Acara yang dipusatkan di Kabupaten Rejang Lebong tersebut menjadi panggung apresiasi, refleksi, sekaligus peneguhan komitmen bagi para Penyuluh KB di seluruh pelosok Provinsi Bengkulu.
Melangkah Jauh dari Sekadar Kontrasepsi
Mengangkat semangat "Bersatu dalam Pengabdian, Bergerak dalam Kolaborasi, Menguatkan Keluarga untuk Indonesia Maju," Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu, Helmi Suanda, S.Sos., menegaskan kembali esensi perjalanan 19 tahun organisasi profesi ini. Sejak berdirinya pada tahun 2007, IPeKB telah tumbuh menjadi rumah besar yang melatih, melindungi, dan menempa profesionalisme para penyuluh.
"Peran Penyuluh KB hari ini jauh lebih luas dibanding beberapa dekade lalu. Kami tak lagi hanya berbicara soal pelayanan kontrasepsi, tetapi hadir sebagai edukator, fasilitator, motivator, hingga advokator masyarakat," ujar Ketua DPD IPeKB Provinsi Bengkulu dalam sambutannya.
Kehadiran Penyuluh KB kini menyentuh setiap fase kehidupan manusia:
- Remaja: Dampingi lewat Program Generasi Berencana (GenRe).
- Calon Pengantin & Keluarga: Disiapkan menuju keluarga berkualitas serta pencegahan stunting.
- Peran Ayah: Diuatkan melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
- Lansia & Ekonomi: Diberdayakan melalui Bina Keluarga Lansia hingga kelompok UPPKA.
Jejak Senyap di Garis Terdepan
Kehadiran dan dedikasi tersebut mendapat apresiasi mendalam dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid. Dalam arahannya, dr. Zamhir menggambarkan profesi Penyuluh KB sebagai pengabdian yang sering kali bekerja dalam hening namun berdampak masif.
"Sembilan belas tahun IPeKB adalah catatan tentang ribuan langkah kaki menyusuri jalan desa, menembus medan yang tak selalu mudah. Ini adalah profesi yang bekerja senyap, jarang tersorot, namun dampaknya menjangkau ke sendi paling dasar kehidupan: rumah tangga," ungkap dr. Zamhir.
Dampak kerja keras di garis depan ini terbukti dari tren positif indikator pembangunan keluarga di Provinsi Bengkulu:
- Angka Kelahiran Total (TFR) terus menurun mendekati target replacement level.
- Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi Modern (mCPR) menunjukkan peningkatan.
- Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting berjalan makin masif bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh kabupaten/kota.
Lima Arahan Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Menghadapi era transisi demografi dan derasnya arus informasi digital, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menyampaikan lima poin arahan strategis untuk memandu langkah IPeKB ke depan:
- Sentuhan Personal & Teknologi: Tingkatkan kapasitas digital dan metode komunikasi modern, tanpa kehilangan kehadiran fisik serta interaksi yang tulus di tengah warga.
- Penguatan Rumah Profesi: Jadikan IPeKB wadah yang solid untuk membina, melindungi, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
- Sinergi Lintas Sektor: Memperkuat kolaborasi bersama TP PKK, BAZNAS, IBI, FKK IMP, Juang Kencana, hingga jajaran kecamatan, puskesmas, dan KUA.
- Pengawalan Program Prioritas: Mengawal ketat program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Lansia Berdaya (SIDAYA), sejalan dengan percepatan penurunan stunting dan program Bangga Kencana.
- Dukungan Kebijakan Daerah: Meminta seluruh Kepala OPD KB kabupaten/kota untuk tidak mengurangi dukungan anggaran, fasilitasi, dan kebijakan bagi para penyuluh di lapangan.
Membangun Bangsa dari Rumah
Puncak peringatan HUT IPeKB ke-19 di Rejang Lebong ini ditutup dengan semangat kolaborasi yang hangat. Apresiasi khusus turut disampaikan kepada Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., beserta jajaran pemerintah daerah yang telah menjadi tuan rumah yang hangat dan berkomitmen penuh mendukung program kependudukan.
Sebab pada akhirnya, membangun bangsa yang besar senantiasa dimulai dari langkah-langkah kecil di dalam rumah. Dan di garis depan langkah itu, para Penyuluh KB akan terus berjalan—bekerja dengan hati, melayani dengan empati, demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.(humas)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar