Pengasuhan yang tidak optimal menimbulkan dampak negatif sistemik pada aspek fisik, psikologis, emosional, hingga sosial anak. Yang dapat menghambat pembentukan karakter serta mengganggu masa depan generasi penerus. Dan dampak spesifik dari meningkatnya angkatan kerja perempuan terhadap pola asuh diantaranya memengaruhi pendidikan kemandirian, di mana anak didorong untuk lebih awal melakukan tugas sendiri.
Menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Kemedukbangga/BKKBN menginisiasi dikembangkannya program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). "TAMASYA merupakan program prioritas nasional dan inovasi layanan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, yang menggabungkan fungsi tempat penitipan anak (daycare) dengan pendampingan, pemantauan tumbuh kembang, serta kelas pengasuhan bagi orang tua," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., ketika membuka Penguatan Pengasuhan di TAMASYA, di Bengkulu,Rabu,(8/7/2026).
Di sampaikannya, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan di Provinsi Bengkulu pada tahun 2025 tercatat sebesar 50,01 persen (BPS-2025). Dan menunjukkan bahwa sekitar separuh dari perempuan usia kerja di daerah ini aktif dalam kegiatan ekonomi, baik bekerja maupun mencari kerja.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) mencatat total angkatan kerja di Provinsi Bengkulu mencapai 1.142.038 orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) rata-rata berada di angka 71,50 persen. Program ini hadir untuk mendukung orang tua yang bekerja agar tetap produktif, dengan memastikan anak menerima pengasuhan berkualitas.
"Dalam TAMASYA terdapat pengasuh yang berkompeten dengan memberikan pelatihan dan standarisasi sertifikasi bagi pengasuh agar mampu memberikan stimulasi tumbuh kembang anak. Dan pendampingan orang tua, edukasi pola asuh melalui program seperti Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT) karena edukasi pengasuhan juga sangat diperlukan bagi ibu/orang tua," kata Zamhir.
Untuk diketahui pada 2025, angkatan kerja perempuan di Kabupaten Kepahiang 70,48 persen, Rejang Lebong 66,28 persen,Lebong mencapai 64,57 persen, Bengkulu Selatan 62,93 persen, Kabupaten Kaur sebesar 62,84 persen, Seluma 57,88 persen Kota Bengkulu 55,65 persen dan Kabupaten Bengkulu Utara 53,26 persen, Bengkulu Tengah 47,63 persen, serta terdapat di Kabupaten Mukomuko mencapai 44,47 persen.(irs)
Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Rabu,(8/7/2026)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar