Selasa, 15 September 2026

Membumikan Nilai BerAKHLAK: Langkah Nyata Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Perkuat Karakter dan Kinerja ASN

 


BENGKULU – Ruang Belajar Balai Diklat (Latbang) Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu tampak penuh kehangatan sekaligus kekhidmatan pada Senin pagi (14/9/2026). Sebanyak 23 Aparatur Sipil Negara (ASN), yang sebagian besar merupakan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dari berbagai Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu, berkumpul mengikuti kegiatan Pembinaan Kepegawaian.

Suasana interaktif mewarnai pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. Dalam pengarahannya, dr. Zamhir menekankan bahwa pembinaan ini bukan sekadar agenda rutin formalis, melainkan proses terencana dan berkelanjutan untuk mengasah kompetensi, menegakkan disiplin, serta mendampingi pengembangan karir para pegawai—mulai dari orientasi tugas, bimbingan teknis, hingga skema promosi dan mutasi.

"ASN adalah garda terdepan pelayanan publik. Kepatuhan terhadap aturan dan integritas kode etik harus berjalan selaras dengan semangat untuk terus belajar dan beradaptasi," tegas dr. Zamhir di hadapan para peserta.

Turut mendampingi dalam kegiatan ini Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., bersama jajaran Ketua Tim Kerja, yakni Edi Sofyan, S.E., M.M. (Tim Kerja 4), Aminatuzakiyah Afakhiroh, S.K.M. (Tim Kerja 7), dan Endah Puspitasari, S.K.M., M.E. (Tim Kerja 8). Kehadiran para pimpinan ini mempertegas komitmen instansi dalam membangun sinergi lintas lini.

Fokus utama pembinaan kali ini menyasar penguatan core values ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang dibingkai dalam semangat employer branding nasional: Bangga Melayani Bangsa. Nilai-nilai ini dinilai menjadi pondasi mendasar bagi para Penyuluh KB yang bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat di lapangan.


Pilar Utama Pembinaan ASN Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu

  • Disiplin & Etika Profesi: Penegakan kewajiban dan larangan instansi demi menjaga integritas serta kredibilitas institusi.
  • Pengembangan Karir Berkelanjutan: Peningkatan kapasitas melalui bimbingan teknis berkala, kejelasan pola promosi, dan pendampingan mutasi tugas.
  • Internalisasi BerAKHLAK: Pelayanan prima berbasis empati, akuntabilitas kerja, serta inovasi yang adaptif di tengah perubahan tuntutan zaman.

Melalui pembinaan ini, keberadaan ASN Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu diharapkan tidak hanya membawa dampak positif di lingkungan kerja internal, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Semangat profesionalisme tersebut menjadi bahan bakar utama untuk menyukseskan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (BANGGAKENCANA) hingga ke pelosok Bumi Merah Putih.(humas)


sumber: bengkulu.kemendukbangga.go.id

Menjamin Setiap Jengkal Akses Kontrasepsi: Langkah Cepat BKKBN Bengkulu Perkuat Rantai Pasok Alokon 2026


BENGKULU — Kebutuhan pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang berkualitas dan merata tidak hanya bergantung pada kesiapan tenaga medis di lapangan, tetapi juga pada kepastian ketersediaan alat dan obat kontrasepsi (alokon) hingga ke fasyankes garis depan. Menjawab tantangan tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersama Direktorat Bina Akses Pelayanan KB Kemendukbangga/BKKBN dan United Nations Population Fund (UNFPA) menggelar rangkaian kegiatan Pengembangan Supply Chain Management (SCM) Alokon Tahun 2026 yang berlangsung pada 8 hingga 11 September 2026.

Puncak kegiatan koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) ini dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu. Pertemuan penting tersebut diawali dengan menyimak pemaparan serta sambutan dari Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Drs. Wahidin, M.Kes., melalui sambungan virtual meeting Zoom.

Dalam pertemuan ini, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., hadir memimpin langsung jalannya diskusi. Beliau didampingi oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., Ketua Tim Kerja 2 (KB dan KR), Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., serta Ketua Tim Kerja 5 (Data dan Informasi), Sahwani, S.Kom.  

Langkah kolaboratif ini makin kuat dengan hadirnya para pemangku kepentingan daerah, seperti perwakilan dari BPOM Provinsi Bengkulu, Dinas DP3APPKB Kota Bengkulu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, hingga BPKAD Kota Bengkulu. Kehadiran lintas sektor ini dilengkapi dengan pendampingan langsung oleh Tim Kemendukbangga/BKKBN Pusat yang terdiri dari Dini Nur Afni, Apt, MAPS. (Direktorat Bina Akses Pelayanan KB), Anggar Lingga Rhomadona, S.Kom. (Pusat Data dan Informasi), Devi Praptias, S.E. (Biro Perencanaan dan Keuangan), Wieke Kuswanti (Direktorat Bina Akses Pelayanan KB), dan Rosmilah (Direktorat Bina Akses Pelayanan KB)  


Menjawab Tantangan Unmet Need dan Akses Merata

Upaya penguatan rantai pasok alokon ini dilatarbelakangi oleh mandat RPJMN 2025–2029 dalam rangka mendukung Agenda Pembangunan Transformasi Sosial demi mencapai Indonesia Emas (IE 1) "Kesehatan Untuk Semua".  

Berdasarkan data pendataan keluarga terkini, kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi (unmet need) secara nasional mencatatkan kenaikan dari 11,1 persen pada tahun 2024 menjadi 13,4 persen pada 2025. Sementara itu, target nasional yang harus ditekan pada tahun 2026 adalah sebesar 10,0 persen. Di sisi lain, capaian pemakaian kontrasepsi modern (modern Contraceptive Prevalence Rate/mCPR) berfluktuasi dan Angka Kehamilan yang Tidak Diinginkan meningkat menjadi 14 persen pada 2025. Kondisi ini memberi sinyal kuat bahwa kelompok masyarakat, khususnya keluarga miskin dan rentan di wilayah prioritas, membutuhkan jaminan akses alokon yang aman, efisien, dan tidak terputus.  


Transformasi Digital Rantai Pasok: Modernisasi SIRIKA dan Tool Kuantifikasi

Guna memangkas kendala distribusi dan perhitungan alokon di lapangan, kegiatan ini berfokus pada dua agenda utama pengembangan SCM:

1. Pengembangan Tool Kuantifikasi Perencanaan Alokon: Reviu menyeluruh dilakukan terhadap tool kuantifikasi bottom-up yang telah diterapkan sejak 2021. Evaluasi ini penting agar metode perhitungan kebutuhan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota semakin presisi sesuai dengan dinamika kebijakan dan kondisi riil kebutuhan lapangan. 

2. Pengembangan Fitur Aplikasi SIRIKA: Sejak diimplementasikan secara luas pada April 2025, Sistem Informasi Rantai Pasok Alokon (SIRIKA) yang terintegrasi dengan SIGA terus disempurnakan. Melalui kegiatan ini, dilakukan evaluasi kaidah pencatatan, mekanisme pendistribusian, hingga penambahan fitur indikator kinerja berbasis digital untuk memantau ketersediaan stok (stockout/overstock) secara real-time.

Selama empat hari pelaksanaan di Provinsi Bengkulu (8–11 September 2026), tim pusat dan daerah tidak hanya berdiskusi di ruang rapat, tetapi juga melakukan evaluasi dan wawancara mendalam melalui kunjungan langsung ke gudang alokon tingkat provinsi, gudang alokon kabupaten/kota, hingga fasyankes pengelola SIRIKA di lapangan.

Dengan dukungan pendanaan dari program kerja sama UNFPA Siklus 11 Tahun 2026, penguatan SCM ini diharapkan mampu melahirkan sistem rantai pasok yang tangguh, transparan, dan terintegrasi secara digital. Harapan besarnya, tidak ada lagi pasangan usia subur di Bengkulu maupun Indonesia yang terhambat dalam mendapatkan pelayanan Keluarga Berencana yang berkualitas.(humas)


sumber: bengkulu.kemendukbangga.go.id

Memperkuat Rantai Pasok Kontrasepsi: Langkah Nyata Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Tekan Unmet Need di Seluma


SELUMA — Ketersediaan alat dan obat kontrasepsi (alokon) di fasilitas pelayanan kesehatan bukan sekadar urusan logistik dan distribusi barang. Lebih dari itu, kepastian hadirnya alokon yang tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu menjadi kunci utama dalam menjamin hak-hak reproduksi masyarakat serta menekan angka kehamilan yang tidak diinginkan.

Kesadaran inilah yang mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Supply Chain Management (SCM) Alat dan Obat Kontrasepsi Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Seluma, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan strategic ini dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, bersama jajaran Direktorat Bina Akses Pelayanan KB Kemendukbangga/BKKBN, UNFPA, Dinas DP3APPK Kabupaten Seluma, Dinas Kesehatan, BPKAD, serta para pengelola program KB dan petugas lapangan di Kabupaten Seluma.


Menjawab Tantangan Unmet Need yang Meningkat

Langkah penguatan rantai pasok ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Sistem Informasi Data Keluarga (SIGA), angka kebutuhan KB yang belum terpenuhi (unmet need) di tingkat nasional tercatat mengalami peningkatan, yakni dari 11,1 persen pada tahun 2024 menjadi 13,4 persen pada tahun 2025. Padahal, pemerintah menargetkan penurunan hingga 10 persen pada tahun 2026.

Di saat yang sama, capaian penggunaan kontrasepsi modern (modern Contraceptive Prevalence Rate/mCPR) juga menurun dari 61,7 persen (2024) menjadi 60,8 persen (2025).

Melihat tantangan data tersebut, dr. H. Zamhir Setiawan menegaskan pentingnya evaluasi dan pembenahan dari hulu ke hilir.

"Penyediaan alat dan obat kontrasepsi tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan barang. Kita harus memastikan alokon tersedia dalam jumlah yang tepat, jenis yang sesuai, pada waktu yang tepat, dan sampai pada fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan," ujar dr. Zamhir dalam sambutannya.


Optimasi SIRIKA dan Gap Analysis

Guna memastikan pengelolaan rantai pasok yang sistematis—mulai dari perencanaan, pengadaan, pendistribusian, hingga pelayanan di lapangan, Kemendukbangga/BKKBN telah mengimplementasikan Sistem Informasi Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi (SIRIKA) sejak April 2025. Sistem berbasis digital ini terintegrasi dengan aplikasi YAN KB dan SIGA.

FGD di Kabupaten Seluma fokus pada dua agenda utama:

1. Pengembangan Tool Perencanaan Kebutuhan: Mengidentifikasi preferensi kebutuhan alokon di lapangan serta mengevaluasi proses kalkulasi kebutuhan agar sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

2. Penguatan Pemantauan Digital via SIRIKA: Mengembangkan fitur, menu, dan indikator kinerja digital yang sesuai dengan kebutuhan para pengelola di lapangan.

dr. Zamhir mengajak seluruh peserta—mulai dari pengelola gudang, perencana, hingga Penyuluh KB (PKB) untuk terbuka menyampaikan kendala teknis maupun koordinasi antarinstansi.

"Jangan ragu menyampaikan persoalan yang kita hadapi. Justru dari persoalan tersebut kita dapat menemukan solusi yang lebih tepat," tambahnya.


Dari Ruang Diskusi Menuju Cek Lapangan

Diskusi interaktif ini tidak hanya berhenti di atas kertas atau menghasilkan rekomendasi teoretis. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata berupa kunjungan lapangan dan wawancara mendalam. Tim gabungan dijadwalkan melakukan monitoring langsung ke Gudang Alokon Kabupaten Seluma serta tempat penyimpanan alokon di dua fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) setempat.

Langkah verifikasi lapangan ini dilakukan untuk memvalidasi data administrasi dengan kondisi riil pengelolaan alokon di tempat penyimpanan.

Melalui sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kabupaten Seluma, dan mitra kerja internasional seperti UNFPA, perbaikan sistem rantai pasok alokon ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan Keluarga Berencana demi mewujudkan keluarga berkualitas di Provinsi Bengkulu.(humas)


sumber: bengkulu.kemendukbangga.go.id

Bengkulu Utara Melaju ke Panggung Nasional: Unjuk Komitmen Mutu Layanan KB di Ajang Parasamya Karya Kencana 2026


BENGKULU — Langkah mantap ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam jajaran elit pengelolaan program Keluarga Berencana (KB) tingkat nasional. Mewakili Provinsi Bengkulu di Kategori Regional III pada ajang bergengsi Penilaian Apresiasi Parasamya Karya Kencana Tahun 2026, Kabupaten Bengkulu Utara sukses menjalani tahapan krusial berupa Uji Presentasi dan Wawancara secara virtual melalui ruang Zoom, Kamis (10/9/2026).

Di panggung apresiasi nasional ini, Bengkulu Utara berdiri sejajar dengan empat daerah hebat lainnya di Indonesia dari Regional III, yaitu Kabupaten Jembrana (Provinsi Bali), Kota Balikpapan (Provinsi Kalimantan Timur), Kabupaten Tebo (Provinsi Jambi), dan Kabupaten Sleman (Provinsi D.I. Yogyakarta). Persaingan ketat ini menjadi bukti nyata komitmen tinggi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam menggerakkan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).  

Pemaparan komprehensif disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkulu Utara, H. Fitriyansyah, S.STP., M.M., dari Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkulu Utara. Didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bengkulu Utara, Nova Hendriani, S.K.M., M.M., Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Faizal Hadi, S.K.M., M.Si., beserta jajaran pejabat Pemkab Bengkulu Utara, Sekda memaparkan berbagai inovasi unggulan, dukungan anggaran, sarana prasarana, hingga transformasi pelayanan KB yang berfokus pada pemenuhan hak reproduksi masyarakat secara bermutu dan berkelanjutan. 

Adapun deretan prestasi dan penghargaan tingkat provinsi yang cukup bergengsi diraih oleh Kabupaten Bengkulu Utara daintaranya adalah: 

  1. Terbaik 1 Capaian Pelayanan KB MKJP Terbanyak: Diberikan pada Momentum Peringatan HARGANAS ke-31 Tingkat Provinsi Bengkulu (Tahun 2024),
  2. Peringkat 1 Realisasi DAK Fisik KB: Persentase tertinggi penyerapannya di tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu Tahun 2025,
  3. Pelayanan Vasektomi Serentak Terbanyak: Keberhasilan menggalang partisipasi akseptor KB Pria pada 21–22 April 2025,
  4. Kontribusi Peta Jalan Kependudukan: Berhasil mewujudkan 30 indikator utama pembangunan kependudukan dalam dokumen perencanaan daerah, dan
  5. Apresiasi PK-25: Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 yang berjalan presisi dan akuntabel.

Serta Inovasi Praktik Baik guna memberikan dampak langsung pada penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan ibu, DPPKB Kabupten Bengkulu Utara merealisasikan tiga inovasi utama:

  1. JALI KEREN (Implementasi Edaran Kemendukbangga): dimana sebelumnya Kelompok KB Pria sebatas pendekatan kelompok usaha biasa (SEJAHTERAH) menjadi Peningkatan partisipasi pria yang berdampak pada pertumbuhan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), perbaikan kualitas hidup keluarga, hingga gerakan pemilahan sampah lingkungan.
  2. MEKAR BUMI (Media Edukasi Keluarga Berencana dan Informasi Terintegrasi): sebelumnya merupakan penggunaan platform SI AMAZING menjadi Pengelolaan data dilakukan secara simultan, transparan, dan dapat diakses publik/stakeholder via media sosial. Hal ini memudahkan Forkopimda melakukan deteksi dini serta intervensi percepatan penurunan stunting.
  3. JEBOL BUMDES (Jemput Bola Ibu Hamil di Desa): yang sebelumnya Pelayanan TPMB pasif di tingkat desa menjadi Petugas melakukan edukasi proaktif sejak masa kehamilan hingga mencapai kesepakatan KB Pasca Salin. Inovasi ini terbukti menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) secara signifikan di Bengkulu Utara.

Selain itu untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat, Dinas PPKB Bengkulu Utara berkolaborasi dengan Dinas Kominfo Bengkulu Utara dalam penyebarluasan tentang Komunikasi, Informasi dan Edukasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) melalui Radio Kharisma milik Pemkab Bengkulu Utara secara menyeluruh di Kabupaten Bengkulu Utara.

Dukungan penuh dari tingkat provinsi turut mengalir kuat. Hadir menyaksikan dan mengawal langsung secara virtual dari Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, yaitu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., didampingi Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., serta Ketua Tim Kerja 2 (Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi), Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P.

Di hadapan Tim Penilai Pusat yang diwakili oleh dr. Desi Lokitasari Nasution dari Direktorat Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, jajaran Pemkab Bengkulu Utara secara lugas menjawab berbagai pertanyaan strategis. Penilaian ini menyoroti penguatan indikator utama program KB nasional, terutama Method Information Index (MII) untuk menjamin hak informed choice akseptor serta Indeks Kualitas Pelayanan (IKP) KB.  


"Apresiasi Parasamya Karya Kencana bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum pembinaan dan penguatan budaya mutu secara berkesinambungan," ujar dr. Zamhir disela-sela kegiatan tersebut.  


Melalui penyampaian capaian konkret, kolaborasi lintas sektor yang solid, serta transformasi pelayanan di tingkat lapangan, Kabupaten Bengkulu Utara optimistis mampu menorehkan hasil terbaik sebagai role model nasional pengelola program KB. Hasil akhir ajang ini dijadwalkan akan diumumkan menjelang puncak peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2026.(humas)


sumber: bengkulu.kemendukbangga.go.id

Sentuhan Kehangatan di Bumi Ratu Samban: Kala Keputusan Bijak Menenun Masa Depan Keluarga Bengkulu Utara

 


ARGA MAKMUR — Suara gelak tawa dan bisik perbincangan hangat memenuhi sudut-sudut ruang tunggu Puskesmas Gunung Alam, Kecamatan Arga Makmur, Selasa (8/9/2026) pagi. Di antara semerbak aroma antiseptik, tampak para ibu duduk menanti giliran dengan senyum tenang. Hari itu bukan sekadar hari pelayanan kesehatan biasa; ada semangat baru yang diusung dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia (HKS) Tahun 2026 di Kabupaten Bengkulu Utara.

Langkah kaki rombongan monitoring Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menyusuri koridor puskesmas, diawali dari Puskesmas Dusun Curup di Kecamatan Air Besi sebelum berlanjut ke Puskesmas Gunung Alam. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., hadir secara langsung untuk memastikan senyum kepuasan para akseptor terpancar nyata di lapangan.

Tak sendiri, dr. Zamhir didampingi oleh Kepala Dinas DPPKB Bengkulu Utara, Nova Hendriani, S.K.M., M.M., Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Faizal Hadi, S.K.M., M.Si., serta Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., dan Ketua Ikatan Penyuluh KB (IPeKB) Kabupaten Bengkulu Utara, Johandi, S.K.M., beserta Penyuluh KB dan Bidan di wilayah tersebut. Sinergi erat antara pemerintah provinsi dan daerah ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendekatkan pelayanan KB bermutu hingga ke pelosok desa.


Bukan Sekadar Layanan, Tapi Edukasi Bermakna

Mengusung tema nasional "Kontrasepsi: Informasi Tepat, Pilihan Bijak, Keluarga Sehat" yang diperingati setiap 26 September, momentum kampanye yang berlangsung serentak sejak 7 September hingga 7 Oktober 2026 ini menitikberatkan pada aspek kualitas konseling dan edukasi.

Di sela-sela peninjauan, dr. Zamhir sempat menyapa dan berdialog dengan beberapa calon akseptor. Pendekatan humanis menjadi kunci: masyarakat tidak lagi diposisikan sekadar sebagai penerima layanan kesehatan, melainkan diajak berdiskusi agar memahami pilihan reproduksi yang paling aman, efektif, dan sesuai dengan siklus hidup keluarga mereka.

"Pilihan kontrasepsi yang diambil dengan kesadaran penuh dan informasi yang utuh adalah fondasi utama dalam melahirkan keluarga yang sehat, sejahtera, serta bebas dari risiko stunting," ujar dr. Zamhir di sela-sela peninjauan.

Selama sebulan penuh masa kampanye HKS 2026, Kabupaten Bengkulu Utara mengemban target pelayanan yang cukup representatif, yakni:

  • Target Peserta Baru (PB) Total: 2.123 Akseptor;
  • Target PB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP): 565 Akseptor;
  • Target PB KB Pascapersalinan (KBPP): 344 Akseptor;

Optimisme membumbung tinggi bahwa target tersebut tidak hanya akan tercapai secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dalam memberikan perlindungan reproduksi bagi masyarakat.


Asa Parasamya Karya Kencana dari Bumi Ratu Samban

Di tengah kemeriahan pelayanan KB, sebuah agenda strategis turut menggema. Peninjauan lapangan ini dipadukan dengan pemaparan kesiapan Kabupaten Bengkulu Utara yang berhasil masuk nominasi penghargaan prestisius Parasamya Karya Kencana.

Bengkulu Utara terpilih mewakili Provinsi Bengkulu di Regional III, berdiri sejajar dengan empat daerah hebat lainnya di Indonesia:

  • Kabupaten Jembrana (Provinsi Bali);
  • Kota Balikpapan (Provinsi Kalimantan Timur);
  • Kabupaten Tebo (Provinsi Jambi);
  • Kabupaten Sleman (Provinsi D.I. Yogyakarta);

Tahapan krusial pendalaman dan penilaian akhir akan dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026 mendatang melalui Virtual Zoom Meeting oleh Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Kehadiran jajaran pimpinan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu bersama jajaran Pemkab Bengkulu Utara hari itu menjadi suntikan motivasi moral yang ampuh. Sinergi pelayanan KB di tingkat tapak bukan hanya membuktikan kesiapan Bengkulu Utara merebut penghargaan Parasamya Karya Kencana, tetapi lebih dari itu: membuktikan komitmen nyata dalam membangun SDM berkualitas menuju Indonesia Emas.(humas)


sumber: bengkulu.kemendukbangga.go.id

Memperkokoh Fondasi Keluarga di Bumi Merah Putih: Langkah Transformasi Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Bersama Pemerintah Daerah

 

Foto: kanan ke kiri Kepala DP3AP2KB Provinsi Bengkulu, Ns. Gusti Miniarti, S.Kep., M.H., Wakil Gubernur Bengkulu, H. Mian, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., Sekretaris Perwakilan Weldi Suisno, S.Pd., M.E., dan Ketua Tim Kerja Pengelolaan SDM, Organisasi, dan Hukum, Aminatuzakiyah Afakhiroh, S.K.M., usai kegiatan Audiensi dengan Wakil Gubernur Bengkulu di ruang kerja Wakil Gubernur Bengkulu (7/9/2026).

BENGKULU — Suasana hangat tampak menyelimuti Ruang Kerja Wakil Gubernur Bengkulu pada Senin pagi (7/9/2026). Di balik deretan agenda pemerintahan yang padat, sebuah pertemuan penting berlangsung—sebuah perbincangan strategis yang bermuara pada satu tujuan besar: masa depan keluarga dan kependudukan di Provinsi Bengkulu.

Pagi itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., melangkah bersama jajarannya untuk melakukan audiensi langsung dengan Wakil Gubernur Bengkulu, H. Mian. Didampingi Sekretaris Perwakilan Weldi Suisno, S.Pd., M.E., dan Ketua Tim Kerja Pengelolaan SDM, Organisasi, dan Hukum, Aminatuzakiyah Afakhiroh, S.K.M., jajaran Kemendukbanga/BKKBN Bengkulu disambut hangat oleh Wakil Gubernur yang saat itu didampingi oleh Kepala DP3AP2KB Provinsi Bengkulu, Ns. Gusti Miniarti, S.Kep., M.H.

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi birokrasi biasa. Di balik obrolan penuh keakraban tersebut, ada agenda transformasi besar yang tengah diusung. Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu sedang bersiap mengarungi babak baru penataan kelembagaan menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT)—sebuah langkah konkret dalam menindaklanjuti arahan dari Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN.


Menjawab Tantangan Regulasi, Memperkuat Akar di Daerah

Transformasi menuju UPT ini berlandaskan pada Payung Hukum Peraturan Presiden Nomor 181 Tahun 2024 tentang BKKBN serta Permenpan-RB Nomor 2 Tahun 2023. Melalui penataan ini, Kemendukbangga/BKKBN berikhtiar agar fungsi pelayanan dan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Bengkulu dapat berjalan semakin lincah, terstruktur, dan berkelanjutan.

Namun, transformasi di tingkat pusat tak akan sempurna tanpa restu dan pelukan hangat dari Pemerintah Daerah. Rekomendasi serta dukungan dari Kepala Daerah menjadi kunci utama agar proses pembentukan UPT ini berjalan lancar.

"Pembentukan UPT ini ditujukan untuk memastikan keberlanjutan pelaksanaan tugas teknis operasional maupun penunjang di lapangan. Lebih dari itu, kami ingin memperkuat tali koordinasi dan sinergi program bersama Pemerintah Daerah," ungkap dr. Zamhir Setiawan di sela-sela kegiatan.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., (kanan) melaksanakan kegiatan Audiensi dengan Wakil Gubernur Bengkulu, H. Mian (kiri) di ruang kerja Wakil Gubernur Bengkulu (7/9/2026).

Sinergi Demi Keluarga Bengkulu yang Sejahtera

Wakil Gubernur Bengkulu, H. Mian, menyambut positif langkah proaktif dan komitmen yang ditunjukkan oleh Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu. Kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi melalui DP3AP2KB dan Kemendukbangga/BKKBN dipandang sebagai benteng utama dalam mengawal berbagai isu krusial kependudukan mulai dari ketahanan keluarga, penyiapan generasi muda, hingga penurunan angka stunting di daerah.

Pemerintah Provinsi Bengkulu siap memberikan dukungan sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku. Bagaimanapun juga, urusan kependudukan dan keluarga berencana adalah investasi jangka panjang untuk mencetak SDM Unggul di Bumi Merah Putih.

Melalui audiensi ini, sebuah fondasi kolaborasi baru telah diperkuat. Penataan kelembagaan kemendukbangga/BKKBN menjadi UPT bukan sekadar perubahan papan nama atau struktur organisasi, melainkan sebuah ikhtiar bersama agar setiap program kependudukan dapat hadir lebih dekat, lebih nyata, dan membawa manfaat langsung bagi setiap keluarga di Provinsi Bengkulu.(humas)


sumber: bengkulu.kemendukbangga.go.id

Menjemput Masa Depan Keluarga dari Bumi Merah Putih: Catatan Pagi di Puskesmas Jalan Gedang

 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama Kepala Dinas PP3AP2KB Kota Bengkulu, Dra. Rosminiarty dan jajaran didampingi Ketua Tim Kerja 2 (KBKR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., pada peninjauan pelayanan KB dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia (WCD) tahun 2026 di Puskesmas Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu (7/9/2026).

BENGKULU — Keriuhan kecil sudah terasa sejak matahari belum berada tepat di atas kepala di halaman Puskesmas Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Senin (7/9/2026). Beberapa ibu muda terlihat berbincang hangat sambil memangku balita mereka, sementara beberapa pasangan suami istri mengantre rapi menuju ruang pelayanan kesehatan.

Pagi itu bukan sekadar hari Senin biasa. Di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut, suasana hangat menjadi penanda dibukanya babak baru perjuangan menjaga kualitas keluarga di Bumi Merah Putih: Peluncuran Pelayanan KB Serentak dalam rangka Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) Tahun 2026.

Langkah kaki Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama Ketua Tim Kerja 2 (KBKR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., menyusuri setiap sudut area pelayanan. Didampingi Kepala Dinas PP3AP2KB Kota Bengkulu, Dra. Rosminiarty, dr. Zamhir menyapa satu per satu akseptor yang sedang bersiap mendapatkan pelayanan.

"Perencanaan keluarga adalah fondasi utama untuk membangun generasi emas," ujar dr. Zamhir di sela-sela peninjauan.

Kunjungan lapangan ini menjadi cermin dari keseriusan Kemendukbangga/BKKBN di tingkat daerah untuk menjawab tantangan kependudukan nasional. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa tantangan KB masih cukup berliku: angka pemakaian kontrasepsi modern (mCPR) nasional sempat melandai ke angka 60,8 persen, diiringi kenaikan tingkat unmet need atau kebutuhan KB yang belum terlayani mencapai 13,4 persen, serta tingkat putus pakai (drop out) yang menyentuh 23,9 persen.


Satu Bulan, Beri Ruang Pilihan Bagi Pasangan Usia Subur

Gerakan serentak yang diresmikan di Puskesmas Jalan Gedang ini adalah bagian dari kerja besar nasional yang berlangsung marathon selama satu bulan penuh, mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026. Targetnya tidak main-main: memberikan pelayanan kepada 1.228.004 akseptor Pasangan Usia Subur (PUS) di seluruh pelosok Indonesia.

Untuk Provinsi Bengkulu sendiri, target capaian telah ditetapkan secara terukur bagi seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu guna mendukung percepatan target nasional tersebut, antara lain:

  • Target Peserta KB Baru (PB): 11.991 peserta;
  • Target PB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP): 2.978 peserta;
  • Target PB KB Pascapersalinan (KBPP): 2.925 peserta

Di tempat pelayanan, ragam metode kontrasepsi disediakan secara komprehensif. Mulai dari metode jangka pendek seperti Pil, Kondom, dan Suntik, hingga Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, Implan, MOW, dan MOP, serta fokus khusus pada KB Pascapersalinan (KBPP).  

Pemanfaatan Mobil Unit Pelayanan KB (MUYAN) juga dikerahkan untuk menjangkau masyarakat hingga ke sudut-sudut wilayah yang sulit diakses.


Informasi Tepat, Pilihan Bijak, Keluarga Sehat

Mengusung tema besar "Kontrasepsi: Informasi Tepat, Pilihan Bijak, Keluarga Sehat", kampanye tahun 2026 ini menitikberatkan pada aspek kualitas konseling dan edukasi. Calon akseptor tidak hanya diposisikan sebagai penerima layanan, melainkan diajak untuk memahami pilihan reproduksi yang paling aman dan sesuai dengan siklus hidup mereka. 

Tidak hanya menyasar para ibu, rangkaian peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tahun ini juga mendobrak stigma dengan mendorong partisipasi aktif kaum pria. Melalui Webinar Nasional KB Pria bertajuk "Berbagi Beban Kontrasepsi, Berbagi Peran dengan Istri" pada 24 September mendatang, keterlibatan suami dalam perencanaan keluarga terus dipacu.

Rangkaian kegiatan ini nantinya akan berpuncak pada 7 Oktober 2026 di Jakarta. Selain menghadirkan teleconference interaktif bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, acara puncak juga diwarnai dengan peluncuran media KIE kesehatan reproduksi yang inklusif, seperti Buku Braille untuk penyandang disabilitas netra dan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi remaja risiko tinggi.

Dari sebuah puskesmas di Kota Bengkulu pada awal September ini, sebuah komitmen nyata terus digelorakan. Sebab di balik setiap lembar lembar keputusan pasangan suami istri memilih kontrasepsi yang tepat, ada senyum anak-anak Indonesia yang masa depannya sedang disiapkan dengan matang menuju Indonesia Emas 2045.(humas)


sumber: bengkulu.kemendukbangga.go.id

Menenun Masa Depan Bengkulu dari Bilik Bersalin: Asa di Balik Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2026



BENGKULU — Pagi di Bengkulu, Kamis, 3 September 2026, terasa hangat dan penuh semangat. Dalam sebuah ruang rapat virtual yang dihadiri oleh jajaran jajaran Dinas OPD KB kabupaten/kota, pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI), hingga para Penyuluh KB (PKB/PLKB) se-Provinsi Bengkulu, sebuah misi besar untuk masa depan keluarga di Bumi Merah Putih resmi ditambatkan.

Momentum Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD) yang diperingati setiap tanggal 26 September bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, hari tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa merencanakan keluarga adalah fondasi utama menciptakan generasi yang sehat, sejahtera, dan bebas dari ancaman stunting.


Persalinan dan Momen Emas KB Pasca Persalinan

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, menegaskan pentingnya memperkuat Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP). Menurutnya, ruang dan waktu setelah melahirkan—hingga kurun 42 hari—adalah "momen emas" untuk menentukan jarak kehamilan yang ideal agar bayi yang baru dilahirkan mendapat pengasuhan dan asupan gizi, serta kesempatan tumbuh kembang yang optimal.


"Penggunaan kontrasepsi pasca persalian tidak hanya untuk mengatur jarak kelahiran, tetapi dapat menekan angka kehamilan yang tidak diinginkan, menurunkan angka kematian Ibu maupun angka kematian bayi, dan yang tidak kalah penting untuk mencegah terjadinya stunting," ujar dr. Zamhir dalam sambutannya.

Hingga Juli 2026, capaian KBPP di Provinsi Bengkulu tercatat sebanyak 11.323 akseptor atau sekitar 48,7% dari target tahunan sebesar 23.247 akseptor. Angka ini memacu semangat seluruh petugas di lapangan untuk bekerja lebih ekstra demi mengejar sisa target di paruh kedua tahun 2026.


Mengejar Target Serentak di Sepuluh Kabupaten/Kota

Menyambut peringatan WCD 2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memberi kepercayaan target yang nyata bagi Provinsi Bengkulu. Target tersebut mencakup 11.991 Peserta Baru (PB), 2.978 PB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), serta 2.925 target KB Pasca Persalinan (KBPP).

Sebaran target ini terdistribusi ke seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, seperti Bengkulu Utara (2.123 PB), Rejang Lebong (1.794 PB), Kota Bengkulu (1.678 PB), Seluma (1.319 PB), Mukomuko (1.108 PB), Kepahiang (1.026 PB), hingga daerah lainnya.

Untuk merealisasikan target tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu bersama mitra kerja telah menyusun gerak cepat berupa Pelayanan KB Serentak yang akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari 7 September hingga 7 Oktober 2026.


Gotong Royong Demi Senyum Keluarga Bengkulu

Langkah besar ini mustahil berjalan sendiri. Suksesnya Pelayanan KB Serentak WCD 2026 berada di pundak para bidan di puskesmas dan fasilitas kesehatan, para Penyuluh KB di pelosok desa, hingga dukungan dinas teknis di tiap daerah.

"Dari target yang telah ditetapkan, saya sangat berharap seluruh jajaran OPD KB, Pengurus Daerah dan Cabang IBI, Bidan, PKB/PLKB, serta para pemangku kepentingan dapat bahu-membahu dan bekerja sama demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," tutur dr. Zamhir seraya membuka secara resmi rapat persiapan tersebut.

Di akhir sambutannya, dr. Zamhir kembali menyuarakan pesan kunci yang menjadi pegangan bersama dalam membangun keluarga Indonesia yang sejahtera dan terencana:


"Berencana Itu Keren!".(humas)

Semarak Merah Putih 2026, Bakti KB Jadi Pilihan Untuk Indonesia Lebih Sehat


Bengkulu,-Pemerintah Provinsi Bengkulu tahun ini menggelar "Semarak Merah Putih 2026".  Program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui surat Gubernur Bengkulu Nomor B/100.1/38/B.1/VII/2026. Pada Gebyar Semarak Merah Putih, Bakti KB menjadi pilihan untuk mewujudkan Indonesia lebih sehat, khususnya masyarakat Bengkulu.

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai perlombaan. Di tengah gegap gempita Merah Putih, semangat kemerdekaan juga hadir melalui pengabdian untuk keluarga dan kesehatan masyarakat.

Bagi Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Bengkulu, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan komitmen menghadirkan pelayanan Bangga Kencana yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui Bakti KB, sebuah gerakan pelayanan yang tidak sekadar menghadirkan layanan kontrasepsi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat, berkualitas dan memiliki ketahanan. Dan menekan angka kebutuhan PUS ber-KB yang tidak terlayani/ unmet need.

Bakti KB Semarak Merah Putih berlangsung disejumlah daerah kabupaten dan kota di Bengkulu. Perdana digelar di Kabupaten Kaur, Bengkulu yang menyasar pasangan usia subur (PUS) di Kaur yang mencapai 19.271 pasangan, dan terapat PUS di Bengkulu sebanyak 316.763 pasangan," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid diselah peninjauan pelayanan KB Semarak Merah Putih di Kaur, pekan lalu,Jumat,(28/8/2026).

Di balik setiap pelayanan KB, tersimpan harapan sederhana keluarga Indonesia merencanakan kehidupan keluarga dengan lebih baik, mengatur jarak kelahiran, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta mempersiapkan masa depan generasi berikutnya.

Semangat inilah yang membuat Bakti KB menjadi pilihan dalam memaknai kemerdekaan. Sebab, kemerdekaan tidak hanya berbicara tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang kemampuan keluarga menentukan masa depannya secara mandiri," ujar dr. Zamhir.

Ketua Tim Kerja 2 Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Provinsi Bengkulu Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. menyampaikan Semarak Merah Putih tahun ini, BKKBN bersama pemerintah daerah, baik provinsi hingga kabupaten dan kota membuka ruang dalam sehatn dan kemandirian keluarga melalui pelayanan KB. 

Bakti KB di Kabupaten Kaur berlangsung selama sepekan mulai 21- hingga 29-Agustus-2026 memberikan layanan kontrasepsi dengan berbagai jenis dan metode, jangka panjang dan jangka pendek. Pada pekan baksos KB di Kaur mempu layani puluhan akseptor dengan berbagai jenis kontrasepsi.

"Bakti KB Semaraka Merah Putih di Kabur melayani 41 akseptor KB modern, implan, IUD, suntik dan pil," kata Else. (irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(31/8/2026)

Menjemput Asa di Lapangan Merdeka: Mengurai Stunting Lewat Inovasi "KB GISAI" dan Sinergi Lintas Sektor di Kaur


BINTUHAN (KAUR) — Pagi di Lapangan Merdeka Bintuhan, Kabupaten Kaur, Sabtu (29/8/2026), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga bersama para kader Keluarga Berencana (KB), jajaran forum komunikasi pimpinan daerah, hingga pimpinan instansi berkumpul dengan satu tekad bulat: membebaskan anak-anak Kaur dari ancaman stunting. Di tengah riuh hangat suasana lapangan, gagasan besar berwujud aksi nyata diluncurkan melalui inovasi program unggulan bertajuk “KB GISAI STUNTING” (Kolaborasi Gerakan Intervensi Spesifik Atasi Stunting).  

