Melalui CKG, masyarakat didorong untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarganya secara dini. Deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko kesehatan diharapkan dapat mendorong masyarakat mengambil langkah pencegahan sebelum masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.
"Pada 2026 gerakan CKG di Bengkulu masih terbilang rendah yang mencapai 19 persen, yang berada pada peringkat 20 dari 38 provinsi di tanah air" Ujar Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian. Melihat potret tersebut itu Wagub Ir. Mian menekankan sejumlah ASN di Bengkulu untuk CKG agar tumbuh masyarakat dan keluarga yang sehat sebagai investasi bangsa.
Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bengkulu harus bergerak untuk menjadi contoh, mengajak komponennya periksakan kesehatan gratis baik di provinsi hingga daerah. Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk CKG. "Ada tiga pilar kekuatan dalam meningkatkan capaian CKG, pertama ialah pemerintah, kedua yaitu dunia usaha dan pilar ketiga yaitu masyarakat untuk cek kesehatan gratis," pinta Mian.
Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes RI, Elvida Sariwati, M.Epid., menyebutkan, CKG program prioritas pemerintah sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan ketahanan ekonomi bangsa. "Agar tidak berhenti sekadar pada skrining atau deteksi dini, pemerintah mengintegrasikannya langsung dengan tindak lanjut pengobatan nyata dan edukasi pola hidup sehat. CKG di Bengkulu baru menyasar 445.980 orang, diharap tidak berhenti pada skrining," kata Elvida di Bengkulu,Selasa, (18/8/2026).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan kesehatan merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan berketahanan, usai menghadiri Pencanangan Gerakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Merah Putih kantor Gubernur Bengkulu, Selasa,(18/8/2026).
“Keluarga yang sehat menjadi modal utama untuk membangun keluarga yang kuat dan berketahanan. CKG harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.
Sebagaimana diimbau Wakil Gubernur Bengkulu dalam sambutannya mengajak seluruh ASN di daerah itu untuk melakukan cek kesehatan secara rutin. Dalam rangka mendukung gerakan tersebut, dr. Zamhir mendorong sejumlah tenaga penggerak program BANGGAKENCANA di Bengkulu untuk memeriksakan kesehatan gratis secara rutin, "ASN di lingkup Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu untuk memeriksakan kesehatan secara rutin agar menjadi investasi bagi keluarga dan pemerintah" imbuh dr. Zamhir.
Menurutnya, pembangunan keluarga tidak dapat dilepaskan dari berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan, pendidikan, ekonomi, perlindungan dan pengasuhan. Karena itu, keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan setiap anggotanya menjadi bagian penting dalam pembangunan
Ia menambahkan, keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat. Orang tua menjadi contoh sekaligus penggerak bagi anggota keluarga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memperhatikan asupan gizi, melakukan aktivitas fisik serta memanfaatkan layanan kesehatan. CKG dalam Bangga Kencana pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: menghadirkan keluarga yang sehat, berkualitas dan mampu menghadapi tantangan kehidupan, menuju keluarga Indonesia yang berketahanan. (irs)
Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Bengkulu
Rilis : Selasa, 18/8/2026).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar