REJANG LEBONG — Suasana hangat dan penuh optimisme menyeruak di ruang Wakil Bupati Rejang Lebong pada Selasa pagi (4/8/2025). Pertemuan penting yang mempertemukan jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong ini menjadi pijakan awal menyusun langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045.
Rombongan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu yang dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., hadir lengkap bersama jajaran pimpinan dan ketua tim kerja. Tampak mendampingi beliau, Weldi Suisno, S.Pd., M.E. (Plt. Sekretaris Perwakilan), Edi Sofyan, S.E., M.M. (Tim Kerja 4 - Penggerakan Masyarakat & Pengelola Lini Lapangan), Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom., M.Stat. (Ketua Tim Kerja 1 - Pengelolaan Kependudukan), Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. (Tim Kerja 2 - KB dan Kesehatan Reproduksi), Endah Puspitasari, S.K.M., M.E. (Tim Kerja 8 - Pengelolaan Manajemen Kinerja) dan Helmi Suanda, S.Sos. (Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu)
Kehadiran rombongan disambut terbuka dan hangat oleh Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., yang didampingi Kepala DP3APPKB Kabupaten Rejang Lebong, Hj. Gusti Maria, S.H., M.H., beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Memperkuat Komitmen Program BANGGAKENCANA
Pertemuan audiensi ini menjadi wadah konsolidasi berbagai program unggulan BANGGAKENCANA (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) agar dapat terintegrasi secara optimal hingga ke tingkat tapak di Rejang Lebong.
Beberapa aksi nyata dan program inovatif yang menjadi fokus pembahasan meliputi:
- GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Penguatan peran kolaboratif dalam menekan angka stunting.
- GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Mendorong keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan keluarga.
- TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Penyediaan ruang dan sarana pengasuhan anak yang ramah dan aman.
- SiDaya (Lansia Berdaya): Pemberdayaan kelompok lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.
- MBG 3B (Program Distribusi Makanan Bergizi Gratis): Intervensi gizi terukur dengan sasaran spesifik Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Zamhir Setiawan juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas berbagai raihan prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Pemkab Rejang Lebong dalam menyukseskan program BANGGAKENCANA selama ini.
PJPK 2025–2029: Peta Jalan Menuju Penduduk Tumbuh Seimbang
Salah satu poin krusial yang ditegaskan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu adalah harapan besar terkait penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) tingkat kabupaten.
Dokumen Strategis 5 Tahun
PJPK periode 2025–2029 merupakan dokumen operasional lima tahunan yang diinisiasi oleh Kemendukbangga/BKKBN. Dokumen ini dirancang sebagai turunan teknis dari Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) 2025–2045.
Penyusunan PJPK Rejang Lebong dinilai sangat vital sebagai kompas pembangunan daerah dalam mengendalikan kuantitas, meningkatkan kualitas, serta mengarahkan mobilitas penduduk. Harapannya, Kabupaten Rejang Lebong mampu mewujudkan daya dukung kependudukan yang seimbang demi menopang visi besar Indonesia Emas 2045.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menyampaikan apresiasi karena Kabupaten Rejang Lebong telah menyelesaikan dokumen PJPK dan dalam proses penetapan menjadi Peraturan Bupati & Kabupaten Rejang Lebong adalah kabupaten ke-3 yang telah sampai pada tahapan tersebut.
Sinergi yang terbangun di ruang kerja Wakil Bupati hari itu menegaskan satu hal: masa depan kualitas SDM Rejang Lebong sedang dirajut bersama, dimulai dari penguatan pondasi terkecil, yaitu keluarga.(humas)
.jpeg)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar