![]() |
| Foto: Pendistribusian MBG 3B oleh Kader TPK kepada kelompok sasaran MBG 3B |
Pelaksanaan MBG 3B dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta berbagai mitra pembangunan agar penyaluran bantuan berlangsung tepat sasaran.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid melalui Ketua Tim kerja 4 Bidang Peran Serta Masyarakat (Permas) dan Lini Lapangan, Edi Sofyan, S.E., M.M., mengatakan bahwa MBG 3B merupakan program strategis yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting dan pencegahan lahirnya kasus stunting baru.
Disampaikan Edi Sofyan, penyaluran paket MBG 3B telah mencapai empat puluh ribu lebih penerima manfaat dari beberapa kelompok. "Hingga akhir Juni 2026 Program MBG 3B di Bengkulu telah mendistribusikan sebanyak 40.913 paket makan bergizi. Terdapat kelompok sasaran ibu hamil sebanyak 3.426 penerima, ibu menyusui mencapai 8.217 sasaran dan Balita Non PAUD sebanyak 29.270 penerima manfaat," rinci Edi Sofyan kepada pewarta di Bengkulu, Kamis, (2/7/2026).
"Pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, MBG 3B harus diiringi dengan edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh, pola makan bergizi, sanitasi, dan perilaku hidup bersih dan sehat oleh Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga," ujarnya.
Dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat selain MBG 3B, melalui Program GENTING Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menggandeng sejumlah mitra berbagai unsur pemerintah, swasta dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam intervensi spesifik maupun sensitif. "Bulan lalu (Juni 2026) Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu sebagai orang tua asuh (OTA) pada program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dalam rangka mengintervensi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Pulau Enggano,"ujar Edi.
Program GENTING 2026 menyasar ribuan keluarga berisiko stunting kategori keluarga prioritas. "Juni 2026 keluarga yang telah diintervensi sebanyak 3.484 keluarga tersebar di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Yang diantaranya intervensi nutrisi 188 KRS, edukasi 3.298 keluarga," rinci Edi Sofyan.(irs)
Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Jumat,(3/7/2026)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar