Rabu, 12 Agustus 2026

Cegah Lahir Stunting Baru, Kokohkan KB dari Lembah Hingga Gunung

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama Bupati Lebong, Azhari, S.H., M.H., pada Rapat Koordinasi Membangun Sinergitas dan Kolaborasi dalam program BANGGAKENCANA Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Lebong, Senin, (10/8/2026).

Bengkulu,- Upaya mencegah lahirnya generasi baru yang berisiko stunting, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu terus memperkokoh program pembangunan keluarga, kependudukan dan Keluarga berencana di seluruh wilayah di daerah itu. Dari lembah hingga kawasan pegunungan, penguatan program BANGGAKENCANA menjadi bagian penting dalam mempercepat penurunan stunting di Bumi Merah Putih.

Awal pekan ke-dua Agustus 2026 Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., turun langsung ke Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu dalam advokasi dan penguatan komitmen bersama terhadap pelaksanaan program Bangga Kencana. Pembangunan kependudukan harus berjalan seiring dengan pembangunan keluarga yang berkualitas.

Kabupaten Lebong adalah wilayah otonom pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu, dengan ibu kota di Tubei memiliki luas wilayah sekitar 1.665 km² dengan jumlah penduduk lebih dari 105.088 jiwa, terdapat laki-laki sebanyak 53.457 Jiwa dan perempuan mencapai 51.631 Jiwa. Dengan 10.539 keluarga memiliki anak balita dan sebanyak 4.066 keluarga memiliki anak remaja

Dalam kunjungan pemerintah setempat mengagendakan Rapat Koordinasi Sinergisitas Dan Konsolidasi Program BANGGAKENCANA Dalam Upaya Penurunan Angka Stunting Kabupaten Lebong Tahun 2026. Rakor Percepatan Penurunan Stunting di Tubei tersebut hadir unsur Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Lebong.

Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., pada Rapat Koordinasi Membangun Sinergitas dan Kolaborasi dalam program BANGGAKENCANA Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Lebong, Senin, (10/8/2026).

Kelompok balita dan remaja menjadikan prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam penyiapan masa depan bangsa yang kuat dan sejahtera, karena keluarga fondasi kekuatan bangsa," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr.H. Zamhir Setiawan., M.Epid saat menyampaikan materi pada Rapat Koordinasi Sinergisitas Dan Konsolidasi Program Bangga Kencana Dalam Upaya Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Lebong, Senin,(10/8/2026).

"Fokus pada balita dan remaja merupakan strategi kunci pembangunan SDM untuk menghadapi bonus demografi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Investasi pada kesehatan, gizi, dan pendidikan di usia dini serta masa muda menentukan daya saing bangsa di masa depan."

Dalam pembangunan remaja dan balita, Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan beberapa program prioritas, yang diantaranya terdapat kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Remaja (BKR), Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R)/GenRe. Di Kabupaten Lebong, Bengkulu terdapat sebanyak 105 kelompok BKB, 80 kelompok BKR dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) sebanyak 64 kelompok.

Melalui penguatan sejumlah kelompok kegiatan serta dukungan secara multi pihak maka dapat diyakini kasus stunting di Bumi Tubei dapat ditekan hingga di bawan nasional yaitu di 14 persen. Potret stunting di Lebong masih berada pada posisi tinggi dengan angka 22,7 persen. Dan terdapat keluarga berisiko stunting mencapai 407 keluarga berisiko tinggi.(irs)


Penulis : Idris Chalik

Editor : Tim Kehumasan BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu

Rilis : Rabu,(12/8/2026)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Lainnya