Stunting bukan sekadar persoalan fisik atau tinggi badan anak yang berada di bawah standar. Lebih dari itu, kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ini mengancam perkembangan kognitif dan daya saing generasi mendatang. Menyadari krusialnya tantangan tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kaur melangkah mantap menjadikan pencegahan stunting sebagai agenda utama pembangunan manusia di bumi Sease Seijean.


Deretan Prestasi Gemilang Penopang Sinergi

Momen perhelatan di Lapangan Merdeka ini menjadi bukti nyata apresiasi atas kerja keras bersama. Pemerintah Kabupaten Kaur berhasil mengukir berbagai prestasi dan capaian membanggakan, baik di tingkat daerah maupun se-Provinsi Bengkulu:

  1. Pelopor Peraturan Bupati PJPK: Kabupaten Kaur menjadi kabupaten pertama di Provinsi Bengkulu yang sukses menyelesaikan Dokumen Perencanaan Pembangunan Keluarga (PJPK) Berkualitas hingga menerbitkan Peraturan Bupati PJPK tingkat Kab/Kota tahun 2025.
  2. Juara Pengisian Portal Sidaya: Meraih persentase tertinggi dalam pengisian Portal Sidaya.
  3. Capaian Pelayanan KB Tertinggi Semester I Tahun 2026:

a. Capaian Peserta Baru (PB) Pelayanan KB Tertinggi se-Provinsi Bengkulu.

b. Capaian Peserta Baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Tertinggi se-Provinsi Bengkulu.

c. Capaian Peserta Baru KB Pasca Persalinan (KBPP) Tertinggi Semester I Tahun 2026.  

Capaian-capaian ini membuktikan bahwa sinergi antara lini lapangan—seperti para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Penyuluh Agama/Keluarga Berencana—dengan jajaran penentu kebijakan daerah berjalan sangat efektif.



Optimisme Kemendukbangga/BKKBN: Modal Sosial dan Operasional yang Kuat

Kegiatan ini turut dihadiri secara langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. Kehadiran pimpinan Kemendukbangga/BKKBN tingkat provinsi tersebut memberikan dorongan semangat dan bentuk penguatan komitmen atas inovasi yang dijalankan Pemkab Kaur.

"Inovasi KB GISAI yang diluncurkan Kabupaten Kaur ini merupakan modal sosial dan operasional yang sangat luar biasa. Dengan capaian pelayanan KB semester pertama yang sudah berada di puncak tertinggi se-Provinsi Bengkulu, dipadukan dengan keterpaduan intervensi gizi serta regulasi PJPK yang kuat, kami sangat optimis Kabupaten Kaur mampu mempercepat penurunan stunting secara terukur hingga mencapai target New Zero Stunting," tegas dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.


Menjangkau Sasaran Prioritas: Bantuan Nutrisi Langsung

Berdasarkan data pemetaan terbaru, Kabupaten Kaur saat ini memiliki target sasaran genting sebanyak 862 sasaran. Berkat kerja cepat tim intervensi di lapangan, sebanyak 921 sasaran telah mendapatkan intervensi berupa edukasi gizi dan pola asuh.

Tidak berhenti pada edukasi verbal, pada gelaran ini disalurkan bantuan nutrisi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 60 sasaran prioritas yang belum terjangkau program Makan Bergizi Gratis (MBG 3B). Bantuan ini difokuskan kepada:

20 orang Ibu Hamil

10 orang Ibu Menyusui

30 orang Balita

Paket bantuan yang diberikan berupa bahan pangan kaya protein dan gizi seimbang seperti susu, telur, gula, dan biskuit. Khusus bagi ibu hamil dan ibu menyusui, Pemerintah Daerah turut memberikan tambahan bantuan beras selama 3 bulan untuk memastikan ketahanan gizi keluarga terjaga berkelanjutan.



Menatap Masa Depan: Penguatan Intervensi Non-Nutrisi & Sinergi Lintas Sektor

Pencegahan stunting secara komprehensif membutuhkan penanganan hingga ke akar masalah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kaur menegaskan komitmennya untuk menggeser dan memperluas fokus pada bantuan Non-Nutrisi (Intervensi Sensitif), yang meliputi:  

  • Penyediaan Jamban Sehat;
  • Akses pasokan Air Bersih;
  • Perbaikan Rumah Layak Huni (Rutilahu);
  • Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.

Untuk mewujudkan hal tersebut, disepakati dua strategi utama penguatan:

  1. Sinergitas Program Antar-OPD: Mengintegrasikan seluruh potensi dinas dan instansi daerah.
  2. Kolaborasi & Dukungan Mitra: Merangkul BAZNAS, BPJS Kesehatan, BUMN/BUMD, media massa, akademisi, hingga organisasi komunitas.  


Komitmen Bersama Pimpinan Daerah

Kegiatan yang berlandaskan Instruksi Bupati Kaur dan Instruksi Ketua TPPS Kaur ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dan unsur penting daerah, di antaranya:

  1. dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. (Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu); 
  2. Abdul Hamid, S.Pd.I. (Wakil Bupati Kaur); 
  3. Dr. Nasrur Rahman, S.Hut., M.Si. (Sekretaris Daerah Kab. Kaur);
  4. Evana Toursyahdia, S.IP (Plt. Kepala DP2KBP3A Kab. Kaur);
  5. Jajaran Forkopimda Kabupaten Kaur  Pimpinan/Perwakilan BAZNAS Kaur dan BPJS Kesehatan Kaur;
  6. Seluruh jajaran PKB/PLKB se-Kabupaten Kaur. 

Di akhir acara, senyum optimis terpancar dari wajah ibu-ibu penerima manfaat. Langkah nyata di Lapangan Merdeka Bintuhan ini menjadi pilar kokoh bagi Kabupaten Kaur menuju mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong New Zero Stunting.(Humas)

Ketika Bahaya Laten Mengintai Remaja, PIK-R Hadir Jadi Benteng Generasi Muda


Bengkulu,- Masa remaja ibarat berada di persimpangan jalan. Di satu sisi terbuka begitu banyak peluang untuk meraih masa depan cemerlang, namun di sisi lain berbagai pengaruh dan ancaman dapat datang tanpa selalu disadari. Tiga ancaman atau risiko dasar yang sering dihadapi oleh remaja yang dapat disebut bahaya laten bagi remaja yaitu perilaku seks bebas diluar nikah, penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya yang merusak masa depan dan kesehatan fisik remaja. Dan, pernikahan pada usia anak.

Melihat hal tersebut sebagai ancaman bagi generasi muda, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) telah mengembangkan program Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R). PIK-R, wadah kegiatan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan perencanaan masa depan melalui konsep program triad KRR, tiga risiko ancaman dasar kesehatan reproduksi.


"Setelah mengembangkan sebanyak 858 kelompok PIK-R di sekolah tingkat SMA/MA dan SMP/MTs di Bengkulu. Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu kembali hadirkan PIK-R di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kaur, Bengkulu," kata Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan. M.Epid., saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi I di Kabupaten Kaur, Bengkulu, Jumat,(28/8/2026).


Kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., yang didampingi oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kaur, Bengkulu Evana Toursyadia, S.IP dan sejumlah jajaran melakukan Sosialisasi PIK-R di sekolah tersebut diawali dengan pembagian beberapa alat peraga edukasi PIK-R dan GenRe terhadap siswa sekolah tersebut. 

dr. Zamhir, menyampaikan, ketika bahaya laten mengintai remaja, PIK-R wajib hadir di tengah siswa-siswi menjadi benteng generasi muda untuk menyiapkan diri sebagai penerus pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.

