Selasa, 15 September 2026

Menjemput Masa Depan Keluarga dari Bumi Merah Putih: Catatan Pagi di Puskesmas Jalan Gedang

 

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama Kepala Dinas PP3AP2KB Kota Bengkulu, Dra. Rosminiarty dan jajaran didampingi Ketua Tim Kerja 2 (KBKR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., pada peninjauan pelayanan KB dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia (WCD) tahun 2026 di Puskesmas Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu (7/9/2026).

BENGKULU — Keriuhan kecil sudah terasa sejak matahari belum berada tepat di atas kepala di halaman Puskesmas Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Senin (7/9/2026). Beberapa ibu muda terlihat berbincang hangat sambil memangku balita mereka, sementara beberapa pasangan suami istri mengantre rapi menuju ruang pelayanan kesehatan.

Pagi itu bukan sekadar hari Senin biasa. Di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut, suasana hangat menjadi penanda dibukanya babak baru perjuangan menjaga kualitas keluarga di Bumi Merah Putih: Peluncuran Pelayanan KB Serentak dalam rangka Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) Tahun 2026.

Langkah kaki Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama Ketua Tim Kerja 2 (KBKR) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P., menyusuri setiap sudut area pelayanan. Didampingi Kepala Dinas PP3AP2KB Kota Bengkulu, Dra. Rosminiarty, dr. Zamhir menyapa satu per satu akseptor yang sedang bersiap mendapatkan pelayanan.

"Perencanaan keluarga adalah fondasi utama untuk membangun generasi emas," ujar dr. Zamhir di sela-sela peninjauan.

Kunjungan lapangan ini menjadi cermin dari keseriusan Kemendukbangga/BKKBN di tingkat daerah untuk menjawab tantangan kependudukan nasional. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa tantangan KB masih cukup berliku: angka pemakaian kontrasepsi modern (mCPR) nasional sempat melandai ke angka 60,8 persen, diiringi kenaikan tingkat unmet need atau kebutuhan KB yang belum terlayani mencapai 13,4 persen, serta tingkat putus pakai (drop out) yang menyentuh 23,9 persen.


Satu Bulan, Beri Ruang Pilihan Bagi Pasangan Usia Subur

Gerakan serentak yang diresmikan di Puskesmas Jalan Gedang ini adalah bagian dari kerja besar nasional yang berlangsung marathon selama satu bulan penuh, mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026. Targetnya tidak main-main: memberikan pelayanan kepada 1.228.004 akseptor Pasangan Usia Subur (PUS) di seluruh pelosok Indonesia.

Untuk Provinsi Bengkulu sendiri, target capaian telah ditetapkan secara terukur bagi seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu guna mendukung percepatan target nasional tersebut, antara lain:

  • Target Peserta KB Baru (PB): 11.991 peserta;
  • Target PB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP): 2.978 peserta;
  • Target PB KB Pascapersalinan (KBPP): 2.925 peserta

Di tempat pelayanan, ragam metode kontrasepsi disediakan secara komprehensif. Mulai dari metode jangka pendek seperti Pil, Kondom, dan Suntik, hingga Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, Implan, MOW, dan MOP, serta fokus khusus pada KB Pascapersalinan (KBPP).  

Pemanfaatan Mobil Unit Pelayanan KB (MUYAN) juga dikerahkan untuk menjangkau masyarakat hingga ke sudut-sudut wilayah yang sulit diakses.


Informasi Tepat, Pilihan Bijak, Keluarga Sehat

Mengusung tema besar "Kontrasepsi: Informasi Tepat, Pilihan Bijak, Keluarga Sehat", kampanye tahun 2026 ini menitikberatkan pada aspek kualitas konseling dan edukasi. Calon akseptor tidak hanya diposisikan sebagai penerima layanan, melainkan diajak untuk memahami pilihan reproduksi yang paling aman dan sesuai dengan siklus hidup mereka. 

Tidak hanya menyasar para ibu, rangkaian peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tahun ini juga mendobrak stigma dengan mendorong partisipasi aktif kaum pria. Melalui Webinar Nasional KB Pria bertajuk "Berbagi Beban Kontrasepsi, Berbagi Peran dengan Istri" pada 24 September mendatang, keterlibatan suami dalam perencanaan keluarga terus dipacu.

Rangkaian kegiatan ini nantinya akan berpuncak pada 7 Oktober 2026 di Jakarta. Selain menghadirkan teleconference interaktif bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, acara puncak juga diwarnai dengan peluncuran media KIE kesehatan reproduksi yang inklusif, seperti Buku Braille untuk penyandang disabilitas netra dan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi remaja risiko tinggi.

Dari sebuah puskesmas di Kota Bengkulu pada awal September ini, sebuah komitmen nyata terus digelorakan. Sebab di balik setiap lembar lembar keputusan pasangan suami istri memilih kontrasepsi yang tepat, ada senyum anak-anak Indonesia yang masa depannya sedang disiapkan dengan matang menuju Indonesia Emas 2045.(humas)


sumber: bengkulu.kemendukbangga.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Lainnya