Selasa, 15 September 2026

Menjaga Benteng Kesehatan Perempuan Bengkulu: Dari Ancaman Pernikahan Dini hingga Alarm Kanker Serviks


BENGKULU — Di tengah hangatnya suasana Kota Bengkulu pada Kamis pagi (27/8/2026), Ruang Belajar Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dipenuhi oleh puluhan dokter dan bidan dari berbagai penjuru daerah. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk menghadiri seremoni formal, melainkan untuk membawa misi krusial: membentengi masa depan generasi muda dan keselamatan reproduksi perempuan di Bumi Merah Putih.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., diwakili oleh Plt. Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., memberikan sambutan sekaligus membuka Workshop Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan Pap Smear. Dalam sambutannya, dr. Zamhir melalui Plt. Sekretaris menyampaikan pesan mendalam yang menyoroti dua tantangan besar kesehatan di Provinsi Bengkulu: lonjakan kehamilan usia remaja dan ancaman kanker serviks.


Alarm Nyata: Kenaikan Tajam Kehamilan Usia Muda

Fokus utama yang mencuri perhatian publik dalam pertemuan tersebut adalah rilis data hasil pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2025. Data menunjukkan angka kelahiran pada kelompok usia remaja (Age Specific Fertility Rate / ASFR usia 15-19 tahun) di Bengkulu melonjak tajam ke angka 20,4 per 1.000 perempuan. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di tingkat 13,7.  

Bagi dr. Zamhir, lonjakan ini bukanlah sekadar deretan angka statistik kering. Kehamilan di usia yang terlalu muda membawa efek domino yang sangat serius, baik secara medis maupun sosial-ekonomi:

"Secara medis, kehamilan remaja meningkatkan risiko komplikasi persalinan, risiko kematian ibu dan bayi, hingga memicu lahirnya anak dengan kondisi stunting. Secara sosial dan ekonomi, kehamilan dini berisiko menurunkan tingkat pendidikan perempuan dan berdampak pada rendahnya kesiapan mental menjadi orang tua."

- dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.,


Akar permasalahan ini tak lepas dari minimnya akses masyarakat terhadap informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi. Melalui Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (BanggaKencana), Kemendukbangga/BKKBN hadir untuk memperkuat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berbasis siklus hidup—mulai dari masa anak-anak, remaja, hingga dewasa.


Strategi Preventif: Membentengi Rahim dari Kanker Serviks

Selain risiko kehamilan dini, kesehatan reproduksi perempuan juga dibayangi oleh kanker serviks. Sejalan dengan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang mewajibkan pendekatan promotif dan preventif, deteksi dini menjadi kunci utama penanganan.  

Merespons kebutuhan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Bengkulu berkolaborasi bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bengkulu di bawah pimpinan Abdul Salim Ali Siregar, S.P., serta Unit Pengembangan Kompetensi SDM Kesehatan (UPKSDMK) Poltekkes Kemenkes Bengkulu.  Pelatihan yang berlangsung selama dua hari (27–28 Agustus 2026) ini dirancang khusus sesuai UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan (Pasal 31), di mana setiap pelatihan medis wajib diselenggarakan oleh lembaga terakreditasi dan didukung instruktur berstandar standar profesi tinggi.


Sinergi Demi Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Melalui peningkatan keterampilan para bidan dan dokter dalam uji IVA dan Pap Smear, mutu pelayanan kesehatan primer di Bengkulu diharapkan meningkat secara mutlak.  

"Harapan kami, semoga kegiatan workshop ini berjalan lancar dan peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat tidak hanya sekadar mendapatkan sertifikat sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan menekan angka kematian akibat kanker serviks," tegas dr. Zamhir sebelum secara resmi membuka workshop kegiatan PKBI di Ruang Belajar Latbang Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

Langkah sinergis antara lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan tenaga medis ini menjadi angin segar bagi upaya penyelamatan kualitas hidup perempuan dan keluarga di Provinsi Bengkulu.(humas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Lainnya