Bengkulu,- Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Provinsi Bengkulu tahun ini menghadirkan pemandangan yang berbeda. Ratusan ayah muda bersama keluarga, istri dan anak memadati Jalan Sehat Harganas ke-33 tahun 2026 sebagai simbol meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peran ayah dalam membangun keluarga yang berkualitas.
Kegiatan yang digelar Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi media kampanye untuk menguatkan peran ayah dalam mendampingi keluarga, mulai dari pengasuhan anak, menjaga kesehatan keluarga, hingga membangun komunikasi yang harmonis di rumah.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, mengajak agar hari keluarga nasional tidak hanya sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini merupakan pengingat bahwa pembangunan bangsa sesungguhnya dimulai dari keluarga. Keluarga yang harmonis, sehat, tangguh, dan berkualitas akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu menjadi modal utama menuju indonesia emas tahun 2045.
Tema harganas tahun 2026, "Ayah Wajib Hadir", mengandung pesan yang sangat kuat. Kehadiran ayah tidak hanya dimaknai sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik pertama, pelindung, pembimbing, sahabat, sekaligus teladan bagi anak-anaknya.
"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif seorang ayah dalam pengasuhan memberikan dampak yang sangat besar terhadap perkembangan kecerdasan, kesehatan mental, karakter, serta kepercayaan diri anak. Di sisi lain, kehadiran ayah juga memperkuat ketahanan keluarga dan mendukung keberhasilan upaya pencegahan stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan," kata dr. H. Zamhir didepan ratusan undangan Harganas di halamam kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kamis,(9/7/2026).
"Kehadiran ratusan ayah muda dalam Jalan Sehat Harganas merupakan pesan kuat bahwa pembangunan keluarga tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu. Keluarga yang tangguh lahir dari hadirnya kedua orang tua. Ayah tidak cukup hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara fisik dan emosional dalam kehidupan anak. Kehadiran ayah menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kesehatan mental, kepercayaan diri, dan masa depan anak," ujar Zamhir.
Mengingat pentingnya peran ayah dalam pembangunan keluarga, ia mengajak seluruh keluarga di Provinsi Bengkulu untuk membangun budaya pengasuhan yang lebih baik, di mana ayah dan ibu hadir bersama dalam mendidik, membimbing, serta mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Ia menambahkan, bahwa dalam penguatan kualitas SDM, Kemendukbangga/BKKBN terus berkomitmen memperkuat program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) melalui berbagai program strategis, antara lain pembangunan keluarga berkualitas, pembinaan remaja, penguatan kampung keluarga berkualitas, pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan pelayanan keluarga berencana, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta penguatan peran tim pendamping keluarga.
Melalui semangat Harganas, BKKBN Bengkulu berharap gerakan Ayah Hadir semakin membudaya di tengah masyarakat, sehingga setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, pendampingan, dan keteladanan dari kedua orang tuanya.(irs)
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Kamis,(9/7/2026)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar