Bengkulu,– Masih banyak pria yang enggan mengikuti program KB pria yaitu vasektomi karena terpengaruh mitos bahwa tindakan kontrasepsi mantap pria/ Metode Operasi Pria (MOP) tersebut dapat mengurangi kejantanan, menurunkan gairah seksual, bahkan menyebabkan impotensi. Padahal, anggapan tersebut tidak benar.
Vasektomi sebuah tindakan bedah kecil untuk menghentikan aliran sperma dari buah zakar (testis). Dan sperma tetap diproduksi oleh tubuh. Namun, karena salurannya ditutup, sperma akan diserap kembali oleh sistem kekebalan tubuh. Prosedur ini tidak memengaruhi produksi hormon testosteron, tidak mengurangi gairah seksual, juga sama sekali tidak mengganggu ereksi, dan mengurangi kejantanan pria," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., saat acara Live talk show di media Tiktok di Studio Media Centre Production (MPC) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Jumat,(17/7/2027).
Talk show selama satu jam itu juga menghadirkan salah seeorang peserta KB vasektomi asal Kota Bengkulu. dr. Zamhir bersama Dedek Rustandi peserta vasektomi untuk memberikan edukasi dan testimoni tentang program KB khususnya vasektomi kepada masyarakat PUS di Bengkulu.
Hingga 2026, Potret KB di Bengkulu masih memerlukan kerja keras. Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga Tahun 2025, capaian indikator utama Program KBKR secara Nasional masih memerlukan perhatian khusus dan kerja keras bersama. Angka prevalensi kontrasepsi modern/ Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) nasional tercatat sebesar 60,8 persen, di mana target kita adalah sebesar 61,8 persen. Di sisi lain, kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmet Need) masih berada di angka 13,4 persen, dengan target capaian 10,5 persen. Lebih dari itu, persentase Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Kehamilan Risiko Tinggi (4 Terlalu) masih menunjukkan capaian sebesar 31,5 persen dari target nasional yang sebesar 28,0 persen.
Pada pertengahan tahun 2026, tercatat sebanyak 19.998 akseptor KB baru terdapat peserta KB dengan MOP sebanyak 36 akseptor yang tersebar di wilayah ini. Sementara, pada waktu yang sama capaian pembinaan peserta KB aktif sebanyak 225.989 peserta diantaranya terdapat 273 akseptor MOP. Capaian ini merupakan bentuk kerja keras bersama dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan mewujudkan keluarga yang sehat.
dr. Zamhir menyebutkan vasektomi adalah tindakan bedah minor dengan proses yang sangat mudah menutup luka sayatan dijahit dan proses selesai dalam waktu 10 hingga 20 menit. Dan mampu mencegah sel sperma keluar saat ejakulasi. Vasektomi yang merupakan metode kontrasepsi yang aman, efektif, dan tidak memengaruhi kemampuan seksual maupun produktivitas seorang pria. Testosteron tetap diproduksi oleh testis seperti biasa sehingga karakteristik maskulinitas pria, seperti kekuatan fisik, suara, pertumbuhan rambut, hingga kemampuan berhubungan suami istri tetap normal.
Sebaliknya, tidak sedikit pasangan merasakan kehidupan rumah tangga menjadi lebih nyaman setelah vasektomi karena tidak lagi dihantui kekhawatiran terhadap kehamilan yang tidak direncanakan. Dengan demikian, hubungan suami istri dapat berlangsung lebih tenang dan berkualitas.
Menjawab kekhawatiran pria tentang KB MOP, selain penjelasan akademik dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Kali ini peserta KB vasektomi Dedek Rustandi warga Kota Bengkulu ini mengulas manfaat KB steril pria dari aspek pengalamannya. Dedek Rustandi 39 tahun, ayah dari tiga anak ini menjawab dari aspek pengalaman pribadinya setahun bersama vasektomi.
Motivasiya memutuskan pilihan untuk KB vasektomi dikarenakan tidak lain sebagai bentuk tanggung jawab suami dalam perencanaan keluarga. Selama ini beban penggunaan kontrasepsi dalam keluarga lebih banyak ditanggung perempuan. Padahal laki-laki juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas," ujar Dedek kepada pewarta di Bengkulu, Jumat,(17/7/2026).
Kesertaan gender dalam ber-KB belum menjadi prioritas. Pria masih enggan ber-KB yang beranggapan KB tanggung jawab isteri. "Pria ber-KB merupakan wujud kesetaraan peran dalam keluarga. Suami yang memilih vasektomi bukan berarti kehilangan kejantanan, tetapi menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan istri dan masa depan keluarga," ujar Dedek.
Menurut dia, masih rendahnya partisipasi pria ber-KB dapat disebabkan banyak hal, yang paling nyata tantangannya adalah ada rasa malu kalau pria ber-KB karena dianggap kebiri dan berkurang kejantanan. Dan masih rendahnya edukasi KB MOP di tengah masyarakat. Padahal itu sebuah pandangan keliru agar pria tidak ber-KB. "KB pria (MOP) itu sehat," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak benar mengenai vasektomi. Edukasi dari tenaga kesehatan dan penyuluh KB perlu terus ditingkatkan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar berdasarkan fakta medis. Dan pemerintah terus meningkatakan edukasi secara masif.
"Jangan biarkan mitos menghalangi keluarga memperoleh manfaat dari program KB. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengambil keputusan, sehingga pilihan kontrasepsi benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan keluarga," pungkasnya.(irs)
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Jumat,(17/7/2027).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar