BINTUHAN (KAUR) — Pagi di Lapangan Merdeka Bintuhan, Kabupaten Kaur, Sabtu (29/8/2026), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga bersama para kader Keluarga Berencana (KB), jajaran forum komunikasi pimpinan daerah, hingga pimpinan instansi berkumpul dengan satu tekad bulat: membebaskan anak-anak Kaur dari ancaman stunting. Di tengah riuh hangat suasana lapangan, gagasan besar berwujud aksi nyata diluncurkan melalui inovasi program unggulan bertajuk “KB GISAI STUNTING” (Kolaborasi Gerakan Intervensi Spesifik Atasi Stunting).
Stunting bukan sekadar persoalan fisik atau tinggi badan anak yang berada di bawah standar. Lebih dari itu, kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ini mengancam perkembangan kognitif dan daya saing generasi mendatang. Menyadari krusialnya tantangan tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kaur melangkah mantap menjadikan pencegahan stunting sebagai agenda utama pembangunan manusia di bumi Sease Seijean.
Deretan Prestasi Gemilang Penopang Sinergi
Momen perhelatan di Lapangan Merdeka ini menjadi bukti nyata apresiasi atas kerja keras bersama. Pemerintah Kabupaten Kaur berhasil mengukir berbagai prestasi dan capaian membanggakan, baik di tingkat daerah maupun se-Provinsi Bengkulu:
- Pelopor Peraturan Bupati PJPK: Kabupaten Kaur menjadi kabupaten pertama di Provinsi Bengkulu yang sukses menyelesaikan Dokumen Perencanaan Pembangunan Keluarga (PJPK) Berkualitas hingga menerbitkan Peraturan Bupati PJPK tingkat Kab/Kota tahun 2025.
- Juara Pengisian Portal Sidaya: Meraih persentase tertinggi dalam pengisian Portal Sidaya.
- Capaian Pelayanan KB Tertinggi Semester I Tahun 2026:
a. Capaian Peserta Baru (PB) Pelayanan KB Tertinggi se-Provinsi Bengkulu.
b. Capaian Peserta Baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Tertinggi se-Provinsi Bengkulu.
c. Capaian Peserta Baru KB Pasca Persalinan (KBPP) Tertinggi Semester I Tahun 2026.
Capaian-capaian ini membuktikan bahwa sinergi antara lini lapangan—seperti para Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Penyuluh Agama/Keluarga Berencana—dengan jajaran penentu kebijakan daerah berjalan sangat efektif.
Optimisme Kemendukbangga/BKKBN: Modal Sosial dan Operasional yang Kuat
Kegiatan ini turut dihadiri secara langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. Kehadiran pimpinan Kemendukbangga/BKKBN tingkat provinsi tersebut memberikan dorongan semangat dan bentuk penguatan komitmen atas inovasi yang dijalankan Pemkab Kaur.
"Inovasi KB GISAI yang diluncurkan Kabupaten Kaur ini merupakan modal sosial dan operasional yang sangat luar biasa. Dengan capaian pelayanan KB semester pertama yang sudah berada di puncak tertinggi se-Provinsi Bengkulu, dipadukan dengan keterpaduan intervensi gizi serta regulasi PJPK yang kuat, kami sangat optimis Kabupaten Kaur mampu mempercepat penurunan stunting secara terukur hingga mencapai target New Zero Stunting," tegas dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.
Menjangkau Sasaran Prioritas: Bantuan Nutrisi Langsung
Berdasarkan data pemetaan terbaru, Kabupaten Kaur saat ini memiliki target sasaran genting sebanyak 862 sasaran. Berkat kerja cepat tim intervensi di lapangan, sebanyak 921 sasaran telah mendapatkan intervensi berupa edukasi gizi dan pola asuh.
Tidak berhenti pada edukasi verbal, pada gelaran ini disalurkan bantuan nutrisi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 60 sasaran prioritas yang belum terjangkau program Makan Bergizi Gratis (MBG 3B). Bantuan ini difokuskan kepada:
20 orang Ibu Hamil
10 orang Ibu Menyusui
30 orang Balita
Paket bantuan yang diberikan berupa bahan pangan kaya protein dan gizi seimbang seperti susu, telur, gula, dan biskuit. Khusus bagi ibu hamil dan ibu menyusui, Pemerintah Daerah turut memberikan tambahan bantuan beras selama 3 bulan untuk memastikan ketahanan gizi keluarga terjaga berkelanjutan.
Menatap Masa Depan: Penguatan Intervensi Non-Nutrisi & Sinergi Lintas Sektor
Pencegahan stunting secara komprehensif membutuhkan penanganan hingga ke akar masalah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kaur menegaskan komitmennya untuk menggeser dan memperluas fokus pada bantuan Non-Nutrisi (Intervensi Sensitif), yang meliputi:
- Penyediaan Jamban Sehat;
- Akses pasokan Air Bersih;
- Perbaikan Rumah Layak Huni (Rutilahu);
- Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.
Untuk mewujudkan hal tersebut, disepakati dua strategi utama penguatan:
- Sinergitas Program Antar-OPD: Mengintegrasikan seluruh potensi dinas dan instansi daerah.
- Kolaborasi & Dukungan Mitra: Merangkul BAZNAS, BPJS Kesehatan, BUMN/BUMD, media massa, akademisi, hingga organisasi komunitas.
Komitmen Bersama Pimpinan Daerah
Kegiatan yang berlandaskan Instruksi Bupati Kaur dan Instruksi Ketua TPPS Kaur ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dan unsur penting daerah, di antaranya:
- dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. (Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu);
- Abdul Hamid, S.Pd.I. (Wakil Bupati Kaur);
- Dr. Nasrur Rahman, S.Hut., M.Si. (Sekretaris Daerah Kab. Kaur);
- Evana Toursyahdia, S.IP (Plt. Kepala DP2KBP3A Kab. Kaur);
- Jajaran Forkopimda Kabupaten Kaur Pimpinan/Perwakilan BAZNAS Kaur dan BPJS Kesehatan Kaur;
- Seluruh jajaran PKB/PLKB se-Kabupaten Kaur.
Di akhir acara, senyum optimis terpancar dari wajah ibu-ibu penerima manfaat. Langkah nyata di Lapangan Merdeka Bintuhan ini menjadi pilar kokoh bagi Kabupaten Kaur menuju mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong New Zero Stunting.(Humas)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar