYA dapat mencegah stunting melalui empat pilar utama pengasuhan. Diantaranya yang pertama adalah pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala guna mendeteksi sedini mungkin potensi gangguan perkembangan. Kedua, peningkatan kompetensi pengasuh agar memiliki standar pengasuhan yang sesuai prinsip perlindungan anak dan kesehatan dasar. Ketiga, edukasi kepada orang tua atau wali sebagai bagian dari penguatan peran keluarga. Dan keempat, layanan rujukan apabila ditemukan indikasi gangguan tumbuh kembang agar segera mendapat penanganan lanjutan.

Nopian mengajak seluruh keluarga untuk memanfaatkan layanan Posyandu, fasilitas kesehatan, serta kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai sarana edukasi dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan agar mengintegarsikan dengan progam Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B guna mendorong percepatan penurunan stunting. 

"Pemerintah terus bersinergi lintas sektor dalam menekan stunting melalui intervensi spesifik maupun sensitif. " Kali ini pemerintah memberikan bantuan secara simbolis kepada keluarga berisiko stunting (KRS) bentuk bangunan rumah layak huni kepada di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu," kata Nopian usai menyerahkan bantuan bersama Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.IP, M.T., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M.

Melalui Program TAMASYA, Kemendukbangga/BKKBN berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya pengasuhan positif dan pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini sebagai investasi terbaik bagi masa depan keluarga dan bangsa.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Bengkulu

Rilis : Senin,(27/7/2026).



Roadshow BANGGAKENCANA Perkuat Transformasi Lembaga dan Program Prioritas

Foto: Deputi Bidang KS-PK Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T., bersama Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi, S.E., didampingi Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., K Ketua Tim Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M., jajaran Dinas PPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan dan PKB/PLKB Kabupaten Bengkulu Selatan pada pembinaan tenaga PKB/PLKB di Kabupaten Bengkulu Selatan (24/7/2026).


Bengkulu,– Semangat transformasi tidak cukup hanya digaungkan dari balik meja rapat. Ia harus hadir di tengah para pelaksana program, berdialog langsung dengan mereka yang setiap hari bersentuhan dengan masyarakat. Semangat itulah yang mewarnai Roadshow Bangga Kencana oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Nopian Andusti, S.E., M.T., dalam dua hari di Provinsi Bengkulu.

Deputi KS-PK Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T., menjelaskan bahwa Roadshow tersebut berlangsung dalam dua hari 23 s.d. 24 Juli 2026 menyasar Penyuluh dan Petugas Keluarga Berencana (PKB/PLKB) di Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan yang menurunkan 63 tenaga penyuluh KB diantaranya terdapat PKB/PLKB di Kabupaten Seluma sebanyak 26 orang dan Kabupaten Bengkulu Selatan 37 orang penyuluh guna memperkuat komitmen dalam menjalankan transformasi kelembagaan sekaligus mengakselerasi berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN hingga ke tingkat desa pada pembinaan tenaga PKB/PLKB di Bengkulu, Jumat, (24/7/2026).

Ia menegaskan bahwa transformasi lembaga harus diwujudkan dalam perubahan cara kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi keluarga Indonesia. Penyuluh KB diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga penggerak perubahan sosial yang mampu membangun ketahanan keluarga di wilayah binaannya.

Foto: Deputi Bidang KS-PK Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T., bersama Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi, S.E., memberikan pembinaan tenaga PKB/PLKB di Kabupaten Bengkulu Selatan (24/7/2026).

Transformasi BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga didasarkan pada peningkatan status kelembagaan untuk memperluas mandat penanganan kependudukan, pengendalian penduduk, dan pembangunan keluarga secara komprehensif guna mengoptimalkan bonus demografi. Yang didasari  pada Perpres No. 180 Tahun 2024 serta diperkuat oleh Perpres No. 181 Tahun 2024 mengenai BKKBN. Perubahan ini memperluas fungsi lembaga dari yang sebelumnya hanya badan biasa menjadi tingkat kementerian.

"Transformasi bukan hanya perubahan organisasi, tetapi perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani masyarakat. Penyuluh KB adalah garda terdepan yang memastikan setiap kebijakan benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh keluarga hingga ke tingkat desa," ujarnya.

Dikatakan Nopian, di balik keberhasilan berbagai program pembangunan keluarga, terdapat dedikasi para penyuluh KB yang setiap hari menyusuri desa, mendampingi keluarga, mengedukasi remaja, membina kelompok kegiatan, hingga memastikan pelayanan keluarga berencana menjangkau masyarakat. Mereka menjadi wajah terdepan Bangga Kencana di lapangan.

Transformasi lembaga Kemendukbangga/BKKBN diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan program prioritas sebagai pemantik berbagai program yang neririsan dengan pembangunan kualitas SDM. Di antaranya seperti percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Intervensi keluarga rentan stunting melalui perbaikan rumah, air bersih, dan edukasi gizi.

Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) penyediaan fasilitas penitipan anak (daycare) berkualitas dengan pengasuh tersertifikasi, psikolog, dan dokter spesialis anak. Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mengoptimalisasi peran aktif ayah dalam pengasuhan dan ketahanan keluarga. Sidaya yaitu program Lansia Berdaya dengan memberikan layanan berbasis komunitas untuk memberdayakan lansia agar tetap tangguh dan terawat dengan mengembangkan Sekolah Lansia dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia melalui Sekolah Lansia SMART.

Serta program pendampingan Makan Bergizi Gratis (MBG 3B) dengan kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan balita NON PAUD. "Kemendukbangga/BKKBN mendorong MBG 3B agar dapat menyasar kelompok TAMASYA," harap Deputi KS-PK, Nopian Andusti.

Foto: Forum diskusi Bersama Deputi Bidang KS-PK Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T., bersama Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi, S.E., didampingi Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., K Ketua Tim Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Edi Sofyan, S.E., M.M., jajaran Dinas PPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan dan PKB/PLKB Kabupaten Bengkulu Selatan pada pembinaan tenaga PKB/PLKB di Kabupaten Bengkulu Selatan (24/7/2026).

Dalam dialog bersama para penyuluh, berbagai pengalaman di lapangan turut mengemuka. Mulai dari tantangan menjangkau keluarga berisiko stunting, membangun partisipasi ayah dalam pengasuhan, hingga memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, kader, dan mitra kerja. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kebijakan agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Nopian menilai roadshow tersebut menjadi momentum memperkuat semangat dan kapasitas seluruh insan Bangga Kencana (PKB/PLKB) di daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan keluarga sangat bergantung pada soliditas para penyuluh sebagai ujung tombak pelayanan.

Roadshow di Seluma dan Bengkulu Selatan menjadi bukti bahwa transformasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (BANGGAKENCANA) dibangun dari bawah, melalui dialog, pembinaan, dan penguatan kapasitas para pelaksana program. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para penyuluh KB diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pembangunan keluarga yang terus berkembang.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Jumat,(24/7/2026)

Jumat, 24 Juli 2026

Sekolah Lansia : Orang Tua Inspirator dan Pilar Ketahanan Keluarga


       

Deputi KS PK Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti,S.E., M.T saat melepas puluhan wisudawan/ti Sekolah Lansia di Seluma, Kamis,23/7/2026

Seluma,Bengkulu,– Sekolah Lansia tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bagi para lanjut usia, tetapi juga membentuk orang tua yang tetap sehat, mandiri, produktif, dan mampu menjadi inspirator bagi keluarga dan masyarakat lingkungan. Melalui program ini, para lansia didorong untuk terus berperan sebagai pilar ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial dan tantangan kehidupan.

Hal tersebut mengemuka pada kegiatan Wisuda Sekolah Lansia yang digelar di Kabupaten Seluma yang melepas 85 wisudawan/ti, Kamis (23/7/2026). Wisuda sekolah lansia menjadi bukti bahwa proses belajar berlangsung sepanjang hayat, termasuk bagi masyarakat yang telah memasuki usia lanjut.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Nopian Andusti, S.E., M.T., mengatakan bahwa Sekolah Lansia merupakan salah satu upaya membangun keluarga berkualitas melalui pendekatan siklus kehidupan. Lansia tidak dipandang sebagai kelompok yang bergantung, tetapi sebagai aset keluarga yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai kehidupan untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Melalui Sekolah Lansia, kita ingin menghadirkan orang tua yang tetap sehat, mandiri, aktif, dan bahagia. Mereka menjadi teladan bagi anak dan cucu serta menjadi penguat ketahanan keluarga. Lansia yang berdaya akan melahirkan keluarga yang semakin tangguh," ujar Nopian.

Selama mengikuti Sekolah Lansia, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari pola hidup sehat, gizi seimbang, aktivitas fisik sesuai usia, kesehatan mental, pengelolaan penyakit tidak menular, hingga penguatan peran sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Wakil Bupati Seluma Drs. Gustianto saat menyampaikan sambutan pada wisuda sekolah lansia

Program ini juga memperkuat peran kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai wadah pembinaan keluarga yang memiliki anggota lanjut usia. Melalui sinergi antara keluarga, kader, pemerintah daerah, dan masyarakat, para lansia diharapkan tetap memperoleh perhatian, perlindungan, dan kesempatan untuk terus berkarya.

Wakil Bupati Seluma, Drs. Gustianto meyampaikan wisuda Sekolah Lansia di Kabupaten Seluma menjadi simbol keberhasilan proses pembelajaran yang tidak mengenal batas usia. Semangat para wisudawan menunjukkan bahwa usia senja bukan penghalang untuk terus belajar, menjaga kesehatan, dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga.

“Dengan hadirnya Sekolah Lansia, diharapkan semakin banyak orang tua yang menjadi inspirasi bagi generasi muda. Pengalaman hidup, kebijaksanaan, serta semangat untuk terus belajar menjadi modal penting dalam membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan berketahanan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," ujar Wabup Gustianto.

Selain meningkatkan pengetahuan, Sekolah Lansia juga menjadi ruang interaksi bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring sosial, dan menjaga kesehatan mental. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lansia yang tetap produktif serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Peserta wisudawan/ti Sekolah Lansia di Seluma

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., menyebutkan, pemerintah Kabupaten Seluma telah mengembangkan sebanyak sembilan sekolah lansia, sebanyak tujuh sekolah telah melepas wisudawan/ti.

Hari ini, kita melepas sebanyak 85 wisudawan-wisudawati dari Sekolah Lansia Rimbo Kedui dan Sekolah Lansia Pasar Seluma. Program sekolah bagi orang tua ini tidak sekadar menjadi sarana belajar bagi warga lanjut usia, tetapi juga terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan kognitif, kesehatan mental, dan kualitas hidup para peserta mejadikan lansia SMART. Hal tersebut terlihat dari antusiasme para lansia yang mengikuti prosesi wisuda Sekolah Lansia di Kabupaten Seluma, Kamis (23/7/2026).

Konsep Lansia SMART berfokus pada pembentukan lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat. Lansia Sehat dimana Kondisi fisik dan mental terjaga serta terkontrol dari penyakit. Lansia Mandiri yang mampu melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan orang lain. Kemudian Lansia Aktif untuk mau terus bergerak, belajar hal baru, dan bersosialisasi Sehingga menjadi lansia yang Produktif dimana Memiliki kegiatan bermanfaat yang bernilai, baik dari hobi maupun keterampilan dan menjadikan Lansia Bermartabat yang dihargai dan dihormati dalam kehidupan keluarga serta lingkungan sekitar. 

Pendekatan ini mencakup tujuh dimensi lansia yang terdiri dari dimensi spiritual (mendekatkan diri pada Tuhan), fisik (menjaga kebugaran tubuh), emosional (mengelola hati tetap bahagia), dan intelektual (melatih daya ingat). Selain itu, terdapat dimensi sosial (bersosialisasi), vokasional (berkarya/hobi), dan lingkungan.

Melalui sekolah tersebut membentuk lansia produktif. Lansia agar tetap terus berkarya sesuai kemampuan, berbagi pengalaman, menjadi teladan bagi keluarga, atau menjalankan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kondisi usia. Dan lansia tangguh dengan memiliki  ketahanan fisik, mental, sosial, dan spiritual dalam menghadapi perubahan kehidupan serta mampu beradaptasi dengan proses penuaan untuk mewujudkan keluarga berketahanan.(Humas BKKBN Bengkulu)

Melalui GENTING, Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu dan Alfamart Edukasi Keluarga Lewat BKB, BKR, dan BKL

Foto: Kegiatan Edukasi Gizi Program Satu Telur Sehari dan Alfamart Sahabat Posyandu di gerai Alfamart Jalan P. Natadirja KM 8, Kota Bengkulu (23 Juli 2026).

Bengkulu – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Kota Bengkulu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu berkolaborasi dengan perusahaan ritel Alfamart menggelar aksi bakti sosial dan edukasi gizi. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias di gerai Alfamart Jalan P. Natadirja KM 8, Kota Bengkulu.

Aksi nyata ini memadukan dua program unggulan, yakni Program Satu Telur Sehari (STS) dan Alfamart Sahabat Posyandu.

Foto: Kegiatan Edukasi Gizi Program Satu Telur Sehari dan Alfamart Sahabat Posyandu di gerai Alfamart Jalan P. Natadirja KM 8, Kota Bengkulu (23 Juli 2026).

Sinergi Lintas Sektor Demi Generasi Bebas Stunting

Kegiatan kolaboratif ini dihadiri oleh sejumlah pihak lintas sektor yang berkomitmen penuh terhadap kesehatan ibu dan anak, antara lain Edi Sofyan, S.E., M.M. (Ketua Tim Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu), Rendra Yudha, Branch Corporate Communication Alfamart, Dra. Rosminiarti (Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu), serta Camat Gading Cempaka dan Lurah Jalan Gedang.

Selain sebagai ajang kepedulian sosial, acara ini diisi dengan ragam pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis hingga penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang difokuskan bagi tiga kelompok sasaran prioritas: Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD (3B). Tak hanya itu, kegiatan ini juga mengoptimalkan edukasi pengasuhan melalui program pendampingan keluarga, yakni Bina Keluarga Balita (BKB) untuk mengawal tumbuh kembang anak di usia dini, Bina Keluarga Remaja (BKR) guna mendampingi pola asuh remaja yang sehat dan produktif, serta Bina Keluarga Lansia (BKL) demi mewujudkan lansia yang tangguh, mandiri, dan berdaya.

Foto: Kegiatan Edukasi Gizi Program Satu Telur Sehari dan Alfamart Sahabat Posyandu di gerai Alfamart Jalan P. Natadirja KM 8, Kota Bengkulu (23 Juli 2026).

Edukasi Gizi: Keajaiban Butir Telur untuk Tumbuh Tumbuh Anak

Tak sekadar membagikan bantuan, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu juga memberikan sosialisasi dan edukasi gizi secara langsung kepada para peserta yang hadir. Kemendukbangga/BKKBN menekankan betapa krusialnya asupan gizi seimbang sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Salah satu fokus utama dalam edukasi ini adalah sosialisasi manfaat konsumsi rutin satu telur sehari. Telur dipilih sebagai bahan pangan lokal super (superfood) karena alasan-alasan mendasar berikut:

  • Sumber Protein Berkualitas Tinggi: Telur mengandung asam amino lengkap yang dibutuhkan tubuh balita untuk pembentukan jaringan dan pertumbuhan fisik yang optimal.
  • Kaya Kolin & Vitamin: Mengandung kolin serta berbagai vitamin vital yang berperan besar dalam menjaga kesehatan otak, meningkatkan daya ingat, serta mendukung perkembangan kognitif anak.
  • Pencegah Stunting Efektif & Terjangkau: Asupan protein hewani harian seperti telur terbukti secara medis mampu mencegah terjadinya gagal tumbuh (stunting) pada anak.

"Pencegahan stunting tidak selalu harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan makanan terjangkau seperti telur yang kaya gizi setiap hari, kita sudah mengambil langkah besar untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita."

Melalui gerakan GENTING dan program Satu Telur Sehari (STS) ini, diharapkan kesadaran masyarakat khususnya para orang tua semakin meningkat dalam memenuhi kebutuhan gizi harian keluarga, demi terwujudnya generasi muda Bengkulu yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.(humas)

Kamis, 23 Juli 2026

HAN 2026 di Bengkulu: Komitmen Bersama Cetak Generasi Bebas Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

Foto: Upacara peringatan Hari Anak Nasional 2026 Provinsi Bengkulu di Halaman Upacara DP3AP2KB Provinsi Bengkulu.

BENGKULU – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Provinsi Bengkulu tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Bagi masyarakat lokal, momentum yang digelar di Halaman Kantor DP3AP2KB Provinsi Bengkulu pada Kamis (23/7/2026) tersebut menjadi angin segar yang membawa harapan nyata bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak-anak di daerah.

Diinisiasi melalui kolaborasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Bengkulu, peringatan tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.”

Masyarakat menyambut positif pesan kuat dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, yang dibacakan dalam momen tersebut. Penekanan pada tiga pilar utama kasih sayang, perlindungan dari kekerasan (termasuk di ruang digital), serta pembukaan akses seluas-luasnya untuk meraih cita-cita menjadi kebutuhan mendesak yang dirasakan dampaknya oleh para orang tua saat ini.


Foto: Upacara peringatan Hari Anak Nasional 2026 Provinsi Bengkulu di Halaman Upacara DP3AP2KB Provinsi Bengkulu.

Komitmen BKKBN: Mewujudkan Generasi Emas 2045 Tanpa Stunting

Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmen penuhnya untuk mengawal masa depan anak-anak Bengkulu. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., menegaskan bahwa momentum Hari Anak Nasional adalah pendorong utama bagi seluruh pihak untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh secara optimal.

"Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen penuh mendukung seluruh proses tumbuh kembang anak agar mereka dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting. Anak-anak yang sehat dan berkualitas hari ini adalah kunci utama untuk melahirkan generasi hebat yang siap mengusung cita-cita besar Generasi Indonesia Emas 2045," tegas dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.

Beliau menambahkan bahwa intervensi gizi dan pengasuhan positif di tingkat keluarga merupakan pondasi awal yang tidak bisa ditawar dalam mencetak SDM unggul masa depan.


Foto: Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Drs. Khairil Anwar, M.Si. membacakan amanat dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi pada Upacara peringatan Hari Anak Nasional 2026 Provinsi Bengkulu di Halaman Upacara DP3AP2KB Provinsi Bengkulu.

Dampak Nyata: Dari Ruang Keluarga hingga Pencegahan Stunting

Bagi para keluarga di Bengkulu, fokus program yang diusung Kemendukbangga/BKKBN memberikan panduan praktis yang menyasar langsung ke akar permasalahan masyarakat:

  • Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) & Active Fathering: Warga mengapresiasi dorongan keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan. Kehadiran ayah secara emosional terbukti menguatkan ketahanan keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak.
  • Penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG 3B): Program yang menargetkan Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam menjaga kecukupan gizi anak sejak dini.
  • Penguatan Layanan Keluarga: Kehadiran program seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), hingga Lansia Berdaya (SIDAYA) memberikan ekosistem pendukung yang utuh bagi percepatan penurunan stunting di daerah.

"Anak-anak butuh lingkungan yang aman dan pemenuhan gizi yang cukup. Kehadiran program seperti penyaluran makanan bergizi dan dorongan pengasuhan positif dari kedua orang tua membuat kami sebagai masyarakat merasa tidak berjuang sendirian," ungkap salah satu warga yang hadir mengapresiasi fokus program tersebut.


Foto: Foto: Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Drs. Khairil Anwar, M.Si. menyalami anggota Forum Anak Nasional pada upacara Hari Anak Nasional 2026 di Halaman Upacara DP3AP2KB Provinsi Bengkulu.

Sinergi Pemerintah untuk Masa Depan Anak

Upacara peringatan HAN 2026 ini dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Drs. Khairil Anwar, M.Si. Event ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat serta ASN dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Melalui sinergi erat antar-lembaga dan dukungan penuh masyarakat, komitmen peringatan Hari Anak Nasional 2026 diharapkan terus terwujud dalam aksi nyata melindungi hak anak, mengikis angka stunting, dan menyiapkan anak-anak Bengkulu menjadi bagian penting dari Generasi Indonesia Emas 2045.(humas)

Gambar: Flyer Instagram Ucapan Hari Anak Nasional Tahun 2026 @kemendukbangga_bkkbnbengkulu.


Baca Lainnya