Rabu, 15 Juli 2026

Zamhir : Instrumen Penggerak Ketahanan Keluarga, Berpusat Pada Pendekatan Delapan Fungsi Keluarga

Kepala BKKBN Bengkulu dr. H. Zamhir Setiawan., M.Epid (kanan) bersama Rektor Universitas Bengkulu Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si.(kiri) saat peringatan Harganas 33 di Bengkulu

Bengkulu,-Instrumen penggerak ketahanan keluarga berpusat pada pendekatan 8 (delapan) fungsi keluarga. Fungsi agama, sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, serta fungsi pembinaan lingkungan). Fungsi-tersebut digerakkan melalui tiga kelompok kegiatan utama (Tribina) Bina Keluarga Balita (BKB), Bina keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

"Bina Keluarga Balita (BKB) yang lebih mengoptimalkan pada tumbuh kembang anak. Bina Keluarga Remaja (BKR) lebih pada konsep pembinaan terhadap orang tua dalam mendampingi remaja. Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan konsep mewujudkan lansia yang produktif dan mandiri," kata Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., kepada pewarta di kantornya, Rabu,(15/7/2026).

"Penguatan kelompok Tribina merupakan strategi penting dalam membangun ketahanan keluarga sepanjang siklus kehidupan. Pendekatan ini tidak hanya menyasar satu kelompok usia, tetapi dimulai sejak keluarga memiliki balita, berlanjut ketika mendampingi remaja, hingga memasuki masa lanjut usia.

"Ketahanan keluarga harus dibangun secara berkesinambungan. Ketika fungsi fungsi keluarga dijalankan dengan baik melalui BKB, BKR, dan BKL, maka keluarga akan lebih siap menghadapi tantangan sosial, ekonomi, maupun perkembangan teknologi yang semakin kompleks," jelasnya.

Selain poktan Tribina, pemberdayaan ekonomi, dan gerakan perubahan perilaku pun bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun ketahanan keluarga. Pada pemberdayaan ekonomi keluarga (PEK), Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan program Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) untuk memperkuat ketahanan finansial keluarga akseptor KB. Gerakan komunikasi, informasi, dan edukasi berbasis siklus kehidupan untuk mewujudkan Indonesia tangguh.

Penggerakan Ketahanan Keluarga melalui Poktan BKB. yang lebih mengoptimalkan pada tumbuh kembang anak

Ia mengajak pemerintah daerah, mitra kerja, penyuluh KB, kader, dan masyarakat terus memperkuat peran kelompok-kelompok Tribina sebagai wadah edukasi dan pemberdayaan keluarga. Dengan demikian, pembangunan keluarga berkualitas dapat berjalan optimal sebagai fondasi menuju terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Tim Kerja 3 bidang Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Mardhotillah Layli Rahmasita, S.Sos., M.Sos., menyampaikan poktan merupakan wadah pembinaan keluarga yang dikembangkan sebagai sarana edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas dan berketahanan. 

"Poktan menjadi ujung tombak implementasi program pembangunan keluarga karena menjangkau keluarga secara langsung sesuai siklus kehidupan. Melalui kelompok-kelompok kegiatan dan nilai-nilai delapan fungsi keluarga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengasuhan anak, pendampingan remaja, pembinaan lansia, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga peningkatan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh".

"Poktan di Bengkulu telah dikembangkan di sejumlah daerah kabupaten dan kota hingga mencapai 3.693 kelompok. Terdiri kelompok BKB sebanyak 1.330, BKR 1.125 dan kelompok BKL sebanyak 1.238 poktan," rinci Mardhotillah.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Rabu,(15/7/2026).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Lainnya