Jumat, 24 Juli 2026

Sekolah Lansia : Orang Tua Inspirator dan Pilar Ketahanan Keluarga


       

Deputi KS PK Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti,S.E., M.T saat melepas puluhan wisudawan/ti Sekolah Lansia di Seluma, Kamis,23/7/2026

Seluma,Bengkulu,– Sekolah Lansia tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bagi para lanjut usia, tetapi juga membentuk orang tua yang tetap sehat, mandiri, produktif, dan mampu menjadi inspirator bagi keluarga dan masyarakat lingkungan. Melalui program ini, para lansia didorong untuk terus berperan sebagai pilar ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial dan tantangan kehidupan.

Hal tersebut mengemuka pada kegiatan Wisuda Sekolah Lansia yang digelar di Kabupaten Seluma yang melepas 85 wisudawan/ti, Kamis (23/7/2026). Wisuda sekolah lansia menjadi bukti bahwa proses belajar berlangsung sepanjang hayat, termasuk bagi masyarakat yang telah memasuki usia lanjut.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Nopian Andusti, S.E., M.T., mengatakan bahwa Sekolah Lansia merupakan salah satu upaya membangun keluarga berkualitas melalui pendekatan siklus kehidupan. Lansia tidak dipandang sebagai kelompok yang bergantung, tetapi sebagai aset keluarga yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai kehidupan untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Melalui Sekolah Lansia, kita ingin menghadirkan orang tua yang tetap sehat, mandiri, aktif, dan bahagia. Mereka menjadi teladan bagi anak dan cucu serta menjadi penguat ketahanan keluarga. Lansia yang berdaya akan melahirkan keluarga yang semakin tangguh," ujar Nopian.

Selama mengikuti Sekolah Lansia, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari pola hidup sehat, gizi seimbang, aktivitas fisik sesuai usia, kesehatan mental, pengelolaan penyakit tidak menular, hingga penguatan peran sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Wakil Bupati Seluma Drs. Gustianto saat menyampaikan sambutan pada wisuda sekolah lansia

Program ini juga memperkuat peran kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai wadah pembinaan keluarga yang memiliki anggota lanjut usia. Melalui sinergi antara keluarga, kader, pemerintah daerah, dan masyarakat, para lansia diharapkan tetap memperoleh perhatian, perlindungan, dan kesempatan untuk terus berkarya.

Wakil Bupati Seluma, Drs. Gustianto meyampaikan wisuda Sekolah Lansia di Kabupaten Seluma menjadi simbol keberhasilan proses pembelajaran yang tidak mengenal batas usia. Semangat para wisudawan menunjukkan bahwa usia senja bukan penghalang untuk terus belajar, menjaga kesehatan, dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga.

“Dengan hadirnya Sekolah Lansia, diharapkan semakin banyak orang tua yang menjadi inspirasi bagi generasi muda. Pengalaman hidup, kebijaksanaan, serta semangat untuk terus belajar menjadi modal penting dalam membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan berketahanan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," ujar Wabup Gustianto.

Selain meningkatkan pengetahuan, Sekolah Lansia juga menjadi ruang interaksi bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring sosial, dan menjaga kesehatan mental. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lansia yang tetap produktif serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Peserta wisudawan/ti Sekolah Lansia di Seluma

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Seluma, Sumiati, S.E., M.M., menyebutkan, pemerintah Kabupaten Seluma telah mengembangkan sebanyak sembilan sekolah lansia, sebanyak tujuh sekolah telah melepas wisudawan/ti.

Hari ini, kita melepas sebanyak 85 wisudawan-wisudawati dari Sekolah Lansia Rimbo Kedui dan Sekolah Lansia Pasar Seluma. Program sekolah bagi orang tua ini tidak sekadar menjadi sarana belajar bagi warga lanjut usia, tetapi juga terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan kognitif, kesehatan mental, dan kualitas hidup para peserta mejadikan lansia SMART. Hal tersebut terlihat dari antusiasme para lansia yang mengikuti prosesi wisuda Sekolah Lansia di Kabupaten Seluma, Kamis (23/7/2026).

Konsep Lansia SMART berfokus pada pembentukan lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat. Lansia Sehat dimana Kondisi fisik dan mental terjaga serta terkontrol dari penyakit. Lansia Mandiri yang mampu melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan orang lain. Kemudian Lansia Aktif untuk mau terus bergerak, belajar hal baru, dan bersosialisasi Sehingga menjadi lansia yang Produktif dimana Memiliki kegiatan bermanfaat yang bernilai, baik dari hobi maupun keterampilan dan menjadikan Lansia Bermartabat yang dihargai dan dihormati dalam kehidupan keluarga serta lingkungan sekitar. 

Pendekatan ini mencakup tujuh dimensi lansia yang terdiri dari dimensi spiritual (mendekatkan diri pada Tuhan), fisik (menjaga kebugaran tubuh), emosional (mengelola hati tetap bahagia), dan intelektual (melatih daya ingat). Selain itu, terdapat dimensi sosial (bersosialisasi), vokasional (berkarya/hobi), dan lingkungan.

Melalui sekolah tersebut membentuk lansia produktif. Lansia agar tetap terus berkarya sesuai kemampuan, berbagi pengalaman, menjadi teladan bagi keluarga, atau menjalankan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kondisi usia. Dan lansia tangguh dengan memiliki  ketahanan fisik, mental, sosial, dan spiritual dalam menghadapi perubahan kehidupan serta mampu beradaptasi dengan proses penuaan untuk mewujudkan keluarga berketahanan.(Humas BKKBN Bengkulu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Lainnya