Selasa, 21 Juli 2026

Jangan Berhenti Meskipun Saat Lelah, Tetaplah Kokoh Dalam Formula KASH


                    
Giat konseling penyuluh KB dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap program Banggakencana di Bengkulu.

Oleh : Idris Chalik

Kado HUT IPeKB 19

Bengkulu,-Tak banyak pesan pengganti kado pada peringatan hari jadi ke-19 Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia yang puncaknya pada 26 Juli 2026. Hanya sebaris kata sebagai pesan moral bagi semua keluarga penyuluh dan petugas KB di tanah air "Jangan berhenti meskipun tiba rasa lelah", pesan tersebut seiring dengan tema hari jadi IPeKB ke-19 tahun 2026 "IPeKB Untuk Keluarga Indonesia".

"Jangan berhenti meskipun lelah, Berhentilah ketika selesai " Kutipan David Goggins ini mengingatkan kita bahwa lelah hanyalah sinyal mental, bukan alasan untuk menyerah. Kunci untuk mencapai target adalah disiplin dan konsistensi, menyelesaikan tugas sampai tuntas, bukan sekadar berhenti saat merasa tidak nyaman". Pesan ini relevan bagi profesi tenaga Penyuluh Keluarga Berencana dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana.

PKB/PLKB adalah profesi unik dan ujung tombak pemerintah di lini lapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mereka menjembatani kebijakan makro dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dengan edukasi mikro di tingkat desa/kelurahan untuk membangun keluarga yang berkualitas dan sejahtera 

Langkah mereka mungkin tak selalu terdengar. Jejaknya pun sering kali tak menjadi sorotan. Namun, di balik turunnya angka stunting di Bengkulu pada angka 18,8 persen, meningkatnya kesertaan keluarga berencana modern (mCPR) 71,34 persen, tumbuhnya Kampung KB, hingga lahirnya keluarga-keluarga yang semakin berkualitas, ada dedikasi para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) yang bekerja tanpa mengenal lelah.

Mereka menyusuri jalan desa, menembus pelosok, mendatangi rumah-rumah warga, berdialog dengan pasangan usia subur, mendampingi ibu hamil, menguatkan remaja melalui Program GenRe, hingga menggerakkan kelompok Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia. Semua dilakukan dengan satu tujuan: menghadirkan keluarga yang berkualitas sebagai pondasi Indonesia yang kuat.

Menjadi penyuluh bukan sekadar menjalankan tugas administratif. Profesi ini menuntut ketangguhan hati. Ada kalanya target belum tercapai, penolakan datang dari masyarakat, medan yang sulit harus dilalui, atau keterbatasan sarana menguji semangat. Di titik-titik seperti itulah muncul semboyan yang layak dijadikan pegangan:


"Jangan berhenti, meskipun saat lelah, Tetaplah Tegar Dalam Formula KASH".

Pesan tersebut ditambahkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., "Tetaplah Kokoh Dalam Formula KASH". Lelah adalah bagian dari perjalanan, tetapi berhenti bukanlah pilihan. Sebab setiap langkah kecil yang dilakukan penyuluh hari ini dapat menjadi awal perubahan besar bagi masa depan keluarga Indonesia.

Semangat itu menempah PKB/PLKB untuk tetap kokoh dalam Formula KASH, yaitu Knowledge (Pengetahuan), Attitude (Sikap), Skill (Keterampilan), dan Habit (Kebiasaan)," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir usai tapping video HUT IPeKB ke-19 tahun 2026 di Bengkulu,Selasa,(21/7/2026).

Knowledge mengingatkan bahwa seorang penyuluh harus terus belajar. Dinamika kependudukan, pembangunan keluarga, pelayanan KB, hingga isu percepatan penurunan stunting terus berkembang. Pengetahuan yang diperbarui akan membuat penyuluh semakin percaya diri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Attitude menjadi kekuatan berikutnya. Sikap yang ramah, sabar, jujur, dan penuh empati akan membuka pintu kepercayaan masyarakat. Tidak semua persoalan selesai dengan teori, tetapi banyak persoalan dapat diselesaikan melalui ketulusan dalam melayani.

Skill menjadi bekal agar penyuluh mampu berkomunikasi secara efektif, memanfaatkan teknologi, mengelola data, membangun kolaborasi lintas sektor, hingga menjadi fasilitator yang mampu menggerakkan masyarakat untuk berubah.

                                             

Semua itu akan menjadi budaya kerja apabila diwujudkan dalam Habit. Kebiasaan untuk disiplin, hadir di tengah masyarakat, bekerja dengan integritas, terus belajar, dan tidak mudah menyerah akan membentuk karakter penyuluh yang profesional. Dari kebiasaan-kebiasaan baik itulah lahir pelayanan yang berkualitas," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.

Formula KASH bukan hanya konsep pengembangan kompetensi, tetapi juga cerminan perjalanan seorang Penyuluh KB. Pengetahuan memberikan arah, sikap menjaga kepercayaan, keterampilan menghadirkan solusi, dan kebiasaan baik memastikan perubahan berlangsung secara berkelanjutan.

Di balik setiap keluarga yang tersenyum, setiap anak yang tumbuh sehat, dan setiap pasangan yang mampu merencanakan masa depannya, ada peran penyuluh yang bekerja dalam diam. Mereka mungkin lelah, tetapi tidak menyerah. Mereka mungkin menghadapi tantangan, tetapi tetap melangkah.

Karena sesungguhnya, membangun keluarga bukan pekerjaan sehari atau setahun. Ini adalah ikhtiar panjang untuk membangun bangsa.

Maka, bagi setiap Penyuluh Keluarga Berencana, teruslah melangkah. Jadikan Formula KASH sebagai kompas dalam bekerja. Jangan berhenti, meskipun saat lelah. Sebab dari ketegaran itulah lahir keluarga berkualitas, dan dari keluarga berkualitas terbangun Indonesia yang tangguh dari gerak langkah iklas dan cerdas penyuluh KB.(irs)

Penulis : Idris Chalik
Editor : Tim Kehumasan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu
Rilis : Selasa,(21/7/2026).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Lainnya