Selasa, 18 Agustus 2026

Menjaga Senyum Buah Hati saat Ibu Berjuang: Cerita di Balik Program TAMASYA Bengkulu

Foto: Foto bersama pada kegiatan Pendampingan Peningkatan Kualitas Pengasuhan dan Sosialisasi Pencatatan Serta Pelaporan Program TAMASYA di Aplikasi TAMASYA (18/8/2026).

BENGKULU – Di balik derap langkah perempuan masa kini yang makin aktif meniti karier dan menopang perekonomian keluarga, terselip sebuah dilema klasik yang kerap membayangi: bagaimana nasib pengasuhan anak saat orang tua harus bekerja? Dilema ini bukan sekadar keresahan emosional, melainkan potret nyata lapangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan terus merangkak naik hingga mencapai 56,63 persen pada Agustus 2025. Namun, kabar baik peningkatan kesejahteraan ini dibayangi fakta lain dari Profil Anak Usia Dini BPS 2025: sekitar 7,05 persen balita dari ibu bekerja masih mendapat pengasuhan yang kurang layak angka yang jauh lebih tinggi ketimbang 2,56 persen pada balita dengan ibu yang tidak bekerja. 

Menjawab tantangan mendesak tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu melangkah cepat melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).


Menghubungkan Pengasuhan Berkuantitas dengan Ketertiban Data

Kehadiran TAMASYA dirancang bukan hanya sebagai tempat penitipan anak biasa, melainkan menjadi wadah pengasuhan alternatif yang aman, sarat kasih sayang, dan memberikan stimulasi tepat bagi tumbuh kembang anak. Dengan begitu, orang tua—khususnya para ibu—dapat bekerja tenang dan produktif.

Namun, menghadirkan layanan berkualitas tentu tak cukup hanya di lapangan; ketertiban administratif menjadi kunci akuntabilitas. Berdasarkan data BKKBN, dari total 66 TAMASYA yang tersebar di Provinsi Bengkulu, baru sekitar 15,15 persen atau 10 TAMASYA saja yang teregistrasi secara resmi di aplikasi. Kesenjangan inilah yang memantik langkah konkret Kemendukbangga/BKKBN.

Foto: Kepala Petwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., memberikan sambutan pada kegiatan Pendampingan Peningkatan Kualitas Pengasuhan dan Sosialisasi Pencatatan Serta Pelaporan Program TAMASYA di Aplikasi TAMASYA (18/8/2026).

Pada Selasa (18/8/2026), digelar Kegiatan Pendampingan Peningkatan Kualitas Pengasuhan dan Sosialisasi Pencatatan serta Pelaporan Program Tamasya di Aplikasi Tamasya. Agenda ini mempertemukan berbagai pihak—mulai dari jajaran OPD KB Kota Bengkulu, Penyuluh KB (PKB/PLKB), pengelola dan pengasuh TPA/TAMASYA, kader BKB, orang tua, hingga anak-anak dari Forum Genre.  

"Langkah pendampingan ini menjadi krusial agar jaminan pengasuhan yang aman dan berkualitas di Bengkulu tidak hanya sukses di atas kertas, tetapi benar-benar berdampak nyata pada tumbuh kembang anak," tegas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid.  

Foto: Ketua Tim Kerja 3 (Pembangunan Keluarga) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Mardhotillah Layli R., S.Sos., M.Sos., pada kegiatan Pendampingan Peningkatan Kualitas Pengasuhan dan Sosialisasi Pencatatan Serta Pelaporan Program TAMASYA di Aplikasi TAMASYA (18/8/2026).


Investasi Generasi Emas

Penguatan TAMASYA dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul demi menyambut bonus demografi. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pengasuh, dan dunia usaha diharapkan dapat mewujudkan lingkungan tumbuh kembang terbaik bagi anak-anak Indonesia.  

Melalui komitmen bersama ini, Bengkulu membuktikan bahwa kesibukan membangun ekonomi tak harus mengorbankan masa depan dan kebahagiaan para generasi penerus.(humas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Lainnya