Pergaulan berisiko buruk, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, pernikahan usia anak, hingga paparan informasi negatif di ruang digital menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama. Ancaman itu tidak selalu datang dalam bentuk yang terlihat. Justru karena hadir secara perlahan dan dapat menyusup melalui lingkungan pergaulan maupun dunia digital, berbagai persoalan tersebut layak disebut sebagai bahaya laten bagi generasi muda.


PIK-R tidak sekadar menjadi tempat menyampaikan informasi. Lebih dari itu, wadah ini diharapkan menjadi ruang aman bagi remaja untuk berbicara tentang persoalan yang mereka hadapi, bertanya tanpa rasa takut, serta memperoleh pemahaman yang benar sebelum mengambil keputusan.

Plt. Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Kaur, Bengkulu, Evana Toursyadia, S.IP menilai penguatan PIK-R penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang mengiringi pertumbuhan generasi muda. Dan diharapkan, PIK-R di Sekolah Rakyat dapat menciptakan konselor sebaya dan pendidik sebaya (peer educator). Dengan demikian PIK-R menjadi bagian dari motor pembangunan kependudukan," ujar Evana.

"Membentengi remaja berarti menjaga masa depan. Dan PIK-R menjadi salah satu ruang penting untuk memulai perjuangan itu." (irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Senin,(31/8/2026).

Menyelamatkan Masa Depan dari Balik Dinding Asrama: Menjawab Lonjakan Angka Kehamilan Remaja Bengkulu

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama jajaran tim kerja di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu, Yuliarma Yenni, S.Pd., M.Pd. dan unsur pimpinan dari PKM Betungan, Kota Bengkulu pada kegiatan Edukasi Kesehatan Reproduksi Sesuai Siklus Hidup termasuk Kelompok Risiko Tinggi di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu pada Kamis 27 Agustus 2026.

Kota Bengkulu — Pagi yang cerah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu terasa berbeda dari biasanya. Ratusan pasang mata siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA berkumpul dengan raut wajah penuh antusias. Di balik deretan meja dan keceriaan khas anak muda, tersimpan sebuah misi penting: membentengi generasi muda Bengkulu dari ancaman nyata yang tengah mengintai masa depan mereka—kehamilan usia remaja dan risiko stunting.  

Dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama Tim Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, UPTD Puskesmas Betungan, serta Duta dan Forum GenRe (Generasi Berencana) membawa pesan penting dalam pembukaan kegiatan “Edukasi Kesehatan Reproduksi Sesuai Siklus Hidup Termasuk Kelompok Risiko Tinggi Tahun 2026”.  


Alarm Nyata: Kenaikan Angka Kelahiran Remaja

Langkah masif Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu ini bukan tanpa alasan. Sebuah fakta statistik dari hasil pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2025 menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan dan kesehatan di Bumi Merah Putih.

Angka kelahiran pada usia remaja atau Age Specific Fertility Rate (ASFR) usia 15–19 tahun di Bengkulu berada di angka 20,4. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi 13,7. Artinya, dari setiap 1.000 remaja putri usia 15–19 tahun, terdapat sekitar 20 hingga 21 kelahiran.

Dalam arahan, dr. Zamhir Setiawan menekankan bahwa lonjakan angka kehamilan terlalu muda ini tidak boleh diabaikan begitu saja sebagai deretan angka statistik belaka.  

"Kenaikan angka kehamilan di usia remaja membawa dampak yang sangat serius. Secara medis, ini meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, risiko kematian ibu dan bayi, hingga memicu lahirnya anak stunting. Secara sosial dan ekonomi, kehamilan dini berisiko menurunkan tingkat pendidikan perempuan dan berdampak pada rendahnya kesiapan mental menjadi orang tua," pangkas dr. Zamhir di hadapan para siswa dan pengelola asrama. 

Akar dari permasalahan rumit ini sering kali bermuara pada satu hal: minimnya akses terhadap informasi kesehatan reproduksi yang benar, akurat, dan ramah remaja.


Intervensi Komprehensif Berbasis Siklus Hidup

Melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (BANGGAKENCANA), Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu hadir memberikan solusi holistik lewat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berbasis siklus hidup. Pendekatan ini memastikan pemahaman kesehatan reproduksi ditanamkan secara bertahap dan berkelanjutan, mulai dari masa anak-anak, pra-remaja, remaja, hingga dewasa.

Edukasi tidak hanya berfokus pada sisi biologis semata, tetapi juga mencakup pemahaman faktor risiko, perencanaan masa depan, serta pembentukan karakter remaja agar cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan hidup.


Dampak Multidimensi Kehamilan Usia Remaja:

  1. Sektor Kesehatan: Meningkatkan risiko anemia, komplikasi persalinan, Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB), serta kelahiran bayi stunting.
  2. Sektor Pendidikan & Ekonomi: Risiko putus sekolah (drop out) bagi remaja putri yang membatasi peluang karir dan kemandirian ekonomi.
  3. Sektor Psikologis & Sosial: Ketidaksiapan mental dalam pengasuhan anak (parenting), ketahanan keluarga yang rentan, hingga rendahnya kualitas pengasuhan.


Wali Asrama dan Duta GenRe sebagai Garda Terdepan

Pendekatan edukasi di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Bengkulu memiliki keunikan tersendiri. Mengingat para siswa tinggal di lingkungan asrama, keberhasilan program ini memerlukan sinergi erat antara pendidik, wali asrama, dan pendidik sebaya.

Kemendukbangga/BKKBN secara khusus merangkul Bapak dan Ibu Wali Asrama sebagai perpanjangan tangan orang tua di sekolah. Wali asrama berperan vital menciptakan lingkungan yang suportif, aman, dan informatif bagi anak-anak yang sedang mengalami fase transisi tumbuh kembang.

Di sisi lain, kehadiran Duta dan Forum GenRe Provinsi Bengkulu membawa energi positif. Gaya komunikasi sebaya (peer-to-peer) yang santai dan terbuka terbukti lebih efektif merangkul para remaja untuk berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi tanpa rasa canggung atau tabu.  

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama jajaran tim kerja di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu, Yuliarma Yenni, S.Pd., M.Pd. dan unsur pimpinan dari PKM Betungan, Kota Bengkulu pada kegiatan Edukasi Kesehatan Reproduksi Sesuai Siklus Hidup termasuk Kelompok Risiko Tinggi di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu pada Kamis 27 Agustus 2026.


Menuju Generasi Emas: Berencana Itu Keren!

Acara yang dibuka secara resmi dengan pembacaan bismillahirrahmanirrahim oleh Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 beserta jajaran.  

Pesan utama yang digelorakan sepanjang kegiatan adalah mengajak para pelajar menjadi agent of change (agen perubahan). Remaja Bengkulu didorong untuk memegang teguh semangat kesadaran: merencanakan pendidikan, merencanakan karir, serta merencanakan usia pernikahan yang matang.

Sesuai dengan jargon yang digaungkan dengan penuh semangat di akhir acara "Berencana Itu Keren!" pembangunan kualitas sumber daya manusia Bengkulu kini secara nyata telah dimulai dari kesadaran para remajanya dalam menjaga diri dan masa depan mereka.(humas)

Jaga Produktivitas Kerja, ASN Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama seluruh ASN Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu mengikuti Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Bengkulu,- Pemerintah merancang program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukan sekadar sebagai kegiatan skrining awal, melainkan sebagai fondasi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) dan masa depan bangsa. Program CKG Nasional dicanangkan dan mulai diluncurkan secara resmi pada 10 Februari 2025 lalu untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Kesehatan adalah investasi utama yang dapat menghemat pengeluaran finansial keluarga secara langsung sekaligus meringankan beban anggaran negara secara makro. Maka, penting bagi kita untuk memeriksakan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi dini konsisi kesehatan tubuh, Dengan menjaga kesehatan, keluarga akan tetap beraktivitas dan produktif." kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Naslional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., saat mengikuti program CKG di kantornya, Kamis, (27/8/2026).

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Perwakilan BKKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., menyampaikan "Program CKG di lingkup Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu itu menindak lanjuti program nasional dengan menyasar sejumlah Aparatur Sipil negara (ASN) di lingkup Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu agar meningkatkan produktifitas karyawan," kata Weldi.

"CKG yang berlangsung di kantor Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu pada 27/8/2026 itu menlibatkan sejumlah ASN yang ada. Dan langkah tersebut sejalan dengan tujuan sebagai investasi bagi keluarga dan bangsa," demikian Weldi.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Bengkulu

Rilis : Kamis(27/8/2026).

Gubernur : PKK Garda Terdepan Dalam Pembangunan Keluarga, Sinergitas Lintas Sektor Kunci Kesuksesan 10 Program Pokok

Foto: Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan pada Puncak Peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak PKK di Hotel Grage Horizon Bengkulu (27/8/2026).

Bengkulu,- Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan menegaskan peran strategis Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sebagai garda terdepan dalam pembangunan keluarga. PKK perlu membangun kerjasama lintas sektor karena sinergitas kunci utama suksesnya pelaksanaan program pokok organisasi wanita tersebut.

"Dibangunnya sinergitas melalui peningkatan kapasitas dan penerapan 10 Program Pokok PKK dinilai memiliki posisi penting dalam memperkuat ketahanan dan kesejahteraan keluarga," hal itu disampaikan Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026 di Bengkulu, Kamis, (27/8/2026).

Menurut Gubernur, keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Karena itu, berbagai program yang menyentuh kehidupan keluarga perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia menekankan, penerapan 10 Program Pokok PKK tidak sebatas kegiatan organisasi, tetapi harus mampu menjadi gerakan nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan hingga penguatan karakter keluarga.

Sinergi PKK dengan program pembangunan pemerintah juga dinilai penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan keluarga, termasuk pencegahan stunting, peningkatan gizi keluarga, penguatan ekonomi, perlindungan perempuan dan anak serta peningkatan kualitas lingkungan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada pewarta menyampaikan bahwa, sinergitas antara Tim Penggerak PKK dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dalam mewujudkan ketahanan keluarga berakar kuat pada 10 Program Pokok PKK, khususnya yang bersinggungan dengan bidang kesehatan, pendidikan, dan perencanaan keluarga.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., hadir pada Puncak Peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak PKK di Hotel Grage Horizon Bengkulu (27/8/2026).

Kerjasama antar dua lembaga tersebut, kata dr. Zamhir telah berlangsung lama melalui program Gerak PKK KB Kesehatan. Yang diatur Peraturan Presiden No. 99 Tahun 2017 Tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Secara Nasional. Dan, Instruksi Bersama (Mendagri, Menkes, dan Kepala BKKBN) Tentang Keputusan lintas sektoral historis seperti pembentukan Posyandu dan keterpaduan KB-Kesehatan yang memperkuat aksi di tingkat akar rumput.

"Program PKK KB Kesehatan adalah sinergi antara Tim Penggerak PKK dan instansi terkait untuk meningkatkan kualitas keluarga melalui pemberdayaan masyarakat di bidang keluarga berencana, kesehatan, dan kesejahteraan," ujar Zamhir, Kamis,(27/8/2026).

Titik singgung PKK - Kemendukbangga/BKKBN bergerak bersama dalam mendukung pencegahan stunting melalui kegiatan Posyandu, edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Penguatan program Keluarga Berencana (KB) dan pendampingan keluarga melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat akar rumput hingga ke Kampung KB, itu terdapat dalam pragram perencanaan sehat (Program Pokok ke-10).(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu

Rilis : Kamis,(27/8/2026).

Menjaga Benteng Kesehatan Perempuan Bengkulu: Dari Ancaman Pernikahan Dini hingga Alarm Kanker Serviks


BENGKULU — Di tengah hangatnya suasana Kota Bengkulu pada Kamis pagi (27/8/2026), Ruang Belajar Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dipenuhi oleh puluhan dokter dan bidan dari berbagai penjuru daerah. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk menghadiri seremoni formal, melainkan untuk membawa misi krusial: membentengi masa depan generasi muda dan keselamatan reproduksi perempuan di Bumi Merah Putih.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., diwakili oleh Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., memberikan sambutan sekaligus membuka Workshop Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan Pap Smear. Dalam sambutannya, dr. Zamhir melalui Plt. Sekretaris menyampaikan pesan mendalam yang menyoroti dua tantangan besar kesehatan di Provinsi Bengkulu: lonjakan kehamilan usia remaja dan ancaman kanker serviks.


Alarm Nyata: Kenaikan Tajam Kehamilan Usia Muda

Fokus utama yang mencuri perhatian publik dalam pertemuan tersebut adalah rilis data hasil pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2025. Data menunjukkan angka kelahiran pada kelompok usia remaja (Age Specific Fertility Rate / ASFR usia 15-19 tahun) di Bengkulu melonjak tajam ke angka 20,4 per 1.000 perempuan. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di tingkat 13,7.  

Bagi dr. Zamhir, lonjakan ini bukanlah sekadar deretan angka statistik kering. Kehamilan di usia yang terlalu muda membawa efek domino yang sangat serius, baik secara medis maupun sosial-ekonomi:

"Secara medis, kehamilan remaja meningkatkan risiko komplikasi persalinan, risiko kematian ibu dan bayi, hingga memicu lahirnya anak dengan kondisi stunting. Secara sosial dan ekonomi, kehamilan dini berisiko menurunkan tingkat pendidikan perempuan dan berdampak pada rendahnya kesiapan mental menjadi orang tua."

- dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.,


Akar permasalahan ini tak lepas dari minimnya akses masyarakat terhadap informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi. Melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (BanggaKencana), Kemendukbangga/BKKBN hadir untuk memperkuat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berbasis siklus hidup—mulai dari masa anak-anak, remaja, hingga dewasa.


Strategi Preventif: Membentengi Rahim dari Kanker Serviks

Selain risiko kehamilan dini, kesehatan reproduksi perempuan juga dibayangi oleh kanker serviks. Sejalan dengan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang mewajibkan pendekatan promotif dan preventif, deteksi dini menjadi kunci utama penanganan.  

Merespons kebutuhan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu berkolaborasi bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bengkulu di bawah pimpinan Abdul Salim Ali Siregar, S.P., serta Unit Pengembangan Kompetensi SDM Kesehatan (UPKSDMK) Poltekkes Kemenkes Bengkulu.  Pelatihan yang berlangsung selama dua hari (27–28 Agustus 2026) ini dirancang khusus sesuai UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan (Pasal 31), di mana setiap pelatihan medis wajib diselenggarakan oleh lembaga terakreditasi dan didukung instruktur berstandar standar profesi tinggi.


Sinergi Demi Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Melalui peningkatan keterampilan para bidan dan dokter dalam uji IVA dan Pap Smear, mutu pelayanan kesehatan primer di Bengkulu diharapkan meningkat secara mutlak.  

"Harapan kami, semoga kegiatan workshop ini berjalan lancar dan peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat tidak hanya sekadar mendapatkan sertifikat sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan menekan angka kematian akibat kanker serviks," tegas dr. Zamhir sebelum secara resmi membuka workshop kegiatan PKBI di Ruang Belajar Latbang Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Langkah sinergis antara lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan tenaga medis ini menjadi angin segar bagi upaya penyelamatan kualitas hidup perempuan dan keluarga di Provinsi Bengkulu.(humas)

Baca Lainnya