Jumat, 31 Juli 2026

MoU UNIB–Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Peningkatan Kualitas SDM dan Percepatan Penurunan Stunting

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (kanan) dan Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., usai penandatanganan MoU pada momentum kegiatan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu di Bengkulu (30/7/2026).

Bengkulu – Universitas Bengkulu (UNIB) bersama Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu memperkuat sinergi melalui Memorandum of Understanding (MoU)/ Nota Kesepahaman sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (BANGGAKENCANA). Melalui kolaborasi ini, kedua institusi akan mengembangkan kajian akademik, riset berbasis data, peningkatan kapasitas SDM, serta berbagai kegiatan pengabdian yang menyentuh langsung masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencetak SDM unggul sekaligus menghadirkan solusi ilmiah terhadap berbagai persoalan pembangunan, termasuk percepatan penurunan stunting melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam sambutannya pada penandatanganan nota kesepahanan dan perjanjian kerja sama mitra kerja strategis progam BANGGAKENCANA, di Bengkulu, Kamis, (30/7/2026).

"Pembangunan keluarga berkualitas membutuhkan dukungan dunia akademik. Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir inovasi, penelitian, dan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat Program BANGGAKENCANA. Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi kekuatan dalam membangun SDM unggul, meningkatkan literasi kependudukan, serta mempercepat penurunan stunting melalui pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat," ujar Zamhir.

Disampaikan dr. H. Zamhir bahwa, stunting di Bengkulu masih terbilang tinggi. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI-2024) merilis angka stunting di Bengkulu masih bertengger pada 18,8 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari sasaran nasional 14 persen pada 2029. Memecahkan persoalan stunting perlu langkah dan aksi konvergensi lintas sektor. "Pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat hingga LSM dan media massa dalam intervensi baik spesifik maupun sensitif dengan menyasar keluarga berisiko stunting (KRS) yang masuk prioritas". 

KRS prioritas di Bengkulu, kata Zamhir mencapai 10.540 keluarga yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Intervensi terhadap keluarga berisiko ini sebagai bentuk nyata dalam mencegah lahirnya stunting baru di Bumi Merah Putih.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., memberikan sambutan pada momentum kegiatan Workshop Edukasi dan Simulasi Pemasangan Implan Susuk KB II Batang Tiga Tahunan serta Konseling bagi Provider untuk Optimalisasi Pencapaian Pelayanan Keluarga Berencana di Bengkulu (30/7/2026).

Selain menjalin kerjasama dengan UNIB, Upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualias SDM di Bengkulu turut menjalin kolaborasi bersama lembaga mitra strategis lainnya seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Bank Syariah Indonesia (BSI) Bengkulu, Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI).

Sementara itu secara terpisah, Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., kepada pewarta menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Tentunya hal dapat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pilar pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penurunan stunting.

Dia menyampaikan, kerja sama ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum, kuliah tematik, riset, hingga pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan isu kependudukan, pembangunan keluarga, bonus demografi, dan percepatan penurunan stunting. Kami ingin hasil-hasil akademik tidak berhenti di kampus, tetapi menjadi solusi nyata bagi masyarakat," kata Indra.

Melalui MoU tersebut, UNIB dan Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu akan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan SDM aparatur, peningkatan kapasitas mahasiswa, pelaksanaan penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga pendampingan masyarakat melalui program-program yang mendukung pembangunan keluarga berkualitas.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Kamis,(30/7/2026).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Lainnya