ARGA MAKMUR — Suara gelak tawa dan bisik perbincangan hangat memenuhi sudut-sudut ruang tunggu Puskesmas Gunung Alam, Kecamatan Arga Makmur, Selasa (8/9/2026) pagi. Di antara semerbak aroma antiseptik, tampak para ibu duduk menanti giliran dengan senyum tenang. Hari itu bukan sekadar hari pelayanan kesehatan biasa; ada semangat baru yang diusung dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia (HKS) Tahun 2026 di Kabupaten Bengkulu Utara.
Langkah kaki rombongan monitoring Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menyusuri koridor puskesmas, diawali dari Puskesmas Dusun Curup di Kecamatan Air Besi sebelum berlanjut ke Puskesmas Gunung Alam. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., hadir secara langsung untuk memastikan senyum kepuasan para akseptor terpancar nyata di lapangan.
Tak sendiri, dr. Zamhir didampingi oleh Kepala Dinas DPPKB Bengkulu Utara, Nova Hendriani, S.K.M., M.M., Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Faizal Hadi, S.K.M., M.Si., serta Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E., dan Ketua Ikatan Penyuluh KB (IPeKB) Kabupaten Bengkulu Utara, Johandi, S.K.M., beserta Penyuluh KB dan Bidan di wilayah tersebut. Sinergi erat antara pemerintah provinsi dan daerah ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendekatkan pelayanan KB bermutu hingga ke pelosok desa.
Bukan Sekadar Layanan, Tapi Edukasi Bermakna
Mengusung tema nasional "Kontrasepsi: Informasi Tepat, Pilihan Bijak, Keluarga Sehat" yang diperingati setiap 26 September, momentum kampanye yang berlangsung serentak sejak 7 September hingga 7 Oktober 2026 ini menitikberatkan pada aspek kualitas konseling dan edukasi.
Di sela-sela peninjauan, dr. Zamhir sempat menyapa dan berdialog dengan beberapa calon akseptor. Pendekatan humanis menjadi kunci: masyarakat tidak lagi diposisikan sekadar sebagai penerima layanan kesehatan, melainkan diajak berdiskusi agar memahami pilihan reproduksi yang paling aman, efektif, dan sesuai dengan siklus hidup keluarga mereka.
"Pilihan kontrasepsi yang diambil dengan kesadaran penuh dan informasi yang utuh adalah fondasi utama dalam melahirkan keluarga yang sehat, sejahtera, serta bebas dari risiko stunting," ujar dr. Zamhir di sela-sela peninjauan.
Selama sebulan penuh masa kampanye HKS 2026, Kabupaten Bengkulu Utara mengemban target pelayanan yang cukup representatif, yakni:
- Target Peserta Baru (PB) Total: 2.123 Akseptor;
- Target PB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP): 565 Akseptor;
- Target PB KB Pascapersalinan (KBPP): 344 Akseptor;
Optimisme membumbung tinggi bahwa target tersebut tidak hanya akan tercapai secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dalam memberikan perlindungan reproduksi bagi masyarakat.
Asa Parasamya Karya Kencana dari Bumi Ratu Samban
Di tengah kemeriahan pelayanan KB, sebuah agenda strategis turut menggema. Peninjauan lapangan ini dipadukan dengan pemaparan kesiapan Kabupaten Bengkulu Utara yang berhasil masuk nominasi penghargaan prestisius Parasamya Karya Kencana.
Bengkulu Utara terpilih mewakili Provinsi Bengkulu di Regional III, berdiri sejajar dengan empat daerah hebat lainnya di Indonesia:
- Kabupaten Jembrana (Provinsi Bali);
- Kota Balikpapan (Provinsi Kalimantan Timur);
- Kabupaten Tebo (Provinsi Jambi);
- Kabupaten Sleman (Provinsi D.I. Yogyakarta);
Tahapan krusial pendalaman dan penilaian akhir akan dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026 mendatang melalui Virtual Zoom Meeting oleh Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Kehadiran jajaran pimpinan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bengkulu bersama jajaran Pemkab Bengkulu Utara hari itu menjadi suntikan motivasi moral yang ampuh. Sinergi pelayanan KB di tingkat tapak bukan hanya membuktikan kesiapan Bengkulu Utara merebut penghargaan Parasamya Karya Kencana, tetapi lebih dari itu: membuktikan komitmen nyata dalam membangun SDM berkualitas menuju Indonesia Emas.(humas)
sumber: bengkulu.kemendukbangga.go.id
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar