BENGKULU — Pagi di Bengkulu, Kamis, 3 September 2026, terasa hangat dan penuh semangat. Dalam sebuah ruang rapat virtual yang dihadiri oleh jajaran jajaran Dinas OPD KB kabupaten/kota, pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI), hingga para Penyuluh KB (PKB/PLKB) se-Provinsi Bengkulu, sebuah misi besar untuk masa depan keluarga di Bumi Merah Putih resmi ditambatkan.
Momentum Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD) yang diperingati setiap tanggal 26 September bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, hari tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa merencanakan keluarga adalah fondasi utama menciptakan generasi yang sehat, sejahtera, dan bebas dari ancaman stunting.
Persalinan dan Momen Emas KB Pasca Persalinan
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid, menegaskan pentingnya memperkuat Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP). Menurutnya, ruang dan waktu setelah melahirkan—hingga kurun 42 hari—adalah "momen emas" untuk menentukan jarak kehamilan yang ideal agar bayi yang baru dilahirkan mendapat pengasuhan dan asupan gizi, serta kesempatan tumbuh kembang yang optimal.
"Penggunaan kontrasepsi pasca persalian tidak hanya untuk mengatur jarak kelahiran, tetapi dapat menekan angka kehamilan yang tidak diinginkan, menurunkan angka kematian Ibu maupun angka kematian bayi, dan yang tidak kalah penting untuk mencegah terjadinya stunting," ujar dr. Zamhir dalam sambutannya.
Hingga Juli 2026, capaian KBPP di Provinsi Bengkulu tercatat sebanyak 11.323 akseptor atau sekitar 48,7% dari target tahunan sebesar 23.247 akseptor. Angka ini memacu semangat seluruh petugas di lapangan untuk bekerja lebih ekstra demi mengejar sisa target di paruh kedua tahun 2026.
Mengejar Target Serentak di Sepuluh Kabupaten/Kota
Menyambut peringatan WCD 2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memberi kepercayaan target yang nyata bagi Provinsi Bengkulu. Target tersebut mencakup 11.991 Peserta Baru (PB), 2.978 PB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), serta 2.925 target KB Pasca Persalinan (KBPP).
Sebaran target ini terdistribusi ke seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, seperti Bengkulu Utara (2.123 PB), Rejang Lebong (1.794 PB), Kota Bengkulu (1.678 PB), Seluma (1.319 PB), Mukomuko (1.108 PB), Kepahiang (1.026 PB), hingga daerah lainnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu bersama mitra kerja telah menyusun gerak cepat berupa Pelayanan KB Serentak yang akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari 7 September hingga 7 Oktober 2026.
Gotong Royong Demi Senyum Keluarga Bengkulu
Langkah besar ini mustahil berjalan sendiri. Suksesnya Pelayanan KB Serentak WCD 2026 berada di pundak para bidan di puskesmas dan fasilitas kesehatan, para Penyuluh KB di pelosok desa, hingga dukungan dinas teknis di tiap daerah.
"Dari target yang telah ditetapkan, saya sangat berharap seluruh jajaran OPD KB, Pengurus Daerah dan Cabang IBI, Bidan, PKB/PLKB, serta para pemangku kepentingan dapat bahu-membahu dan bekerja sama demi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," tutur dr. Zamhir seraya membuka secara resmi rapat persiapan tersebut.
Di akhir sambutannya, dr. Zamhir kembali menyuarakan pesan kunci yang menjadi pegangan bersama dalam membangun keluarga Indonesia yang sejahtera dan terencana:
"Berencana Itu Keren!".(humas)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar