Literasi keuangan yang berlangsung pada awal Juli 2026 itu, Kemendukbangga/BKKBN melibatkan puluhan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kota Bengkulu untuk membangun kemampuan dalam pengelolaan keuangan usaha. Kelompok UPPKA memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berproduksi atau berjualan, melainkan juga oleh kemampuan mengelola keuangan. Karena itu, literasi keuangan menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi anggota UPPKA.
"Kemampuan mengelola keuangan kelompok UPPKA merupakan pilar utama dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Pemahaman ini membekali anggota keluarga dengan kemampuan mengelola pendapatan, mengatur modal usaha, serta merencanakan masa depan keuangan agar terhindar dari risiko krisis.
"Yang merupakan kunci utama keberhasilan dan kemampuan memahami dan mengelola keuangan agar usaha kecil keluarga bisa tumbuh kembang dan mandiri," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., dalam sambutannya saat membuka literasi keuangan bagi kelompok UPPKA di Bengkulu,Rabu,(1/6/2026).
Menurut dia peran penting dan elemen literasi keuangan bagi kelompok UPPKA itu memilik peran dalam ketahanan keluarga melalui kemandirian ekonomi, managemen risiko yaitu dengan pemahaman literasi yang baik membantu keluarga mengelola keuangan secara bijak dan mengalokasikan pendapatan. literasi keuangan bukan sekadar kemampuan menghitung uang, tetapi menjadi bekal penting bagi anggota UPPKA untuk mengelola usaha secara profesional, meningkatkan pendapatan keluarga, dan membangun ketahanan ekonomi.
Ketua Tim Kerja 2 Bidang Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Bengkulu Mardhotillah Layli R., S.Sos., M.Sos., menyebutkan, kelompok UPPKA merupakan program pemberdayaan ekonomi yang membentuk kelompok usaha mikro bagi keluarga peserta KB (akseptor) untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga.
Di Bengkulu terdapat sebanyak 933 kelompok pelaku ekonomi mikro keluarga akseptor, yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Dimulainya literasi ini bagi UPPKA di Kota Bengkulu sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi dan ekonomi bagi pelaku ekonomi kecil menengah di daerah ini.
"Hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 933 kelompok UPPKA di Bengkulu dan di Kota Bengkulu terdapat sebanyak 56 kelompok," kata Mardhotillah Layli.(irs)
Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Bengkulu
Rilis : Kamis,(2/7/2026).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar